
di suatu kota, ada seorang anak yang sangat kuat. aku adalah Lichtenstein, sejak kelas 6 SD aku selalu bertarung dan selalu menang.
sampai aku memasuki SMPN aku masih tak terkalahkan.
aku di juluki sebagi "Iblis asli" karena tak pernah kalah, sampai pada suatu hari aku merasa bosan dengan pertarungan.
saat aku memasuki masa SMA. aku memutuskan untuk menjalani hidup damai tanpa adanya perkelahian, aku pindah ke provinsi Gren dari provinsi Lue.
di sana tidak ada yang mengenaliku sebagai "iblis asli"
aku bisa belajar dengan tenang. namun, itu tidak seperti bayangan ku, banyak preman preman yang melakukan penindasan dan pembullyan.
aku melihat itu hanya diam, walaupun aku juga sering di bully karena terlihat culun.
sudah beberapa bulan sekolah tidak ada yang mengobrol dengan ku, sampai pada suatu hari ada seseorang yang datang mengajak ku berbicara.
"hey, mari berkenalan" ucap orang itu
aku sebenarnya tidak memperdulikan orang itu, namun orang itu terus menerus datang dan membicarakan tentang dia yang sering di bully dan di suruh suruh.
setiap dia datang kepada ku dia selalu terluka. entah itu memar atau berdarah, karena merasa heran kepadanya aku memilih untuk mengikuti omongan nya.
"hey, mengapa kau selalu datang padaku?" ucap licht bertanya kepada nya
"hm? karena aku melihat mu sama seperti ku" ucap orang itu
"sama seperti mu?"
"ya.. kau ingin belajar dengan tenang, namun selalu di ganggu, aku juga ingin sama Dengan mu. yaitu belajar dengan tenang menuju perguruan tinggi!"
"hmph, siapa nama mu?"
"nama gua Alvin, salam kenal"
"aku Lichtenstein"
"Lichtenstein? terlalu panjang, aku memanggil mu licht saja" ucap Alvin
"Hm? baiklah" ucap licht
akhirnya kami pun berteman, tanpa kusadari aku mengalami adaptasi terhadap Alvin.
kami mulai akrab satu sama lain dan berteman dekat.
sampai pada suatu hari aku menanyakan sesuatu
"mengapa kau selalu terluka?" ucap ku bertanya
"ini.. seperti yang kubilang, ini ulah geng yang menyuruh ku" ucap Alvin
"geng?? mengapa kau bisa menjadi seperti itu?"
"aku sering menjadi samsak tinju bagi mereka"
"sialan! kalau begitu akan ku hancurkan geng itu!"
__ADS_1
"apakah kau gila? geng itu adalah geng terbesar di provinsi kita"
"geng apa itu?? tidak peduli siapa pun itu akan ku pukuli"
"itu adalah geng Bright Brilliant, dia memiliki banyak sekali anggota"
"banyak anggota?"
"ya.. tidak hanya banyak, tapi sangat kuat"
".."
kami melanjutkan hari hari kami seperti biasa.
namun pada suatu hari, Alvin tidak memasuki sekolah karena izin sakit.
aku yang khawatir akan kondisi nya pun mendatangi kerumahnya untuk melihat kondisinya.
ternyata dia hanya luka patah tulang yang di sebabkan oleh anggota geng itu.
*di dalam rumah Alvin
"tenang saja, palingan setengah tahun sembuh" ucap Alvin
"para sialan itu!! aku ingin membunuhnya" ucap licht
"tenang lah, aku masih baik baik saja"
"baik baik saja? kondisi mu seperti ini?"
"baiklah, jaga dirimu"
aku pulang kembali ke rumah ku yang tidak jauh dari sekolah
keesokan harinya, Alvin mulai masuk sekolah seperti biasa.
kami mengobrol bersama, bermain bersama, dan tertawa bersama..
andai saja kesenangan itu bisa selamanya, mungkin itu akan menjadi hal terindah yang pernah ada.
namun karena suatu hal, Alvin di rawat di rumah sakit
saat aku mendatangi rumah sakit, aku bertemu ibu dan ayah Alvin. tanpa pikir panjang aku menanyakan kondisi Alvin kepada mereka
"paman, bibi, bagaimana kondisi Alvin?" ucap ku bertanya kepada
"Alvin.. dikatakan lumpuh.. hiks hiks" ucap keduanya sambil nangis
aku yang mendengar itu langsung syok dan tidak bisa berkata apa apa
"mungkin kami akan membawa Alvin pergi ke luar negeri untuk perawatan" ucap kedua orang tua itu
dan juga Alvin meninggalkan sebuah surat untuk ku yaitu
[hey, kau harus lulus perguruan tinggi ya..
__ADS_1
...Alvin]...
mendengar itu, aku lari keluar rumah sakit dan berteriak sekencang mungkin
"AHHHGGGGGGG!!!!"
karena kondisi nya hujan, jadi tidak ada orang di manapun
aku kembali ke rumah untuk memikirkan apa yang terjadi.
"hm.. kondisi tangan Alvin disebabkan oleh geng itu, mungkin saja semua ini ulang geng BRIGHT BRILLIANT?!!" ucap licht dengan amarah
aku (licht) mulai menjalan kan rencana yang kususun untuk misi balas dendam ku.
Misi balas dendam
mengumpulkan anggota sebanyak nya
memperluas daerah kekuasaan
setelah dua itu tadi, kita akan memulai misi balas dendam
aku (licht) mulai merekrut orang orang dengan cara mengalahkan mereka, dari sekolah ku ada 30 orang yang mengikuti ku sebagai ketua.
aku mulai menanyakan kepada mereka sekolah sekolah yang terdekat untuk dikuasai.
mulai dari sekolah SMP sampai SMA semuanya ku bantai (licht membantai setelah jam sekolah selesai).
dari 4 SMP yang ditaklukkan, ada 130 orang yang mengikuti ku, dan di SMA aku membantai 3 sekolah dan yang mengikuti ku ada 200.
karena sudah memiliki banyak anggota, kami semua patungan untuk membeli sebuah Bar, dan merenovasi itu.
setelah memiliki bar, kami menamai Geng kami adalah Potpourri Bar,bnama bar kami juga The Potpourri.
karena merasa kekurangan anggota, aku menyuruh anggota anggota geng ku untuk merekrut siapa pun yang ingin bergabung.
kami juga merekrut orang orang dari berbagai kota dan juga daerah.
setelah 1 tahun mengurus geng ku, geng milik ku semakin membesar dan banyak di awasi oleh geng-geng lainnya.
anggota geng ku juga mencapai 500 orang lebih dan tersebar di berbagai penjuru kota untuk melakukan bisnis.
menurut ku.. ini saat nya balas dendam, kata salah satu dari 4 anak buah terpercaya ku. anggota geng Bright Brilliant pada hari Minggu akan nongkrong di sebuah gedung kosong untuk perayaan geng mereka.
lalu, aku mengumpulkan semua anggota ku untuk melakukan serangan balas dendam kepada Bright Brilliant geng.
"KALIAN SEMUA, PADA HARI MINGGU KITA AKAN PERGI KE SEBUAH GEDUNG KOSONG TEMPAT GENG BRIGHT BRILLIANT BERADA UNTUK MENGHANCURKAN GENG ITU, APAKAH KALIAN SETUJU!!!" ucap ku (licht) dengan kencang
"SETUJU!!" semua anggota geng Potpourri berteriak dengan semangat
TO BE CONTINUED
__ADS_1