INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 44. Seorang Petapa dunia lain


__ADS_3

setelah berjalan sedikit lama, kami sampai di kota terdekat dari Gate.


"Villas, setelah makan kita akan langsung pergi" ucap ku kepadanya


"Langsung?? tidak ingin beristirahat sejenak?" tanya Villas


"kita tidak bertarung bukan? jadi kita tidak lelah"


"benar juga"


"baiklah, ayo cari restoran"


kami keliling kota untuk mencari restoran dengan makanan enak.


setelah muter muter, kami menemukan salah satu restoran yang makanan nya enak.


......


"terdengar enak, kalau begitu mari masuk" ucap ku kepada Villas


"ayo boss" ucap Villas


lalu kami pun memasuki restoran dan memesan makanan.


setelah memesan makanan, kami menunggu sambil mengobrol.


"Villas, bencana Catashtrop aku memiliki rencana" ucap ku kepadanya


"apa itu boss?" tanya Villas


"kau mengajak 5 Hunter peringkat SS lainnya untuk berjaga di sekitar area Gate nanti"


"memangnya Gate nya muncul dimana?"


"menurutku, itu akan muncul di Negara Pusat Dunia"


"disana? kenapa disana?"


"karena menurut ku magicules terbanyak ada di sana"


"jadi begitu, rencana nya apa boss?"


"aku yang akan menangani Gate itu dan melawan boss nya, sedangkan kau dan yang lainnya hanya perlu melihat pertarungan ku"


"lalu apa aku harus diam saja sampai masalah selesai?"


"tentu tidak, jika keadaan semakin memburuk kau harus membantu ku. aku tidak bisa menyelesaikan ini sendirian, aku tidak cukup kuat melakukannya"


"baiklah kalau begitu"


"ah makanannya datang, sebenarnya aku ingin menjelaskan lebih lanjut"


*makanan pun tiba


"mari makan Villas, kapan kapan akan ku jelaskan lagi rencananya"


"baik bos"


kami pun makan makanan yang kami pesan


20 menit kemudian


sesudah kami menyelesaikan makan makanan kami, aku dan Villas langsung pulang menuju Negara Pusat Dunia.


"Villas, naik pesawat seperti ini akan sedikit lama bukan?"


"tenang saja bos, tidak akan terlalu lama"


3 hari kemudian, kami telah sampai di Negara Pusat Dunia.


"lama sekali" ucap ku dengan sedikit kesal


"tenang bos" ucap Villas


"hah, baiklah, kalau begitu aku akan pulang terlebih dahulu ke rumah keluarga besar ku"


"oke bos!"


setelah keluar dari bandara, aku memesan Taksi online untuk pergi.


"ingin pergi kemana?"


"Utara"


"baiklah"


setelah sampai, aku langsung pergi menuju kediaman besar keluarga Rendra dan menemui ayah ku.


tanpa diketahui siapa pun, aku masuk ke ruangan kerjanya dan berbicara


"apa yang membuat mu kesini, Guren?" tanya ayah ku


"aku ingin membicarakan sesuatu" ucap ku kepadanya


"membicarakan apa?"


"jadi begini..."


aku menceritakan apa yang Addison katakan dan meminta izin kepadanya


"itu terserah dirimu, aku tidak dapat melarang mu"


"baiklah"


"apa kau ingin pergi sekarang?"


"ya.."


"tidak perlu terburu buru bukan?"


"maaf, tapi menyerap energi tidak semudah yang ayah pikirkan"


"begitu..? yasudah"

__ADS_1


"sampai jumpa"


aku keluar dari kediaman Rendra.


aku mengeluarkan sayap ku dan terbang


*Whuss


"saat nya pergi ke gunung"


dengan cepat, aku melesat ke Negara C.


*gunung Ruenji


"jadi itu gunung nya ya.."


"pergi ke atas tertinggi dari gunung" ucap Addison


"baiklah"


aku mencari tempat tertinggi dari gunung.


setelah mencari cari, akhirnya aku berhasil menemukan tempat tertinggi dari gunung.


"apakah sudah cukup segini?"


"ini sudah cukup"


"kalau begitu apa yang harus kulakukan?"


"rasakan aura di sekitar mu, lalu seraplah"


"baiklah"


aku mulai merasakan aura dan aku benar benar di buat terkejut


"Addison, apakah auranya sebanyak ini?"


"ya, ini adalah aura alam"


"kalau begitu aku akan menyerap nya dan langsung merubahnya menjadi energi gelap"


"jangan! kau hanya menyerap nya terlebih dahulu"


"maksud mu?"


"kau menyerap energi murni pada satu titik di dadamu, lalu setelah menyerap habis kau baru lah mengubah nya menjadi energi kegelapan dan kau akan bertambah kuat"


"jadi begitu.."


aku mulai mengikuti apa yang Addison beritahu.


"seperti biasa, kau Langsung bisa melakukan nya.. mungkin kau adalah yang terpilih"


aku menyerap nya selama 1 hari penuh


"wah, ini sudah larut, aku harus mencari makanan"


aku turun gunung dan menyusuri hutan untuk mencari makanan


setelah mencari kesana kesini, akhirnya aku menemukan nya.


ya, itu adalah seekor harimau.


