
sesampainya di restoran, aku melihat Lucia yang sedang membuka pintu restoran.
lalu aku menghampiri nya
"Lucia, apakah kita akan buka hari ini?" ucap ku bertanya kepadanya
"tidak, aku ingin mengikuti kelas tambahan. jadi untuk hari ini dan besok tidak akan buka" ucap Lucia
"besok juga tidak buka? baiklah kalau begitu"
"kau ingin kemana besok?"
"aku ingin pergi bersama teman ku mengurus suatu hal"
"kalau begitu hati hati" ucap Lucia
setelah itu, aku mengantarkan Lucia ke universitas.
setelah mengantarkan Lucia, aku pergi ke tempat kedai pinggir jalan untuk menelfon Villas.
"halo Villas, apa kabar mu?" ucap ku dari telepon
"[aku baik boss, ada apa menelfon saya?]" ucap Villas bertanya
"bagaimana jika kita besok saja melakukan penyerangan nya? kebetulan aku libur kerja dan libur sekolah"
"[jika boss ingin. maka aku akan mengikuti mu]" ucap Villas
"oke, besok aku akan pergi ke sana"
"[aku akan menunggu mu boss!]"
lalu aku menutup telepon ku dan ingin pergi dari kedai itu.
tiba tiba saja seseorang berbadan besar menghampiri ku.
"kau.. ikut dengan ku!" ucap nya
"mengapa aku harus ikut dengan mu?" ucap ku kepada orang itu
"King of Wrath ingin bertemu dengan mu, kau sudah membuat nya marah" ucap orang itu
"salah satu King?"
"benar, dia menantang mu untuk melakukan duel"
"duel?? baiklah kalau begitu, bawa aku menuju boss mu" ucap ku kepadanya
"silahkan ikuti aku" ucap orang itu menunjukan jalan
di sisi lain, tampak nya Villas di datangi oleh seseorang.
orang itu adalah salah satu peringkat SS, Minoru.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan di sini? Minoru" ucap Villas
"kudengar kau di kalahkan seseorang, aku ingin melihat orang itu" ucap Minoru
"aku memang tidak meragukan kemampuan mu yang dapat menilai kekuatan seseorang, tapi jangan terlalu angkuh di depannya" ucap Villas
"baiklah, kapan aku bisa bertemu dengan dia?" ucap Minoru
"besok dia akan datang ke sini.. nantikan lah"
"kalau begitu, aku akan menginap di salah satu penginapan di dekat sini"
"itu terserah pada mu" ucap Villas
berpindah ke tempat ku, aku sudah berada di suatu tempat gedung terbengkalai
saat aku memasuki gedung itu, banyak sekali orang yang berada di sisi kanan dan kiri.
di ujung sana ada seseorang yang duduk seperti Raja dari mereka semua.
itu adalah King of Wrath, Rion. dia sedang menunggu ku untuk berduel
saat aku berjalan sampai di depan dia duduk, kita memulai perbincangan kecil terlebih dahulu.
"aku mengakui keberanian mu karena tidak takut akan orang di sini" ucap Rion
"hm.. benar juga.. berapa banyak orang yang ada di sini?" ucap ku
"300 lebih?? luar biasa, aku hanya datang di undang untuk berduel dengan mu"
"baiklah kalau Begitu"
Rion pun turun dari tempat duduk nya dan berdiri di depan ku.
"kita lakukan sekarang??" ucap Rion
"majulah kapan pun kau mau" ucap ku
lalu Rion mulai menyerang ku dengan pukulan dan tendangan nya.
aku menangkis semua serangan dari dia, dia memukul lalu menendang.
"kau hebat juga, dalam keadaan seperti ini bisa fokus kepada ku sendiri" ucap Rion
lalu saat aku sedang menangkis serangan demi serangan dari Rion.
handphone ku tiba tiba berdering
"hey hey, ada telefon masuk tuh" ucap Rion
aku tidak memperdulikan Telefon dan kata kata Rion, walaupun dalam kondisi apapun.
Rion tetap menyerang ku dengan sangat kuat dan sulit ditebak.
__ADS_1
karena sudah tidak ada waktu, aku mulai melakukan penyerangan balik terhadap nya.
kami mulai melakukan adu pukulan, menangkis tendangan dan memblokir pukulan satu sama lain.
walaupun aku tidak menggunakan jurus dan hanya mengandalkan fisik, kekuatan dari Rion sangat hebat.
setelah beberapa lama melakukan adu pukulan dan tendangan, Rion mulai memasuki mode wrathful nya.
"itu mode wrathful milik boss, dikatakan bisa meningkatkan kekuatan berkali kali lipat" ucap salah satu bawahan Rion
dan benar saja, kekuatan Rion meningkat beberapa kali.
itu membuat ku sedikit kerepotan
'apakah ini seperti mode wrathful milik Villas?? kenapa dia memiliki nya?' ucap ku dalam hati
karena terlalu memakan makanan, aku memukul Rion dengan kencang.
Rion terpental lumayan jauh, ku kira inilah akhirnya.
namun Rion masih bisa berdiri dan terus menyerang ku, aku yang merasakan nikmatnya pertarungan ini.
mengikuti kemauan Rion dan bertarung dengan serius, hanya melayangkan 3 pukulan ku. Rion terpental lagi dan tak berdaya.
"hush, mode wrathful itu tidak sebaik milik Villas" ucap ku
karena Rion Sudak kalah, para anak buah Rion ingin langsung menyerang ku secara bersamaan.
namun tiba tiba saja Rion bangun dan menghentikan semuanya.
"Diam!!" ucap Rion berteriak menghentikan mereka
"boss, apakah kau baik baik saja" ucap para anak buah Rion mengkhawatirkan kondisi Rion
mereka semua mulai membantu Rion bangun untuk membantu nya jalan.
"hebat, kau bisa mengalahkan ku.. aku mengakui mu" ucap Rion
"terimakasih banyak, kalau begitu aku akan pergi" ucap ku sambil pergi
"tunggu.." ucap Rion menghentikan ku
"ada apa?"
"jika kau membutuhkan bantuan di masa depan, aku akan membantu mu" ucap Rion
"terima kasih, aku sangat tersanjung" ucap ku sambil pergi
lalu aku melihat handphone untuk memeriksa siapa yang menelepon ku tadi.
ternyata itu adalah Lucia.
TO BE CONTINUED
__ADS_1