
itulah cerita yang ku lihat dari ingatan ayahnya Dagruel.
dengan jurus aku bisa melihat ingatan orang lain dengan seutuhnya.
Dagruel tidak tahu cerita ini, namun karena ada darah ayahnya Dagruel di dalam situ, aku jadi bisa melihatnya.
"jadi begitu" ucap ku dengan tenang
Dagruel adalah keturunan dari Mytical Beast, dan ayahnya tumbang dalam perang Surgawi.
"Raja, apa anda menyadari sesuatu?" tanya Satan
"untuk saat ini, kita harus melanjutkan perjalanan dahulu, kita sudah berada di ujung perjalanan" ucap ku kepadanya
mereka pun setuju untuk menaklukkan perjalanan.
kita melanjutkan perjalanan untuk ke ruangan utama.
aku tidak sabar untuk melihat bos macam apa yang akan ku lawan.
lalu, saat di tengah perjalanan itu pun kami merasakan hal yang aneh.
*BRAK
Garou dan Irene tidak sengaja bertabrakan.
karena gelap dan hanya ada api kecil yang menerangi.
"HEY APA YANG KAU LAKUKAN" ucap Garou dengan keras
"KAU YANG MENABRAK" ucap Irene dengan keras
merek berdua menjadi gampang marah.
"AAHHGGGG" Gartia berteriak histeris
"ada apa! Gartia!" ucap ku dengan khawatir
dia menengok ke arah ku.
"Me-menjauh! menjauh!!" ucap Gartia
aku tidak mengetahui apa yang membuat mereka seperti ini.
*SRAAAT
sungguh hal yang tidak di duga.
Garou.. menebas Irene dengan pedangnya..
"GAROU! APA YANG-"
aku menyadari sesuatu.
"Semua kota kuno memiliki kutukan tersendiri, itu sesuai namanya yang berupa kebencian, kesengsaraan, kematian, beracun, kemakmuran, dan lain hal sebagai nya."
aku teringat kata kata Addison saat itu.
dengan cepat, aku memikirkan hal untuk mengantisipasi hal itu.
"Satan! kau lindungi Dagruel, aku yakin karena dia itu setengah raksasa jadi tidak akan terlalu berpengaruh" ucap ku kepadanya
"Baik!"
Satan langsung mengerjakan tugas nya.
"Beelzebub, pisahkan Irene dengan Garou dan lindungilah mereka sebisa dirimu" ucap ku kepadanya
"Baik"
Beelzebub juga melakukan tugasnya.
hanya sisa aku saja, aku berperan melindungi Gartia.
*di sisi Irene dan Garou
saat Irene sedang terluka, datang Beelzebub menghentikan Garou.
"cukup Garou, kau tidak seharusnya seperti ini" ucap Beelzebub
"AHHHHH"
Irene berteriak histeris.
__ADS_1
"BUNUH BUNUH! TIDAAKKK!"
*!!!
Beelzebub terkejut dengan hal itu.
"kau baik baik saja?" tanya Beelzebub
bukan hanya Irene, Garou juga mengalami hal yang sama.
"TIDAK! PERGI! PERGI! KALIAN!"
tidak tahu apa yang terjadi.
sepertinya ini adalah perkataan dari 3 kaisar itu.
mereka akan melihat apapun yang mereka benci.
lalu, apa yang di benci Irene dan Garou?
Gartia pun seperti itu.
"Gartia.. kau tidak apa apa?" tanya ku dengan lembut
dia menolehkan wajahnya ke arah ku.
"Ed-edzard?" ucap Gartia dengan pelan yang disertai ketakutan
"benar.. ini aku, kau baik baik saja sekarang" ucap ku kepadanya
"AHHHGG"
Gartia berteriak kembali.
aku tidak tahu apa yang terjadi.
"TIDAK! JANGAN MATI EDZARD!" ucap nya dengan keras
"apa? aku baik baik saja" ucap ku kepadanya
setelah itu, aku menyadari sesuatu bahwa ada pemicu di sini.
"sial! kita tertipu!" ucap ku
dengan ini, pasti di dalam ruangan utama ada bos monster yang dapat membuat ilusi.
karena Perintah Tuhan adalah mahkluk dengan eksistensi tinggi.
aku akan segera ke ruangan utama untuk menghancurkan ini.
