INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 66. Pembantaian


__ADS_3

kami pergi beberapa km jauhnya dari pertempuran.


di sana kami beristirahat sejenak sambil menunggu 3 Murid ku bangun.


"Gartia, beristirahat lah, aku dan Satan yang akan menjaga situasi" ucap ku kepadanya


"tapi.."


"tapi?"


"aku bertanya tanya, mengapa kau tidak pernah tertidur?" tanya Gartia


"tidak tidak, aku tidur kok, apakah kau tidak melihatnya sebelumnya?" jawab lu kepadanya


"apa benar begitu?" ucap Gartia dengan sedikit percaya


"benar kok, jadi sekarang tidur lah" ucap ku kepadanya


"baiklah, jaga diri kalian"


Gartia pun tidur di bawah pohon bersama 3 murid ku.


di sana, hanya tersisa aku dan Satan yang belum tidur.


kami berdua mengobrol menatap sungai yang indah.


"Raja ku, mengapa anda merahasiakan bahwa anda tidak pernah tidur?" tanya Satan kepada ku


"Satan, aku tidur kok, kau tidak pernah melihat ku memejamkan mata ku?" jawab ku kepadanya


"Raja ku, anda bisa membohongi semua orang, tapi tidak dengan kami (Perintah Tuhan)"


"apa maksudmu?"


"Raja, anda hanya memejamkan mata dan tidak tertidur"


"sekali lagi, apa maksudmu? aku itu tidur, Satan!"


"...Raja, anda memejamkan mata, tapi kesadaran anda berada di ruang Kehampaan dan Ketiadaan untuk berlatih bukan?"


"...hah, aku memang tidak bisa membohongi mu, Satan!"


"Raja, mengapa anda tidak melupakannya saja?"


"Satan, aku itu dulu manusia, kami semua memiliki hati nurani"


"Raja, dulu anda adalah mahkluk fana, sekarang anda tidak lama lagi akan menjadi Mahkluk Tertinggi"


"hahaha, aku ingin bertanya, mengapa kalian bisa mengetahui kondisi ku melebihi siapapun?"


"Raja, anda adalah Lord Of Darkness, sang penguasa absolute kegelapan. Sedangkan kami adalah Commandments yang berada di bawah Lord Of Darkness sekaligus tercipta dari kegelapan.


Jadi, wajar saja kami mengetahui kegelisahan anda, kekhawatiran anda, kemarahan anda, serta seluruh perasaan anda."


"jadi maksudmu, secara tidak langsung aku menciptakan kalian, begitu?"


"benar, Lord Of Darkness generasi 1 menciptakan kami dari kegelapan. Sedangkan anda adalah Lord Of Darkness generasi 3, jadi secara tidak langsung lord of darkness 2 dan ke 3 adalah pencipta ku"


"baiklah baiklah, sekarang pokoknya setelah mereka bangun, kita akan langsung ke Ancient City"


"Sesuai kehendak anda"


*keesokan harinya


ketiga murid ku dan Gartia pun bangun dari tidur mereka.


mereka sudah siap untuk menuju Ancient City.


"Kalian siap?" ucap ku kepada mereka


"kami siap! master!!" ucap murid ku dengan serentak


"ayo kita pergi" ucap Gartia


"Baiklah, mari pergi"


kita pun memulai perjalanan kami lagi.


menurut Leviathan yang menginvestigasi area sekitar sini, Ancient City akan sampai dalam beberapa jam lagi.


namun dia mengatakan bahwa akan ada sedikit masalah.


*Beberapa jam sebelum yang lain terbangun


"Raja, ada segerombolan manusia kerajaan yang sangat banyak di tempat itu" ucap Leviathan


"Kerajaan katamu? apakah itu dari Camelot?" tanya Satan


"Seperti nya itu memang dari Camelot, tapi mengapa mereka mengetahui bahwa kita akan ke Ancient City?"

__ADS_1


"Raja, apakah perlu aku bereskan?" ucap Leviathan dengan semangat


"apakah ada anggota lain yang bersiaga di sana?" tanya Satan


"jujur saja, aku ingin kalian yang bersenang senang membantai nya"


"kalau begitu.."


"tahan dulu, Leviathan. Kau terlalu bersemangat untuk hal ini"


"Benar, kita memiliki rencana sendiri, janganlah kau gegabah" ucap Satan


"maafkan saya Raja" ucap Leviathan dengan berlutut


"baiklah, lupakan. Leviathan, kau bisa lanjutkan tugas mu"


"baiklah"


Leviathan pun pergi.


*kembali ke saat ini


begitulah penjelasan, jadi, mungkin saja itu dari pihak kerajaan.


kami sudah berangkat selama 2 jam dari tempat peristirahatan terakhir.


{Raja, aku merasakan banyak sekali sumber kehidupan di sana} ucap Satan dengan telepati


{aku tahu, apakah aku harus pergi kesana untuk memastikan nya?}


{Biarkan saya saja, anda tidak perlu turun tangan}


{kau bodoh, bukankah kau itu buronan?}


{Saya lupa}


{kalau begitu biar diriku saja, kau jagalah mereka ya}


{Raja, anda jagalah diri}


{baiklah}


aku pun langsung ingin pergi, namun aku harus izin dulu kepada Gartia dan para murid ku.


