INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 52. Kematian Dewata Tertinggi


__ADS_3

setelah mengaktifkan jurus aku berpindah ke suatu tempat seperti kastil namun sangat bercahaya


"terlalu terang.."


setelah beberapa saat, aku akhirnya bisa menyesuaikan diri dengan tempat ini.


"fiuh, baiklah, Sekarang mari kita cari Dewata Tertinggi"


aku mulai berjalan masuk ke dalam kastil itu


ada beberapa penjaga yang melihat ku dan langsung menghalang ku


"siapa kau?" tanya penjaga itu


"aku adalah Edzard Wesley" jawab ku kepadanya


"Edzard Wesley? siapa itu?" ucap penjaga itu


"pembunuh kalian!"


dengan sekejap, aku menebaskan pedang milik ku ke leher para penjaga itu.


*ahgg


dan mereka pun mati


aku melanjutkan masuk ke dalam kastil ini


walaupun sangat banyak penjaga yang menghalang-halangi ku dan menyerang ku


namun mereka tidak cukup kuat untuk mengalahkan- tidak, menahan saja sudah tidak bisa.


di sisi lain, singgasana Dewata Tertinggi


"apa!? kenapa dia bisa kemari!!" ucap Dewata Tertinggi dengan panik


"tuan ku, saya tidak mengetahuinya" ucap bawahan Dewata


"cih, kerahkan seluruh pasukan dan bunuh!"


"baik tuan!"


setelah diberikan perintah, para bawahannya mulai mengepung diriku


"hm..? sekitar 10.000? mungkin.." ucap ku sambil menghitung jumlah mereka


lalu aku kepikiran sesuatu


"ah! haruskah aku mencoba mata ini?"


......


dapat melihat apapun dalam radius 10km. memiliki kekuatan gravitasi, menarik suatu objek dan mendorong suatu objek dalam radius 1km.


Catatatn: kekuatan belom sempurna dan masih tingkat rendah


"walaupun masih tingkat rendah tapi ini berguna bukan?"


"kalau Begitu.."


aku mengangkat kedua tangan ku dan..


*bhuuus


*duuarrr


*bruuukk


"akhgg"


"ahggg"


"kuahhhk"


semua pasukan Perak terhempas kan dalam sekejap


"waw, ini merupakan kekuatan yang bagus"


setelah itu, Seorang mahkluk dengan sayap yang indah datang dari atas.


"siapa itu?" ucap ku dengan sedikit heran


mahkluk itu turun dan berbicara padaku

__ADS_1


"oh Pewaris kegelapan, aku adalah Dewata Tertinggi, seseorang Dewa Sejati."


"kau kah? mengapa kau datang padaku? biarkan aku mencari saja dirimu dan membunuhmu"


"jika perang ini berlanjut maka korban akan semakin banyak, bagaimana jika kita hentikan saja ini?"


"hentikan, katamu? kau mencoba membunuh ku, lalu aku juga ingin membunuhmu dan kau ingin menghentikan semua ini? kau bercanda!?"


"Aku tidak akan sanggup mengalahkan mu- tidak, bahkan jika itu seluruh Tavatimsa, jadi aku tidak ingin berurusan dengan mu"


"Tavatimsa? apa itu?"


"kita bisa mengobrol di taman"


"baiklah, kau harus memberikan segala informasi padaku"


"baiklah, sekarang ikuti aku"


aku mengikuti sang Dewata Tertinggi menuju sebuah taman.


"silahkan duduk"


aku duduk di tempat yang dia persilahkan, lalu aku menanyakan segala pertanyaan yang selama ini membuat ku penasaran.


"aku ingin bertanya, sekuat apakah para Dewa"


"Dewa ada beberapa tingkatan, dan tingkatan itu yang menentukan kekuatan mereka, begitu pula dengan Malaikat"


"lalu dirimu itu apa?"


"***awalnya aku adalah seseorang yang berada di puncak dunia (orang terkuat di dunia), lalu aku selalu ingin menjadi lebih kuat.


hanya ada satu cara untuk menjadi kuat dan melebihi kekangan kehidupan, yaitu dengan Menjadi Dewa.


aku selalu tidak terpilih saat ada Dewa yang datang untuk merekrut ku, aku kesal karena tidak direkrut. secara tiba tiba aku mendapatkan sebuah rencana yang cemerlang. lalu aku menjalankan rencana ku secara singkat.


aku memprovokasi para Dewa, Dewi, dan Malaikat bahwa dunia ini memberontak dan tidak lagi menyembah mereka.


para Dewa sangat murka akan tindakan manusia dan mahkluk lainnya, jadi para dewa mengutus seorang God (Dewa tingkat 1) untuk menghancurkan umat manusia.


Para kehidupan yang ada di planet Nebula berusaha membela diri dengan cara membunuh Dewa itu dengan cara bekerja sama.


akhirnya Dewa itu terbunuh, Dewa kelas atas yang mengetahui itu marah, mereka mengirim pasukan God dan True God (Dewa tingkat 2) dalam jumlah banyak.


