
...*Medan perang di luar Kastil...
*DUAR DUAR
"cepat! kita hanya perlu menahannya sampai Raja para undead dikalahkan oleh Four Great Power."
"jangan menyimpan tenaga! langsung keluarkan semuanya!"
"pertaruhkan nyawa kalian! agar kita bisa menang!"
*DUAR DUAR DUAR
Medan pertempuran semakin kacau. lumayan banyak nyawa yang hilang akibat pertempuran gelombang kedua kali ini.
walaupun begitu, mereka tetap memperjuangkan seluruh jiwa dan raga mereka untuk memperoleh kemenangan.
*SHRING SHRING
ksatria.. penyihir.. bahkan seorang petarung tangan kosong. semuanya ikut serta demi memperjuangkan kemenangan.
mereka semuanya melakukan hal ini.. hanya demi melindungi orang yang mereka sayangi. mempertaruhkan nyawa untuk orang yang mereka sayangi adalah hal yang sangat keren.
namun.. di balik perjuangan mereka yang sangat luar biasa itu.. ada sebuah konspirasi yang terjadi di balik seluruh kejadian yang berada di balik kejadian besar ini.
"semuanya.. jangan takut! kalian hanya perlu menahan monster monster ini. jangan biarkan mereka menganggu kedamaian di tanah kebebasan kita ini, benarkan!!?" ucap Abaddon memberikan semangat
"benar! ikuti kata kata pemimpin!!"
"mari kita berjuang!!"
"woah!!"
mereka sangat mempercayai Abaddon. mereka semua menaruh harapan yang besar kepada Abaddon, sebagai pimpinan pasukan Revolusioner.
monster monster Undead yang terbuat dari tengkorak manusia, hewan, dan binatang lainnya. berkumpul di dalam Medan perang ini.
*PRANK PRANK SHRING
para pasukan ksatria yang pemberani menebaskan pedang nya kepada Undead.
*DUAR DUAR DUAR
para penyihir dengan kekuatan sihir ledakan mereka terus menerus melemparkan sihir ledakan mereka kepada Undead yang berkerumun.
dengan tingkatan kekuatan umat manusia kali ini, mereka telah berhasil untuk memiliki peluang kemenangan yang besar dalam pertarungan kali ini.
pertarungan di sisi luar kastil memang lah terlihat baik baik saja.. namun, bagaimana jika pertempuran para Four Great Power yang berada di dalam kastil?
...*di dalam kastil koral, tahta raja Undead....
terlihat seorang Undead raksasa yang berada di sisi kanan sedang berlutut di hadapan Gaskins yang berada di singgasana nya.
dan juga, ada Undead yang berbentuk manusia serigala juga berlutut di hadapan Gaskins yang berada di singgasana nya.
mereka berdua telah siap untuk berperang atas perintah dari Abaddon. namun, mereka akan di berikan komando oleh Gaskins sebagai aba aba nya.
"Raja Undead, tuan Gaskins. haruskah kita berdua turun tangan?" ucap salah satu dari dua pengawal Gaskins, Undead Raksasa, tangan kanan dari Gaskins. Righter.
"untuk saat ini.. kita harus menahan tindakan kita dahulu, seperti perintah dari tuan kita. dia menyuruh kita untuk bertarung mati Matian melawan 4 manusia yang memasuki kasti koral." ucap Gaskins kepadanya
"tapi.. bukan kah itu akan sangat sulit? tuan Abaddon mengatakan bahwa 4 manusia itu sangatlah kuat. jadi, kita harus melawannya dengan kekuatan penuh kita." -Righter
"memang benar. tetapi, kita harus tetap menunggu sampai mereka berada di sini, barulah kalian bertindak sesuka kalian."
__ADS_1
-Gaskins
"tuan Gaskins, indera penciuman saya merasakan bahwa. para manusia itu sudah semakin dekat dari sini." ucap salah satu dari dua pengawal Gaskins, tangan kiri dari Gaskins. Lefter.
"ya, Lefter. sepertinya kau sudah sangat tidak sabar untuk perang habis habisan ya? kalau begitu aku akan memberitahukan kepada kalian siapa yang cocok untuk menjadi lawan kalian.." ucap Gaskins
...*di sisi para Four Great Power...
*Tak Tak Tak
mereka semua masih berlari lari di lorong kastil koral untuk mencari tempat raja Undead berada.
dan juga, mereka sangat di buat heran oleh kastil ini. mengapa tidak ada satupun Undead yang berada di satil koral.
"Rudra! mengapa tidak ada Undead satupun di kastil ini? seolah olah ini di buat untuk tempat pertarungan kita pribadi." ucap Chyntia
ya.. Chyntia adalah seorang penyihir yang memiliki kekuatan yang sangat kuat. sekaligus memiliki intuisi dan insting yang sangat mengerikan.
bahkan Abaddon saja sangat berhati hati dalam bertindak jika itu di depan Chyntia. walaupun dia sangat bodoh dan tidak pandai dalam mengatur sebuah alur pertempuran.
tetapi, insting dan intuisi nya tidak dapat diremehkan. orang itu, dia sangat mengerikan jika dalam hal tertentu.
"aku tidak tahu! kita hanya perlu mencari raja Undead dan mengalahkannya! agar seluruh Undead yang ada di luar kastil dapat musnah." ucap Rudra
"benar. jika kita membuang buang waktu, maka di luar kastil akan semakin banyak korban. bahkan jika yang mereka lawan itu pimpinan sendiri." ucap Verona
mereka pun semakin dan semakin dekat dengan pintu ke aula utama dari kastil koral. jika mereka berlari, maka dalam waktu singkat mereka akan menemukan ruangan itu.
