INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 76. Knights City


__ADS_3

*2 hari kemudian


hari yang aku dan Grace janjikan pun tiba.


kami semua berkumpul di sebuah villa milik Grace.


"kita berjumpa lagi, Grace" ucap ku menyapa nya


"kita berjumpa lagi, tuan!" ucap Grace menyapa kembali


semua nya pun berkenalan dengan Grace.


kami membawa 5 kereta kuda.


kami semua duduk di tempat kereta yang terpisah.


Aku, Grace, dan juga Gartia berada di tempat paling mewah.


Garou dan Beelzebub duduk di kereta kuda belakang bersama dengan prajurit bangsawan.


Satan, Irene, dan Dagruel berada di kereta kuda paling belakang bersama para prajurit bangsawan.


kami semua berangkat menuju kota para ksatria.


"kota ksatria itu seperti apa?" tanya ku kepada Grace


"kota ksatria sama seperti kota para penyihir, tempat itu di isi oleh para ksatria hebat di berbagai dunia." jawab Grace


"bukan kah turnamen nya di adakan di Yunani?" ucap ku kepadanya


"benar, semua yang ingin ikut harus di kumpulkan di kota ksatria terlebih dahulu, setelah satu hari maka kita akan langsung pergi ke Yunani." ucap Grace


"jadi begitu jadi begitu, apakah kau tahu siapa pemenang juara pertama di turnamen sebelumnya?" tanya ku kepadanya


"turnamen sebelumnya di menangkan oleh Grimshaw, sang pemenggal rekor" jawab Grace


"Grimshaw? aku belum pernah mendengar nya" ucap ku dengan heran


"yang benar saja? dia adalah pemegang rekor terbaik selama 4 kali turnamen" ucap Grace


tiba tiba saja, bulu kuduk ku merinding.


bulu kuduk yang merinding tidak mengartikan bahwa seseorang takut atau trauma.


ada seseorang yang bulu kuduknya naik karena dia merasa tertantang atau sangat senang, contoh terbaik nya adalah Edzard.


dia sangat senang karena ada seseorang yang sangat kuat sehingga memecahkan rekor seperti itu.


darah dari setiap pembulu darahnya naik ke ubun ubun kepalanya yang membuat semua buku nya merinding.


yang merasakan kejanggalan itu hanyalah Gartia yang duduk di sebelah ku.


'apakah dia menjadi gila karena ada orang yang kuat? dasar aneh!' ucap Gartia dalam hati


"ehem" Gartia batuk untuk memberiku sebuah kode


*!!


aku tersadar dari kegirangan ku


"ehem, baiklah, yang artinya si Grimshaw ini akan ikut di turnamen kali ini bukan?" tanya ku kepadanya


"mungkin saja, soalnya saat dia memenangkan turnamen kemarin dia mengatakan sesuatu yang gila" ucap Grace


"sesuatu yang gila? apa itu?" tanya ku dengan heran


..."Aku akan membuat kemenangan...


...kelima milikku menjadi Medan...


...yang penuh dengan darah!!"...


"begitulah ucapan nya"


"apakah dia itu orang gila darah(psikopat)?" tanya ku kepadanya


"sepertinya tidak, tapi dia akan melakukan apapun untuk menang di kemenangan ke limanya" ucap Grace


aku berpikir pikir, apakah tidak masalah jika memasukkan Garou ke dalam turnamen gila ini?


'aku seharusnya memasukkan Satan, biarkan gila melawan gila' ucap ku dalam hati

__ADS_1


karena sudah terlanjur, aku merasa sangat bertanggung jawab atas keselamatan Garou.


jadi, aku sendiri yang akan melatih nya.


"bukan kah itu sedikit berbahaya?" ucap ku kepada Grace


"memang, tapi dia akan di butuhkan di pertarungan Knight and Mage battle" ucap Grace


"apa lagi itu?" tanya ku kepadanya


"anda bahkan tidak mengetahui tentang ini?" tanya dia kepada ku


"tidak!" ucap ku dengan lantang nya


Grace hanya menggeleng kan kepalanya.


"lupakan" ucap ku kepadanya


setelah jam, kami pun tiba di kota para ksatria.


"apa?! mengapa cepat sekali?" tanya ku kepada Grace


"karena memang tempat nya dekat, setelah 1 hari kita bisa pergi ke Yunani dan kita akan sampai di Yunani 2 hari sebelum turnamen" jawab Grace


"hm~ seperti itu toh.." ucap ku dengan seksama


"baiklah, kita akan berkumpul di alamat ini besok pagi" ucap Grace memberikan secarik kertas


"terimakasih" ucap ku kepadanya


dia pergi sambil melambaikan tangannya.


aku dan yang lainnya pun berkumpul.


kecuali Gartia, aku tidak mengetahui dimana orang itu berada.


