
...*Penginapan...
"apa yang kau katakan itu adalah kebenaran.. Edzard? kau bersungguh sungguh?" ucap Gartia dengan nada terkejut
saat ini, Edzard sedang memberitahu kan Gartia apa yang terjadi di saat dirinya bertemu dengan Merlin Claudia, di Penyihir Agung.
Merlin memberitahu kan bahwa Gartia adalah anak resmi kedua dari seorang Raja di negara kecil di timur. kerajaan mereka bernama Eastern Kingdom.
walaupun disebut sebagai negara kecil, tetapi Otoritas dari kerajaan Eastern sangat lah kuat, bahkan hampi menyamai kerajaan besar terdahulu.
jika dibandingkan, perbedaan statistik kerajaan kecil dengan kerajaan besar adalah luas wilayah mereka.
dahulu, Camelot Kingdom memiliki luas wilayah yang hampir sebesar 267 km. untuk kerajaan Eastern dia memiliki luas hampir setengahnya lebih, yaitu 173 km.
walaupun perbedaan wilayah diantara keduanya terbilang cukup besar, tetapi untuk status kekuatan, pasukan, strategi, dan lain lainnya. maka Eastern Kingdom tidaklah kalah kuat dari kerajaan besar.
mereka juga memiliki faksi bangswan dan faksi raja untuk mendukung kerajaan mereka dalam menguasai wilayah.
"aku mengatakan yang sesungguhnya. kau bisa mempercayai ku, kerajaan itu dekat dari sini, apakah kau ingin pergi kesana?" tanya Edzard kepada Gartia
"Tentu! tentu saja aku ingin pergi kesana! jadi bisakah kau membawa ku kesana?" -Gartia
"baiklah! jika kau ingin pergi, maka aku akan membantu mu untuk pergi." -Edzard
Gartia pun menangis, dia tidak menyangka bahwa dirinya masih memiliki orang tua. dia juga tidak menyangka bahwa di dunia ini dia tidak lah sendirian.
"terimakasih.. ternyata dewa masih baik pada diriku.. hiks.." -Gartia
*puk
Edzard memeluk Gartia
"tenang lah.. aku akan selalu bersama dirimu, tidak peduli apapun yang menimpa mu, aku ada di samping mu dan menemani mu. walaupun dunia memisahkan kita, walaupun maut memisahkan kita, walaupun waktu memisahkan kita, aku tidak akan menyerah untuk bersama dengan dirimu." ucap Edzard yang menenangkan nya
...*Kerajaan Eastern...
2 hari berlalu. Edzard, Satan dan Gartia sudah tiba di kerajaan Eastern. mereka berangkat hanya bertiga.
dikarenakan murid murid Edzard memutuskan untuk berlibur di Kekaisaran Britania Raya. Edzard juga memberitahukan mereka bahwa mereka tak diperbolehkan untuk melakukan hal hal yang mengacu pada keributan.
saat ini, Edzard dan Gartia sedang berada di depan gerbang pintu kerajaan Eastern.
__ADS_1
"berhenti, siapa kalian?!" tanya salah satu penjaga gerbang
"aku adalah Gartai Le Aundria, anak dari Raja Roaster Le Aundria. anak kedua dari Raja dan adik dari pangeran Cluster Le Aundria." ucap Gartia memperkenalkan diri nya
dia bisa mengetahui silsilah keluarga nya itu dikarenakan informasi yang didapatnya dari Edzard saat di penginapan.
informasi ini cukup lengkap untuk silsilah keluarga Gartia ini. namun, penjaga gerbang tak cukup yakin akan hal itu.
"tidak mungkin! Raja mengatakan bahwa anaknya telah mati di Medan pertempuran, bahkan saat ini makam dari Nona Gartia ada di taman istana kerajaan"
"ada apa ini ribut ribut!?" ucap komandan pasukan yang tiba tiba muncul
"ah komandan, lihat lah dia, dia mengaku-ngaku sebagai Nona Gartia, entah apa yang dirinya pikirkan sampai membuat nya seperti ini"
"benarkah? hey Nona muda, mengapa kau melakukan hal menyepelekan ini? ini sebuah tindakan kejahatan dan akan dijatuhi hukuman mati karena mengaku sebagai putri kerajaan" ucap komandan pasukan kepada Gartia
karena tidak ingin menunggu terlalu lama, Edzard memutuskan untuk angkat bicara dalam perdebatan ini.
"maaf, aku adalah Edzard Wesley. kemarin aku bertemu dengan kawan lama ku di Kekaisaran Britania untuk menanyakan identitas asli dari Gartia, dan dia mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu anak dari Raja kerajaan Eastern Kingdom. jadi aku memutuskan untuk membawa nya kesini, dia adalah teman ku." ucap Edzard dengan tegas
"tidak mungkin! aku sudah melayani kerajaan selama 30 tahun dan tak pernah aku tahu bahwa Nona Gartia masih hidup, jika diperkuat maka umurnya itu lebih dari 30 tahun kan!?"
