INCOMPARABLE: Lord Of Darkness

INCOMPARABLE: Lord Of Darkness
Chapter 109. Perjalanan Abaddon (Kedatangan Belial, Sang Kehancuran)


__ADS_3

melanjutkan cerita dari Abaddon. tepat setelah dia berjanji akan membuka sebuah gate yang langsung menghubungkan dari tempat pasukan revolusi ke desa utama.


Abaddon telah menyiapkan seluruh hal yang harus dia sampaikan ke seluruh orang yang berada di desa utama.


saat Abaddon ingin pergi keluar dari tenda, ia merasakan hawa kehadiran yang sangat kuat tepat berada di belakangnya.


*!!


Abaddon yang terkejut pun langsung menyerang orang itu dengan sihir tingkat tinggi


mengapa langsung mengerahkan sihir tingkat tinggi kepada orang tak dikenal? karena, Abaddon tidak bisa merasakan hawa keberadaan orang itu.


*SLUURP


namun, orang itu mampu meniadakan serangan Abaddon dengan sangat mudahnya.


"apa.. ternyata itu dirimu.." ucap Abaddon dengan nafas lega


seseorang yang mendatangi nya adalah.. Sang Perintah Kehancuran, Belial.


"mengapa kau terkejut? tidak seperti dirimu yang biasanya.. sungguh.. aku mendengar dari Azazel, bahwa kau sedang bersemangat menumbuhkan sebuah kehancuran di tanah Kebebasan ini?" tanya Belial


"yah.. ini adalah perintah dari sang Raja.." jawab Abaddon


"kehancuran.. kah..? kalau begitu apakah kau memerlukan bantuan ku?" -Belial


"tidak! terimakasih! jika kau membantu ku, maka yang akan hancur bukanlah tanah Kebebasan.. tetapi seluruh dunia juga akan mengalami kehancuran." -Abaddon


"tidak masalah jika kau tidak ingin ku bantu, aku ke sini hanya ingin memberikan sebuah informasi" -Belial


"apa itu? apakah segitu pentingnya sampai seorang terkuat kedua di antara kami sampai datang jauh jauh kemari?" -Abaddon


"berhentilah bercanda Abaddon, ini adalah masalah yang cukup serius bagi kita maupun Raja kita" -Belial


"apa..?" -Abaddon

__ADS_1


"beberapa hari yang lalu, aku merasakan adanya pecahan dimensi yang terjadi antara alam fana dan alam lainnya. begitu aku menyelidiki nya, aku mengetahui bahwa ada seseorang yang melanggar hukum alam dunia fana. sekarang aku bertanya, apakah kau yang melepaskan segel mu itu?" -Belial


"yah.. untuk melancarkan jalannya rencana, aku memerlukan beberapa kekuatan lebih untuk saat itu. sewaktu aku melepaskan segel ku, itu menyebabkan retaknya pelindung alam.. aku tidak tahu lebih lanjut soal itu" -Abaddon


"jadi begitu ya.. Retakan yang kau timbulkan itu.. memunculkan sebuah mahkluk yang sangat mengerikan datang ke alam fana ini."


-Belial


"benarkah? mahkluk seperti apa yang bisa melewati Void (kehampaan) yang tak berujung dan tak terbatas?" -Abaddon


"mungkin saja, itu hanya keberuntungan nya untuk bisa melewati Void. ada beberapa kasus yang sama seperti ini. aku mendengar nya dari beberapa mahkluk yang berada di alam semesta. tapi, peluang untuk bertahan hidup di Void bagi mahkluk mahkluk lain selain Dewa adalah 1,2%" -Belial


"hm.. jadi, maksud mu Dewa bisa bertahan hidup di Void? setahu ku tidak ada dewa yang bisa hidup di Void dalam jangka waktu lebih dari 1 menit" -Abaddon


"memang benar" -Belial


"memang nya, mahkluk seperti apa yang bisa bertahan hidup di dalam Void? memang nya mereka itu Malaika?" -Abaddon


"benar.. dia bukan lah Malaikat, namun dia adalah seorang penghuni Hellheim.." -Belial


setelah mendengar nama dari Hellheim, Abaddon pun sangat terkejut.


dia tidak menyangka, bahwa pecahan dimensi yang dia ciptakan akan membawa petaka bagi umat manusia, bahkan dunia ini.


"tenang saja, hanya seekor Lesser Demon tidak akan mengancam umat Manusia" -Belial


"Hanya Lesser Demon? memang sulit dipercaya, tapi dia bisa melewati Void? jangan bercanda padaku, hey Belial" -Abaddon


"aku mengatakan hal yang sebenarnya.." -Belial


'Lesser Demon adalah mahkluk berperingkat lebih rendah di Hellheim, bagaimana mungkin dia bisa melewati Void? jangan bercanda oy' ucap Abaddon dalam hati


tampaknya, Abaddon tidak bisa menerima kenyataan bahwa hanya seorang iblis sampah dapat melewati Void yang begitu Hampa dan kosong.


entah keberuntungan macam apa yang dimiliki oleh iblis itu, hampir mustahil untuk nya dapat melewati Void.

__ADS_1


"kau tampak nya sangat khawatir, apakah kau khawatir akan keselamatan manusia di Britania?" tanya Belial


"bodoh, aku khawatir karena aku telah mengotori rencana Raja, jika begini aku tidak pantas di sebut sebagai salah satu dari 10 pengikut setia sang penguasa absolute kegelapan." Jawab Abaddon dengan sedikit kesal


"hoo.. apakah kau perlu aku untuk memusnahkan mahkluk keparat itu? hanya perlu satu Great Shot Energy miliki untuk menghancurkan mahkluk itu" -Belial


'oy oy, Great Shot Energy adalah jurus yang kuat, kau ingin menghancurkan mahkluk itu atau memusnahkan dunia? bukan kah itu setara dengan Shining Canon?' ucap Abaddon dalam hati


dengan pikiran khawatir yang membanjirnya, Abaddon pun memutuskan untuk tidak mengambil tindakan yang gegabah. dia hanya perlu mempercayai mahkluk lemah.


"tidak perlu, Belial. manusia itu kuat, ku yakin mereka dapat mengalahkan mahkluk mahkluk itu tanpa kesulitan sedikit pun" ucap Abaddon dengan tenang


Belial yang mendengar itu sangat terkejut.


"o-oh, baiklah kalau begitu, maaf mengganggu waktu mu, Abaddon." ucap Belial yang akan pergi


namun, Abaddon menghentikan kepergian Belial.


"tunggu Belial, ada sesuatu yang ingin kutanyakan" ucap Abaddon


"ada apa..?" tanya Belial dengan heran


"aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku, bisakah kau melakukan nya?" -Abaddon


"apa itu?" -Belial


Abaddon, dia merencanakan sesuatu yang mengerikan dalam penaklukan nya di tanah Kebebasan.


kali ini, rencana mematikan apa lagi yang akan di buat oleh Abaddon?


"tidak masalah.. kalau begitu aku pergi dulu" -Belial


Belial pun pergi dengan sangat cepat.


entah kemana dia pergi, yang pasti tidak jauh dari daerah sekitar Abaddon. karena dia juga harus melakukan apa yang Abaddon minta tadi.

__ADS_1


...TO BE CONTINUED...


__ADS_2