
*Di sisi lain, tempat Satan, Gartia, Dagruel, dan Garou berada.
"Hey Satan, kemana kita akan pergi?" tanya Gartia
"Aku hanya mengikuti keputusan mu, aku diperintahkan untuk menjaga kalian"
"menjaga kami? baiklah, aku memang mengakui dirimu kuat"
"benar, Kakak Satan sangatlah kuat, dia bahkan membunuh puluhan bandit dalam hitungan detik" ucap Garou
"puluhan bandit? yang benar saja" ucap Dagruel
"benarkah? Satan! kau hebat, ahaha" ucap Gartia
Satan hanya terdiam dalam keheningan, dia tidak memperdulikan pujian dari siapapun terkecuali dari Raja nya.
saat sedang berjalan mencari tempat penginapan, tiba tiba saja Gartia dikejutkan dengan seseorang tak dikenal.
"Hey adik junior Gartia" ucap orang itu
"hm..? ah! kakak senior Shin Hye!"
"haha, kau mengenali ku akhirnya. apa yang kau lakukan di sini?"
"aku sedang melakukan perjalanan ke arah barat, kebetulan ada kota ini dan berakhir beristirahat."
"aku mengetahui kau telah mencapai tahap Spiritual, tapi kau tetap masih seperti 10 tahun yang lalu"
"tentu saja, hanya orang yang berada di tahap Spiritual ke atas lah yang dapat melakukan perjalanan antar daratan"
"baiklah, dan ini siapa?" ucap Shin Hye melihat Satan
"aku adalah Satan, senang bertemu dengan mu"
"hoo, jadi kau Satan? lalu apakah kau kekasih nya Gartia yang cantik itu?"
'jadi? ada sesuatu yang aneh'
"aku hanyalah teman nya"
"teman? bagus lah kalau begitu"
"kakak senior, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Gartia
"aku di sini untuk membeli beberapa alat sihir dan beberapa jurusnya"
"begitu, bagaimana kalau kita pergi bersama?"
"woah, baiklah, ayo"
"mari pergi"
kita pun pergi bersama, Dagruel dan Garou berada di samping Gartia.
sedangkan Satan dan Shin Hye berada di belakang.
dan mereka bersampingan.
"permisi, bukankah kau seorang Cultivator?"
"benar, memangnya ada apa?"
"ya.. tahap apa kau ini?"
"aku berada di tahap Demi-God, dan baru saja memasuki tahap ini beberapa bulan lalu"
"begitu ya.."
"lalu bisakah aku bertanya?"
"hm..?"
"kau ini.. apa? maksudku itu kau seorang Cultivator, Penyihir, atau yang lain?"
"memangnya kenapa?"
"aku tidak merasakan kau memiliki sihir, dan aku berpikir bahwa kau ksatria. namun tubuhmu tidak memadai bahwa kau Ksatria.
apakah kau seorang beladiri?"
"...baiklah, jangan menunggu kami lengah, langsung katakan saja apa mau mu"
"apa maksudmu?"
"maksudku ku.."
tiba tiba saja, Satan mengayunkan tangannya dengan niat membunuh, walaupun Shin Hye bisa menghindari nya.
namun Shin Hye bisa menghindari serangan itu akan tetapi dia terluka di bagian pipinya terdapat sayatan.
"mengerikan, apa apaan kau?"
"kau ingin membunuh kami bukan??!"
tiba tiba saja Gartia yang mendengar percakapan Satan dan Shin Hye pun terkejut.
"apa! apa maksudmu kakak senior!?"
tiba tiba saja Shin Hye pun tertawa.
__ADS_1
"hahahahaha, kau telah menyadari nya ya! bagaimana kau menyadari nya?!"
"awalnya aku tidak mencurigai mu karena kau itu mengenal Gartia, namun kau seperti mengenal diriku.
dengan kata lain, kau adalah pembunuh yang mengambil tugas dari Kerajaan Camelot bukan?"
setelah mendengar itu, Shin Hye pun di buat terkejut tak terduga
"!! kau mengerikan, dalam waktu singkat bisa menganalisis nya"
"ya, kami telah menjadi Buronan juga"
"haha! karena kau telah menyadari nya, mari bertarung!" ucap Shin Hye mengeluarkan pedang nya
dia sangat bersiap untuk bertarung melawan Satan.
"kau.. haa kau akan kalah, majulah!"
"haaaaa!" Shin Hye maju dengan kekuatan menebas penuh
Satan hanya terdiam.
bukan terdiam karena ketakutan, tapi dia harus memilih jurus yang lemah supaya dampaknya tidak terlalu kuat.
lalu terlintas lah suatu jurus di pikiran Satan.
"kakak Satan! hati hati!" ucap Garou dan Dagruel
sedangkan Gartia hanya terdiam, dia mengetahui bahwa Satan pasti bisa mengalahkannya.
walaupun di hatinya terdapat sebuah kekecewaan karena kakak senior nya yang sudah di anggap saudara olehnya malah ingin membunuhnya.
"Dagruel! perhatikan baik baik aku! ini adalah jurus yang harus kau pelajari" ucap Satan mengambil kuda kuda
Dagruel pun melihat Satan dengan serius, walaupun di depannya terdapat seseorang Cultivator Tahap Demi-God.
Lalu Satan mengepalkan tangan nya dan melontarkan tinju nya
......
Suatu jurus yang hanya bisa Belial gunakan, namun Satan menirunya dan hanya bisa menggunakan versi sangat lemahnya saja.
setelah Satan mengeluarkan jurus itu, terjadilah ledakan gelombang suara yang diciptakan akibat pulan Satan.
seketika, Shin Hye dan sesuatu yang ada di belakangnya dalam radius 3km hancur seketika.
