
tidak lama setelah itu, Minnie datang dengan Lucia.
"hey Guren!!" ucap Minnie berteriak memanggil ku
"Minnie, kau lama sekali" ucap ku kepadanya
"maaf, aku menunggu Lucia yang berganti pakaian lama sekali.." ucap Minnie
"Lucia?? dia ikut dengan mu?" ucap ku bertanya kepadanya
"ya, aku membawanya. Lucia, kemarilah" ucap Minnie memanggil Lucia
"jangan berteriak Minnie, suara mu keras sekali" ucap Lucia
"lama tidak bertemu, Lucia" ucap ku menyapa lucia
"ya.. lama tidak bertemu, Guren" ucap Lucia menyapa kembali
"hey.. kau tidak mengatakan itu saat bertemu dengan ku" ucap Minnie dengan kecewa
"ah, memang nya penting bagi mu?" ucap ku dengan nada meledek Minnie
"kau.. lihat saja kau.." ucap Minnie dengan kesal
"sudah sudah, mari kita bicarakan di mobil saja" ucap Lucia
lalu, kami kembali ke mobil dan melakukan perjalanan kembali ke rumah Minnie
"kau tinggal dimana sekarang, Lucia?" ucap ku bertanya
"aku tinggal di rumah Minnie, benarkan Minnie?" ucap Lucia
"ya.. dia tidak ingin kembali ke kediaman keluarga nya, jadinya dia tinggal di rumah ku" ucap Minnie
"jadi begitu.." ucap ku
"aku adalah Hunter, jadi aku membeli sebuah Ruko untuk ku jadikan sebagai restoran" ucap Minnie
"kalau begitu aku akan membantu Lucia mengurus sebuah Restoran, oke?" ucap ku kepada Minnie
"apa? kau Hunter dan anak orang kaya, masa iya kau jadi pengurus Restoran" ucap Minnie
"lalu apa yang harus kulakukan?" ucap ku bertanya
"tidak apa apa Minnie, aku juga memerlukan seseorang untuk mengurus restoran itu. aku juga tidak sanggup mengurus nya sendiri" ucap Minnie
"lihat apa yang dikatakan Lucia" ucap ku
"baik lah aku akan mengikuti kata Lucia, namun apakah kau bisa memasak?" ucap Minnie bertanya
"tentu saja aku bisa memasak.. jangan meremehkan masakan ku" ucap ku dengan rasa bangga
__ADS_1
"kalau begitu kau akan tinggal dimana?" ucap Minnie
"di rumah mu" ucap ku dengan sedikit khawatir
"kalau begitu di rumah kau juga yang masak, kami selalu membeli makanan" ucap Minnie dengan licik
"apaaa!!" ucap ku dengan kaget
"aku akan memakai kamar kosong, dan Minnie memakai kamarnya, dan kau pakai kamar gudang, kau bisa membuat nya seperti kamar mu sendiri" ucap Lucia
"Lucia.. haa.. baiklah.. aku akan mengurus nya" ucap ku dengan lemas
lalu setelah perjalanan yang panjang, kami sampai di rumah Minnie pada pukul 6 pagi
"Minnie, rumah mu tidak berubah sama sekali" ucap ku kepada Minnie
"aku hanyalah Hunter peringkat C" ucap Minnie dengan sedikit kesal
"Guren, aku akan membantu memindahkan barang barang dari gudang. aku juga akan membantu membersihkan gudang" ucap Lucia
"Lucia memang yang terbaik, tidak seperti dia, ehem ehem" ucap ku sambil menyunggingkan Minnie
"hoo.. lihat saja kau tidak akan dapat makan" ucap Minnie dengan licik
"baik lah baiklah, kalian tidur saja dulu. aku akan membersihkan gudang nya sendiri" ucap ku
"apakah tidak apa apa, Guren?" ucap Lucia sedikit khawatir
lalu Minnie dan Lucia masuk ke kamar mereka masing masing, aku juga memulai membersihkan gudang lalu memindahkan barang barang yang tidak berguna ke atas loteng rumah.
aku juga menggunakan beberapa jurus untuk membersihkan debu debu dengan cara melahap nya dan membakarnya dari dalam ruang kegelapan.
