
*Di luar gate
sesampainya di luar gate, aku melihat seluruh mayat monster yang tersebar dimana mana
"woah kau kau yang melakukan semua ini Villas??" ucap ku kepadanya
"benar, aku mengamuk sepuas ku ahahaha" ucap Villas
lalu kami di jemput oleh ketua biro Hunter dan ketua manajer departemen biro Hunter.
"selamat datang Tuan Guren dan Tuan Villas" ucap ketua biro Hunter, Arsy Walton
"apa yang membuat anda datang ke sini?" ucap ku kepadanya
"setelah saya merasakan aura yang sangat menakutkan, saya langsung memeriksa apa yang terjadi" ucap ketua biro Hunter
"baiklah, kami akan segera pergi" ucap Villas
"tenang lah, kami ingin mengundang kalian masuk ke hotel terdekat"
"memangnya ada hotel terdekat??"
"ada, itu di daerah lain di negara ini"
"kalau begitu ayo"
lalu kami semua pergi ke sisi lain dari negara ini untuk menemukan hotel terbagus.
tidak memakan waktu lama, kami sampai di hotel itu.
"Tuan Guren, saya ingin berbicara hanya dengan mu" ucap ketua biro Hunter
"apa yang ingin anda bicarakan??"
"silahkan ikuti saya"
lalu kami pergi ke sebuah ruangan dan di sana kami hanya berbicara berdua.
"apa yang ingin anda bicarakan??" ucap ku bertanya kepadanya
"saya ingin berbicara mengenai aura yang sangat mengerikan itu.. apakah berasal dari anda??" ucap ketua biro Hunter bertanya
*…
aku terdiam
aku tidak bisa bilang bahwa itu adalah dari Addison.
"bagaimana anda tahu itu berasal dari ku??"
"karena hanya kau yang bisa mengalahkan Hunter peringkat SS"
"lalu jika itu bukan milik ku??"
"itu tidak mungkin"
*…
aku kehabisan perkataan
aku tidak tahu apa yang harus kulakukan
dan jalan satu satunya yang bisa kulakukan adalah, mengancamnya!
mungkin itu yang dilakukan Villas, itulah mengapa ia tak pernah terlihat lembut di depan orang.
lalu sekarang aku akan menggunakan itu
"jadi begitu ya..."
*blussh
aku mengeluarkan sedikit aura ku untuk membuatnya tertekan
"apa anda masih ingin mengorek informasi tentang saya??" ucap ku kepadanya
"!!"
ketua biro yang melihat itu merinding.
*gluk
ia menelan ludahnya
"saya hanya bertanya, anda tak perlu mengeluarkan aura seperti itu" ucap nya
lalu aku menarik kembali aura yang telah ku keluarkan.
lalu aku berdiri dan pamit pulang.
"aku ingin pulang, sampai jumpa"
lalu aku pergi menggunakan skil teleportasi.
aku pergi ke Potpourri Bar, ternyata di negara C adalah malam hari.
"hm.."
aku masuk dan bertanya kepada para karyawan milik licht
"permisi, apakah ada Lichtenstein?" ucap ku bertanya kepada salah satu karyawan
"ah, tuan Lichtenstein ada di ruang pribadi"
"terimakasih"
"iya.."
lalu aku pergi ke tempat pribadi licht dan di sana aku bertemu salah satu 4 eksekutif Geng Potpourri Bar
"tuan Guren, lama tidak bertemu"
"lama tidak bertemu, bisakah aku bertemu dengan licht??"
"anda bisa masuk"
lalu dia membukakan pintu nya untuk ku.
di sana aku bertemu dengan Licht.
"Yo licht"
"Guren?? bukankah kau bilang akan ikut dengan kami??"
"aku ada masalah mendesak, maaf bila tidak ikut"
aku duduk di depan licht
__ADS_1
"dari mana saja kau?"
"suatu tempat"
"aku khawatir dengan mu, aku merasakan aura yang sangat mengerikan dari suatu tempat"
"aura mengerikan??"
lalu aku terpikir kan tentang apa yang dikatakan oleh ketua biro Hunter
'bukankah aura mengerikan itu kerasa sampai Negara Pusat Dunia?? apakah itu terasa juga sampai Timur??' ucap ku dalam hati
"apakah itu terasa di sini??" ucap ku bertanya kepadanya
"apa? kau merasakannya juga?? benar saja"
"apa maksudmu??"
"di berita aura itu terasa ke seluruh dunia"
"seluruh dunia!!" aku sangat terkejut
aku tidak menyangka aura Addison akan sekuat itu.
aku semakin penasaran siapa itu Addison.
"sial, bukankah itu sangat menakjubkan??" ucap ku dengan bersemangat
"benar, ngomong ngomong apakah kau tahu??"
"tahu apa??"
"Rolly mulai bergerak di universitas"
"apa!!"
"benar, katanya dia akan merekrut mu kedalam geng nya. apakah kau setuju?? jika kau setuju itu akan berbahaya bagiku"
"mengapa?"
"karena kau adalah teman ku"
"benar juga, sudah pasti aku akan menolaknya bukan??"
"kau akan menolaknya??"
"ya, aku tidak akan masuk geng manapun"
"haha"
"baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi"
"ya sampai jumpa"
aku pergi keluar Bar dan kembali pulang.
sesampainya di rumah aku bertemu dengan Lucia dan Minnie.