*Bruaakkk
*beberapa saat sebelum Gartia bertemu dengan Shin Hye
*di tempat Edzard dan Irene yang bertemu dengan Merlin
sedangkan Irene hanya duduk sambil mempelajari buku buku itu.
"ehem, nona Merlin, apa yang membuat anda membawa saya kesini?"
"ah maaf, jangan terlalu formal kepada ku, lagipula kita sama. Jadi, panggil aku Merlin"
"ba-baiklah, kalau begitu panggil aku Edzard, jadi apa yang membuat mu membawa ku?"
"baiklah Edzard, aku membawa mu karena kau menarik perhatian ku"
"menarik perhatian mu? apa maksudmu?"
"jadi begini, aku adalah penyihir agung Kerajaan Camelot, aku bisa melihat energi seseorang penyihir, aku ke sini karena ikut dengan seseorang untuk mencari Buronan.
Saat sampai di kota ini, aku berjalan jalan, tapi saat aku lewat di depan toko, aku merasakan energi penyihir agung dari dirimu.
berarti kau itu seorang penyihir agung bukan?"
seketika, aku sangat terkejut.
aku mengira dia mengetahui bahwa aku salah satu dari buroanan yang menipu Raja.
ternyata dia menganggap ku adalah seorang penyihir!!! aku sangat kesal!
tapi.. padahal aku menekan seluruh kekuatan ku sampai titik terendah, tapi ini aura ku masih keluar sendiri.
apakah aku tidak bisa seperti manusia? lah lagian memangnya aku masih manusia?
"be-benar, aku ke sini untuk mengajarkan murid ku, ahaha"
"ternyata benar kau juga seorang penyihir agung"
lah, ternyata yang dia bilang sama itu kita adalah sama sama penyihir agung.
"begitu, kalau begitu apa yang membuat kau membawa ku?"
"begini, kerajaan Camelot kami sedang mencari buroanan, aku ingin meminta kau membantu kami. tentu saja kami akan membayar dengan harga mahal"
"hm.. seperti apa buronan itu?"
"seperti ini"
Merlin pun mengeluarkan secarik kertas buroanan.
'gambarnya sangat mirip, apa mereka menggunakan alat cetak?' ucap ku dalam hati
"apakah anda pernah melihat nya?"
__ADS_1
dengan tenang dan santai, aku membalas pertanyaannya.
"tidak, maafkan aku"
"tidak perlu meminta maaf, aku tidak mempermasalahkan kau melihat nya atau tidak"
"terimakasih sudah mengerti Merlin"
"kalau begitu, maukah kau bekerja untuk kerajaan ku?"
"ah.. itu aku tidak tahu, aku ingin berkelana dengan murid ku ini"
"sayang sekali--"
sebelum menyelesaikan kata katanya, tiba tiba saja ada ledakan besar di belakang kami.
*Duaaarr
seketika kami pun terkejut, ternyata ledakan itu adalah ledakan yang dihasilkan oleh tinju Satan.
"apa apaan" ucap ku dengan terkejut
"itu! itu adalah Shin Hye, tidak mungkin dia kalah" ucap Merlin dengan terkejut
Merlin langsung melihat penyebab utama ledakan itu, dan ternyata itu berasal dari Satan.
"kau! itu kau!" ucap Merlin
"wanita, kita bertemu lagi"
"jangan lari kau!" ucap Merlin sambil mengeluarkan rapalan sihir
aku yang berada di sana mulai mencerna apa yang terjadi, saat aku sudah mengetahuinya. aku memakai telepati untuk menyuruh Satan kabur.
{Satan! kaburlah ke arah barat! aku menghindari pertarungan!}
{itu anda Rajaku, baiklah aku akan pergi}
"Gartia, Raja bilang kita harus menghindari pertarungan dengan nya, jadi mari pergi"
"baiklah"
mereka semua pun berteleportasi ke luar kota.
Merlin yang melihat itu tidak ingin membiarkan musuh nya kabur, namun aku menahan nya.
"tahan Merlin!"
"apa yang kau lakukan! aku akan menangkap musuh!"
"tunggu! pikirkan pikiran mu dengan jernih"
"apa maksudmu!"
"pikirkan, jika itu adalah Shin Hye yqng dikalahkan dalam satu pukulan, maka kau yang setara dengan Shin Hye bisa bertahan untuk berapa pukulan dari nya?"
"benar.. maafkan aku karena gegabah"
"baiklah, kalau begitu aku akan pergi dulu untuk mengejar orang orang itu. kau harus mengurus mayat teman mu dengan benar"
"baiklah, terimakasih"
aku dan Irene pun pergi menyusul mereka.
"master, apa yang terjadi?"
"tidak apa apa, hanya masalah kecil"
kami pun tiba di tempat Gartia dan yang lainnya.
setelah sampai di sana, dia menceritakan apa yang terjadi kepada mereka.
*setelah 10 menit menjelaskan
"jadi begitu, itu memang lah takdir, Gartia"
"iya.."
"tidak perlu bersedih, kau masih memiliki kami"
"terimakasih"
"baiklah, kalau begitu kita cari tempat beristirahat di dalam hutan saja"
"iya"
"baik master"
"mari pergi..!"
kami semua pun melanjutkan perjanan menuju kota kuno, jika ada tempat yang cocok untuk beristirahat. maka kami akan berhenti beberapa hari untuk istirahat di sana.
...TO BE CONTINUED...
Yoo para pembaca yang setia, saya di sini ingin mengucapkan terimakasih karena sudah tetap setia membaca Novel
...INCOMPARABLE: Lord Of Darkness...
Terimakasih yang sudah Like dan comment nya. bagi yang belom Comment dan Like, silahkan like dan comment, jangan lupa di bagikan kepada sesama para pembaca 👍🏻
__ADS_1