INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 30. Pelelangan


__ADS_3

Setelah kami berdua menata dan membersihkan Restoran, kami membuka Restoran dengan nama Delicious Food.


Lucia Bekerja sebagai kasir dan aku sebagai koki, kami menyadari bahwa kami kekurangan pegawai.


aku menyerahkan urusan pegawai kepada Lucia, untuk mencari 1 pegawai pria dan 1 wanita.


yang datang ke restoran kami masihlah sedikit dan inilah yang dinamakan permulaan.


aku dan Lucia bekerja tidak sampai larut malam, kami berdua juga di jemput oleh Minnie yang telah selesai melakukan penyerangan Gate.


"kau tidak ingin ikut dengan ku?" ucap Minnie


"aku akan pergi dengan CB250T" ucap ku kepadanya


"baiklah kalau begitu kami duluan" ucap Minnie


"hati hati, Guren" ucap Lucia sedikit khawatir


lalu aku langsung mengambil CB250T dan mengendarai nya menuju Potpourri Bar.


aku ingin bertemu dengan Lichtenstein untuk membicarakan sesuatu.


setelah aku sampai di Potpourri Bar, aku memarkirkan motor ku dan masuk untuk mencari dimana licht berada.


aku langsung bertanya kepada Bartender yang berada di sana.


"permisi, apakah aku bisa bertemu Tuan Lichtenstein?" ucap ku kepadanya


"apakah anda sudah membuat janji dengan Ketua?" ucap Bartender itu


"Sudah, anda bisa menyebut nama saya, Guren" ucap ku


"baiklah, saya percaya. silahkan ikuti saya" ucap Bartender itu


aku di bawa ke tempat VIP Room yang tadi sore licht membawaku.


"boss, ada yang mencari anda" ucap Bartender itu di depan pintu


"siapa?" ucap Licht dari dalam Ruangan


"orang itu menyebut kan nama nya adalah Guren" ucap Bartender


"Baiklah biarkan dia masuk" ucap licht


lalu pintu pun dibuka oleh salah satu anak buah licht.


saat aku masuk ke dalam ruangan, aku di sambut oleh licht.


"ada keperluan apa? apakah kau ingin minum?" ucap licht


"besok aku akan mengundang mu ke sebuah pelelangan, aku akan menjemput mu di sini siang hari" ucap ku kepada licht


"pelelangan? menarik, kalau begitu aku akan ikut" ucap licht


"aku akan ke sini nanti siang" ucap ku sambil pergi dari ruangan itu

__ADS_1


setelah itu, aku mengendarai CB250T untuk kembali ke rumah Minnie.


setelah sampai di rumah, ternyata Minnie dan Lucia sudah tidur.


aku pun langsung ke kamar untuk membicarakan sesuatu dengan Addison.


"Addison, membutuhkan berapa batu spiritual untuk meningkatkan kekuatan ku" ucap ku kepadanya


"sekitar 10 batu untuk meningkatkan kekuatan mu" ucap Addison


"apakah tidak ada jurus untuk membuat ku menjadi lebih kuat?" ucap ku kepadanya


"tenang lah, jangan terburu buru. kau terlalu naif" ucap Addison


"memang benar, tapi aku merasa bahwa musuh yang berada di luar dunia ini sangatlah jauh di atas ku" ucap ku dengan khawatir


"memang benar, kekuatan mu di bandingkan "mereka" hanyalah sebuah lelucon, mengalahkan mu hanya dengan mengangkat 1 tangan lalu kau akan lenyap" ucap Addison


"itulah mengapa aku ingin menjadi kuat, aku ingin melindungi keluarga, teman teman, dan seluruh orang di dunia ini" ucap ku


"Pemikiran mu memang baik, namun jangan terburu buru, tubuhmu tidak akan sanggup jika mempelajari jurus terlalu banyak"


"ya.. bagaimana cara melatih tubuhku supaya kuat?"


