INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 148. City Of Misery 1


__ADS_3

setelah pertarungan Nostradamus melawan Satan. Kam semua memutuskan untuk melanjutkan perjalanan tanpa menundanya sedikit pun.


Tim Edzard saat ini sedang berangkat menuju City of Misery yang berada dekat dengan Kekaisaran Britania Raya.


lokasinya tidak jauh dari kerajaan Eastern. di sebuah hutan yang terlantar karena penderitaan.. Suffering Forest.


tidak memakan waktu yang lama, Edzard dan yang lainnya telah berada di depan hutan Suffering Forest.


mereka bersiap siap untuk memasuki hutan tersebut..


waktu terus menerus berlalu setelah mereka memasuki hutan.. dan 3 hari pun berlalu begitu saja.


*SREAK SREAK


Gartia memotong motong dedaunan


"aku sangat heran.. apakah arah menuju Kota kuno benar benar di sini? ini hanyalah sebuah hutan kosong bukan?" (Gartia)


"master, yang dikatakan oleh kakak Gartia itu benar, kita sudah mengelilingi hutan ini sebanyak 3 kali." (Irene)


"hey Irene, kau banyak sekali bicara ya, apakah kau tidak lelah mengeluh seperti itu terus? aku tidak sanggup mendengar nya." (Garou)


"ha! tarik kembali kata kata busuk mu itu, Garou! aku akan benar benar ingin mengalahkan mu karena kau terlalu menyebalkan!" (Irene)


"tenang lah kalian berdua, kita hanya harus mengikuti Master kita, percayalah padanya dan bergantung lah padanya" (Dagruel)


"hm.. seperti biasa, kau sangat bersikap dewasa ya, Dagruel. aku sangat bangga akan sifat mu yang harus selalu menjadi penengah untuk mereka" (Edzard)


"tidak master, sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu mu" (Dagruel)


"cuih.. tidak bisakah kau bersikap seperti kami? hey Dagruel?" (Garou)


Dagruel tak menanggapi ucapan Garou sama sekali. itu membuat Garou semakin kesal akan hal itu.


"ha! akhirnya kita menemukan nya.." (Edzard)


"hm..? jadi ini kah City of Misery? bagaimana kau menemukan nya?" (Gartia)


"Misery memiliki arti yaitu adalah penderitaan, hutan ini menderita kekeringan dan kesialan itu karena dampak negatif dari City of Misery ini. maka dari itu aku yakin kota kuno ini berada di sekitar sini" (Edzard)


"baiklah.. aku tak tahu cobaan macam apa yang akan muncul di dalam kota itu, apakah itu sesuatu seperti sebelumnya?" (Gartia)

__ADS_1


"benar.. sebuah penderitaan" (Edzard)


setelah berbicara beberapa hal bersama dengan Gartia, akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke dalam kota kuno.


sesampainya di dalam, ruangan yang akan mereka lewati sangat lah gelap, seperti biasa, Satan harus menyalakan api dengan sihir dan menerangkan seluruh isi kota.


"semuanya tetap terjaga.. tak ada yang boleh kehilangan kewaspadaan sedikit pun, mengerti? sekalinya kehilangan kewaspadaan maka kalian akan masuk ke dalam penderitaan tanpa akhir" (Edzard)


"baik Master, haruskah aku mengeluarkan sebuah sihir pelindung untuk melindungi area sekitar kita ini?" (Irene)


"tidak perlu, itu tak akan berpengaruh pada kutukan dari kota kuno ini. siapapun yang memasukinya maka segala jenis sihir apapun tak akan berpengaruh pada kutukannya" -(Edzard)


"begitu ya.. maka dari itu kita harus mewaspadai satu sama lain.. seperti.. teman sendiri..?" (Dagruel)


Edzard tersenyum. melihat kata kata Dagruel, dia seperti nya tahu sesuatu.


*SHRIIINGG


sesuatu kilatan terbang menyerang Dagruel


*BRUAK


"jadi.. inilah yang dimaksud dengan kutukan penderitaan tanpa akhir? dan kau sudah masuk ke dalam kutukan itu, Garou." (Dagruel)


semuanya terkejut, Garou secara langsung menyerang Dagruel tanpa ragi sedikit pun. sepertinya Garou benar benar sudah dirasuki oleh kutukan penderitaan.