"waw, apakah hari ini aku makan daging?"


"gerrrr" harimau itu menatap ku dengan tatapan memangsa


"hm?? kau menatap ku seperti itu?"


"wakhhh" harimau itu menerjang menyerang ku


"hee.."


*buk buk puk


aku menghajar harimau itu sampai tewas


"aih, apakah begini kehidupan sehari hari ku?"


aku menaiki gunung kembali.


setelah memotong harimau, membuat api unggun, dan membakar daging harimau, aku kembali melakukan penyerapan terhadap energi alam.


aku menyerap energi alam sampai pagi hari.


"ngomong ngomong, jika memakai pakaian begini akan tidak cocok dengan alam"


lalu aku memikir kan bentuk seperti apa yang ada di benak ku.


"ah, aku akan memakai pakaian kuno"


lalu aku menggunakan aura ku untuk mengubah bentuk baju ku dan berubah menjadi pakaian kuno.


"nah, begini lebih cocok"


lalu aku mengeluarkan pedang milik ku dan memakainya di samping pinggang ku.


"hm! ini terlihat keren!"


lalu aku mulai melanjutkan penyerapan energi alam.


kehidupan ku sehari hari sekarang adalah menyerap energi alam.


lalu saat aku merasa lapar, aku akan turun gunung dan mencari mangsa untuk dimakan.


7 hari berlalu, aku mulai penasaran dengan isi gunung ini.


aku memutuskan berkeliling gunung untuk menyelesaikan isi penasaran ku.


saat keliling gunung yang belom pernah kulewati, aku melihat sebuah rumah kayu.


"apa itu? rumah yang terbuat dari kayu?"

__ADS_1


aku menghampiri rumah itu, tiba tiba saja aku mendengar seseorang sedang berbicara.


"hey, kau!" ucap orang itu


"apa? siapa kau!? dimana kau berada!?" ucap ku dengan teriak


aku tidak melihat orang itu sekalipun.


"Hay anak muda!" ucap orang itu berada di belakang ku


"ah, ternyata seorang kakek kakek" ucap ku kepadanya


"hoho, apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya kakek itu


"aku sedang melakukan penjelajahan gunung"


"kau menjelajahi gunung??"


"ya, memangnya kenapa kek?"


"tidak apa apa"


"kakek, apa yang sedang kau lakukan? apakah kau sendirian?"


"ya, aku di sini sendirian"


"apa yang sedang kau lakukan?"


"aku melakukan pertapaan"


"pertapaan? apa itu pertapaan?"


"pertapaan itu seperti seorang biksu yang menyerap aura, harus melakukan nya di tempat yang sunyi dan terhindar dari kerumunan atau tempat yang berisik"


"aku tidak mengerti apa yang kakek bicarakan"


"wajar saja kalian tidak mengerti"


"hm? apa maksud kakek?"


"ya, aku bukan berasal dari dunia ini.."


*!!!


seketika aku terkejut


"apakah kakek melewati pintu portal dimensi di bawah laut?"


"apa! bagaimana kau tahu?!"


"aku sempat melihat nya, aku mengkonfirmasi bahwa itu terhubung dengan dunia lain"


"memang benar, aku menemukan itu juga di dasar laut yang dalam. saat aku memasuki nya, aku juga berada di laut"


"lalu?"


"tiba tiba saja saat aku keluar dari laut, dunia sudah beruba seperti ini.. ku kira ini adalah dunia masa depan"


"memang nya di dunia kakek seperti apa?"


"ya.. itu penuh dengan para pertapa dan kultivator"


"peta- apa?"


"Petapa dan kultivator"


"manusia?"


"tentu manusia"


"mengapa kau tidak kembali ke dunia mu?"


"saat aku mencoba masuk kembali, aku tidak bisa masuk"


"begitu ya.. lalu apa itu Petapa dan kultivator??"


"Petapa itu adalah manusia yang melakukan pertapaan dengan menyerap energi alam, dengan di oleh ajaran Buddha. sedangkan untuk kultivator itu hampir serupa dengan Petapa, mereka menyerap energi alam dengan bimbingan ajaran Tao"


"jadi begitu ya.."


"kau mengerti, anak mudah?"


"tidak sama sekali"


"hoho, bukan kah disini kau juga menyerap energi alam?"


*!


aku terkejut


"kau mengetahuinya?"


"benar, saat aku tiba di dasar laut, aku melihat suatu energi alam yang sangat luas disini"


"apa? portal dimensi nya disini?"


"tidak, tapi mataku ini bisa melihat segala jenis energi"


"kau itu Petapa atau kultivator"


"aku itu Petapa"


"jadi begitu.."


"anak muda, ini hampir malam, lebih baik obrolkan di dalam rumah saja"


"ah, baiklah lah kalau begitu"


"mari masuk"


"iya"


aku mulai masuk ke rumah kakek itu

__ADS_1


...TO BE CONTINUED...


__ADS_2