
aku membawa Kisaragi untuk bertemu dengan Gartia.
sekalian memperkenalkan kami juga akan berjuang bersama sama di masa depan.
"hey, kau akan membawa diriku kemana?" ucap Kisaragi dengan heran
"tentu saja bertemu dengan rekan rekan yang lainnya, apa kau berpikir aku bertualang cuma berdua? apalagi aku sedang merencanakan hal yang sangat besar.
tentunya tidak mungkin aku sendiri bukan? wahahaha, petualang kita akan lebih menyenangkan dengan adanya tambahan dari dirimu, Kisaragi." ucap ku kepadanya
"aku tidak masalah menjalankan rencana yang kau buat. namun, kau harus menepati janji mu ya?" ucap nya kepada ku
"tentu saja, aku bisa melakukan hal seperti itu dengan mudahnya" ucap ku kepadanya
"lalu? apa kegunaan teman mu satu ini?" tanya Kisaragi kepada ku
dia melihat ke arah Satan.
Kisaragi sekarang terhubung dengan ku, tentunya dia juga terhubung dengan 10 Perintah Tuhan.
"dia? mungkin dia adalah salah satu bawahan paling terpercaya milik ku, dia tidak akan mengkhianati ku" ucap ku kepada Kisaragi dengan percaya diri
Satan juga mengangguk dengan tenang.
dia tidak menyangka selama ini tuannya, Edzard Wesley. mengakui keberadaan mereka para 10 Perintah Tuhan.
dia berlutut di hadapan ku.
"Raja ku, aku akan mempersembahkan kesetian saya bahkan jika itu menghancurkan alam semesta sekalipun" ucap Satan
"hey bangun lah, memalukan, kita dilihat banyak orang-orang" ucap ku dengan sedikit malu
"biarkan saya seperti ini untuk mempersembahkan kesetiaan saya!" ucap Satan dengan percaya diri
aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
semakin hari kelakuan Satan semakin lebay.
"baiklah bangun" ucap ku kepadanya
Satan bangun dari tempatnya.
"hey, jika dia sama sepertiku, apakah aku juga bawahan mu begitu?" ucap Kisaragi
dia mungkin mengira bahwa jika dia tehubung dengan ku maka dia akan menjadi budak ku.
sama hal nya seperti Satan, dia berpikir Satan dan dirinya adalah bawahan dari diriku.
"aku tidak pernah menganggap dirimu sebagai bawahan ku." ucap
"bagus lah jikalau begitu" ucap Kisaragi
kami pun bertemu dengan Gartia di sebuah kedai toko.
sesampainya di sana, ku kira yang terjadi itu seperti hal biasa.
namun..
"siapa kau ha!! kenapa kau sangat cantik!" ucap Gartia dengan kesal
entah apa yang membuatnya seperti itu, namun mengapa dia harus kesal?
aku tidak menyangka nya.
"hey hey, berhenti bertengkar" ucap ku memisahkan Gartia
"kau membawa wanita lain saat kau berpisah dengan ku! ha!?" ucap Gartia
"tunggu.. aku hanyalah teman dengan Edzard, bukan siapa siapa" ucap Kisaragi
"benarkah?" ucap Gartia
"benar, kita hanya memiliki sebuah kesepakatan dalam sebuah rencana" ucap Kisaragi
"huh, dasar penyihir tua, kalau begitu aku akan membiarkan mu ikut dengan kami!" ucap Gartia
"siapa yang kau sebut penyihir tua? dasar gorila" ucap Kisaragi meledek Gartia
Gartia di buat kesal olehnya.
ini tidak seperti saat pertama kali kami bertemu.
'apa yang membuat Gartia berubah?' ucap ku dalam hati
"siapa yang kau sebut gorila! dasar penyihir tuan berani sekali kau menyebut diriku gorila" ucap Gartia mengeluar kan pedangnya
"kau yang pertama! siapa yang kau sebut penyihir tua! dasar Gorila penggila pedang!" ucap Kisaragi mengeluarkan tongkat sihir nya
bentrokan antara keduanya semakin memanas.
"bukankah kita harus menghentikan ini, master!?" ucap Garou
"master! jika tidak dihentikan, maka kedai toko ini akan hancur berantakan oleh mereka berdua!" ucap Irene
mereka berdua sangat heboh dengan perselisihan Gartia dan juga Kisaragi.
sedangkan Dagruel hanya terdiam.
'sudah kuduga, pemikiran Dagruel sungguh di luar nalar. sepertinya Dagruel memang berasal dari sana' ucap ku dalam hati
"Raja---"
sebelum Satan menyelesaikan omongannya, aku langsung mengetahui apa yang akan dia bicarakan.
__ADS_1
serta apa yang dia pikirkan.
"Satan.."
Satan terdiam.
"bukan kah kau juga penasaran siapa yang akan menang?" ucap ku dengan penuh keyakinan
Satan sangat terkejut karena Edzard mengetahui apa yang ingin dia bicarakan serta dia pikirkan.
"aku memang penasaran.
siapa yang menang jika seorang mahkluk abadi dengan kekuatan yang terhubung langsung dengan Penguasa absolute kegelapan
melawan seorang kultivator tahap Demi-God yang merupakan spesies yang mendekati dewa dan mahkluk abadi" ucap Satan
aku tersenyum dengan penjelasan Satan.
"begitulah, jadi kau penasaran bukan?" ucap ku kepadanya
"Rajaku, bukan kah seharusnya kita mengganti tempat pertandingan? akan berbahaya di sini" ucao Beelzebub
"benar juga" ucap ku kepadanya
aku melepaskan 2 cincin dari tangan ku.
seketika, aku mendapatkan kekuatan ku kembali.
kekuatan ku yang sangat kuat(dalam kondisi tersegel atas kemauan sendiri).
walaupun masih di segel, tetapi kekuatan ku masih lah sekelas Middle Grade Immortal.
aku menjentikkan jari ku.
