INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 107. Perjalanan Abaddon (perang yang akan terjadi)


__ADS_3

setelah Abaddon memasang rencana selanjutnya, dia memutuskan untuk pergi menuju kastil koral.


"Semuanya! mari kita berangkat!!" ucap Abaddon


"YEAH!"


"AYO!"


semua orang mengikuti apa kemauan Abaddon, dengan begitu, mereka pun berangkat menuju kastil koral.


dengan jumlah pasukan yang hampir mencapai 1000, mereka pun sudah siap untuk pertempuran berskala besar.


jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, mereka memutuskan untuk bertarung hidup dan mati, mempertaruhkan nyawanya untuk orang yang ingin hidup damai.


dengan pidato Abaddon, dia dengan mudah memanipulasi mereka.


di tengah tengah perjalanan menuju Kastil koral, Gaskins mendatangi Abaddon.


"Tuan, apakah anda ingin aku memerintahkan seluruh Undead untuk melakukan perang berskala besar?" tanya Gaskins


"tidak, untuk saat ini, perang gelombang pertama ini kau hanya perlu mengeluarkan 1/3 dari seluruh pasukan milik mu. itu sudah lebih dari 300 Undead. keluarkan 100 Undead tingkat hebat dan sisanya tingkat tinggi" jawab Abaddon


"baik tuan, apakah Anda merencanakan sesuatu lagi? seperti.. membangun sebuah kerajaan?"- Gaskins


Abaddon sedikit terkejut dengan ucapan Gaskins, dengan hawa membunuh dia mengatakan "ini Perintah dari Rajaku.. jika kau menentangnya.. maka yang akan ku bunuh adalah dirimu!!!"


*!!


seketika Gaskins pun berkeringat dingin


dia merasakan amarah Abaddon dengan sangat jelas.


"saya meminta maaf, saya telah melakukan omongan yang salah kepada anda serta Raja yang agung (Edzard)" ucap Gaskins dengan berlutut


Abaddon pun memaafkan Gaskins.


"aku maafkan dirimu, akan tetapi, jika kau mengulangi nya lagi, matilah dirimu itu!"


Gaskins pun menundukkan kepalanya.


perjalanan masih berlanjut, Abaddon menyuruh Gaskins untuk pergi duluan ke kastil koral, untuk mencegatnya di depan.


"tanah kebebasan sudah tidak aman lagi. sepertinya kita akan benar benar membangun sebuah kerajaan untuk keamanan negara kita sendiri." ucap salah satu pasukan


"benar, aku juga memiliki keluarga untuk dilindungi, jika aku tidak bisa melindungi keluarga ku, maka aku tidak pantas sebagai ayah untuk anakku dan suami dari istri ku"


"jadi, kau akan bertarung hingga mati? bagaimana jika istri dan anakmu bersedih?"


"tenang saja, aku sudah membulatkan tekad ku untuk melindungi istri ku.. haha, jika terjadi sesuatu, kau harus selamat ya"


"haha, bukan hanya aku yang harus selamat, tapi kita semua juga harus selamat!"


"baiklah baiklah, Lawan kita ini bukanlah mahkluk biasa loh, tapi Undead."


"pemimpin juga sudah mengatakan, bahwa kelemahan Undead adalah kepalanya"

__ADS_1


"ya, jika kita ingin membunuhnya, maka kita harus menghancurkan kepalanya. dengan begitu dia pun bisa mati"


"haha, benar"


mereka semua mengobrol satu sama lain.


untuk menghormati sesama pejuang, Abaddon membiarkan mereka yang berbicara dengan senangnya.


setelah beberapa jam berjalan menuju kastil koral, tiba tiba saja, ada banyak sekali Undead yang menghadang mereka dari depan.


*CREAAK


suara tulang mereka sangat terdengar dengan jelas. mereka yang keluar dari tanah langsung menyerang seluruh anggota Revolusioner dari berbagai sisi arah.


"BERSIAP!!"


ABADDON, dia memberikan sebuah komando ke seluruh anggota.


"INI ADALAH PERANG! PERTARUHKAN SELURUH YANG KALIAN MILIKI!!!"


dengan semangat yang diberikan Abaddon, dia pun membangkitkan seluruh semangat orang orang.


"WAAHHG!"


