INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 116. Perjalanan Abaddon (Kejadian setelah perang)


__ADS_3

...*Markas pasukan Revolusioner...


"Cepat cepat! bawa yang terluka untuk disembuhkan!"


"kita kekurangan dokter!! apakah ada dokter yang tersisa!?"


"kita perlu melakukan perawatan darurat!! bagaimana dengan yang lainnya!?"


di dalam markas pasukan revolusi, seluruh orang tampak sangat kacau akbita selesai perang.


tepat setelah 3 hari setelah perang besar melawan para pasukan Undead. desa utama yang awalnya kacau kini kembali tenang.


seluruh warga desa juga sudah merasa aman karema seluruh Undead sudah dimusnahkan. walaupun begitu, banyak korban berjatuhan akibat perang ini.


tidak ada korban jiwa, hanya ada Luk luka berat dan ringan. namun, jumlah orang yang terluka juga tidak lah sedikit, lebih dari 30.000 luka berat, dan 20.000 luka ringan.


...*tempat pribadi Abaddon...


"saya sudah mengerahkan seluruh doktor yang ada untuk membantu perawatan para anggota yang dimiliki oleh pasukan kita." ucap salah satu dari Four Great Power, Rudra.


"kerja bagus, jika seluruh dokter sudah dikerahkan. maka tidak ada yang perlu kita khawatirkan bukan?" ucap Pimpinan pasukan Revolusioner, Abaddon.


"tapi, bukan kah dokter yang kita miliki terlalu sedikit? jumlah korban yang dimiliki jika digabungkan maka akan 50.000 lebih." ucap salah satu dari Four Great Power, Chyntia.


"begitu..? memang nya ada berapa dokter yang kita miliki di sini?" -Abaddon


"sekitar 500 lebih.." ucap salah satu dari Four Great Power, Sweet.


"ya ampun.. bukan kah 500 itu terlalu sedikit? jika korban nya mencapai 50.000 lebih.. maka satu dokter harus mengurus 100 orang bukan? itu merupakan masalah besar." -Abaddon


"iya.. saya menyarankan untuk mencari seorang penyihir yang memiliki sihir penyembuhan. akan jadi percuma saja jika kita memiliki penyihir yang kuat. namun, tidak memiliki kekuatan penyembuhan." ucap salah satu dari Four Great Power, Verona.


'jelas sekali.. kau menyindir Chyntia di sini, hey Verona' gumam Abaddon dalam hatinya


Verona dan Chyntia memang sedikit kurang akur. namun, mereka masih lah tetap bersama di bawah bimbingan Abaddon.


"haa! apa maksudmu itu menyinggung ku!? dasar setengah penyihir sialan!?" ucap Chyntia dengan sangat kesal


"tidak tidak.. kau salah paham akibat ucapan ku. yang aku maksud itu "percuma saja jika memiliki penyihir yang kuat, namun tak tahu sihir penyembuhan" begitu, bukan aku menyindir mu, dasar lemah" ucap Verona


'bukan kah itu jelas saja kau menyindir nya?' ucap Abaddon dalam hati

__ADS_1


"ITU JELAS KAU MENYINDIR KU!!" ucap Chyntia dengan sangat marah


"bisakah kalian diam? kita sedang ada di hadapan pemimpin" ucap Rudra yang menghentikan pertengkaran


mendengar kata kata Rudra, Abaddon langsung merasa kagum dengan sifat kepemimpinan yang dimiliki oleh Rudra.


Rudra, sangat lah mirip dengan seseorang.


"haha. terkadang, kita memerlukan sedikit pertengkaran kecil di dalam suatu kelompok. tenang saja, itu memang di wajarkan oleh siapapun" ucap Abaddon dengan sedikit senang


semua nya pun menjadi sangat kebingungan.


