
setelah pertarungan Sweet melawan Lefter selesai. sekarang hanya tinggal pertarungan antara Verona melawan Righter.
seperti yang diketahui. kekuatan dari Righter adalah kekuatan nya yang sangat lah kuat. tetapi, dia tak cukup memiliki kecepatan yang menyamai kecepatan suara ataupun melebihi nya.
*BRUAK BRUAK BRUAK
"hahaa!! kau masih lah seorang pemula! dasar serangga kecil!! haha!" ucap Righter kepada Verona
Righter, dia terus menerus melayangkan tinjunya kepada Verona dengan daya serang yang sangat lah kuat.
namun, Verona mampu menghindari seluruh serangan yang dilancarkan oleh Righter.
"kau hanya bisa omong besar, hey pria besar! apakah aku harus memanggilmu seperti itu?" ucap Verona kepada Righter
"kau banyak omong!!!" -Righter
walaupun saat ini kekuatan daya serang Righter jauh lebih kuat dari pada kekuatan daya serang milik Verona.
tetapi dia (Verona) tak gentar saat bertarung melawan Righter yang memiliki kekuatan jauh di atasnya.
Verona, dia hanyalah unggul di kecepatannya. dengan tubuhnya itu, dia mampu bergerak sangat lincah dan menghindari seluruh serangan milik Righter.
*BRUAK BRUAK BRUAK
Righter masih tetap terus menerus memukul Verona secara membabi buta. akan tetapi, Verona masih terus menghindari serangan demi serangan itu.
dia ingin mencari kesempatan agar bisa menyerang Righter di saat dia lengah. namun, sudah lebih dari 20 menit. dia masih belum menemukan tanda tanda Righter melemah sedikit pun.
'bagaimana ini.. dia tidak melemah sama sekali.. apa yang harus kulakukan..' gumam Verona dalam hatinya
dia tampak sangat kebingungan, namun itu tak mempengaruhi ke-fokusan Verona dalam pertempuran.
saat itu.. dia menyadari sesuatu..
Verona pun berteriak sangat kencang.
"HAA!!!"
dia berlari dengan sangat kencang sejauh mungkin. entah apa yang dipikirkan oleh Verona saat ini, dia terus berlari sekencang kencang nya.
"apa! kau ingin kabur hah! jangan mimpi bisa kabur!" ucap Righter
Verona masih terus berlari guna menghindari serangan Righter.
setelah berlari cukup jauh. dia pun mengambil posisi kuda kuda siap tempur ke arah Righter.
Righter yang masih berlari ke arah Verona pun cukup heran dengan apa yang dilakukan oleh Verona. karena tidak memperdulikan hal itu.
dia masih terus berlari ke arah Verona dengan tenaga nya yang kuat itu. namun, tubuhnya yang besar membuat kakinya mudah lelah karena membopong tubuh nya.
dengan segenap kekuatannya, Verona menyalurkan sebuah energi sihir ke dalam pedang nya.
dia juga memadatkan energi sihir miliknya menjadi sepadat mungkin yang dia bisa. harusnya, untuk melakukan hal itu membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi.
tetapi, dirinya memaksa untuk menerobos batasan yang dimiliki oleh seluruh tubuh nya itu.
"HAAAA!!!"
dia mengambil ancang ancang untuk menyerang Righter secara langsung.
Righter yang melihat Verona telah bersiap siap untuk menyerang nya secara langsung pun dia mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"haha! kalau begitu mari kita akhiri sekarang juga!" ucap Righter dengan sangat bersemangat
saking bersemangatnya dirinya, dia tidak memperdulikan hal hal lain terkecuali beradu pukulan dengan Verona.
dia tahu, bahwa pedang Verona bukan lah artefak Harta Ilahi seperti yang dimiliki oleh Gaskins dan juga Rudra.
karena itu, Righter sangat berani untuk melakukan pertarungan tangan kosong untuk melawan Verona secara langsung.
*WHOOSSS
Righter melancarkan pukulan nya dengan sangat kuat
walaupun terlihat agak pelan, tetapi daya serangan yang dimiliki oleh nya itu sangat lah tidak normal.
bahkan, satu pukulannya kali ini sangatlah berpotensi untuk menghancurkan sebuah kota dalam sekali serang.
menghadapi hal itu, Verona tak gentar sedikit pun. dia tetap menenangkan dirinya guna meningkatkan daya serang nya juga.
"matilah!!!" ucap Righter dengan sangat bersemangat untuk membunuh Verona
dengan sangat tenang. Verona mengeluarkan jurusnya "Tebasan gaya berputar!"
*SHRIIINGG
sebuah kilatan pedang yang tak terlihat pun pergi melewati Righter dengan sangat cepat.
Righter yang berpikir bahwa dia dan Verona akan beradu kekuatan sekuat mungkin. ternyata, tidak seperti yang dia pikirkan.
