INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 111. Perjalanan Abaddon (Perang Holocaust 1)


__ADS_3

...*6 bulan kemudian...


"hey, apakah kau siap untuk berperang?"


"tentu saja aku siap, bagaimana dengan mu?"


"yang benar saja, kau bertanya pada siapa? aku adalah salah satu dari 100 top peringkat pasukan Revolusioner. aku siap kapan pun itu"


"haha, benar juga, menjadi 100 top merupakan sesuatu kebanggan yang hebat."


"benar, kini kita memiliki 100.000 pasukan untuk berperang melawan pasukan Undead"


"6 bulan sudah berlalu, seharunya seluruh orang sudah bersiap, karena perang ini akan sangat dahsyat"


"ya.. entah aku akan menjadi sebuah legenda atau tidak"


"hahaha kau bercanda"


6 bulan sudah berlalu sejak Abaddon berpidato di tengah tengah keramaian jutaan penduduk yang ada di desa utama.


kini, seluruh pasukan Revolusioner memiliki Ratusan ribu anggota untuk bersiap tempur melawan pasukan Undead yang berada jauh di timur.


ratusan ribu orang yang dilatih langsung di bawah pelatihan Abaddon, kini mereka menjadi orang orang yang sangat kuat.


jauh lebih hebat dari terakhir kali saat perang sebelumnya.


perang akan segera dimulai, seluruh pasukan Revolusioner diminta untuk berkumpul di tengah markas besar pasukan Revolusi.


mereka sedang menunggu Abaddon untuk melakukan pidato terakhir dari pasukan Revolusioner.


*TAK TAK TAK


terdengar suara langkah kaki seseorang dari dalam lorong


saat orang itu keluar, para pasukan Revolusioner army pun langsung menundukkan kepalanya dan menyambut nya.


"maaf membuat kalian menunggu." Pimpinan pasukan Revolusioner army, Abaddon.


Abaddon, dia sudah sangat lama menunggu hari perang tiba, dia sangat tidak sabar ingin membangun sebuah kerajaan megah untuk Tuan-nya.


"SELAMAT DATANG!! PIMPINAN!!"


"SELAMAT DATANG!! PIMPINAN!!"


"SELAMAT DATANG!! PIMPINAN!!"


"SELAMAT DATANG!! PIMPINAN!!"


Ratusan ribu orang mengucapkan salam kepada Abaddon secara serentak.


bersama dengan 4 orang di belakangnya, mereka semua menaiki mimbar yang sudah di siapkan. 4 orang itu biasa disebut sebagai Four Great power.


tidak ada yang bersuara ketika Abaddon dan Four Great Power menaiki mimbar.


"aku telat beberapa menit, maafkan aku. jadi, apakah kalian telah siap untuk berperang melawan para Undead itu? mundur lah sebisa mungkin, sebelum kita memulai pertarungan. perang kali ini akan menjadi perang terbesar di sepanjang sejarah tanah kebebasan kita. pasti banyak korban di peperangan kali ini, apakah kalian siap?"


Seluruh orang terdiam.. semuanya tidak ada yang berani menantang perkataan Abaddon. semuanya telah bertekad untuk pergi ke Medan perang demi mempertahankan nyawa mereka.


"baiklah.. karena tidak ada yang bertanya atau hal lainnya.. MARI KITA KE MEDAN PERANG!" ucap Abaddon dengan keras


"WOAAAHH"


"WOOOOH"


seluruh orang berteriak sangat bersemangat.

__ADS_1


di tengah tengah semangat mereka..


*DUAARRR


terdengar sebuah ledakan yang lumayan besar di bagian sebelah barat desa. ledakan itu berasal dari pasukan Undead yang menyerang secara mendadak.


"KITA DISERANG!!"


"apa! bagaimana bisa!"


seluruh orang mulai panik akibat serangan mendadak dari seluruh pasukan Undead.


sepertinya, seluruh pasukan Undead yang berada di kastil koral telah menyerbu hingga ke tempat desa utama. dengan jumlah Undead yang terus meningkat selama 6 bulan telah terjadi perubahan.


6 bulan yang lalu, Undead yang diciptakan Abaddon hanyalah 1000 lebih. sekarang karena pasukan revolusi memiliki anggota tambahan sangat banyak, Abaddon juga menciptakan Undead yang sangat banyak.


"JANGAN PANIK! KALIAN BERSIAP SIAP BERPERANG!!"


Abaddon memberikan komando kepada seluruh orang yang ada. sebagian pasukan telah melakukan evakuasi kepada seluruh warga.


Abaddon memimpin seluruh pasukan yang ada di Medan perang, bersama dengan Four Great Power. Abaddon menghabisi seluruh pasukan Undead yang ada.


pasukan Undead yang di kirim ke markas pasukan Revolusioner hanyalah kelas kelas rendah.


pasukan utama Undead berada di kastil koral.


'apa yang sebenarnya dia pikirkan? Gaskins, apa yang direncanakan nya?' gumam Abaddon


Abaddon tidak mengetahui niat sebenarnya dari Gaskins. dia menyuruh seluruh pasukan Undead nya untuk menyerang secara langsung.


walaupun yang di kirim oleh Gaskins adalah Undead berperingkat rendah, menengah, dan tinggi.


tetapi dengan jumlah yang mencapai 50.000 lebih Undead akan membuat siapapun kerepotan akan hal ini.


