INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 70. City of Death IV


__ADS_3

*1 jam setelah Edzard dan 3 bawahan nya melakukan penggilaan


"hah, hah, hah, apakah sudah selesai? ini sedikit mengecewakan" ucap ku


lalu, Satan, Abaddon, dan Beelzebub pun datang kepada ku


"Raja ku, anda telah selesai menikmati pertarungan ini?" ucap Satan


"lumayan, kalau begitu kau panggilah Gartia dan yang lainnya, suruh mereka ke sini"


"baik Raja ku"


Satan pun pergi mencari Gartia dan 3 murid ku.


"Raja ku, apa yang harus saya lakukan?" tanya Abaddon


"Abaddon kah, hm.. kalau begitu ikutlah dengan kami" ucap ku kepadanya


"maaf..?" ucap Abaddon dengan bingung


"iya, di dalam sangat berbahaya, kau harus melindungi Gartia bukan? begitu juga kau, Beelzebub. Kau juga harus melindungi 3 murid ku" ucap ku kepada mereka


"terimakasih telah mempercayai kami!!" ucap mereka berdua


"haha baiklah"


tidak lama setelah itu, Gartia, Satan, dan 3 murid ku datang.


"master! apa kau baik baik saja?" tanya Irene dengan sangat khawatir


"tentu saja.. aku baik baik saja.." ucap ku kepadanya


"syukurlah" ucap Irene dengan nafas lega


"master, anda sangat kuat!" ucap Garou dengan kagum


"haha, aku adalah master mu!" ucap ku kepadanya


"padahal monster itu di tingkat legendaris" ucap Dagruel


"kau benar benar.. aku tidak tahu harus berkata apa lagi.." ucap Gartia dengan bingung


"kalau begitu tidak usah basa basi, kita harus memasuki kota itu" ucap ku menunjuk sebuah reruntuhan


"mungkin saja, apakah di dalam nya itu adalah ruangan atau segala macam nya?" tanya Gartia


"tidak tahu, mungkin saja yang di dalam itu adalah sekelompok monster yang sangat banyak" jawab ku kepadanya


"monster!? menakutkan! bagaimana kita mengalahkan nya? akan kah kau menggila lagi?" ucap Gartia dengan sedikit khawatir


"tidak tahu, lakukan lah yang terbaik" ucap ku kepadanya


Gartia pun mengangguk kan kepala nya.


kami pun bersiap siap untuk memasuki reruntuhan itu.


"KALAU BEGITU AYO MASUK!!" ucap ku dengan keras


kami pun memasuki reruntuhan itu, di sana sangat lah gelap.


"Abaddon, nyalakan api untuk kami" ucap ku memberi perintah


"baik"


Abaddon pun menyalakan api kecil masing masing untuk kami.


1 orang memiliki 1 apinya tersendiri, ini efektif agar mereka tidak tersesat atau lain sebagainya.


"Gartia dan 3 murid ku harus di tengah, Beelzebub dan Abaddon, kalian di depan lah" ucap ku kepada mereka


"baik Raja" ucap Abaddon dan Beelzebub

__ADS_1


"bagaimana dengan mu?" tanya Gartia


"aku dan Satan akan berada di belakang" jawab ku kepadanya


"apa yang kalian lakukan?" ucap Gartia


"tentu saja melindungi kalian dari belakang" ucap ku


Gartia pun menyetujui nya dan kami melanjutkan perjalanan kami untuk masuk lebih dalam.


aku baru menyadari, bahwa reruntuhan ini seperti labirin bawah tanah (?)


kami tidak mengetahui nya secara pasti.


aku mengambil posisi di belakang selain untuk berjaga aku juga memiliki tujuan lain, yaitu adalah..


mengambil mayat mayat yang ada di luar.


'haaahh!! aku ingin mengambil mayatnya dan di ubah menjadi energi Kegelapan, kekuatan ku pasti meningkat..!!' ucap ku dalam hati


sekarang aku menyadari, jika aku ingin mempunyai banyak jurus tingkat tinggi aku harus memiliki energi kegelapan yang cukup untuk membukanya.


ribuan jurus yang tersegel saat itu adalah jurus yang belum aku bisa gunakana karena energi kegelpan ku terbatas.