"mengecewakan.." ucap Righter kepadanya
"siapa yang mengecewakan, bodoh? kau lihat saja dirimu itu." ucap Verona kepada nya
Righter juga sangat heran. seharusnya dia juga melakukan serangan kepada Verona dengan sangat kuat.
jika Verona dan dirinya tidak beradu kekuatan satu sama lain. maka seharusnya pukulannya sudah menghancurkan lantai hingga berkeping-keping.
tetapi, tidak ada tanda tanda kerusakan sama sekali di sini. itu lah mengapa dia heran.
dia pun melihat apa yang terjadi.. dan.. sungguh mengejutkan..
"tidak mungkin.. tidak.. tidak..!!"
saat dia melihat apa yang terjadi, dia sangat terlihat stres dan marah!
"TANGAN KU!!" ucap nya dengan berteriak kencang
dia tidak menyangka, bahwa Verona mampu menebaskan lengan milik Righter dengan sangat mudahnya.
ketidak percayaan nya itu membuatnya sangat marah kepada Verona. kini, tangan milik Righter tersisa satu saja.
dia pun menghampiri Verona dengan berlari sangat kencang. sedangkan Verona sendiri hanya terdiam dengan sangat tenang.
dia mengamati suasana yang ada di sekitar nya terlebih dahulu.
*PHOOWS
Verona menembakkan sebuah bola sihir ke salah satu pilar kastil
*DUAAAR
bola sihir yang dia lempar pun meledak
__ADS_1
*BRUAAAK
akibat ledakannya itu, pilar kastil yang sangat tinggi pun terjatuh
Righter masih berlari sangat kencang menuju Verona. dia benar benar tidak memperdulikan apa yang terjadi disekitar nya. dia hanya berfokus pada satu titik yang ingin dia tuju.
*BRUAAAKK
Righter tertimpa pilar kastil yang jatuh
karena hal itu, itu menjadi kelemahan tersendiri buat Righter.
Verona, dia memanfaatkan kelemahan terbesar dari Righter untuk mengalahkan nya.
"kuahk! sialan kau! dasar serangga manusia! beraninya kau merendah kan diriku ini hah!!!" ucap Righter dengan sangat marah
dia tetap berdiri bangkit untuk menuju ke arah Verona. pillar kastil bukan lah apa apa jika dibandingkan dengan tubuh tengkorak nya.
tetapi, tepat setwlah dia berdiri. dia sudah tidak melihat Verona yang berada di depannya tepat sebelum dirinya tertimpa pilar.
"kemana dia?" ucap Righter dengan heran
"kau melupakan sesuatu.. pria besar.. kau berpikiran bahwa diriku ini hanyalah seorang pendekar ahli pedang bukan? jangan salah sangka.. aku juga ahli sihir! yang bahkan menyamai seorang penyihir agung!" ucap Verona yang sudah berada di belakang nya
*SREET TRAK
Verona memasukkan kembali pedangnya
"ternyata kau di---"
entah tak tahu kenapa.. tiba tiba saja.. secara mengejutkan.
tubuh dari Righter.. satu tangannya yang tersisa.. dan juga kedua kakinya untuk berdiri..
"AHHKKK!!"
semuanya, terpotong akibat tebasan yang dilakukan secara diam diam oleh Verona.
"Ahhhkkk!!" Righter berteriak sangat kesakitan
dia tak pernah berpikir, bahwa Verona adalah seorang penyihir juga. setelah beberapa saat, akhirnya dia menyadari sesuatu yang janggal.
Verona berlari kencang seolah olah dia adalah seorang ahli pedang. dan memasang kuda kuda seorang beladiri seni berpedang.
itulah yang Righter sadari di awalnya. tetapi, setelah dia mengetahui semuanya.
mengapa pedang Verona bisa bertambah sangat tajam? dan mengapa dia bisa menjatuhkan pilar kastil tanpa bergerak sedikit pun.
terjawab sudah.. karena dia adalah seorang ahli sihir dan juga pendekar ahli pedang.
"kau.. sangat licik! dasar manusia rendahan!" ucap Righter
setelah mengatakan kata kata itu. Righter pun memilih jalan yang sama seperti Lefter, yaitu menghancurkan jiwanya sendiri.
"huh.. pada akhirnya.. akulah yang menang ya.. sepertinya aku mendapat kan beberapa pelajaran dari bertarung dengan mu, aku berterimakasih." ucap Verona kepadanya
walaupun Righter terlihat sangat kasar, tetapi Verona berterimakasih kepadanya. dikarenakan dia mendapatkan beberapa pelajaran yang dirinya tidak mengerti.
dia pun pergi keluar dari ruangan pertempuran mereka.
...TO BE CONTINUED...
__ADS_1