"Satan dan Beelzebub! aku akan pergi ke ruangan utama untuk menghancurkan ilusi ini! kalian tunggu aku" ucap ku kepada mereka
"Raja! berhati hati lah, ilusi ini tidak sangat kuat!" ucap Satan
"baiklah! kau tenang saja---"
sebelum menyelesaikan kata kata ku, aku melihat 5 mahkluk berada di depan ku.
sosok yang pernah diriku lihat pada saat kekacauan itu.
"benar.. mereka lah.."
aku tidak menyangka hal ini..
mereka adalah..
"FRAGMEN OF BRILIAN LIGHT!!!!" ucap ku dengan sangat keras
aku sangat lah membenci nya!!
Fragmen of Brilliant Light! mahkluk yang membunuh teman teman, dan orang terdekat diriku!
aku terpenuhi amarah..
"KUUHK"
menahan amarah..
benar, aku bisa melakukannya.
ini hanyalah ilusi semata, tidak ada yang perlu dikhawatirkan kan.
aku mulai tenang.
__ADS_1
namun..
"MANA BISA AKU TENANG! BAJINGAN!!!"
aku mengeluarkan energi kegelapan dengan daya serang yang cukup kuat.
*DUAAARR
fragmen of Brilliant Light musnah seketika.
aku menjadi tenang dengan menghanguskan Fragmen Of Brilliant Light.
walaupun dampak dari serangan ku sedikit berlebihan, tetapi dengan itu aku bisa melanjutkan perjalanan menuju ruangan utama.
"benar kata Satan, ini tidak memandang eksistensi, apa ini karena aku dulu adalah seorang mahkluk fana? tidak tidak, aku bukan lagi seorang mahkluk fana" ucap ku dengan menenangkan diri
aku berjalan menuju ruangan utama.
di tengah perjalanan, aku menemukan beberapa tubuh manusia.
"apa.. ini?" ucap ku dengan heran
aku membalikkan tubuh itu.
*!!!
aku terkejut melihat itu.
"HUAEEKK"
aku muntah..
mayat itu.. mayat teman teman dan orang yang kucintai dulu..
"KUHHK, aku terlalu.. lemah.." ucap ku
aku tidak menangis ataupun bersedih.
entah kenapa aku tiba tiba muntah.
*BRAK
aku pun pingsan.
yang melakukan itu adalah.. 10 Perintah Tuhan
mereka semua berada di sini, terkecuali Abaddon.
dia sedang melakukan tugas penting.
"Raja sangat menderita, bukan kah seharusnya kau berada di sisinya dan melindungi nya? Satan!?" ucap Belial
"sedikit mengecewakan untuk seseorang pelayan yang selalu berada di sampingnya" ucap Azazel
"aku hanya menjalankan tugasnya, tidak diketahui oleh ku bahwa Raja akan terpengaruh" ucap Satan membela diri
"Untuk seorang Grand Commander tidak mengetahuinya? hey, kau itu keterlaluan bukan? selama dia belum menemukan Nine Heavenly Seeds, Raja masih ada rasa kemanusiaan sesikit" ucap Belpeghor
"dari pada kita mengadu mulut, lebih baik kita menyelesaikan ini dengan cepat" ucap Asmodeus
"ya, bagaimana pun, kita juga harus menenangkan Raja yang sedang syok" ucap Leviathan
"dimana Abaddon?" tanya Astaroth
"dia sedang menjalankan misi yang penting" jawab Beelzebub
"baiklah, jangan bertengkar, sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini, bukan?" ucap Mammon
mereka pun mengangguk kan kepala mereka.
bagaimana pun, mereka diciptakan oleh orang yang sama dan ditakdirkan untuk bersama sama.
jadi, para Perintah Tuhan di sini menyelesaikan masalah kali ini.
mengapa mereka tidak terpengaruh oleh kebencian?
itu dikarenakan mereka bukanlah mahkluk biasa.
walaupun kekuatan mereka bisa disandingkan dengan mahkluk abadi.
jiwa mereka jauh di atas mahkluk abadi maupun ilahi.
aku terpengaruh karena belum memiliki cukup kekuatan untuk menjadi Lord Of Darkness secara utuh.
__ADS_1
jika aku bisa menyempurnakan Nine Heavenly Seeds, maka aku memiliki kemungkinan untuk menjadi sempurna.
...TO BE CONTINUED...