"ehem, ahh, bisakah aku pergi duluan ke depan?" ucap ku kepada mereka


"untuk apa kau ke sana?" tanya Gartia


"yakin?"


"yakin"


"baiklah kau boleh pergi" ucap Gartia


"hah, kau sudah seperti atasan ku" ucap ku kepadanya


"Tentu saja, aku kan wanita di sini, hohoho" ucap Gartia dengan bangga


"baiklah baiklah"


aku pun langsung pergi dengan kecepatan tinggi.


'hm.. bukan kah ini lumayan jauh? Leviathan sialan itu hanya ingin membantai seluruh pasukan kerajaan'


walaupun aku bergerak dengan cepat, tapi aku masih memperhatikan daerah sekitar.


takutnya ada serangan mendadak atau semacamnya.


menurutku, di sana tidak ada orang orang inti dari kerajaan.


yang ada mungkin hanya pasukan pasukan nya saja, atau ada hal lain?


setahu ku, kerajaan Camelot adalah kerajaan dengan sejarah perang terkuat. Mereka tak terkalahkan di antara sesama kerajaan, bahkan dia bisa disetarakan kekaisaran.


setelah beberapa lama, akhirnya aku sampai di dekat reruntuhan dan benar saja, di sana banyak sekali pasukan kerajaan Camelot.


"banyak pasukan ya, sekitar 5000? atau lebih? hm? ahh, jadi perang kali ini di pimpin oleh komandan Batalyon ya.."


aku melihat komandan Batalyon di sana, bisa di bilang dia adalah Greater Knight yang setara dengan Great Magician.


"hahaha, dia belum mengenal diriku, hanya Merlin yang mengenaliku"


aku hanya bisa melihat dari jarak beberapa puluh meter dari gerombolan kerajaan.


mereka juga tidak berani masuk ke dalam reruntuhan karena di sana banyak monster di luar nalar.


"bagaimana aku mengurus nya? haruskah aku membunuh mereka?"


aku bertanya tanya akan diriku sendiri.

__ADS_1


jika aku membunuh mereka semua, maka nanti 3 murid ku akan melihat banyak darah serta adegan yang tak boleh di lihat anak kecil.


"hah, kalau begitu begini saja"


aku tidak ada pilihan lain selain memanggilnya, dia adalah hewan peliharaan Astaroth.


seekor Chimera yang besar serta sangat kuat.


tapi aku membatalkan itu, karena mahkluk abadi(Immortal) yang datang ke dunia fana(mortal) itu akan merusak keseimbangan, kecuali aku membatasi kekuatannya.


jika aku membatasi kekuatan Chimera, maka Chimera juga akan kalah. karena lawannya adalah Komandan Batalyon, Sang Greater Knight.


aku berpikir pikir.


"ah, ya, hanya itu caranya"


tidak ada pilihan lain selain menggunakan salah satu jurus yang mematikan.


...----------------...


...Jurus: **True Lord...


...Absence, Nothingess, Emptiness, Darkness**...


jurus yang dapat membuat Medan area asal dari kegelapan, kehampaan, ketiadaan, dan kekosongan.


merupakan kekuatan asli dari Lord Of Darkness, namun masih di level terendah.


...----------------...


setelah aku mengeluarkan jurus itu, seketika kegelapan menyelimuti area seluruh pasukan kerajaan Camelot.


"wahh, apa ini"


"hey apa itu"


"bagaimana ini bisa?"


"apa ini"


"malam telah tiba? mengapa sangat cepat?"


seluruh pasukan bertanya tanya apa yang terjadi, bahkan komandan Batalyon pun heran.


"komandan, apa yang terjadi?" ucap salah satu pasukan


"tidak.. tidak tahu, apa ini?" ucap komandan dengan khawatir


kegelapan yang seluas 200 meter menyelimuti seluruh pasukan kerajaan.


bahkan kegelapan milik ku terlihat oleh 3 murid ku dan Gartia.


"kakak Gartia, apa itu?" tanya Garou dan Irene


"tidak tahu, Satan, kau tahu sesuatu?" tanya Gartia


"mari kita tunggu di sini"


*di tempat pasukan kerajaan


semua nya panik karena apa yang terjadi, mereka hanya melihat kekosongan yang luas, kehampaan yang tak terbatas, kegelapan tak berujung, dan ketiadaan yang pekat.


tiba tiba saja mereka mendengar sebuah suara di kepala mereka semua.


"Terima kasih karena kalian akan menjadi energi kegelapan ku"


itu adalah suara Edzard, aku memberitahu mereka bahwa kematian mereka akan semakin dekat.


mereka bertanya tanya apa yang terjadi dan siapa yang berbicara.


seketika..


*bhuusss


kegelapan melahap mereka dan mereka pun menghilang tanpa jejak.


mereka yang dilahap akan langsung di ubah menjadi energi kegelapan.


"ahhh, sepertinya energi ku bertambah ya" ucap ku dengan lega


aku pun menghilang kan jurus ku itu.


"baiklah, aku itu menghindari pertarungan."


tidak ada satupun pasukan kerajaan yang tersisa.


ngomong ngomong aku saat ini sedang terbang dengan sayap kegelapan ku yang indah.


aku sudah lama tidak memakai sayap ini.

__ADS_1


"hah, aku telah membunuh pasukan ksatria kerajaan, apakah kedepannya yang datang itu penyihir?"


...TO BE CONTINUED...


__ADS_2