'haah, aku harus pergi ke atas dulu untuk mengambil mayat mayatnya' ucap ku dalam hati


aku memegang pundak Satan dan memberikan anggukan serta menggelengkan kepala ke atas, lalu juga mengeluarkan sedikit energi kegelapan.


karena aku dan Satan itu terhubung, dia langsung mengerti apa yang aku mau, dia mengangguk kan kepalanya dan mengangkat jari jempolnya


"👍🏻"


aku sangat bangga dengan Satan, dia bisa mengerti diriku sendiri.


aku pun langsung pergi dengan jurus


seketika aku berada di luar reruntuhan.


aku meletakkan tangan ku ke tanah dan menyebarkan energi kegelapan ku sampai titik tertentu.


*Bhuuss


energi kegelapan yang ku keluarkan membuat daerah sekitar merasakan aura ku.


lalu..


*shruup


kegelapan milikku mengambil semua mayat monster dan memasukkan nya ke dalam


SUB-SPACE.


aku sengaja menyimpan mayatnya untuk nanti, aku tidak menggunakannya sekarang.


*di dalam reruntuhan


tampaknya di dalam reruntuhan sangatlah tenang, namun Gartia dan 3 murid ku terlihat sangatlah waspada.


di tengah keheningan itu, tiba tiba muncul lah suara bergemuruh monster.


monster itu berada di dalam suatu ruangan di ujung jalan ini.


"ayo kita ke sana!" ucap Gartia dengan berlari


lalu semuanya pun pergi ke ruangan itu.


Gartia yang sampai duluan melihat bentuk Monster itu, lalu secara mengejutkan Gartia di serang oleh sesuatu.


*Shhuus


*Triing

__ADS_1


serangan yang entah dari mana itu di tangkis oleh Abaddon menggunakan sihir pelindung.


"monster apa itu?!" ucap Gartia dengan terkejut


Satan dan yang lainnya pun datang sampai di tempat Gartia.


Satan yang melihat monster itu pin juga sangat terkejut.


"S****ial! mengapa mahkluk itu ada di sini?!" ucap Satan dengan terkejut


"woah, ini bukan bercanda bukan?" ucap Beelzebub dengan heran


melihat mereka yang terlihat khawatir, Gartia pun juga ikut merasa khawatir.


di Karena kan orang kuat seperti Commandments saja sangatlah khawatir.


Gartia pun bertanya kepada mereka "hey, sebenarnya siapa mahkluk itu!?"


*...


para Perintah Tuhan hanya terdiam tak berbicara


"Hey! jawab aku dulu.." ucap Gartia dengan kesal


"Diam!" ucap para Perintah Tuhan


Gartia tidak pernah melihat para Perintah Tuhan menunjukkan ekspresi seperti ini.


biasanya Satan hanya diam, Beelzebub selalu konyol, Abaddon tidak diketahui.


tapi sekarang mereka terlihat sangat khawatir.


"Mengapa ras mereka ada di dunia fana ini?" tanya Abaddon dengan heran


"Benar, bahkan Chimera milik Astaroth saja kekuatanya harus di tekan sampai titik maksimum, tapi dia bisa mengeluarkan kekuatan sejatinya?" jawab Satan


"haruskah kita membunuh nya? bukan kah mudah kita membunuh nya?" ucap Beelzebub


"kau bodoh! tugas kita itu melindungi yang ada di belakang, kita memang bisa mengalahkan mahkluk itu. tapi kita tidak menjamin bisa melindungi mereka" ucap Satan


mereka pun terdiam.


di dalam kegelisahan ini, aku mendatangi mereka.


"apa yang kalian lakukan?" ucap ku kepada mereka


Gartia yang melihat itu terkejut.


"dari mana saja kau!?" tanya Gartia


"habis ke atas sebentar" jawab ku


lalu para Perintah Tuhan menghampiri Edzard.


"Raja ku, ada monster dari suku Mytical Beast" ucap Satan


"MYTICAL BEAST?! MENGAPA MEREKA ADA DI SINI?" ucap ku dengan terkejut


"benar, seharusnya itu mustahil. namun, dia ada di sana" ucap Satan menunjuk mahkluk itu


benar saja, mahkluk Mytical Beast ada di sini, lalu dia bisa mengeluarkan kekuatan maksimum nya.


itu berbanding terbalik dengan kita yang tersegel sampai titik kekuatan terendah.


"menurut mu apa yang harus kita lakukan?" tanya ku kepada mereka


seketika, Perintah Tuhan berkata dalam serentak.


"TENTU SAJA MEMBUNUHNYA"


...TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2