"Tidak tahu.. kau akan mendapatkan kekuatan penuh saat bergabung dengan ku, dan akan mendapatkan kekuatan jauh lebih kuat saat mendapat kan Nine Heavenly Seeds, jadi bersabarlah"


"jadi begitu.. kalau begitu aku akan istirahat dulu"


lalu aku tertidur pulas untuk menunggu hari pelelangan tiba.


keesokan harinya, aku bersiap siap untuk pelelangan dimulai, Minnie dan Lucia pergi ke universitas.


aku datang untuk menjemput Lichtenstein


"kau sudah siap, licht?" ucap ku bertanya kepada nya


"mari kita pergi" ucap licht


setelah itu, aku dan licht pergi ke Tempat pelelangan terbesar di Negara C.


dengan kecepatan tinggi yang dimiliki oleh CB250T, aku pergi ke kota tempat pelelangan itu dimulai.


setelah kami sampai di pelelangan, kami melihat tempat lelang itu sangat besar.


"ini sangat besar" ucap licht terkagum


"mari masuk" ucap ku berjalan menuju pintu masuk


saat kami ingin masuk, kami di hadang oleh penjaga.


"silahkan keluar kan undangan" ucap penjaga itu


lalu aku mengeluarkan undangan yang diberikan ayahku kepada ku.


"ini.. VIP?" ucap penjaga itu terheran heran

__ADS_1


lalu penjaga itu mengantarkan kami ke suatu tempat.


"ini adalah tempat VIP" ucap penjaga itu


"ada berapa orang di tempat VIP?" ucap ku bertanya kepada penjaga itu


"untuk orang orang biasa ada di bawah sana, untuk kalangan penting berada di lantai 2, orang orang kasta tinggi berada di lantai 3, dan VIP berada di lantai 4. jumlah VIP hanyalah 3 ruangan" ucap penjaga itu menjelaskan


"baiklah kalau begitu" ucap ku


"saya akan pamit" ucap penjaga itu


setalah penjaga itu pergi, pelelangan akan segera di mulai.


barang pertama yang di lelang adalah sebuah Candi Emas yang berumur 100 tahun.


lalu Candi itu di jual harga awal adalah 1jt, dengan cepat banyak peserta yang menaiki harga masing masing untuk membeli Candi itu.


lalu orang dari lantai 2 membeli dengan harga tinggi yaitu 70jt, tidak ada yang menawar lagi selain mereka.


selanjutnya, barang kedua yang akan di lelang adalah sebuah Pedang patah, menurut juri pelelangan pedang itu adalah pedang tingkat A.


itu di jual dengan harga awal adalah 10jt.


karena pedang patah itu berharga awal 10jt, banyak yang menaikan harga dengan harga fantastis.


bahkan di lantai 3 juga menawarkan harga 200jt, setelah itu tidak ada yang menawar lagi.


untuk barang selanjutnya adalah yang aku tunggu tunggu, yaitu Batu Spiritual.


ada 5 batu spiritual yang ada di acara pelelangan, baru itu di jual dengan harga awal adalah 50 juta.


"licht, bagaimana menurut mu?" ucap ku kepadanya


"itu menarik bukan?" ucap licht


bahkan lantai 3 sudah mengeluarkan uang 300 juta, dan aku hanya di kasih 1 miliar oleh ayahku


"apakah aku akan mendapatkan nya hanya dengan 1 miliar?" ucap ku bertanya kepada licht


"hm.. sebutkan saja harga mu" ucap licht


"itu menurut tebakan mu bukan?" ucap ku


"apa maksudmu?" ucap licht terheran


"coba perhatikan, saat pelelangan Candi yang berusia 100 tahun, lantai 1 menawarkan harga tinggi. namun tiba tiba saja orang orang lantai 2 menawarkan harga, saat orang orang lantai 2 menawarkan harga lantai 1 hanya diam. begitu juga saat pedang patah. orang orang lantai 2 mulai menawarkan harga tinggi, namun tiba tiba saja orang orang lantai 3 mulai menawarkan harga, sesaat orang orang lantai 3 menawarkan harga. orang orang lantai 2 hanya terdiam" ucap ku menjelaskan kepada licht dengan detail


"jadi apa maksudnya?" ucap licht


"ini adalah perbedaan kasta" ucap ku


"hm.. kau sangat jenius" ucap licht


lalu lantai 3 sedang berdebat satu sama lain mengenai siapa yang akan membeli batu spiritual itu, lalu tanpa pikir panjang aku memberikan harga

__ADS_1


"1 miliar" ucap ku dari lantai 4


TO BE CONTINUED


__ADS_2