INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 22. Tulisan Kuno


__ADS_3

setelah sampai di rumah, aku berpamitan dengan Rasca dan masuk ke kamar ku.


karena aku juga harus menemukan 7 kota kuno, aku menelpon Villas untuk mempercepat proses penyerangan kepada Gate tingkat Disaster.


"hallo Villas, besok kita langsung melakukan Penyerangan kepada Gate tingkat Disaster" ucap ku


"[baiklah tuan, anda habis bertarung. anda harus istirahat dengan cukup]" ucap Villas


"bagaimana kau tahu aku bertarung?" ucap ku bertanya kepada Villas


"[aura gelap milik mu saat bertarung sudah menjadi ciri khas mu]" ucap Villas


"baiklah, aku akan beristirahat dulu" ucap ku kepadanya


setelah itu, aku mulai membicarakan sesuatu dengan Addison.


"Addison, untuk apa mayat di dalam SUB-SPACE?" ucap ku


"setelah kau mempelajari jurus Dark Purification, kau bisa mengubah mayat mayat itu menjadi energi.." ucap Addison


"bagaimana cara ku mempelajari nya?" ucap ku


"kau akan menemukan nya di tempat Nine Heavenly Seeds, aku sudah menaruh banyak harta ku disana" ucap Addison


"baiklah, kalau begitu aku akan tidur" ucap ku sambil mematikan lampu


keesokan harinya, aku di jemout oleh Villas menggunakan helikopter.


"kau membawa helikopter? bukan kah kubilang naik hewan ciptaan ku saja" ucap ku


"aku lupa bos" ucap Villas


lalu dengan pikiran ku, aku mencoba menciptakan seekor burung elang. setelah menciptakan burung itu, kami langsung berangkat menuju suatu negara besar di barat.


setelah kami sampai di Gate, kami langsung memasuki Gate tanpa pikir panjang.


"boss, mengapa anda sangat tergesa-gesa?" ucap Villas


"maaf, aku harus meningkatkan kekuatan ku secepat mungkin" ucap ku


'meningkat kan kekuatan secepat mungkin?? kekuatan mu yang sekarang saja sudah melebihi Hunter peringkat SS' ucap Villas dalam hati

__ADS_1


lalu saat kami sampai di Gate, ini bukanlah gate seperti tingkat Great Disaster yang kemarin, yang mana gate itu menghubungkan dunia lain.


namun gate ini seperti gate disaster pada umumnya, jadi kami memulai pembantaian kami


dengan adanya aku yang membasmi seluruh monster dengan cepat, Villas juga membantu membasmi monster monster itu dengan cepat.


dengan beberapa waktu, kami sampai di ruangan boss, dan pintu ruangan boss sangat besar.


"boss, bukankah ini sangat besar?? 50 meter? tidak.. ini lebih tinggi" ucap Villas kepada ku


"ya.. mari kita masuk" ucap ku


saat kami memasuki nya, ada ruangan yang sangat besar, serta pilar pilar tembok yang besar.


di ujung sana ada sebuah raksasa yang sedang duduk, namun di ikat oleh rantai di setiap tubuhnya


"siapakah dia boss??" ucap Villas


"mana ku tahu, aku baru pertama kali melihatnya" ucap ku kepadanya


lalu aku dan Villas mulai memperhatikan setiap sudut ruangan dan yang lainnya.


tiba tiba saja Villas menemukan sesuatu.


"tulisan kuno??" ucap ku


tiba tiba saja Addison berkata kepada ku melalui pikiran


"itu adalah tulisan kuno, mungkin saja monster raksasa ini adalah salah satu pejuang yang melawan para Dewa, Dewi, dan Malaikat jutaan tahun lalu" ucap Addison


'bagaimana mungkin? apakah kau tahu tulisan tangan itu?' ucap ku berbicara dengan Addison melalui pikiran


"aku mengetahui nya, apakah kau ingin aku bacakan?" ucap Addison


'bisakah kau bacakan?' ucap ku


sebelum Addison berbicara, tiba tiba saja Villas menyela


"boss, mengapa kau hanya diam?" ucap Villas bertanya


"ah, aku sedang memikirkan tulisan ini. bisakah kau cari kejanggalan lain di sini?" ucap ku kepadanya

__ADS_1


"baik boss" ucap Villas sambil pergi


"sekarang, bisa kau jelaskan" ucap ku kepada Addison


[aku.. di sini selama ratusan ribu tahun, di kurung oleh dia, Dewata Tertinggi.. aku mengetahui rencana busuk dia.. agar dia bisa menjadi salah satu dari mereka, dia mengorbankan dunia ini menjadi Medan pertempuran Dewa dan mahkluk ras dunia ini.. setelah dia menjadi kan seluruh mahkluk hidup dunia ini sebagai pengorbanan nya.. akhirnya dia menjadi Dewa!!]


"apa maksudnya Medan pertempuran?? apakah ini ada sambungannya dengan kau melawan Dewa, Dewi, dan Malaikat?? Addison!?" ucap ku dengan sedikit emosi


"mungkin dia adalah mahkluk yang di kurung oleh Dewata Tertinggi.." ucap Addison


"bisakah kau ceritakan??" ucap ku kepadanya


"dahulu, dunia ini di atur oleh Dewata Tertinggi, namun dia haus akan kekuasaan. dia ingin menjadi dewa seutuhnya dengan mengorbankan seluruh mahkluk hidup dunia ini, kami memberontak dengan pengorbanan dia. namun, kita terjebak, pengorbanan sesungguhnya adalah pemberontak kita semua kepada dewa, akhirnya terjadilah perang dewa dan manusia. karena kekuatan kita tidak cukup kuat untuk melawan dewa. di dunia ini hanya aku, Addison yang mampu membunuh Dewa, Dewi dan Malaikat, aku juga meluluh lantakan kerajaan surgawi sampai tingkat 2" ucap Addison menjelaskan


"lalu.. apakah gate tingkat Catashtrop??" ucap ku


"mungkin.. itu adalah seorang bawahan Dewata Tertinggi yang akan datang.." ucap Addison


"seorang bawahan Dewata Tertinggi??" ucap ku terkejut


"ya.. kau bisa mengambil kristal yang ada di mayat raksasa itu, dan menyimpan mayat raksasa itu di SUB-SPACE" ucap Addison


"baiklah" ucap ku


setalh itu, aku mengajak Villas untuk pergi dari reruntuhan ini


"Villas, jika kau tidak menemukan sesuatu. maka ayo kita pergi saja" ucap ku


"aku tidak menemukan apa pun" ucap Villas


setelah itu aku keluar dengan Villas dan mulai berbincang kecil


"kita pulang naik apa?" ucap ku


"jika tidak terburu buru, aku ingin menikmati keindahan di sini" ucap Villas


"aku terburu buru, aku harus segera ke salah satu negara kecil di timur" ucap ku


"anda bisa pulang duluan boss, aku akan mengurus gate ini" ucap Villas


"baiklah" ucap ku sambil mengeluarkan sayap

__ADS_1


lalu, dengan kecepatan tinggi aku melesat ke Negara Pusat Dunia untuk kembali ke rumah


TO BE CONTINUED


__ADS_2