
keesokan harinya.
"hey Guren! sampai kapan kau akan tertidur sangat pulas!" ucap Minnie sambil menggedor-gedor pintu
"aku sudah bangun.. sabarlah" ucap ku
"cepatlah! kita akan masuk kuliah!" ucqp Minnie sambil teriak
tanpa membalas perkataan Minnie, aku langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.
setelah beberapa lama, kami bertiga sudah siap untuk pergi ke universitas
"kau sudah siap, Lucia?" ucap ku bertanya kepada Lucia
"ya.. mari kita berangkat" ucap Lucia
"aku akan menggunakan CB250T untuk pergi ke sekolah" ucap ku
"ahh, motor mu itu? untuk apa naik itu? cepatlah naik ke mobil" ucap Minnie
"hm? baiklah kalau begitu" ucap ku
di dalam mobil, Lucia dan Minnie sibuk mengobrol kan urusan mereka.
sedangkan aku hanya duduk melihat pemandangan di luar mobil.
setelah beberapa lama, akhirnya kita sampai di universitas.
"aku dan Minnie berada di satu manajemen, bisakah kau berjalan sendiri? Guren?" ucap Lucia dengan khawatir
""tentu saja, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku" ucap ku kepadanya
"baiklah, kalau begitu sampai jumpa" ucap Lucia dan Minnie
lalu aku berjalan menuju manajemen bisnis.
setelah sampai di manajemen bisnis, aku mulai masuk kelas dan mencari tempat duduk yang kosong.
saat itu, di manajemen bisnis ada banyak murid.
pada saat itu ada seorang laki laki yang menghampiri ku untuk berkenalan.
"hey hey, siapa nama mu?" ucap lelaki itu bertanya
"Guren" ucap ku memperkenalkan diri
"hee, nama yang bagus. aku adalah Lichtenstein, teman sebangku mu" ucap orang itu memperkenalkan diri
"Lichtenstein ya.. kalau begitu mohon kerjasama nya" ucap ku
"ya.. jika kau butuh sesuatu bilang saja padaku, Kawan. aku adalah pemilik dari Potpourri Bar di depan sana" ucap Lichtenstein
"baiklah kalau begitu, nama Lichtenstein sangat panjang. aku akan memanggil mu licht, bagaimana?" ucap ku kepadanya
"licht! nama yang bagus" ucap dia
setelah itu, pelajaran pun di mulai. aku menjalani pelajaran dengan teliti.
sebentar lagi akan datang waktu istirahat.
*kriiinggg
__ADS_1
bel istirahat pun berbunyi
saat istirahat aku berniat menemui Lucia dan Minnie, namun kawan baru ku ini menghalangi saja.
"hey, bagaimana kalau aku traktir makan?" ucap licht
"baiklah, kalau begitu kau traktir" ucap ku
lalu saat kami di perjalanan ke kantin, aku meminta licht menjelaskan tentang informasi universitas
"licht, kau tahu apa yang terjadi di universitas? jika tahu ceritakan" ucap ku
"ya.. universitas ini adalah salah satu 5 universitas tertinggi di negara C, memiliki orang populer wanita dan lelaki. ada beberapa orang orang populer dari berbagai manajemen, mereka yang populer akan mendapatkan sebutan King untuk lelaki dan Queen untuk perempuan." ucap licht dengan detail
"jadi begitu ya.." ucap ku
lalu sesaat kami tiba di kantin, licht tiba tiba kaget dan memberi tahu ku beberapa penjelasan mengenai King dan Queen
"lihat! itu adalah The Queen Cares, Lamiris" ucap licht
"Lamiris?" ucap ku heran
"ya.. dia adalah salah satu dari 7 Queen yang ada di universitas" ucap licht
"ada 7 Queen?! banyak sekali.." ucap ku
"begitu pun King, ada 7 King di sekolah ini" ucap licht
"apa saja identitas mereka?" ucap ku
"aku tidak tahu.." ucap licht
setelah itu, kami pun duduk di meja makan setelah memesan sebuah makanan. licht selalu menatap Lamiris.
tidak hanya licht, tapi orang orang. karena penasaran aku menggunakan trik ini kepada nya.