Abaddon pun menyuruh Four Great Power untuk memimpin alur pertempuran yang ada. sedangkan dia berencana untuk membuka jalan.


"aku menyerahkan bagian ini padamu, aku akan membuat sihir pemusnah untuk membuka jalan ke depan" ucap Abaddon kepada mereka (Four Great Power)


setelah menerima perintah dari Abaddon, mereka pun langsung menyerang Undead yang berkerumun di depan mereka semua.


Abaddon pun terbang ke atas Medan pertempuran.


dia melihat jumlah Undead yang sangat banyak sedang mengitari seluruh pasukan Revolusioner army yang ada.


jumlah pasukan Revolusioner army kini adalah 35.000. sisanya berada di garda belakang untuk melindungi seluruh warga biasa yang ada.


"jika aku lanjutkan, maka cerita ini akan semakin kelam. lebih baik aku menyelesaikan nya saja." ucap Abaddon


dengan pilihan yang cukup sulit, dia pun memutuskan untuk mengakhiri pertempuran nya dengan serangan pemusnahan miliknya.


Abaddon kembali turun, dia langsung pergi ke tempat pasukan garda terdepan.


...*Garda terdepan...


*DUAAR


suara ledakan dimana mana


akibat penyihir Undead yang ada, mereka terus menerus mengeluarkan serangan dengan skala yang besar.


*WHUUSS


sebuah bola sihir yang akan jatuh tepat di atas pasukan Revolusioner


"PELINDUNG!"

__ADS_1


seseorang mengucapkan mantra pelindung untuk melindungi para pasukan Revolusioner army dari bola sihir yang akan jatuh.


*DUAAAR


"woah!!"


"apa kau baik baik saja?" ucap salah satu empat agung berkuasa (Four Great Power), Cynthia.


"Nona Chyntia, terimakasih telah menyelamatkan saya!" ucap salah satu ksatria


"tidak masalah, kalian yang terluka segera kembali ke belakang untuk mendapatkan perawatan" -Chyntia


"baik"


kemudian, orang orang yang terluka pun dilarikan ke garda belakang untuk mendapatkan perawatan.


"ya ampun, ini akan semakin sulit ya kan?" ucap Chyntia


*SHRIING


kilatan pedang yang sangat cepat yang di susul dengan ledakan


*DUAR DUAR


"woah, tebasan pedang yang ditimbulkan oleh pedang dan ledakan yang ditimbulkan oleh sihir kah.. itu berarti hanya dia yang bisa melakukan itu.." -Chyntia


di dunia ini, yang bisa menggunakan seni beladiri pedang dan penyihir sangatlah sedikit.


seni beladiri pedang dan ksatria itu berbeda, seni beladiri pedang hampir sama halnya Cultivator, namun ada beberapa perbedaan mencolok di antaranya.


lalu Penyihir, hanya 1:1000 orang yang bisa menggunakan sihir, tidak banyak orang yang bisa menguasai sihir secara menyeluruh.


pada umumnya, gaya berpedang dan penyihir sangat lah bertolak belakang. dikarenakan berpedang mengandalkan gaya pegas otot dan saraf.


sebaliknya, penyihir tidak harus mengandalkan kekuatan gaya pegas otot maupun saraf, mereka hanya perlu merapalkan sebuah mantra untuk menciptakan sebuah sihir.


tentunya, bakat juga lah diperlukan dalam menjadi seorang penyihir, maka dari itu sangat jarang orang yang bisa menjadi penyihir.


ada seseorang pengguna beladiri pedang yang mampu menguasai mantra sihir. seluruh dunia ini seharusnya mengatakan itu adalah hal yang


"MUSTAHIL".


namun, ada seseorang di dunia ini yang berhasil menguasai keduanya. Seni beladiri pedang dan mantra sihir dari penyihir.


dia adalah Verona. salah satu dari Four Great Power. salah satu dari empat orang yang berada langsung di bawah komando Abaddon.


"fiuh, menggunakan keduanya sangatlah susah" ucap Verona


entah bagaimana caranya, Verona berhasil menjadi penyihir yang hebat di usianya yang hampir mencapai 15 tahun.


lalu setelah bisa menjadi penyihir yang hebat, dia pergi ke suatu tempat untuk berlatih Seni beladiri pedang.


walaupun hampir terlihat kesulitan, namun sebenarnya Verona memiliki bakat yang hebat untuk menjadi pengguna pedang.


pada akhirnya, Verona pun mampu menguasa Seni beladiri pedang dan mantra sihir secara bersamaan.


dia bisa mengalirkan energi sihirnya ke pedang milik nya, dengan cara seperti itu dia mampu menggunakan kekuatan pedang nya menjadi 3X lebih kuat dari biasanya.


namun, itu hanya bisa bertahan selama beberapa menit, dikarenakan energi sihir nya tidak mencukupi untuk waktu yang lama.


Verona juga mampu membuat suatu teknik dengan gabungan Seni beladiri pedang dan sihir.


"hebat juga Verona, aku harus benar benar membawa mereka ke hadapan sang Raja. mereka akan menjadi aset yang berharga" ucap Abaddon


Abaddon yang melihat tebasan ledakan pedang milik Verona menjadi sangat terkagum kagum. dia sangat ingin membawa Four Great Power ke hadapan Raja nya (Edzard).

__ADS_1


...TO BE CONTINUED...


__ADS_2