......


seseorang yang mendapat kan kekuatan itu akan ditakdirkan menjadi malapetaka paling berbahaya di selurh dunia- tidak, di seluruh alam semesta yang ada.


saat dia terbangun, dia membantu umat manusia dan membantai seluruh Dewa dan Dewi yang ada.


walaupun kekuatannya tidak sempurna, dia dengan tenang datang ke kerajaan surga dan membunuh seluruh Dewa dan Dewi yang berada di alam surga ke 1(Damaskus) dan alam surgawi kedua(Maharajika).


entah bagaimana saat dia membunuh Dewa, Dewi, ataupun Malaikat. dia tidak terlihat lelah, melainkan bertambah kuat.


sesaat sebelum memasuki alam surgawi ketiga (Tavatimsa) dia di hadang oleh para Dewa, Dewi, dan Malaikat kelas atas.


sang kegelapan pun bertarung melawan mereka, namun sang kegelapan kalah dan terpaksa kembali mundur dan terjatuh kembali ke dunia Nebula.


saat sang kegelapan sedang sekarat, para Dewa, Dewi, dan Malaikat melakukan penyerangan besar besaran.


lalu di saat itulah aku, Dewata Tertinggi meminta izin kepada Dewa, Dewi, dan Malaikat untuk memaafkan manusia serta membujuk mereka untuk memaafkan nya.


mereka pun memaafkan para manusia dan mahkluk hidup yang ada di sana, aku pun meminta para Dewa untuk menjadikan ku seorang Dewa.


mereka menyetujui ku untuk menjadi seorang Dewa, lalu aku di masukkan kedalam 7 Pencakar Langit.


setelah melewati 7 Pencakar langit, aku langsung menjadi seorang God.


begitulah apa yang terjadi di dunia ini"


"kau sangat cerdik, aku mengangumi dirimu"


"terimakasih banyak, apakah kau tidak akan- ahkk"


sebelum dia menyelesaikan apa yang ingin dia katakan, Satan salah satu 10 Perintah Tuhan menusuk Dewata Tertinggi dari belakang.


walaupun ini adalah cara kotor, namun itu adalah ganjaran akibat dia berani mempermainkan nyawa sebuah mahkluk


"akh- kau.. brengsek!! katamu tidak akan membunuhku bila memberitahu mu apa yang terjadi"


"apa? sejak kapan aku mengatakan itu? kau bercanda?"


"kuhk kau!"

__ADS_1


"aku sebenarnya ingin mengorek semua informasi dari dirimu, namun tidak untuk sekarang"


aku mengulurkan tangan ku ke atas kepala Dewata Tertinggi.


"kau! apa yang kau lakukan!?"


aku terdiam dan ingin mencoba suatu jurus yang ku ciptakan sendiri


......


memungkinkan pengguna untuk mengambil jiwa target dengan syarat jiwa target di bawah rata rata, serta target dalam keadaan lemah.


"ini jurus yang bagus! kita harus mencoba nya"


"akhhh, kau bajingan!! apa kau tidak takut dengan para Dewa yang berada di surga!!?" Dewata berteriak sangat histeris


"maaf saja.. tapi aku tidak pernah berdoa kepada Dewa (tidak peduli dengan para Dewa)"


"kau gila!"


"matilah!"


*Fhuuus


aku mengambil jiwa Dewata dan menggabungkan nya dengan seluruh mayat yang ada di dalam SUB-SPACE.


aku merubah semuanya menjadi sebuah obat Pil.


"ini bisa meningkatkan energi, 10 Perintah Tuhan jaga sekeliling ku selagi aku menyempurnakan pil ini"


"baik tuan ku"


aku memakan Pil itu dan mulai duduk untuk berkonsentrasi


"kuuhk"


aku mengalihkan seluruh energi alam ke seluruh tubuhku, serta menyebarkan energi dari pil yang terkandung dan diubah menjadi energi kegelapan.


'rasanya tubuhku ingin meledak!'


aku sedikit khawatir akan apa yang terjadi pada tubuhku.


namun aku tidak ingin mempedulikan nya dan fokus kepada penyempurnaan nya.


*setelah beberapa hari


*Brhuuuss


aura kegelapan yang menyebar di tempat kastil Dewata Tertinggi.


kegelapan itu menyebar ke seluruh kastil dan menutup seluru kastil dengan kegelapan


*Pum


dalam sekejap mata kastil Dewata Tertinggi hilang


mahkluk hidup dan mati yang berada di dalam kastil langsung di konsumsi menjadi energi Gelap.


"fyuuh, aku sedikit bertambah kuat, kapan aku bisa memakai jurus jurus yang diberikan oleh pedang hitam itu?"


"aih, dari 10.000 jurus kenapa hanya 1 yang bisa kupakai"


aku melihat sekeliling ku, aku mengetahui bahwa kastil itu sudah hilang tanpa jejak karena sudah ku lahap.


tersisa para Perintah Tuhan yang berada di sekeliling ku.


"kita pergi sekarang, kekuatan ku saat ini sudah cukup untuk membunuh Dewa kelas menengah (hanya asumsi dari edzard, dia lupa menanyakan tingkatan para Dewa, Dewi, dan Malaikat kepada Dewata Tertinggi), dan bahkan mampu melahap sebuah dunia dengan mudah, hehe" ucap ku dengan sedikit bangga


"kami akan mengikuti anda, tuanku" ucap Satan


"baiklah, mari pergi mencari 7 kota kuno!"


"baik"


Perjalanan kami masih lah sangat panjang, tidak tahu musuh seperti apa yang akan kami lawan di masa depan.


Dewata Tertinggi hanyalah permulaan. lalu, apakah akhir dari perjalanan ku?


aku sudah tidak memiliki orang yang kucintai, teman yang ku sayangi, aku harus memulai perjalanan yang baru.


aku haru menjadi yang terkuat di seluruh alam semesta.


...TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2