"Rudra!!" ucap Abaddon memanggil namanya dengan keras


"siap! pimpinan!" ucap Rudra


"jika aku tidak ada.. aku ingin kau yang memimpin seluruh kekaisaran yang kita miliki ini. setelah itu, kau bebas untuk mengatur semua nya. entah mau kau berikan kepada siapa dan ingin kau buat seperti apa" ucap Abaddon kepada Rudra


"tapi.. saya tidak akan sanggup.." ucap Rudra dengan ragu


"tenang saja! kau pasti bisa! karena kau sangat mirip dengan seseorang!" ucap Abaddon menyemangati nya


"benar! hanya kau lah yang memiliki sifat kepemimpinan di antara kami. lebih baik kau ambil saja misi yang berat itu, Rudra." ucap Verona


"aku.. aku setuju.." ucap Sweet


"kalian.. terimakasih.." -Rudra


Rudra, dia awalnya sangat ragu untuk mengambil tahta yang diberikan oleh Abaddon nantinya.


namun, karena dia mendapat dukungan langsung dari Abaddon dan teman teman seperjuangan lainnya. dia pun juga memutuskan untuk mengambil misi yang sulit ini.


"SAYA! RUDRA VANDERBILT AKAJ MENGAMBIL TUGAS YANG DISERAHKAN OLEH PIMPINAN!!" ucap Rudra dengan sangat semangat


"baiklah.. aku akan membuat kekaisaran yang sangat megah dan besar, kau lah yang harus menanggung seluruh beban yang dimiliki oleh rakyat, dan seluruh orang yang berada di kekaisaran. mengerti? Rudra?" ucap Abaddon kepadanya


"saya mengerti.. saya akan menjadi kaisar yang akan menggantikan posisi anda nantinya.." ucap Rudra


"oh.. bukan aku Kaisar nya.." -Abaddon


"eh?"

__ADS_1


"eh?"


"eh?"


"eh?"


ucap mereka dengan serentak. keterkejutan mereka akan ucapan Abaddon.


"kalau bukan anda.. siapa rajanya?" -Chyntia


"benar.. bukan kah anda yang harusnya menjadi rajanya?" -Rudra


"saya tidak mengerti.. apa maksud anda? pimpinan?" -Verona


"aku? menjadi raja? aku bahkan tidak cocok untuk tahta itu" -Abaddon


"apa? lalu siapa yang akan menjadi Rajanya?" -Chyntia


"tidak ada yang cocok untuk menjadi raja selain anda, pimpinan." -Rudra


"tidak, yang intinya, aku bukan lah Rajanya, kalian hanya perlu mengikuti ku.." -Abaddon


"baiklah, jika itu mau anda.." -Rudra


pada awalnya, Rudra sangat lah kecewa. karena bukan Abaddon yang menjadi Rajanya. karena Rudra sangatlah mengagumi Abaddon.


begitu juga Verona dan Chyntia. mereka merasakan hal yang sama dengan Rudra. tidak diketahui alasan nya apa, mengapa pimpinan mereka tidak mau menjadi rajanya.


mereka pun akhirnya memutuskan untuk tidak tahu lebih lanjut, hanya Abaddon sendirilah yang mengetahui alasan itu.


dengen kekecewaan nya, hanya sweet lah yang tidak berkomentar ataupun merasa kecewa dengan Abaddon.


di saat mereka bertanya tanya akan siapa yang akan menjadi Rajanya. Sweet adalah orang yang tidak peduli akan 2 hal itu.


tidak ada yang menyadari bahwa Sweet tidak ikut berkomentar. bahkan Abaddon pun tidak menyadari akan hal itu.


Sweet percaya, orang yang akan menjadi seorang raja adalah.. mahkluk yang dimaksud di dalam buku yang dibacanya dahulu.


'aku tahu.. saat 2 orang takdir kegelapan bersatu.. maka kebangkitan nya akan terjadi.. tidak lama lagi..' ucap Sweet dalam hatinya


yang dimaksud kebangkitan nya adalah Lord Of Darkness, sudah pasti menuju kepada Edzard.. namun siapakah yang menulis buku itu?

__ADS_1


apakah ini sebuah kebetulan belaka atau memang benar benar akan terjadi?


...TO BE CONTINUED...


__ADS_2