"kalian pergilah mencari penginapan, kecuali Satan dan Garou. kalian berdua berlatih lah, tidak ada waktu." ucap ku kepada mereka


mereka pun pergi berlatih. sedangkan Beelzebub, Irene, dan Dagruel pergi berjalan jalan.


tentunya Beelzebub akan kesal dengan itu, namun beda lagi jika itu perintah.


'Para Perintah Tuhan ya.. selama kita masih di planet ini.. kita akan menjadi pengangguran pertarungan besar..


sedangkan kalian para Perintah Tuhan akan mambantu ku menciptakan kekacauan dengan cara membuat Dewa, Dewi, dan Malaikat berjatuhan kemana mana.


benar, nanti, jauh di masa depan, perang yang sangat besar akan terjadi..


...' ...


ucap ku dalam hati.


entah mengapa aku mengigau hal hal seperti itu.


"ya.. tidak masalah.. itu masih jauh toh.." ucap ku sambil pergi mencari Gartia


aku berkeliling kota ksatria sambil melihat lihat orang orang yang ada.


benar kata Grace, isinya cuma pria berotak otot saja.


semuanya besar, pedang nya besar, dan badannya sangat besar.


'oy oy, pria berotak otot ada di mana mana loh, aku penasaran apakah mereka sangat kuat seperti rumornya? tidak seperti di Magical City, di sana semua orang memakai jubah penyihir, aku sangat pusing melihat nya..' ucap ku dalam hati


saat sedang melihat kesana kesini, aku tidak sengaja melihat seseorang yang ku kenal.


ya..


dia adalah Gartia.


aku melihat Gartia sedang melakukan hal hal yang tidak benar, dia dan beberapa ksatria di jalan gang kecil di sela sela bangunan.


bahkan suara teriakanya membuat ku sangat mengasihani nya..


setelah selesai, aku menghampiri Gartia.


"Gartia, apa yang sedang kau lakukan?" tanya ku kepadanya


"hah, aku mengira mereka itu kuat, jadi aku ingin memastikannya" ucap Gartia


"tapi tidak memukulinya juga bukan? kau lihat? mereka tadi berteriak sangat keras karena pukulan milik mu itu?

__ADS_1


seharusnya kau saja bukan yang mengikuti turnamen itu? kau bisa melampiaskan ***** bertarung mu di atas arena dan menangkan itu dan dapat hadiah bukan?" ucap ku kepadanya


"sudah lah, aku itu bertambah kuat loh! apakah kau ingin terkena pukulan dahsyat ku?" ucap Gartia dengan bangga


"jika aku menang?" ucap ku to the point


"Hoy Hoy, kau jangan sombong begitu langsung mengatakan kau akan menang, jika kau menang maka kau akan memiliki ku secara penuh!" ucap Gartia


aku terheran heran.


ada apa dengan sie Gartia ini..


'oy oy, ada apa denganya? apa otak nya jatuh di suatu tempat?' ucap ku dalam hati


aku menyutujui itu.


dan..


tanpa pikir panjang Gartia memukul ku dengan kekuatan penuh nya.


aku yang mengetahui itu dengan refleks menahan serangan nya.


namun..


*BRUAAKK


aku terhempas oleh pukulan Gartia


*kuahk


aku mengeluarkan sedikit darah


aku tidak tahu apa yang terjadi..


setelah itu, Gartia terus menyerang ku secara bertubi tubi dan segala arah..


aku menghindari pukulan, tendangan, serta kelincahan Gartia.


aku mengeluarkan jurus yang bisa menghentikan pergerakan Gartia.


jurus seni beladiri yang berbahaya bagi siapapun.


jurus biasa, totokan maut(nama ngasal buatan Edzard).


benar, aku menciptakan jurus seni beladiri ini sendiri.


aku memotong titik akupuntur milik Gartia.


*TAK TAK TAK


*TAK TAK TAK


aku memotong mulai dari kepala hingga kaki.


dan hasilnya pun.. Gartia tidak bergerak..


"hukh, sial kau Gartia, apa rahasia mu ini?" ucap ku kepadanya


sayangnya Gartia hanya diam saja..


"aku menyerah!" ucap Gartia


aku tidak mengetahui alasan apa yang membuat dia menyerah, tapi sekarang aku menang..


aku langsung membuka titik akupuntur milik Gartia.


setelah itu, aku menyadari sesuatu..


kekuatan Gartia saat ini sangat tinggi..


sedangkan kekuatan ku itu melemah jauh akibat tersegel.


'apakah Gartia mengetahui bahwa aku tersegel?' ucap ku dalam hati


namun Gartia pun angkat bicara "aku sempat mendengar kekuatan mu di segel saat di Ancient city kok" ucap Gartia dengan lantang nya


aku yang mendengar itu pun terkejut..


apa yang terjadi bila perintah Tuhan melawan Gartia? apakah Astaroth akan menang melawan nya?


aku mulai meragukan semua ini..

__ADS_1


...TO BE CONTINUED...


__ADS_2