"itu! itu dia! di dalam kastil ini hanya ada satu ruangan! dan itu ruangannya!" ucap Verona dengan bersemangat
"tenang Verona, mungkin saja itu jebakan bukan? kita tak tahu apa yang terjadi." ucap Rudra dengan hati hati
"tidak! kita sudah berkeliling kastil ini dengan waktu yang lama. dan hanya ada ruangan ini, yang artinya di sini lah ruangan rajanya." ucap Chyntia
melihat Sweet yang merasakan aura Undead, mereka pun menjadi percaya bahwa ruangan itu adalah ruangan Raj para undead.
dikarenakan Sweet adalah seorang Necromancer, dia juga memiliki pasukan undead nya yang berada di dimensi lain darinya.
"mari kita segera buka, Rudra." -Chyntia
"ya.."
Rudra, dia langsung mengeluarkan pedang nya.
pedang panjang dengan berat yang sangat ringan. daya tahan pedang nya yang sangatlah keras.
walaupun pedang nya ringan, tetapi daya serang nya tidak lah kalah kuatnya dengan oedang oedang ternama lainnya.
Exicaliburn, adalah pedang milik Raja Arthur. hanya dia yang memiliki hak untuk mengangkat pedang itu.
pedang nya diturunkan langsung dari langit, salah satu pedang dan artefak yang termaksud kategori harta ilahi milik para dewa.
pedang yang diberikan kepada Rudra adalah pedang pajangan biasa yang di jadikan pajangan oleh Dewata Tertinggi. Abaddon mengambil pedang nya karena dia ingin menyimpannya.
tetapi, tanpa disangka bahwa pedang itu akan berguna untuk salah satu calon murid dari Rajanya.
dan.. walaupun itu hanyalah pedang pajangan.. tetapi kualitas pedang nya jika di pakai oleh mahkluk fana, maka pedang itu termaksud kategori artefak Harta Ilahi.
*SHRIINGG
Rudra mengeluarkan sebuah tebasan vertikal biasa
*BRUAAAK
__ADS_1
hanya dengan tebasan biasa, itu mampu membuat pintu masuk ke aula utama kastil koral hancur berkeping keping
di sana, mereka (Four Great Power) melihat seseorang Undead dengan aura yang sangat menekan mereka.
aura Undead yang berada di sisi kirinya, adalah Undead dengan kekuatan di atas legendaris. dan begitu juga yang berada di sisi kanannya.
mereka berdua memiliki kekuatan yang sama, tetapi yang jadi perbedaan nya adalah tinggi badan dan betapa besar nya mereka.
"jadi kau.. adalah seseorang serangga yang masuk ke dalam kastil ku." ucap Gaskins kepada mereka
"kami bukan serangga! kami adalah anggota inti dari Pasukan Revolusioner! yang harus memberantas para pengacau tanah kebebasan!!" ucap Rudra dengan sangat tegas dan lantang
"hooh. jadi itu kalian. kalian memiliki kekuatan yang sangat luar biasa untuk seukuran manusia, mengapa tidak bergabung dengan ku saja? kita bisa menguasai dunia ini bahkan sampai ke dunia lainnya!!" -Gaskins
"aku menolak! kami ini mendapat kan perintah untuk membunuh mu! bukan untuk bergabung dengan mu dan menguasai dunia ini tahu!!"
-Rudra
"haduh.. kau ini orang nya tidak menarik ya.."
-Gaskins
sesaat setelah dirinya selesai mengatakan hal itu. Undead yang berada di sisi kanan Gaskins, Righter.
dia dengan bergerak dengan cepat dan memukul Verona hingga terpental cukup jauh.
*WHOOS
gerakan nya memang tidak terlalu cepat, namun, entah mengapa mereka tidak bisa mengikuti gerakan dari Undead itu.
*BRUAK BRUAK BRUAK
Pukulan yang dihempaskan oleh Righter sangatlah kuat.
bahkan, sampai sampai. Verona terlempar sejauh 3 ruangan dari aula utama, tempat dia berdiri tadinya.
"KUHK! aku terlempar cukup jauh! sialan kau. beraninya menyerang ku secara mendadak seperti ini.." ucap Verona yang cukup kesal
melihat itu, Rudra sempat terkejut akan hal itu.
"VERONA!!" -Rudra
awalnya, Rudra ingin membantu Verona untuk mengalahkan Undead raksasa itu. namun, Undead yang berada di sisi kiri Gaskins ikut bergerak menyerang Sweet dengan kecepatan yang bahkan jauh melebihi suara
*WHIIS
*BRUAKKK
Sweet terpental cukup jauh akibat serangan yang dihempaskan oleh Lefter.
namun, dia terpental tidak sejauh saat Verona terpental. sepertinya ada suatu kejanggalan diantara mereka berdua.
"SWEET!!" -Rudra
melihat Sweet yang ikut diserang secara mendadak. itu membuat Rudra sedikit bingung.
dia ingin membantu Sweet terlebih dahulu atau Verona terlebih dahulu.
"nah.. kau bingung bukan..? kau tentukan lah siapa yang ingin kau selamatkan, hahaha." ucap Gaskins
melihat ini.. Rudra sangat di buat bingung..
"Tch! kau membuat ku sangat kerepotan!" ucap Rudra
__ADS_1
...TO BE CONTINUED...