"apa yang kalian lakukan di malam hari begini??" ucap ku kepada mereka
"aku sedang menonton film, apakah kau ingin ikut??" ucap Minnie
"ayo Guren" ucap Lucia
"tidak, aku ingin kembali ke kamar"
aku masuk ke kamar ku
di sisi lain
"boss, boss kemana kau pergi??" Villas mencari diriku
"apa yang kau lakukan Villas?" ucap ketua biro
"apakah kau melihat boss ku??"
"dia sudah pulang menggunakan teleportasi miliknya"
"apa! kenapa aku ditinggal"
*di kamar ku
"Addison, seberapa kuat dirimu??"
"mungkin sangat kuat"
"sekuat apa?"
"hm.. untuk bisa meluluh lantahkan kerajaan surga tingkat 2 mungkin sudah sesuatu yang luar biasa di seluruh alam semesta"
"kerajaan surga tingkat 2?? apa maksudmu?"
"kau belom bisa mengetahuinya sekarang, suatu saat kau akan mengetahui nya"
"apakah kau bisa mengalahkan Dewata Tertinggi?"
"itu adalah hal yang sangat mudah"
"kenapa dulu kau tidak melakukannya?"
"aku tidak tertarik dengan yang lemah.."
"lemah? bukankah Dewata Tertinggi itu sangat kuat?"
"ahh, dia hanyalah True God bukan Great(besar) God"
"apakah itu tingkatan para dewa?"
"benar, kau akan tahu nanti"
"kapan?"
"masih jauh.. di masa depan"
"... baiklah"
lalu aku mematikan lampu dan tidur
*keesokan harinya
"ahh, pagi yang indah"
aku melakukan aktivitas seperti biasa nya.
"bangun lagi, mandi lagi, belanja lagi, masak lagi"
setelah memasak aku kembali ke universitas, seperti biasa aku menggunakan CB250T
__ADS_1
aku merasa sudah bertahun tahun tidak menaiki CB250T.
*Bvroom
"suara nya indah sekali"
*Brvooom
aku pergi ke sekolah dengan santai
sesampainya di universitas, aku melihat Licht yang hendak masuk gerbang.
tanpa pikir panjang aku menghampiri nya.
"hey licht, selamat pagi" ucap ku menyapa nya
"oh Guren, selamat pagi"
"aku akan memarkirkan motor terlebih dahulu, apakah kau ingin ikut??"
"ikut"
lalu aku ke tempat parkiran motor untuk memarkir kan motor.
setelah memarkir kan motor, aku dan licht ke kelas bersama.
di kelas, kami hanya mengobrol seperti biasa.
tiba tiba saja aku mendapat kan telepon dari Minnie
*ring ring
hp ku berbunyi
"licht, aku akan mengangkat telepon dulu"
"baiklah, aku akan menunggu mu"
aku keluar kelas untuk mengangkat telepon.
"ada apa Minnie??"
"[nanti saat jam istirahat kau datanglah ke kelas ku, kita akan makan bersama]"
"makan bersama?"
"[benar, apakah kau tidak mau??]"
"aku mau, tapi sama siapa saja??"
"[aku, Lucia, dan Lamiris. itu adalah yang perempuan, kau bisa membawa teman mu]"
"woah, baiklah kalau begitu"
"[oke-tunggu!]"
"ada apa?"
"[apakah kau memiliki teman?]"
"tentu saja aku memiliki nya, memangnya kau kira aku itu penyendiri??"
"[waw, tidak disangka sangka]"
"baiklah kalau begitu aku akan mematikan telepon nya"
"[aku akan menunggu teman mu]"
lalu aku mematikan telepon dan kembali ke tempat Licht
"ada apa Guren??" ucap licht bertanya
"nanti istirahat apakah kau ingin ikut dengan ku??" ucap ku kepadanya
"kemana kita akan pergi??"
"aku memiliki teman di departemen lain, mereka ingin mengajak ku makan bersama"
"tidak kusangka kau memiliki teman selain diriku di universitas ini"
"kau ingin ikut atau tidak??"
"tentu saja aku ingin ikut, aku ingin melihat teman mu"
"baiklah kalau begitu"
"memangnya temen mu perempuan??"
"iya"
"oh- apa?! perempuan"
licht sangat terkejut
"memangnya ada apa?"
"ku kira kau itu seorang penyendiri"
"hm!"
aku merasa sangat kesal kepada licht.
"diam lah licht! pelajaran akan segera di mulai"
*kriingg
bunyi bel masuk kelas
kami menjalani pelajaran seperti biasa.
pelajaran yang akan dipelajari adalah matematika, jadi kita lewati saja penjelasan nya.
*Ding dong
bunyi bel istirahat
"licht, ayo kita ke tempat teman ku" ucap ku sambil keluar kelas
"ayoo" ucap licht dengan semangat
...----------------...
ini sudah 4 bulan sejak aku masuk ke universitas ini.
sisa 3 bulan lagi untuk menahan identitas ku.
lalu aku juga tidak tahu kapan SANG CATASHTROP akan datang.
__ADS_1
mungkin saja dalam waktu dekat.
...TO BE CONTINUED...