
sesampainya di rumah, aku bertemu dengan Minnie dan Lucia.
aku menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka, tentunya tidak dengan cerita masa lalu Licht.
"baiklah, kau istirahat dulu" ucap Minnie
"baiklah"
aku kembali ke kamar ku untuk istirahat
*keesokan harinya
"jam berapa sekarang?"
aku melihat jam dan itu adalah jam 5 subuh.
aku pergi mandi dan berbelanja ke pasar untuk memasak.
setalah berbelanja aku pergi memasak, lalu pergi ke universitas
seperti biasa, aku mengendarai motor CB250T dan menuju ke universitas.
*sesampainya di universitas
setelah sampai, aku melihat licht yang sedang sendiri pergi ke belakang sekolah.
"ngapain dia??"
aku mengikuti licht sampai ke belakang sekolah.
sesampainya di sana aku terkejut, licht sedang berbicara dengan perempuan
"sial, licht tertarik dengan perempuan??"
aku diam diam menggunakan jurus Eavesdrop.
Eavesdrop adalah jurus yang mana aku bisa melihat, mendengar atau apapun itu dalam kegelapan. jurus ini kuat jika di malam hari, karena malam hari itu GELAP.
"Hm..?"
aku mengintai mereka dengan mata kegelapan ku yang berada di bayangan pohon.
"apakah kau senggang nanti?" ucap licht kepada wanita itu
"ya, memangnya kenapa?"
"aku ingin mengajak mu keluar"
"kita kemana?"
"berbelanja, apakah kau tertarik?"
"boleh, aku akan ikut"
"oke, sampai ketemu nanti"
"oke"
mereka berpisah, aku yang menyadari licht akan ke arah ku.
aku mengambil tindakan langsung menggunakan teleportasi menuju WC umum sekolah.
*....
aku terdiam
"yang benar saja"
aku dengan buru buru pergi ke kelas
setelah sampai di kelas, aku bertemu dengan Licht.
*gluk
aku menelan ludah karena gugup
aku memutuskan untuk tidak mengetahui apa apa dan menghampiri licht
"Hay licht" ucap ku kepadanya
"oh Hay Guren, apa kabar mu?" ucap licht membalas
__ADS_1
"aku baik"
"oh, apakah nanti sore kau senggang? aku ingin mengajak mu keluar"
*!!!!
aku terkejut
"A-apa?"
"nanti sore aku ingin mengajak mu keluar bersama beberapa teman"
"hm.. sama siapa saja?"
"mungkin aku sudah mengajak 3 orang termasuk kau"
*...
aku terdiam
aku berpikir apakah Licht tidak mengajak dia untuk kencan??
'apasih yang dia pikirkan' ucap ku dalam hati
"baiklah aku akan ikut, tapi aku akan membawa orang lagi. boleh kan??" ucap ku kepadanya
"baiklah tidak masalah"
aku merasa lega, jika licht benar benar kencan. maka aku akan mengikuti nya untuk memata matainya.
*kriinggg
bel sekolah bunyi, itu tanda kelas akan dimulai.
seperti biasa aku belajar dengan sedikit tekun, sedangkan Licht hanya tidur.
*Ding dong
bel kelas istirahat
karena bel istirahat, aku menghampiri licht untuk mengajaknya makan di kantin.
namun tiba tiba saja King of Wrath, Rion datang.
"kemana?"
"ke markas ku, aku ingin membicarakan sesuatu"
"tidak, aku ingin makan Buena comida dengan Licht"
"kalau begitu aku yang terakhir"
*?!
aku terkejut
"seriusan??!"
"benar"
tanpa pikir panjang, aku mengikuti Rion ke-markas nya.
begitu juga licht, aku mengajak nya untuk ikut serta.
*markas besar Murka
di suatu ruangan, ada aku dan licht yang duduk sebangku.
lalu ada Rion yang duduk dan 2 anak buahnya yang berdiri.
"jadi.. apa yang ingin kau bicarakan?" ucap ku kepadanya
"setelah pertarungan kita, aku berniat untuk membantu mu dengan cara meminta seluruh king untuk tidak ikut campur dalam urusan mu"
*!?
aku terkejut serta heran
"mengapa kau melakukan itu?"
"karena aku kagum pada mu"
__ADS_1
"kagum?"
"kau tanpa takut datang ke markas musuh, padahal di dalam markas itu ada 300 orang lebih"
"hahahaha, apa yang kau katakan pada para king?"
"begini.."
...--------------...
*beberapa hari yang lalu
aku (Rion) mendatangi markas king of Clever.
aku mengobrol dengannya soal dirimu, tentu saja aku tidak mengatakan bahwa aku kalah dari mu.
lalu dia mengatakan "aku tidak tertarik pada nya, namun jika dia mendapat kan Ranking tinggi di dalam universitas. aku mungkin tertarik" ucap Juna dengan menaikkan kacamata nya
"uhg, kau aneh" ucap Rion
lalu aku pergi lagi ke markas King of Thieves.
di sana aku juga meminta nya untuk tidak menganggu dirimu, dia juga mengatakan hal aneh "sepertinya dia kuat, aku tidak ingin mencurinya. mungkin saat aku mencuri barang miliknya aku akan mati."
*...
aku pergi lagi ke markas King of Cunning
mungkin bagiku sulit untuk menahan dirinya, apalagi dia adalah seorang yang sangat Licik.
aku menjelaskan dirimu secara detail dan hati hati
"apakah kau tertarik pada Guren? calon King?" ucap ku (Rion) kepadanya
"jujur saja, aku sudah tidak ingin masuk kedalam urusan King. jadi tidak usah memperdulikan ku"
"benar juga, kau mau lulus ya?"
"ya.."
lalu aku pergi dengan aman dari King of Cunning, Jirokichi
lalu aku pergi lagi ke markas King of Fighters
aku selalu merasakan bahwa dia adalah orang yang kuat. namun juga lucu
"aku tidak ingin berurusan dengan nya, kalau dia kuat mungkin aku akan turun menghadapi nya" ucap nya dengan memamerkan ototnya
"sebenarnya aku malas bertemu dengannya" ucap Rion
lalu aku pergi ke tempat terakhir, itu adalah King of Destruction.
di sana aku selalu ragu untuk menemaninya.
saat aku bertemu dengannya, aku juga menceritakan tentang mu.
"jadi.. kau bermaksud untuk menghalangi ku?"
"tidak aku tidak bermaksud begitu"
"sebelum kau memberi tahu ku, aku sudah tertarik padanya. jadi jangan ikut campur!"
...----------------...
"Begitu lah katanya" ucap Rion
"jadi begitu ya.." ucap ku kepadanya
'Destruction?' nama ini terdengar aneh saat dia menyebutkan nya
seperti pernah mendengar di suatu tempat.
"hm.. jadi seperti itu.."
"ada apa? kau harus berhati hati" ucap Rolly
"tenang saja, kalau begitu aku akan pamit dulu"
"baiklah"
aku dan licht kembali ke kelas
__ADS_1
TO BE CONTINUED