
mereka semua masih bertarung melawan Undead itu, setelah 1 jam bertarung tanpa henti. akhirnya Undead itu bisa musnah.
"kalian semua, berkumpul lah di sini" ucap ku memanggil semua orang
"ada apa, Edzard?" tanya Gartia
"Gartia, kau terlihat kelelahan, apakah kau kehabisan energi?" ucap ku kepadanya
"ha ha ha, yeah, Undead ini sangatlah banyak" ucap Gartia
lalu yang lainnya pun datang, Beelzebub bersama 3 murid ku.
"master, apakah si sini sudah selesai?" tanya Garou
"sudah, kita akan memasuki ke bagian dalamnya" ucap ku kepada mereka
"baiklah"
sebelum kami masuk lebih dalam, kami beristirahat di daerah sekitar untuk memulihkan kondisi kami.
walaupun hanya sebentar, tapi kami bisa memulihkan energi dengan cepat.
setelah 3 jam beristirahat, kami memutuskan untuk berdiskusi.
"eng, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap ku kepada mereka
"ada apa?" tanya Gartia
"lebih dari ini, kita harus berhati hati di dalam, karena kau tahu? Undead yang kalian lawan ini barulah level menengah"
"apa! bagaimana mungkin!?" ucap Gartia dengan terkejut
"Tenang lah, Gartia, aku mengatakan hal yang sebenarnya" ucap ku kepadanya
"bagaimana.. bagaimana mungkin?" ucap Garou dengan ketakutan
tampaknya, pertarungan tadi bagi mereka adalah hal yang sangat sulit, mereka mengira bahwa yang mereka lawan adalah tingkat tinggi.
namun, Undead itu hanyalah tingkat menengah.
begitu lah menurut rumor, mereka tidak bisa dipercaya dengan penuh.
'aku bisa saja memusnahkan seluruh reruntuhan dengan kekuatan ku, tapi jika aku melepaskan segelnya, maka dunia ini tidak akan sanggup menampung kekuatan besar milik ku.
masalahnya bukan hanya di situ, jika aku membuka segel milik ku. maka Commandments akan terbuka juga segelnya, itu akan sangat berbahaya.
atau.. semua ini sudah direncanakan???' ucap ku dalam hati
saat mengatakan hal itu, aku menatap langit malam yang indah.
aku bertanya tanya tentang yang kupikirkan tadi.
'apakah semua ini sudah direncanakan?'
itu adalah kata kata yang janggal. tapi, muncullah sebuah nama di dalam benak pikiran ku.
......
aku tidak mengetahui siapa mahkluk itu, namun yang kutahu bahwa mahkluk itu lah pemilik pedang ini, setelah ku memberikan nya nama Sword Of Chaos.
'lupakan, sekarang itu tidak lah penting'
*keesokan harinya
setelah kami semua selesai beristirahat, kami akan memasuki ke dalam reruntuhan- bukan, kami bahkan belum memasuki ke dalam nya.
__ADS_1
sekarang aku ingin mempercepat proses nya.
dan benar saja, setelah kami berjalan beberapa puluh meter, di sana kami di sambut dengan monster monster tingkat Legendaris.
Undead tingkat tinggi, vampir, dan drakula.
kami sangat terkejut akan kehadiran mereka, walaupun begitu kami tetap melawan mereka dengan sekuat tenaga.
"Edzard, apa yang kita lakukan?" tanya Gartia dengan khawatir
"kalian tenang, kita lakukan hal seperti tadi, namun aku akan memanggil seseorang untuk menjadi bala bantuan" ucap ku kepada mereka
seketika mereka menjadi bersemangat, karena mendengar bahwa akan ada bala bantuan.
"benarkah! master!" ucap Irene dengan semangat
"benar, jadi kalian tenang saja" jawab ku
"berapa orang yang akan jadi bala bantuan?" tanya Gartia
"1 orang sudah cukup" jawab ku
mereka sangat terkejut, mana mungkin 1 orang bisa membantu jika hal seperti ini terjadi.
"kau gila?! 1 orang tidak lah cukup untuk mengalahkan para monster itu!" ucap Gartia dengan marah
"ku bilang tenang! dia bisa disetarakan oleh Satan" ucap ku kepada mereka
mereka pun terdiam, setelah beberapa konflik, aku memanggilnya. ya, dia adalah salah satu dari 10 Perintah Tuhan (Commandments).
Perintah yang mewakili Kesabaran, Abaddon.
aku memanggilnya dengan bentuk tubuh aslinya, karena dia tidak bisa merubah wujudnya yang merupakan perwujudan dari kematian.
setelah mengatakan itu, tiba tiba saja seorang mahkluk Undead datang.