"kawan lama ku adalah Merlin Claudia, Penyihir Agung kekaisaran Britania Raya, dia memiliki otoritas yang tinggi di kekaisaran itu. apakah kau berpikir dia tak bisa melakukan kontak mata dengan 13 penguasa Britania?" -Edzard
"sekarang, kau hanya harus mempertemukan kami dengan Raja Roaster Le Aundria, dia sudah lama tak bertemu dengan ayahnya." ucap Edzard
"aku tak terlalu yakin akan dirimu dan nona muda ini--"
"biarkan dia masuk.." ucap seseorang pelayan tua yang memotong pembicaraan
"hm? kepala pelayan, apa yang kau lakukan di sini?" tanya komandan pasukan dengan sopan
"hm.. aku mendengar sesuatu yang ribut dan memutuskan untuk kesini.. lalu.. juga.. Nona ini adalah.."
kepala pelayan itu terua memperhatikan Gartia dengan sangat seksama dan teliti. Gartia adalah wanita yang sangat sangat cantik dan imut, dia tak bisa dibandingkan dengan wanita cantik lainnya.
Edzard beranggapan bahwa kakek tua itu terus melihat Gartia dengan serius, mengira bahwa dirinya adalah seseorang yang mesum.
"hm! ternyata benar.. aku.. hiks.. akhirnya kita bertemu kembali.. hiks.. nona Gartia.." ucap kepala pelayan yang mengeluarkan air matanya
"ke.. kepala pelayan.. apa maksudmu ini?" tanya komandan pasukan
__ADS_1
"tahi lalat yang berada di leher bawah nona Gartia adalah tanda lahir dirinya.. aku sudah melayani kerajaan saat Raja masih lah muda, bahkan saat nona Gartia lahir, akulah yang merawatnya dengan baik, aku mengetahui nona Gartia memiliki tanda lahir yang berada tepat di bawah lehernya." ucap kepala pelayan menjelaskan dengan detail
kemudian, dia berlutut di hadapan Gartia.
"senang rasanya tahu bahwa engkau masih hidup, biarkan saya menuntun anda bertemu dengan ayah anda, dia sedang berada di suatu tempat di ruangan rapat." -kepala pelayan
"baiklah.. aku akan ikut dengan mu" -Gartia
...*Di kastil kerajaan, di ruangan rapat...
"Raja, apakah kau benar benar ingin membiarkan kerajaan ini terus menerus diambang kehancuran? lakukan lah sesuatu jika kau seorang Raja!" ucap salah satu bangsawan
"hati hati kalau dirimu berbicara! Marcus! kau ada di hadapan Raja" ucap Jendral pasukan
"Jendral! asal kau tahu! aku sudah berjuang untuk negara namun usaha ku tak diapresiasi kan oleh dia! bahkan uang bantuan ku untuk kerajaan di buat dirinya untuk hal yang tak berguna!" -Bangsawan
"aku setuju." -Bangsawan
"aku juga sama" -Bangsawan
"benar." -Bangsawan
di dalam ruangan, ada beberapa orang bangsawan dan Raja sedang mengadakan rapat penting.
sepertinya permasalahan rapat kali ini adalah Raja mereka yang berbuat seenaknya.
"diam!" ucap Raja Roaster Le Aundria
di saat Raja mengatakan satu kalimat, seluruh orang langsung terdiam dan tak berbicara.
"beberapa tahun yang lalu, aku memutuskan untuk menikahkan anakku, Cluster Le Aundria dengan salah satu putri kerajaan Babilonia. pada saat ingin bertunangan, Cluster menolak hal itu dan melarikan diri. namun aku masih bisa menangkap nya dan memenjarakannya di lantai bawah tanah.
sekarang rencana ku untuk berhubungan dengan sebuah kerajaan besar sudah tak bisa diharapkan lagi. saat ini, muncul pemuda dengan bakat luar biasa yang bahkan mampu menjadi salah satu dari 13 Pahlawan Britania.
jika Gartia masih ada di sini. maka aku akan menikahi nya untuk mendapat kan kekayaan dari dirinya, tetapi Gartia sudah tak ada di sini." curhat Raja kepada semua orang
"kami tak memperdulikan hal seperti itu, karena itu salah mu yang ingin menjual anak mu sendiri demi uang bukan?" ucap salah satu bangsawan
di tengah tengah obrolan mereka semua, datanglah Gartia, Edzard, Satan dan juga kepala pelayan.
"nona Gartia ada di sini.. dia adalah anak kandung sang Raja yang telah lama hilang.." ucap kepala pelayan
__ADS_1
...TO BE CONTINUED...