"licht, ini ada 500RB. bisakah kau mengungkapkan latar belakang para King dan Queen?" ucap ku sambil menyogok licht
"baiklah.. latar belakang para King dan Queen itu berbeda beda. ada yang menjadi populer karena Kekayaan, Kepintaran, Kecantikan, Ketampanan. jika saja kau adalah anak sederhana, maka kau pintar dan tampan. dengan otomatis kau akan populer, dan jika kepopuleran mu menggeser kan kepopuleran salah satu King. maka kau bisa menjadi King" ucap licht menjelaskan
"jadi begitu, tidak ada identitas khusus ya, bagaimana hubungan sesama King atau Queen?" ucap ku bertanya kepada licht
tanpa menjawab licht malah terus menatap Lamiris.
"hey licht!" ucap ku dengan sedikit kesal
"ahh ada apa?" ucap licht
"bagaimana hubungan antar sesama King atau Queen?" ucap ku bertanya
"hubungan mereka memang sangat baik jika di lihat orang luar, namun mereka sebenarnya ingin menjatuhkan satu sama lain" ucap licht
"apakah semua King atau Queen seperti itu?" ucap ku dengan heran
"ada 2 orang Queen yang berteman, dan salah satu mereka sangat baik dan peduli. karena itu dia menjadi populer, dengan cepat menjadi Queen nomor 2 di sekolah, sedangkan satu lagi adalah wanita yang sulit dipahami dan ditakuti. dia juga seorang Hunter" ucap licht
"menarik.. tapi.. bagaimana kau mendapatkan informasi dengan jelas?" ucap ku
"aku pemilik dari Potpourri Bar, aku juga sering dijuluki sebagai the best informan" ucap licht dengan bangga
"ya.. jelek sekali.." ucap ku dengan kecewa
__ADS_1
"uhg, baiklah. mari habiskan makanan dan kembali ke kelas" ucap licht dengan sedikit sedih
setelah menghabiskan makanan dan kembali ke kelas, kami menjalani kelas kelas secara biasa.
setelah beberapa jam kami telas selesai kelas dan akan pulang.
"hey Guren, dimana kau tinggal? apakah kau ingin mampir ke bar ku?" ucap licht
"tidak, aku akan menunggu di jemput di depan gerbang" ucap ku
"baiklah, kalau begitu sampai jumpa!" ucap licht sambil pergi
setelah itu aku menunggu Minnie dan Lucia menjemput ku.
"hey, apa yang kau lakukan? masuk lah" ucap Minnie
"baiklah" ucap ku
"bagaimana kuliah mu?" ucap Minnie
"apa kau baik baik saja Guren?" ucap Lucia dengan khawatir
"aku baik baik saja, aku juga mendapat teman bernama Lichtenstein" ucap ku
"Lichtenstein? dia adalah anak penyendiri yang tidak berteman dengan siapapun" ucap Minnie
"apa? bagaimana bisa?" ucap ku bertanya
"dia adalah pemilik dari Potpourri Bar, yang mana ketua geng terbesar di kota ini. tidak ada yang mengetahui nya selain aku" ucap Minnie
"ya.. dia mengatakan bahwa dia pemilik Potpourri Bar" ucap ku
di sisi lain, Potpourri Bar
"hey kalian! aku di kelas mendapatkan teman loh" ucap licht
dengan kaget semua orang bengong ke arah licht
"boss, anda serius memiliki teman?" ucap salah satu bawahan licht
"benar, ini pertama kalinya ada orang yang tidak bahwa aku adalah pemilik Potpourri Bar, jadinya aku berteman dengannya" ucap ku
"boss, apakah dia Hunter?" ucap salah satu bawahan licht
"mana mungkin, kekuatan ku itu setara Hunter peringkat A tingkat tinggi, aku bisa merasakan aliran energi. aku juga tidak menemukan dia memiliki energi" ucap licht
lalu seketika semua anggota geng Potpourri mengatakan"selamat" kepada pemimpin mereka karena mempunyai teman
di sisi lain, di dalam mobil
"jadi.. kau tidak tahu dia adalah pemimpin geng?" ucap Minnie
"benar" ucap ku
"wajar lah, geng itu di buat 4 tahun lalu. siapapun yang mendengar tentang "pemilik Potpourri Bar" maka mereka akan ketakutan" ucap Minnie
"benar.. mereka memang tidak membuat masalah, namun tetap saja tidak ada yang berani menyinggung mereka" ucap Lucia
"ini menarik.." ucap ku sambil tersenyum licik
TO BE CONTINUED
__ADS_1