"Saya melayani anda" ucap Abaddon
lalu Gartia dan 3 murid ku terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Undead peringkat tinggi bisa menjadi bawahan dari Edzard.
namun mereka salah! ABADDON bukan lah Undead tingkat tinggi, dia memang lah Undead tapi bukan peringkat tinggi.
dia adalah Raja dari segala kematian, yang dapat mengendalikan hidup dan mati mahkluk fana.
dahulu, dia terbuat dari api kegelapan paling dalam dari Hellheim.
......
biasa juga di sebut dengan neraka, di sana tempat tinggal roh mati dan iblis. di Hellheim, para iblis mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat, di antara para iblis ada 7 iblis yang mengendalikan berbagai wilayah di Hellheim.
7 iblis itu di sebut dengan Prince of the hell atau bisa disebut 7 pangeran iblis, 7 pangeran memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. mereka yang dapat mengendalikan api neraka(hell fire) bisa menjadi yang terkuat.
di neraka, tingkatan api neraka di bagi menjadi beberapa tahap yaitu
Hell Fire > Hell Flame > Blazing blaze > Black Flame Azure
jika seseorang memiliki Hell Flame, maka ia pantas menjadi penguasa Hellheim itu sendiri dan hanya ada 1 orang yang memiliki api itu yaitu Dewa Tertinggi, HADES.
*kembali ke saat ini
Abaddon telah sampai dan berlutut di hadapan ku.
Gartia dan murid murid ku bertanya siapa sebenarnya Abaddon itu.
aku hanya menjawab nya "dia adalah mahkluk yang sangat kuat"
__ADS_1
walaupun aku menjawabnya begitu, bagi murid ku jawaban itu tidak memuaskan.
lalu, aku menyuruh murid ku untuk bersiap siap untuk bertempur.
di situasi seperti itu, Satan menghampiri Abaddon.
"lama tidak berjumpa ya, Abaddon" tegur Satan kepadanya
"Commander, aku sangat iri kepada mu yang selalu berada di samping Raja" jawab Abaddon
"tidak tidak, bukankah kalian sudah dipercayakan tugas oleh sang Raja? seharusnya kalian senang bukan?" ucap Satan
"kau pikir aku Astaroth? yang mudah kau tipu?" jawab Abaddon
"Haha, aku memang belum bisa menipu mu"
"kau jangan lah sering menipu orang, kau tahu? aku membenci dirimu yang suka menipu" ucap Abaddon
"karena kau pernah di tipu oleh Loki bukan? Dewa itu memang yang paling licik" ucap Satan
Gartia yang melihat perbincangan mereka sangat akrab pun merasa heran.
kerena ke-akrab an nya itu bagaikan sudah sangat lama, jauh sebelum peradaban dimulai.
Gartia menghampiri ku dan bertanya kepada ku
"siapa Abaddon itu? dia salah satu yang waktu itu kulihat bukan?"
"iya, dia dari 1 dari 10 orang kepercayaan ku" ucap ku kepadanya
"apakah kau memiliki bawahan lain selain 10 mahkluk itu?" tanya Gartia
"tidak untuk saat ini" jawab ku kepadanya
"untuk saat ini? apakah di masa depan kau memiliki bawahan lain?" tanya Gartia
"... mungkin"
ngomong ngomong kenapa kami bisa mengobrol sesantai ini?
apakah monster nya mati? tidak! mereka masih lah berkerumunan untuk bersiap menyerang.
alasan mereka tidak menyerang adalah karena keberadaan Abaddon, dia adalah Raja dari segala kematian.
sedangkan Undead, Vampir, Drakula adalah mahkluk yang masa hidup nya sudah mati.
jadi, mereka pun tidak berani berkutik di depan Abaddon.
saat ini Abaddon sedang memancarkan aura nya kepada musuh, jika dia memasukkan nya maka musuh akan menyerang.
di saat itulah kami akan memusnahkan musuh, tentunya Abaddon di sini untuk melindungi Gartia.
rencana ku sudah sempurna, dengan adanya 3 dari 10 Perintah Tuhan di sini. Mereka memiliki tugas nya masing masing.
Beelzebub, dia bertugas melindungi 3 murid ku jika ada sesuatu yang mengancam nyawanya.
Abaddon, dia bertugas melindungi Gartia secara diam diam, jika aku mengkonfirmasi bahwa Abaddon di sini untuk melindungi nya, maka dia akan menolaknya dan lebih baik mati ketimbang di lindungi
Satan, dia bertugas untuk mengurangi jumlah musuh saja, walaupun simple tapi dia harus menahan hasrat akan membunuhnya.
'bagi kami, menahan hasrat membunuh adalah hal yang paling susah. lebih baik memporak porandakan kerajaan Surgawi dari pada menahan hasrat membunuh' ucap ku dalam hati
"baiklah! mari kita mulai!!"
...TO BE CONTINUED...
__ADS_1