
"satu miliar?" ucap salah satu orang di lantai 3
"itu lantai 4, kita tak bisa melawannya" ucap salah satu orang di lantai 3
"hey Guren, kau benar benar memiliki uang sebanyak itu?" ucap licht
"iya, ini adalah uang pemberian ayah ku" ucap ku kepadanya
"apakah kau anak generasi ke 2?" ucap licht
"tidak tahu.." ucap ku
lalu, juri pelelangan memutuskan untuk menjual 5 batu spiritual untuk ku yang membuka harga 1 miliar.
"aku tidak menyangka ada orang dari lantai 4. apakah dia bangsawan dunia (bangsawan yang berada di Negara Pusat Dunia)?" ucap salah satu orang lantai 2
lalu setelah pelelangan selesai, aku pergi menemui boss pelelangan untuk mengambil batu spiritual.
setelah aku sampai di ruangan pemilik pelelangan, aku di sambut oleh pemilik pelelangan.
"tidak kusangka.. bahwa salah satu bangsawan dunia ada yang datang ke negara kecil ini.." ucap pemilik pelelangan
"terimakasih atas sambutan mu, aku kesini hanya ingin mengambil 5 batu spiritual dan membayar nya" ucap ku kepadanya
"baiklah, ini adalah 5 batu spiritual" ucap pemilik pelelangan sambil memberikan 5 batu spiritual
"terimakasih, kalau begitu aku akan pergi" ucap ku sambil pergi
setelah itu, aku kembali ke parkiran untuk mengambil CB250T, lalu kembali ke universitas.
aku dan licht telah berganti baju, lalu aku akan segera pergi ke universitas.
setelah sampai di universitas, licht mengatakan bahwa dia akan duluan ke kelas, sedangkan aku akan memarkirkan kendaraan ku.
setelah memarkir kan kendaraan aku juga datang ke kelas menyusul licht.
sesampainya di kelas, kami mengikuti sisa jam kelas siang.
*kriinggg
bel istirahat pun berbunyi
"akhirnya bel istirahat berbunyi" ucap licht tampak lelah
__ADS_1
"licht, aku ingin makan di kantin. apakah kau ingin ikut?" ucap ku mengajak licht
"apakah kau yang traktir? ucap licht
"tidak, kau saja. uang ku habis" ucap ku kepadanya
"apa? baiklah kalau begitu" ucap licht
setelah itu kami sampai di kantin dan makan bersama.
setelah makan bel kelas pun berbunyi, kami pun masuk kelas kembali.
*di dalam kelas
"baiklah anak anak, kita kali ini tidak belajar. dikarenakan di daerah sini ada Dungeon break tingkat ancaman Calamity, sekarang kelas dibubarkan!" ucap wakil kelas
"waahh, bagus tuh" ucap para siswa senang
"kalian tidak bisa senang, karena kita akan di evakuasi di gedung perlindungan" ucap wakil kelas
kami semua di bawa ke gedung perlindungan, sedangkan aku kabut dengan kecepatan tinggi.
aku memasuki suatu gedung yang berketinggian 200 meter, lalu aku berdiri di atas gedung itu untuk menyerap aura dari atas langit.
"kau coba saja, aura di udara memang alami, dan di pegunungan juga alami. kau bebas memilih tempat" ucap Addison
lalu aku mengeluarkan 5 batu spiritual, dan mulai menyerap 5 batu spiritual bersamaan dengan aura langit.
semua aura yang ku kumpulkan aku simpan pada satu titik yang berada di dada ku.
tidak lama setelah itu, energi dari batu spiritual sudah habis, lalu aku masih menyerap aura langit.
merasa tubuhku sudah tidak kuat menahannya, aku berhenti menyerap aura langit, dan aura yang aku simpan ku ubah menjadi aura gelap.
mengubah energi murni menjadi energi gelap bukanlah hal yang mudah, karena aku harus mencampuri energi gelap ku dan memakan energi murni untuk dijadikan energi gelap.
setelah semua energi sudah di ubah menjadi energi gelap, aku melepaskan semua energi yang berada dalam satu titik.
setalh itu aku baru merasakan bahwa kekuatan ku meningkat, Addison juga memberikan suatu jurus.
"Guren, ini adalah jurus Dark Purification. ini lah yang aku katakan saat itu, ini adalah jurus terakhir yang bisa kuberikan padamu" ucap Addison
"mengapa yang terakhir?" ucap ku kepadanya
__ADS_1
"karena kekuatan mu saat ini sudah cukup melawan sang Catashtrop"
"baiklah, terimakasih Addison"
"ya.. setelah kau menyempurnakan jurus itu, gunakan energi gelap mu untuk melahap mayat monster, dan itu bisa dileburkan menjadi energi gelap mu"
"ya Addison.. sekarang yang kulakukan hanyalah menunggu sampai dia datang" ucap ku
"hm.. jangan terlalu naif" ucap Addison
"ya.. mungkin aku akan menelfon Villas untuk menyelesaikan sisa Gate itu" ucap ku
"sekarang saja, menunggu akan lebih lama"
"benar juga"
setelah itu, aku mengeluarkan handphone ku untuk menelfon Villas
"[bos! akhirnya anda menghubungi ku!" ucap Villas dari telepon
"Villas, kapan kita akan melakukan Penyerangan?" ucap ku bertanya kepadanya
"[anda bebas menentukan nya boss]" ucap Villas
"kalau begitu 2 hari lagi, aku akan ke tempat mu melalui terbang" ucap ku
"[baiklah boss, kalau begitu sampai jumpa]" ucap Villas
setelah telepon dimatikan, aku mengobrol santai dengan Addison
"hm.. Addison, apa yang kau rencanakan untuk ku di masa depan?"
"hm.. setelah aku menjadi kuat, aku melakukan reinkarnasi. aku awalnya ingin bangkit dari tubuhmu, namun kau memiliki bakat yang lebih besar dari ku"
"bakat? apa bakat ku?"
"tidak tahu, aku hanya merasa kau memiliki bakat tak terbatas, jadi aku memutuskan untuk menyaksikan bagaimana perjalanan mu, jika kau gagal. aku akan mengambil alih tubuh mu"
"haha, terimakasih telah memberikan ku kesempatan. aku akan berjuang!"
"aku menyukai tekad mu yang begitu besar"
"kalau begitu mari kita kembali ke restoran"
__ADS_1
lalu aku mengendarai CB250T dan pergi ke tempat Restoran milik ku