"apa ini..!?!? hey Garou! apa yang kau pikirkan huh!?" (Irene)


*WHUS WHUS WHUS


Garou bergerak dengan sangat cepat untuk menyerang orang orang disekitarnya.


tak tinggal diam, Edzard mengambil sebuah gerakan untuk membanting Garou dengan sangat kuat.


*BRUAK


"kuh..! bandit.. bandit!" (Garou)


"sepertinya kau masih lah mengingat sesuatu yang buruk atas penderitaan mu ya, Garou. aku tak bisa membantu mu banyak." (Edzard)


Edzard mengeluarkan sebuah rantai emas untuk mengikat Garou. dia terlalu Engan untuk membuat Garou pingsan dengan cara yang kasar.

__ADS_1


"baiklah.. untuk saat ini kita harus memasuki kota kuno ini tanpa masalah.." (Edzard)


mereka pun memasuki City of Misery lebih dalam lagi.. semakin dalam yang mereka jelajahi maka semakin kuat juga tekanan penderitaan nya.


akhirnya, di tengah tengah perjalanan, Edzard memutuskan untuk mengikat Gartia dan Irene dengan sebuah rantai emas.


"apa apaan ini Edzard! mengapa kau juga mengikat ku seperti ini huh?" (Gartia)


"oh, itu hanya untuk berjaga jaga, kau tahu? akan sangat berbahaya jika membiarkan mu menggila karena penderitaan mu" (Edzard)


"kuhk! dasar kau tidak berguna! ah lepaskan aku!" (Gartia)


merasa cukup aman, akhirnya hanya sisa 4 orang yang memasuki kota kuno jauh lebih dalam lagi.


menurut hipotesis Edzard, semua kota kuno memiliki kutukannya tersendiri, terkecuali City of Prosperity. Edzard tak mengetahui jenis apa kiat kuno itu.


dia mendapatkan kabar bahwa kota itu berada di daratan Gracia. setelah pergi dari tanah Kebebasan, dia akan langsung ke daratan Gracia.


setiap kota kuno pasti memiliki kutukannya tersendiri, dan juga setiap kutukan nya ada penyebabnya. jika tak ada penyebabnya, maka cara menghilangkan nya adalah dengan cara membunuh bos yang menjaga kota.


seperti Mytical Beast yang ada di City of Death, dan laba laba yang ada di City of hate.


jadi, dia tak perlu khawatir akan keselamatan akal sehat milik Garou. dia hanya perlu mengalahkan boss nya dan selesai.


ngomong ngomong kenapa Edzard saat ini mampu bertahan dari kutukan penderitaan.. padahal di kota sebelumnya kutukan kebencian dia tak bisa menahan nya adalah karena dia sudah tak memiliki penderitaan.. atau bisa disebut sudah tercerahkan.


memang kata kata tercerahkan itu berasal dari kata kata para pertapa dan Buddhisme. tetapi kali ini Edzard benar benar tercerahkan.


di saat mereka telah selesai menyerang City of hate, dia berpikir pikir kenapa dirinya tidak bisa menahan Kebencian itu.. hanya ada satu jawaban.. karena masa lalunya..


cara termudah nya yaitu dengan cara melupakan masa lalunya yang penuh dengan kesuraman. setelah beberapa bulan dan tahun untuk memikirkan cara melupakan masa lalunya yang suram itu.


dan akhirnya.. dia bisa melupakan nya.. dengan cara..


"aku sudah berada di dunia ini selama lebih dari 15 tahun.. aku sudah memiliki orang yang penting bagiku, Gartia, 3 murid ku, 10 Perintah Tuhan. tugas ku sekarang hanya untuk melindungi mereka, dan juga menjaga mereka agar tak seperti dulu lagi." (Edzard)


dan seketika.. Edzard tercerahkan.. begitu saja, mudah sekali bukan?


maka dari itu, dia tak perlu khawatir sedikit di kota kuno kali ini. dia hanya perlu untuk menjaga semuanya tetap aman.


"Prioritas utama ku adalah keselamatan orang terdekat ku.." (Edzard)

__ADS_1


__ADS_2