
...*Garda terdepan divisi Utara...
*SRAAK
tebasan pedang yang mengenai tengkorak
"fiuh, melelahkan sekali"
"benar, sekarang adalah perang, kita harus semangat"
kondisi garda terdepan saat ini sangat lah sulit. para Undead menyerang desa utama dari 4 sisi yang berbeda.
itu membuat pasukan revolusi kewalahan dengan hal itu.
namun, dengan cepat Abaddon mampu mengatasinya. bahkan dia memerintahkan Four Great Power untuk membagi mereka ke 4 arah yang diserang.
"JANGAN MELAMUN!" ucap Rudra
Rudra, dia adalah pemimpin pasukan divisi Utara, dia ditugaskan oleh Abaddon untuk memimpin garda terdepan sebelah Utara dari desa utama.
dia juga salah satu dari 4 jenius yang akan di bawa Abaddon untuk menjadikan mereka murid dari Edzard.
penampilan milik Rudra tidak terlalu mencolok, dia memiliki penampilan yang sama seperti orang orang biasa tanpa kekuatan apapun.
namun, sebenarnya kekuatan fisik milik Rudra bisa sebanding dengan Dagruel, yang notabene nya dia (Dagruel) adalah ras Demi-Human.
setengah raksasa dan setengah manusia.
untuk seukuran manusia, itu merupakan hal yang mustahil, tetapi itu bisa dipatahkan oleh fakta dari Rudra.
maka dari itu, Rudra adalah aset yang sangat penting bagi Abaddon.
sekitar 10.000 Undead yang berada di sisi Utara. seluruh pasukan yang di pimpin oleh Rudra melawan Undead dengan jumlah yang sangat banyak.
karena kekuarangan pasukan, Rudra memutuskan untuk menarik seluruh pasukan nya sampai bantuan datang.
"MUNDUR! KITA KEKURANGAN PASUKAN!" ucap Rudra dengan tegas
"tapi komandan.. kita tidak akan sempat jika mundur secara bersamaan.. itu akan membuat seluruh pasukan Undead memasuki Desa utama." ucap salah satu pasukan garda terdepan
*DUAR DUAR
suasana di Medan perang sangat lah kacau. penyihir Undead terus menerus melemparkan bola sihir yang Ter meledak.
karena tidak memiliki pililahn lain, Rudra pun dengan sedikit gegabah memutuskan untuk pergi menahan seluruh pasukan Undead.
"kalau begitu kalian pergi saja! aku akan menahan mereka disini!" ucap Rudra kepada mereka
"TAPI KOMANDAN!"
"komandan! jangan lah bertindak gegabah!"
"CUKUP! kalian hanya perlu mengikuti perintah dari atasan kalian sendiri.." ucap Rudra
Rudra, dengan sangat tegas. dia memutuskan untuk menahan seluruh pasukan Undead demi pasukan yang di pimpinnya kembali ke desa utama.
sedangkan dia percaya bahwa Abaddon, sang pemimpi pasukan akan datang untuk membantunya.
*TAK TAK
*TAK TAK TAK
seluruh pasukan milik Rudra mulai mundru secara bersamaan dari Medan perang.
Rudra pun mulai bertarung sendiri melawan Undead dengan jumlah yang tidak masuk akal itu.
...10.000 vs 1...
__ADS_1
itu adalah hal yang sulit untuk dilakukan oleh orang sekelas Rudra. bahkan Undead yang di kirim ke desa utama masihlah Undead kelas tinggi dan hebat.
baru melawan kerumunan Undead yang mengerumuni nya, Rudra sudah sangat kewalahan dengan itu.
*SRAAAK SHRIING SHRING
dia terus menerus menebaskan pedang nya dengan sangat teratur, dia mencoba untuk tidak goyah dalam pertempuran ini.
'ya ampun! ini sangat sulit! aku harus mengambil jarak yang panjang untuk-'
*BRUAAAK
"KUHK!"
Rudra terlalu banyak berpikir, sehingga dia sedikit mengurangi fokus nya pada alur pertempuran.
dia terkena tebasan di kakinya, itu membuat Rudra kehilangan kesempatan sementara.
"KUHK! sialan!"
dengan cepat, Rudra pun memperbaiki keseimbangannya yang tidak beraturan tadi.
*SREET SREET
*WHOOS
setelah memperbaiki keseimbangannya, dia melompat tinggi untuk mengambil beberapa jarak dari kerumunan Undead yang mengerumuni nya.
namun.. saking banyak nya Undead yang berkerumun di sekitar nya, itu membuat jarak lompatannya bahkan tidak terlalu jauh.
itu juga termaksud faktor kakinya yang terluka akibat tebasan salah satu Undead.