"fiuh, hanya dengan 30 menit seluruh nya bersih, tinggal membeli barang barang" ucap ku
aku baru mengingat bahwa aku masih memiliki uang 500jt dalam kartu pemberian ayah.
dengan itu aku langsung keluar rumah untuk membeli barang barang ku
aku berjalan menuju tempat pertama, yaitu membeli tempat tidur, lemari pakaian, meja belajar dan bangku belajar, serta lampu belajar.
aku tidak menyewa orang untuk datang ke rumah mengantarkan barang itu, namun aku menggunakan SUB-SPACE untuk ku simpan dan di keluarkan saat di rumah nanti.
setelah itu aku pergi ke tempat selanjutnya yaitu toko elektronik, aku membeli lampu dan yang lainnya.
lanjut lagi ke tempat selanjutnya dan lainnya, setelah semua nya sudah terpenuhi. aku lanjut ke tempat kendaraan bermotor.
saat aku memasuki toko, aku melihat salah satu pegawainya dan memanggilnya
"hey, bisakah kau panggil manajer mu?" ucap ku
'siapa ini? orang kampung yang datang ke kota ini?' ucap pegawai dalam hati
__ADS_1
"permisi tuan, ada yang bisa di cari?" ucap pegawai itu lanjut bertanya
"aku ingin membeli motor CB250T itu" ucap ku
"tuan CB250T itu sangat lah mahal, bisakah anda membelinya?" ucap pegawai
"hey kau.. jangan memandang rendah seseorang! panggil manajer mu" ucap ku sedikit kesal
"apakah orang kampung seperti mu ingin membelinya?" ucap pegawai
tiba tiba saja datang lagi salah satu pegawai dan menenangkan keadaan
"sudah sudah, tuan. ada yang bisa saya bantu?" ucap pegawai itu
"hmph, orang kampung saja kau ingin layani" ucap pegawai itu sambil pergi
"maaf kan kami atas perlakuannya tuan, ada yang bisa saya bantu" ucap pegawai itu
"ya.. aku ingin membeli CB250T" ucap ku
"saya tidak bisa menangani hal yang seperti itu, saya akan panggilkan manajer terlebih dahulu" ucap pegawai itu sambil pergi
setelah menunggu beberapa saat, akhirnya manajer itu pun datang.
"ada yang bisa kami bantu?" ucap manajer itu
lalu datang lah pegawai yang menindas ku tadi
"manajer, pakaian orang ini sangat jelek. mungkin dia hanya orang kampung" ucap pegawai itu
"diam lah, tuan ada yang bisa kami bantu?" ucap manajer
"aku ingin membeli CB250T, langsung bayar lunas" ucap ku sambil mengeluarkan kartu pemberian ayahku
"ini.. kartu ini.. tidak mungkin.. anda.. anda adalah.." ucap manajer dengan gugup dan berkeringat
"ada apa?" ucap ku dengan heran
tiba tiba saja manajer itu langsung bertekuk lutut dan mengatakan.
"ini adalah kartu Vibra, salah satu 5 kartu tertinggi. yang memiliki kartu Vibra hanya 4 keluarga besar dunia, dan anda salah satu pengguna Vibra" ucap manajer itu
"jadi dia adalah.. bangsawan dunia?" ucap para pegawai itu
"aku ingin kalian merahasiakan ini atau kalian akan terjatuh ke jurang kemalangan, dan juga aku ingin CB250T di pakai sekarang. lalu orang yang menindas ku ini di pecat" ucap ku
"kami akan mematuhi anda" ucap manajer sambil memberikan kartu Vibra kepada ku
lalu aku pergi kembali ke rumah Minnie dengan mengendarai kendaraan baru ku, yaitu CB250T
TO BE CONTINUED
__ADS_1