INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 33. Penyerangan Gate


__ADS_3

ternyata yang menelepon ku saat sedang bertarung itu adalah Lucia.


aku mulai menelpon balik Lucia.


"halo Lucia, ada apa?" ucap ku kepadanya lewat telepon


"[ah Guren, aku sedang berada di suatu tempat makan bersama teman teman ku. jadi aku akan pulang terlambat]" ucap Lucia menjelaskan


"pulang terlambat?? baiklah kalau begitu, aku juga akan pergi untuk mengurus hal penting. jangan pulang terlalu larut"


"[baiklah kalau begitu]"


setelah mengakhiri percakapan dengan Lucia, aku kembali ke rumah untuk berganti pakaian.


setelah sampai di rumah dengan mengendarai CB250T, aku melihat rumah sangat sepi.


"apakah Minnie belum kembali?"


setelah berganti pakaian, aku pergi ke bandara untuk memesan tiket kembali ke Negara Pusat Dunia


lalu aku membeli sebuah tiket nya dan naik pesawat.


keesokan harinya, aku telah sampai negara pusat dunia, Villas dan Rumia menunggu ku di bandara.


"apa kabar Villas" ucap ku sambil berjabat tangan dengannya


"aku baik bos!" ucap Villas


"Rumia apa kabar?" ucap ku berjabat tangan dengan nya


"aku baik tuan" ucap Rumia


"syukurlah kalau kalian sehat" ucap ku kepada mereka


"boss, kali ini dalam penyerangan kita akan di bantu oleh seseorang" ucap Villas


"di bantu?? bukan kah kubilang cukup kita berdua?" ucap ku


"dia hanya melihat kita saja, tidak akan melakukan tindakan"


"siapakah orang itu?"


"itu adalah salah satu Hunter peringkat SS, Minoru"


"hm.. baiklah, dimana dia sekarang??"


"dia sedang di kantor guild ku, kita bisa kesana sekarang."


"baiklah, mari berangkat"


lalu kami bertiga pun berangkat ke kantor guild milik Villas dengan menggunakan Mobil.


setelah beberapa waktu, kami pun sampai di Guild milik Villas


kami mulai masuk ke dalam guild untuk bertemu Minoru.

__ADS_1


setelah di dalam ruang tempat Minoru menunggu, aku pun bertemu dengannya dan berkenalan.


"apakah anda sang peringkat SS terbaru? yang mengalahkan Villas?" ucap Minoru mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan


aku pun menggenggam tangan nya untuk berjabat tangan sambil memperkenalkan diri.


"saya Guren, mohon bimbingannya senior"


lalu kami memulai obrolan kecil di tempat ruang tunggu Villas.


setelah itu helikopter pun siap untuk membawa kami menuju Gate berada.


setelah beberapa jam di dalam helikopter, kami sampai di depan Gate.


di sana ada aku, Villas, Rumia, dan Minoru. kami pun memulai penyerangan kepada Gate dan memasuki nya.


*di dalam Gate


aku memilih untuk maju ke depan duluan untuk membunuh para monster yang menghalangiku menuju ruangan boss.


sedangkan Villas dan yang lainnya masih melakukan penyerangan santai.


"bagaimana menurut mu tentang bos Guren, Minoru?" ucap Villas bertanya


"be, begini.. se-sesungguh nya.. hanya aura yang di pancarkan nya saja sudah melebihi Hunter peringkat SS, apakah kau pernah melihat dia bertarung serius?" ucap Minoru dengan sedikit berkeringat dingin


"apakah itu benar?? saat melawan ku, dia hanya membutuhkan satu tebasan untuk mengalahkan ku"


"jadi begitu ya.. ya ampun, apakah kita masih diperlukan?"


"begitu kah? seorang Hunter peringkat SS hanya untuk menonton? haha" ucap Minoru menertawakan Villas


"hey kau sadar diri situasi mu saat ini" ucap Villas sedikit kesal


"ups, maaf. aku hanya tidak menyangka saja"


lalu tidak memakan waktu lama, aku sampai di ruangan boss.


saat aku memasuki ruangan itu, hanya ada 1 mahkluk yang ada di sana.


mahkluk itu berdiri di atas sebuah tumpukan mayat dengan sebuah pedang di samping nya.


"pendekar?" ucap ku


lalu mahkluk itu berdiri mengambil pedangnya dan turun ke bawah, seolah olah dia telah menunggu kedatangan ku.


tanpa pikir panjang aku pun mengeluarkan pedang milik ku juga.


kami hanya diam, lalu tiba tiba saja mahkluk itu menerjang dengan kecepatan tinggi untuk menebas ku.


dengan cepat aku memblokir serangan itu dengan pedang ku.


tanpa pikir panjang, aku mulai melakukan Penyerangan kepada mahkluk itu dengan melakukan gerakan menarik pedang.


tanpa di duga dia bisa menepis nya, lalu dia juga menebaskan berbagai macam serangan kepada ku.

__ADS_1


aku juga ikut menyerang mahkluk itu dengan sangat cepat.


kecepatan nya memang tidak bisa mengimbangi diriku, namun dia bisa melakukan Regenerasi.


ini seperti boss pada Dungeon tingkat Great Disaster saat itu.


aku berpikir bagaimana cara mengalahkan seseorang mahkluk yang bisa menggunakan Regenerasi Super.


aku ingin bertanya kepada Addison namun kami sedang melakukan adu tebasan.


saat aku mengingat bagaimana cara mengalahkan boss Dungeon tingkat Great Disaster.


dia kalah dengan cara aku melepaskan energi gelap ku secara tidak teratur, yang menyebabkan banyak kehabisan energi gelap.


pada saat yang sama, Villas dan yang lainnya juga melihat pertempuran aku melawan mahkluk itu.


"lihat lah, Minoru. itulah boss ku" ucap Villas


"kecepatan yang luar biasa" ucap Minoru


"aku sudah menyaksikan pertarungan ini saat kami menyelesaikan Gate tingkat Great Disaster" ucap Villas


kembali ke pertempuran, aku mulai memberi jarak kepada mahkluk itu. aku terpikir sesuatu tentang memanipulasi kegelapan.


pada saat kami melakukan adu pedang, aku menendang mahkluk itu dengan sangat keras.


alhasil dia terpental jauh, kemudian mahkluk itu dengan cepat bangkit dan mulai ingin menyerang ku kembali.


namun aku sudah tahu cara mengalahkan nya, yaitu dengan cara melapisi pedang ku dengan aura gelap.


pada saat dia menyerang, aku menebaskan pedang ku beserta aura gelap milik ku.


*Puddle slash


itulah nama jurus ku, mahkluk itu terbelah menjadi dua dan tak bisa beregenerasi.


sesuatu yang berada di belakangnya juga musnah tak tersisah akibat serangan ku.


"fuhh, kalau begini aku mulai bisa mengontrol kekuatan gelap ku" ucap ku


lalu aku menyimpan mayat boss itu ke dalam SUB-SPACE.


"boss" ucap Villas menghampiri ku


"Yo Villas, apakah kau sudah selesai?" ucap ku kepadanya


"ya, semua mayat monster akan di urus oleh tim dari guild ku" ucap Villas


"baiklah, kalau begitu mari kembali" kata ku kepada mereka


"baik boss" ucap Villas


'pertarungan yang hebat, dia adalah seseorang yang berada di puncak dunia!' ucap Minoru dalam hati


setelah itu kami mulai kembali ke negara pusat menggunakan helikopter.

__ADS_1


TO BE CONTINUED


__ADS_2