
Keesokan harinya, aku menelpon Villas untuk memberikan jadwal penyerangan.
"hallo villas" ucap ku kepadanya lewat telepon
"[halo boss, apa kabar mu??]" ucap Villas
"aku baik baik saja, aku menelpon mu kali ini untuk memberikan jadwal penyerangan terakhir"
"[kita akan bergerak??]"
"benar, mungkin kita sudah kehabisan waktu"
"[boss, aku juga memprediksi bahwa Gate ini akan segera Dungeon break]"
"hm.. kalau begitu hari ini saja kita pergi nya??"
"[aku bisa saja boss, aku akan selalu mengikuti mu]"
"kalau begitu nanti sore aku akan pergi ke tempat mu"
"[baik bos!]"
*Tut
aku menutup telpon
"haah, saat nya meminta izin"
aku keluar dari kamar ku, dan aku melihat Minnie dan Lucia di ruang tamu.
aku menghampiri mereka
"sedang apa kalian??" ucap ku kepada mereka
"waahh, kau mengagetkan ku!" ucap Minnie
"Guren, apakah kau sudah pulih??" tanya Lucia
"aku sudah pulih, dan aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian"
"apa itu??"
"kalau begitu kita duduk terlebih dahulu"
lalu aku, Lucia, dan Minnie pun duduk untuk membicarakan tentang aku akan pergi ke gunung.
"jadi begini, aku akan pergi ke gunung untuk berlatih kembali" ucap ku kepada mereka
"apa!!! apakah kau ingin bertahun-tahun lagi di dalam gunung itu?!" tanya Minnie
"apakah kau ingin pergi lagi, Guren??" tanya Lucia
"aku tidak akan lama, paling tidak selama 1 bulan"
"kau serius??"
"aku sangat serius"
"lalu bagaimana dengan universitas??"
"aku bisa meminta izin bukan??"
"memangnya universitas akan memberikan libur pada mu begitu saja??"
"hm.. tenang saja.. itu adalah hal yang mudah"
"apakah kau akan pergi sekarang?"
"benar, memang nya kapan lagi"
"kalau begitu hati hati"
"Guren, berhati hati lah"
"...baiklah, kalian tenang saja"
"ya.."
"kalau begitu aku akan pergi"
aku keluar rumah sambil melambaikan tangan kepada mereka berdua
"dia pergi.." ucap Minnie
"tenang saja, dia akan menepati janji nya" ucap Lucia
"hm? Lucia, jangan lah menangis.."
"Minnie, kau juga mengeluarkan air mata"
"apa? apakah aku benar benar mengeluarkan air mata??"
"benar"
"mungkin itu karena kepergian dirinya"
"kita hanya perlu berharap yang terbaik baginya"
di sisi lain, aku mendatangi Potpourri Bar
aku langsung datang dan bertemu dengan Licht.
"apa yang membuat mu kesini??" tanya Licht
"aku akan pergi ke suatu tempat"
"sampai kapan?"
"mungkin sangat lama..?"
"jangan lebih dari 1 bulan, aku akan merindukan mu"
"... terserah dirimu"
aku pergi dari Potpourri Bar.
kini aku terbang dengan sayap ku yang indah menuju Guild tempat Villas
*10 menit kemudian
aku mendarat tepat di depan kantor guild Villas.
*...
aku terdiam
__ADS_1
"baiklah, telpon dia dulu"
aku menelpon Rumia dan memintanya untuk menjemput ku.
*Suara inda bersama Burung
Ringtone hp Rumia
"Rumia, telpon mu berbunyi"
"ah, aku akan mengangkat nya dahulu.." Rumia tiba tiba terdiam
"ada apa?"
"hallo tuan Guren" ucap Rumia
"apaa!!" Villas terkaget
"baik, baik, saya akan segera kesana"
*tut
Rumia mematikan telepon
"Rumia!! apakah itu boss?!" tanya Villas
"iya, dia meminta ku menjemput nya di depan gedung ini"
tanpa basa basi, Villas dengan cepat menuruni lantai guild dengan cepat
para pegawai yang melihat itu terheran heran
"apa yang membuat ketua terburu buru??"
"apa dia sedang mengejar monster??"
*di luar gedung
"dimana Rumia.." ucap ku sambil menunggu
tiba tiba saja datang lah Villas berlari ke arah ku
"boss!!" teriak Villas
"Villas??"
"ya boss, saya sudah sampai di sini"
"kau? bukan kah aku menyuruh Rumia yang kemari?"
"hmm.. ah.. Rumia sedang ada urusan di kantor"
tiba tiba saja Rumia datang dari belakang Villas
"saya disini.." ucap Rumia
"uh.."
"lupakan, sekarang aku akan pergi dengan Villas"
"kita berangkat sekarang??"
"benar, aku harus segera pergi ke gunung"
"baiklah kalau begitu"
*puk
aku memegang pundak nya
"ada apa bos?" ucap Villas bertanya
"kita pergi sekarang!"
