INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 29. Potpourri Bar


__ADS_3

Sesaat aku di kelas, aku dan licht memutuskan untuk membolos dan pergi ke bar milik licht.


"licht, kita pergi ke bar milik mu, aku ingin membicarakan sesuatu" ucap ku kepada Lichtenstein


"hmph, mentang mentang kau mendapatkan minum gratis" ucap licht kepada ku


"ayolah" ucap ku berusaha membujuk licht


"baiklah ayo" ucap licht dengan terpaksa


"tunggu aku, aku akan membawa motor" ucap ku sambil pergi


tidak lama kemudian, aku membawa motor CB250T dan menggonceng licht.


kami mulai mengendarai motor dengan kencang menuju Potpourri Bar.


setelah kami sampai, licht meminta ku memakirkan motor ke ke tempat VIP.


lalu kami mulai masuk ke dalam Potpourri Bar milik licht, dan itu sangat besar.


"ini milik mu? besar sekali.." ucap ku dengan terkagum kagum


"keren bukan? aku membangun nya sedniri dengan uang yang aku kumpulkan sebagai ketua geng" ucap licht menjelaskan nya kepada ku


"hee, miris juga jadi dirimu" ucap ku kepada licht


"haha, memang seperti itu" ucap licht


lalu aku di bawa oleh licht ke tempat VIP Room, itu adalah tempat Petinggi geng licht berada.


di sana ada 4 anak buah licht yang terlihat cukup kuat di setarakan oleh Hunter peringkat B, lalu licht duduk sebagai boss nya.


"kau ingin minum apa?" ucap licht bertanya


"Rouse 5 botol, 3 piring daging sapi dan domba" ucap ku kepada licht


"bawakan aku Rouse dan 3 piring daging sapi dan domba" ucap licht kepada salah satu anak buah nya


"baik boss" ucap anak buah itu sambil pergi


"jadi.. apa yang ingin kau bicarakan?" ucap licht


"tunggu makanannya" ucap ku


"hm? baiklah" ucap licht

__ADS_1


tidak lama kemudian, makanan dan 5 botol Rouse pun datang di bawakan oleh pelayan.


"kalau begitu aku ingin mencari tahu, siapa saja Queen dan King. beserta latar belakang nya" ucap ku kepada licht


"apa keuntungan ku?" ucap licht


"ini, di dalam sini ada 3jt" ucap ku sambil memberikan amplop yang berisikan uang


"baiklah.. Di negara C, ada 5 Provinsi, 20 kota, dan 50 daerah. di masing masing Provinsi ada 1 universitas besar. walaupun ada di setiap kota, tapi seluruh orang ingin memasuki salah satu dari 5 universitas tertinggi di negara C. di masing masing universitas memiliki ketenaran masing masing dan di universitas kita di sebut King atau Queen. Sebutan King atau Queen sangat tersebar luar di provinsi kita, dan orang orang nya yaitu:


King untuk para lelaki:


-King of Wrath, Rion


-King of Thieves, Juna


-King of Clever, Tristan


-King of Cunning, Jirokichi


-King of Finghters, Morac


-King of Destruction, Rolly


-Queen of Cares, Lamiris


-Queen of Pain, Shiro


-Queen of Nightmare, Minnie


-Queen of Perfection, Lucia


-Queen of Concern, Riska


-Queen of Goodness, Miska


-Queen of benevolence, Kirara


itu lah para Queen dan King yang sekarang berada di universitas kita" ucap licht menjelaskan dengan detail


'minnie? jika hanya Minnie aku tidak apa apa, tapi kenapa harus Lucia?!' ucap ku dalam hati dengan kesal


"ah jadi begitu.. eh? kenapa tidak ada King of Courage, John?" ucap ku bertanya


"menurut informasi, jika ada King yang dikalahkan. maka jabatan dia sebagai King akan tergeser kan" ucap licht

__ADS_1


"kau mendapatkan informasi itu dari siapa?" ucap ku bertanya


"itu rahasia.." ucap licht


"baiklah, aku akan pergi dahulu untuk bekerja.." ucap ku sambil pergi


"kau tidak ingin bekerja di tempat bar ku? aku akan menjadi kan mu manajer" ucap licht


"tidak tidak" ucap ku sambil pergi


setelah sampai parkiran, aku mengambil CB250T dan langsung pergi untuk menjemput Lucia.


setelah sampai di gerbang sekolah, aku menemukan Lucia sedang di hadang oleh orang orang asing.


tanpa pikir panjang aku langsung menabrak mereka 1 per 1.


"haduh, siapa yang berani menabrak ku!" ucap salah satu orang yang ku tabrak


"aku!! mau apa kau dengan lucia?!" ucap ku sambil menatap nya dengan tajam.


"kau.. kau kandidat King.. maaf kan aku!!" ucap orang itu langsung bertekuk lutut.


seketika kawan kawan mereka juga ikut bertekuk lutut kepada ku.


tanpa memikir kan mereka, aku berfokus kepada Lucia


"kau baik baik saja?" ucap ku khawatir


"ya.. aku baik baik saja.." ucap Lucia kepada ku


"mari kita pergi" ucap ku kepada Lucia


kemudian aku dan Lucia pergi ke tempat Restoran, di perjalanan Lucia hanya memeluk ku dan tidak berkata apa apa.


"Lucia, jika kau ada apa apa panggil saja aku" ucap ku kepadanya


"baiklah Guren" ucap Lucia


setelah itu kami sampai di tempat Restoran yang akan kami pakai untuk berjualan.


"Jadi ini restorannya, mari kita buka" ucap ku kepada Lucia


"ya.. ayo" ucap Lucia dengan semangat


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2