*CTAK
seketika, 3 murid ku, Gartia, Kisaragi, Satan dan Beelzebub.
serta aku.
berpindah ke suatu tempat.
itu adalah celah dimensi yang di buat oleh ku
serta tempat latihan bagi 3 murid ku sebelumnya.
"dimana ini?" tanya Gartia
"apa apaan ini" Kisaragi terheran heran
mereka berdua sangat dibuat bingung dengan tempat ini.
sedangkan 3 murid ku hanya terkejut.
"bertarung lah kalian berdua! aku ingin melihat siapa yang menang di antara kakian berdua" ucap ku kepada Gartia dan Kisaragi
"apa?"
Gartia dan Kisaragi terheran heran.
"aku akan memberikan hadiah untuk siapa pun yang menang" ucap ku kepada mereka
seketika mereka pun bertarung.
aku belum sempat mengatakan apa hadiahnya.
tetapi yasudah lah.
*BRAK
*BRUAAAKK
*SHRIIING
*DUAAARR
suara tebasan pedang.
ledakan yang besar akibat sihir.
dan tanah yang berhamburan.
pertarungan antara pengguna kultivator pedang dengan Penyihir Agung yang telah mendapatkan berkah dari Lord Of Darkness.
Gartia mengeluarkan jurus berpedang hebat miliknya.
namun, masih bisa di tahan oleh sihir pelindung milik Kisaragi.
walaupun Kisaragi sedang menangkis serangan Gartia, dia juga bisa menyerangnya dengan sihir nya.
"HUAAA!" Gartia berteriak keras mengeluarkan tebasan aura pedang miliknya
"BRUAAAAKKK
"kena kau" ucap Gartia
namun..
"siapa yang kau kira kena?" ucap Kisaragi yang sudah berada di belakang Gartia
*!!!
Gartia sangat syok.
__ADS_1
dia tidak menyangka bahwa musuh nya memiliki kecepatan tinggi dalam bergerak.
saat itu juga dia sadar, bahwa Kisaragi bukan lah Knight atau Kultivator.
namun.. dia adalah penyihir agung..
penyihir agung dapat menggunakan jurus berpindah tempat dengan sangat cepat.
......
sebuah jurus yang memungkinkan pengguna berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya hanya dengan hitungan detik.
syarat penggunaan: hanya bisa digunakan kepada tempat yang sudah di kunjungi oleh pengguna.
"sial!" ucap Gartia
Gartia tak sempat melakukan apapun.
dikarenakan..
Kisaragi telah mengeluarkan bola hitam pada ujung tombaknya tepat di kepala Gartia.
jika dia melepaskan bola hitam itu, maka yang terjadi adalah..
*BRRUUUUUMMMM
ledakan dari kegelapan yang amat dahsyat menghantam Gartia itu sendiri.
namun, karena kegigihan Gartia, dia tetap melancarkan jurus pembunuh pamukas miliknya.
......
sebuah jurus yang memusatkan seluruh aura pengguna kepada pedang miliknya.
dapat menebas apapun dengan pedang tersebut.
*SWOOOSH
dengan kecepatan tinggi milik pedang Gartia.
pedang itu melesat kencang ke arah Kisaragi yang berada di dekatnya.
bersamaan dengan pedang Gartia yang mendekati Kisaragi, bola hitam miliknya juga sudah mulai di lepaskan.
tepat sebelum bola itu meledak dan pedang Gartia mengenai Kisaragi.
*TAK
*STIINGG
aku menghentikan serangan Kisaragi dengan menutup bolanya dengan tangan kiri ku.
dan juga menghentikan serangan Gartia dengan tangan kanan ku.
aku menghentikan serangan nya hanya dengan gerakan tangan ku sudah cukup.
"baiklah sudah cukup!" ucap ku kepada mereka
*!!!
*!!!
mereka berdua pun terkejut.
lalu mereka langsung mundur masing masing-masing.
'edzard kah!? aku tahu dia memang kuat, tapi aku tidak mengharapkan dia bisa menghentikan serangan pembunuhan milik mu dengan sangat mudah kan? apalagi dia juga menghentikan serangan milik penyihir tua itu secara bersamaan' ucap Gartia berkeringat dingin
'apa apaan dia! aku tahu jika dia kuat, aku juga membuat kontrak dengannya karena aku mengakui kekuatan nya.
tapi jika sekuat ini maka itu tak berlebihan buka? lagi pula jika tidak ada dia aku akan mati di tangan penyihir tua itu' ucap Kisaragi dalam hati
mereka pun berhenti bertarung.
"jadi.. siapa yang menang?" ucap Gartia bertanya
"seri" ucap ku kepadanya
"apa!"
"apa!"
mereka terkejut.
"jika aku tidak menghentikan kalian.. maka kalian akan mati" ucap ku kepada mereka
mereka juga mengakui hal itu.
"tapi karena kalian sudah menunjukkan kekuatan kalian, aku akan memberikan Kisaragi sebuah jurus yang baru" ucap ku kepadanya
"wahh terimakasih" ucap Kisaragi
"bagaimana dengan ku?" tanya Gartia yang berharap di berikan hadiah
"untuk mu, aku akan membiarkan mu bermain di kasino sekali sepuasnya" ucap ku kepadanya
"ap..apa...." ucao Gartia dengan sangat lesu
"hah? bukankah kau menyukai kasino?" ucap ku kepadanya
"dasar bodoh! tapi bukan itu yang kuingin kan!! kubunuh kau!" ucap Gartia dengan kesal
...TO BE CONTINUED...
__ADS_1