"apa?! tunggu bos-"
"ahhhh" sebelum menyelesaikan omongan nya, aku langsung terbang menuju Gate berada
*sfuuus
beberapa menit kemudian
*bruakk
"apa? padahal aku mendarat dengan sangat pelan, tapi efek dari kekuatan kegelapan ku sebesar ini"
"kita sudah sampai boss?"
"ya, mari kita masuk"
lalu kami memasuki Gate.
di dalam gate, aku terkejut, karena gate kali ini bukanlah berisi banyak monster.
melainkan hanya ruangan luas dan 1 batu prasasti yang besar
"apakah ini batu? mengapa ada tulisannya?" ucap Villas
'ini.. tulisan kuno??' ucap ku dalam hati
"Villas, kau cek area lain" ucap ku kepadanya
"baiklah"
aku mendekati prasasti itu dan melihat nya
"prasasti yang lumayan besar, sebesar 10 meter dan selebar 5 meter??"
tiba tiba saja, Addison ikut angkat bicara
"ini tulisan kuno"
"apakah kau mengerti?"
"tentu saja aku mengerti"
"bisakah kau bacakan?"
"baiklah, kau dengarkan baik baik"
"ya.."
"[aku.. di sini telah kalah melawan mereka.. aku melarikan diri.. meninggalkan seluruhnya.. teman.. saudara.. aku adalah seorang bajingan.. jika kalian.. menemukan ku di sini.. tolong bunuh lah.. dia.. aku meninggalkan Pedang berharga ku.. disini.. ini cukup untuk membunuh nya.. DEWATA TERTINGGI..]
begitu katanya"
__ADS_1
"kau tahu dia itu siapa?"
"mari kita lihat, mungkin dia orang yang kuat. karena mampu membuat dimensi"
"apa!? Dungeon ini dia yang buat?"
"benar, sepertinya dia adalah orang yang memiliki status tinggi di zaman dulu"
"kalau begitu siapa dia?"
"mari temukan pedang nya terlebih dahulu, aku bisa mengidentifikasi siapa orang itu"
"apakah kau tidak menemukan petunjuk?"
"sayang sekali tidak"
tiba tiba saja Villas datang dengan tergesa-gesa.
"boss!"
"ada apa Villas??"
"ikut dengan ku, aku menemukan sesuatu!"
"ayo!"
lalu kami pun langsung pergi ke tempat itu, dan ternyata itu adalah ruangan dari penulis prasasti.
"ini.."
"apa itu boss?"
di situ, aku melihat sebuah kerangka yang sedang duduk di atas sebuah tahta.
dia memakai mahkota dan di depannya ada sebuah pedang dengan sarung nya.
"Villas, bisakah kau keluar?? aku ingin melakukan sesuatu di sini"
"baiklah bos! kalau butuh bantuan panggil aku kapan saja"
"baiklah"
Villas pun keluar
"Addison, siapakah dia?"
"dia adalah.. salah satu dari 3 agung"
"3 agung?"
"ya.. mereka adalah 3 orang terkuat di dunia ini, yang pertama adalah seorang Mage, yang kedua adalah seorang Knight, yang ketiga adalah seorang Assassin"
"kau tidak termaksud 3 Agung?"
"aku lebih kuat dari 3 agung, jadinya tidak termaksud"
"lalu dia ini siapa? menurut pendapat ku adalah seorang Assassin?"
"benar, bagaimana kau tahu?"
"pedang nya"
"pedang ini memang untuk Assassin, kau tahu ini terbuat dari apa?"
"salah satu logam mulia?"
"tidak, itu terbuat dari pedang para Dewa dan Malaikat"
"apa?! apa maksudmu?"
"mungkin dia mengambil seluruh pedang yang bekas di pakai Dewa dan Malaikat, lalu menggabungkan semua nya menjadi satu"
"bagaimana caranya?"
"kau akan tahu nanti di masa depan, sekarang coba kau pakai pedang itu"
lalu aku mengambil pedang nya dan membuka nya
*Wuuushh
baru sedikit aku membuka pedang dari sarungnya, aura pada pedang terasa sangat kuat.
*sringg
aku menatap tajam pedang itu
"sangat indah.."
"pedang itu sangat kuat, bahkan bisa membunuh seorang Saint God"
"apa itu Saint God?"
"nanti kau juga akan mengetahui nya"
"lagi lagi kau seperti itu"
berikut adalah ilustrasi pedang
ilustrasi di ambil dari Google
"baiklah, saat nya pergi"
lalu aku pergi menuju jalan keluar, sebelum keluar dari ruangan.
aku merasa selalu tertekan
"ada apa ini?"
lalu aku tersadar sesuatu
"oh, tenang saja, aku akan membunuh sang Dewata Tertinggi" ucap ku sambil melambaikan tangan kepada kerangka itu
seketika aku tidak merasakan tertekan lagi dan langsung pergi menuju tempat Villas
"Villas! ayo kita pergi"
"kau sudah selesai boss?"
"iya, kalau begitu mari keluar, aku ingin makan"
"aku yang akan teraktir mu, bos!"
"terserah kau"
__ADS_1
setelah keluar, kami langsung pergi ke kota terdekat untuk mencari makanan.
...TO BE CONTINUED...