*FHOOW
Untungnya, Rudra masih bisa bergerak seperti biasa. dia terlihat sangat kewalahan karena melawan lebih dari 10.000 Undead.
bahkan setelah dirinya berjuang sendiri, dia masih lah tidak bisa mengurangi jumlah Undead yang ada.
walaupun terlihat sangat bingung, sebenarnya Rudra benar benar bertekad untuk menahan seluruh Undead meski nyawanya terancam.
di tengah tengah kebingungannya, Abaddon pun datang untuk membantunya.
*WHOOS
sebuah kilatan datang menghantam tanah yang ada di depan Rudra
*BRUAAAK
setelah Rudra melihat orang itu dengan jelas..
"WOAH! PEMIMPIN!!" ucap Rudra dengan sangat senang
"maaf membuat mu menunggu ku, Rudra." ucap Abaddon kepadanya
dengan sangat gagah dan berani, Abaddon datang sebagai penyelamat bagi Rudra di tengah tengah Medan perang.
"kau baik baik saja?" tanya Abaddon
"iya.."
"sekarang, serahkan kepada ku di bagian sini, kau segera kembali lah untuk beristirahat.."
-Abaddon
"tidak! saya akan tetap membantu anda di sini.."
-Rudra
__ADS_1
"tidak Rudra, kau harus beristirahat sejenak"
-Abaddon
"pemimpin, izinkan saya untuk bertarung dengan sekuat tenaga!" -Rudra
"baiklah, bagaimana jika begini saja. kau sekarang kurang kuat untuk mengalahkan mereka, aku akan menunjukkan satu jurus yang kuat kepadamu" -Abaddon
"apa!? kalau begitu saya mau" -Rudra
"yeah, perhatikan baik baik" -Abaddon
Abaddon pun memutuskan untuk menunjukkan kekuatan berpedang nya, dia secara diam diam memperlajarinya dari Satan.
namun.. Abaddon tidak memiliki sebuah pedang..
pedang satu satunya yang dia rampas dari kastil Dewata Tertinggi telah diberikan kepada Rudra. kini dia tidak memiliki pedang satupun di ruang dimensi nya.
tidak kehabisan akal, dia (Abaddon) pun menggunakan energi nya untuk membentuk sebuah pedang.
gaya berpedang yang ingin ditunjukkan oleh Abaddon adalah salah satu jurus pedang yang lumayan kuat.
namun, karena tidak terlalu mengerti akan kekuatan berpedang, Abaddon tidak mengetahui seberapa efektif nya kekuatan berpedang nya.
sedangkan Rudra yang melihat Abaddon dapat membentuk sebuah pedang hanya dengan energinya saja. dia merasa sangat kegum kepadanya.
"Deviant sword style: slash"
Abaddon, tanpa menggunakan gerakan apapun, tanpa disadari oleh siapapun, tanpa diketahui oleh siapapun.
dia hanya menggerakkan tangannya seperti gerakan menebas, kakinya tidak bergerak satu mili pun.
secara mengejutkan...
*SHRIING
suara tebasan pedang
hanya terdengar satu buah suara yang terdengar telinga milik Rudra. lalu, tiba tiba saja, seluruh Undead yang ada di depan mereka berhenti bergerak.
"apa.. yang terjadi..?" tanya Rudra dengan sangat heran
*SRAAAK SREAAK
seluruh Undead pun.. terbelah belah menjadi sangat kecil..
"ha.. apa.. yang terjadi.."
dengan sangat terkejut, Rudra hanya melihat kejadian yang luar biasa itu dengan eksepsi yang sangat tidak biasa.
dia benar benar terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Abaddon, bisa menebas 10.000 Undead dalam satu gerakan, itu adalah hal yang mustahil dilakukan.
"kau sudah lihat? kalau begitu silahkan pelajari sendiri" ucap Abaddon
setelah itu, Abaddon pun pergi dari tempat Rudra. dia pun segera pergi ke tempat terakhir untuk menyelesaikan perang.
"sungguh hebat.. bisa melakukan hal seperti itu.. sungguh sangat hebat.." ucap Rudra dengan rasa kagum
tiba tiba, Rudra teringat kembali apa yang dikatakan Abaddon saat dirinya direktur ke dalam Revolusi Army.
"ada seseorang yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat dariku.."
"dia adalah Tuan dari The Commandments"
"huh.. sebenarnya siapa itu tuan dari The Commandments? lalu siapa the Commandments itu? sungguh misteri"
...TO BE CONTINUED...
__ADS_1