"SERANG"


"HAAAA"


semua orang mulai menyerang Undead yang mereka temui. dengan skala Undead yang kurang dari 500 dan jumlah pasukan Revolusioner yang lebih dari 500. mereka memiliki peluang kemenangan yang tinggi.


namun, walaupun jumlah Undead kurang dari 500.. bahkan kurang dari 400.. mereka tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.


hanya dengan kekuatan pasukan pemulanyang di latih oleh Abaddon, oleh karena itu, dia (Abaddon) hanya memunculkan Undead dengan level Tinggi - hebat.


dengan jumlah yang lebih sedikit dari jumlah pasukan Revolusioner, mereka memiliki peluang kemenangan untuk perang gelombang pertama ini..


*DUAAARRR


seorang penyihir yang menggunakan sihir ledakan area pun bisa memusnahkan beberapa Undead.


ini berbeda dengan Undead yang sebelumnya mereka temui, resistensi mereka terhadap sihir semakin banyak semakin tinggi.


"SERANG TERUS! BAWA MUNDUR SESEORANG YANG TERLUKA!!!"


Abaddon benar benar merencanakan ini dengan sangat baik dan teliti.


"SERANG SEBELAH KANAN! MEREKA MEMERLUKAN BANTUAN!!"


dengan berani dan gagahnya seseorang berteriak untuk membantu Abaddon mengendalikan alur peperangan.


itu adalah Rudra.. dia memiliki wibawa yang tinggia serta jiwa kepemimpinan yang loyal. dengan sifat nya itu, dia akan dengan mudah di angkat sebagai pahlawan Revolusioner oleh Abaddon.


orang yang mendengar kata kata dari Rudra pun langsung pergi menuju sisi kanan untuk membantu mereka.


semua orang juga membagi bagi pasukan mereka untuk membantu kubu kubu yang lainnya, dengan begitu, pasukan revolusi pun mendominasi alur pertempuran.

__ADS_1


dengan perang yang kacau, semua orang banyak yang teluka berat atas pertempuran. walaupun begitu, masih ada beberapa Undead yang bertahan untuk bertempur.


Abaddon yang menggunakan sihirnya untuk membasmi seluruh Undead yang tersisa, dengan mudahnya membunuh Undead Undead itu.


kini, kemenangan pun dimiliki oleh pasukan Revolusioner.


namun.. korban pertempuran pun juga sebanding dengan hasil kemenangan kali ini.


tidak ada nyawa yang hilang di pertempuran tadi, hanya saja, korban yang terluka parah mencapai 100 lebih.


seorang dokter pun mendatangi Abaddon.


"pemimpin!" ucap orang itu bertemu dengan Abaddon


dia terkejut yang melihat Abaddon yang setengah terluka parah, dengan kepalanya yang bercucuran darah dan tangannya yang patah disertai darah yang mengalir dari pundaknya.


"pemimpin.. kau tidak apa apa.." tanya dokter itu


"aku baik baik saja.. katakan.. ada apa?"


"tapi.. tangan mu harus di sembuhkan dahulu.."


"sudahlah.. pasti ini menyangkut para korban bukan? katakan saja.."


dengan terpaksa, dokter itu mengatakan nya.


"korban yang kita alami ini sangat sangat banyak, kita juga membutuhkan dokter tambahan. masih banyak dokter yang tertinggal di desa. kita harus kembali ke desa"


"memangnya ada apa di desa..? apakah ada dokter?"


"ada! Eas, seorang informan handal, dia menyebarkan berita bahwa garis pertahanan terakhir berada di desa kita. jadi, aku mendengarkan bahwa seluruh orang mulai mengungsi ke desa kita"


"apa..!? apakah paman Eas bisa melakukan hal itu?"


"Eas adalah seorang informan yang sangat dipercayai oleh seluruh orang orang yang berada di Tanah Kebebasan. dia menegakkan keadilan untuk memberantas seluruh penjahat yang berada di tanah kebebasan"


"jadi.. dia tak ikut dengan kuta karena dia harus menyebarkan informasi..?"


"iya.. mungkin saja.. kita bisa menambahkan pasukan tambahan yang berada di sana"


"baiklah! mari kita pergi!"


"tapi.. bagaimana caranya? orang orang yang terluka parah tidak bisa berjalan dengan baik"


"aku memiliki sihir teleportasi.. dengan begitu, aku pun bisa membawa kalian dengan singkat kesana"


"apa! lalu bagaimana caranya!"


"sabar.. aku memerlukan waktu satu jam untuk itu, apakah masih sempat?"


"masih! masih sempat! aku percaya kepada anda!"


"baiklah.. kau bisa pergi dahulu.."


dokter itu pun pergi keluar dari tenda milik Abaddon.

__ADS_1


'haha.. akhirnya banyak orang yang berkumpul.. dengan begitu aku bisa mendirikan kerajaan dengan mudahnya' ucap Abaddon dalam hati


...TO BE CONTINUED...


__ADS_2