Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Terlalu berharap


__ADS_3

Happy Reading...


"Tapi aku tidak mau seperti itu, aku mau membahagiakanmu nanti dengan hasil usaha ku sendiri tidak ada campur tangan orang tuamu," kata Nevan yang masih membujuk Mesha yang merajuk lewat telponnya.


Mesha adalah anak satu-satunya dari seorang pemilik perusahaan yang sangat sukses di bidangnya.


Hal itulah yang membuat Mesha menjadi wanita yang angkuh, egois dan cenderung manja, tapi meski begitu Nevan sangat mencintai Mesha meski bagaimanapun sikap Mesha itu.


Nevan dan Mesha sudah berhubungan selama hampir 4 tahun saat mereka masih kuliah di kampus yang sama.


"Baiklah kamu harus menemui ku seminggu dua kali titik tidak boleh kurang," kata Mesha terdengar helaan napas kasar darinya.


"Baiklah aku akan menemui mu dua kali dalam seminggu setelah papa ku tidak waspada lagi kita akan bebas bertemu lagi," kata Nevan.


"Ya sudah kalau gitu selamat bekerja ya," kata Mesha setelah itu dia langsung mematikan telponnya.


Nevan tau Mesha pasti sedang marah karena dia tidak bisa menemuinya sesering mungkin, tapi mau bagaimana lagi papanya tidak pernah main-main dengan omongannya jadi jalan satu-satunya adalah dia tidak terlalu sering dulu menemui Mesha.


Nevan masuk kedalam ruangan kerjanya dia kemudian menelpon toko bunga langganannya untuk membujuk Mesha yang merajuk dengan mengirimkan bunga kesukaannya agar dia berhenti merajuk.


Sementara itu di tempat lain Alisha baru sampai di kampusnya, Alisha duduk di salah satu bangku yang ada di depan gedung fakultasnya itu, dia tidak berhenti tersenyum karena berpikir bahwa Nevan sudah mau berusaha menerimanya.


Alisha tidak tau kalau Nevan melakukan semua itu karena ancaman papanya dia sama sekali tidak pernah berpikiran untuk berusaha menerimanya dan pernikahan mereka.


Entah bagaimana perasaan Alisha saat dia tahu semuanya nanti, hancur! sudah pasti karena dia sudah berharap Nevan menerima pernikahan mereka.


"Hey, kenapa hayo senyum-senyum sendiri seperti itu kamu masih waras 'kan Lis?" tanya Angga yang tiba-tiba duduk di samping Alisha dan menaruh tangannya di bahu Alisha.


"Apa sih Ga ganggu aja tau gak," kata Alisha kesal dia berdiri dan berjalan meninggalkan Angga.


"Lis jangan kebanyakan melamun sambil senyum-senyum seperti itu nanti kamu disangka sudah tidak waras," teriak Angga karena melihat Alisha sudah memasuki gedung fakultasnya.


"Aneh," kata Angga mengangkat bahunya kemudian dia pun berjalan menuju gedung fakultasnya.


Alisha berhenti memikirkan sikap Nevan tadi karena dosennya sudah memasuki kelasnya dan kelas pun di mulai, seperti biasa saat sedang belajar dia hanya memfokuskan dirinya pada dosen yang sedang menjelaskan materinya.


Jam kelas pertama pun sudah selesai dan Alisha membereskan barang-barangnya dia berniat akan ke kantin untuk makan siang.


Alisha berjalan menyusuri koridor kampusnya dengan santai sambil melihat ke depan, saat sedang berjalan tiba-tiba saja ada yang menabrak tubuhnya dari belakang hingga membuatnya jatuh ke lantai dan untung saja dia tidak sampai mencium lantai karena masih bisa ketahan oleh tangannya.


"Aduh maaf, saya tidak lihat jalan," kata seorang


pria yang menabraknya.


Alisha melihat pria yang sedang berdiri di depannya dengan membawa buku yang banyak sehingga menutupi wajahnya.


"Pantes tiba-tiba nabrak aku wajahnya terhalang oleh buku seperti itu," kata Alisha dalam hatinya dia kemudian berdiri dan menepuk celananya menghilangkan debu yang menempel.


"Saya benar-benar minta maaf karena menabrak mu," kata pria itu lagi.


Alisha yang melihat pria itu seperti kesulitan berjalan pun menawarkan dirinya untuk membantu.

__ADS_1


"Bolehkah saya bantu membawa bukunya agar kamu tidak kesulitan berjalan," kata Alisha.


"Tidak perlu repot-repot Mbak saya bisa sendiri," kata pria itu.


"Tidak repot kok daripada kamu kesulitan berjalan dan menabrak lagi," kata Alisha.


"Baiklah kalau begitu terima kasih atas bantuannya Mbak," kata pria itu pasrah.


Alisha mengambil beberapa buku dari tangan pria itu sehingga pria itu bisa melihat wajah Alisha.


Pria itu terus menatap Alisha tanpa berkedip sehingga membuat Alisha heran dibuatnya.


"Apa kita bisa pergi sekarang? bukunya mau di bawa kemana?" tanya Alisha menyadarkan pria itu dari lamunannya.


"Ke perpustakaan," jawab pria itu masih terus menatap Alisha.


"Baiklah ayo," ajak Alisha dia kemudian berjalan terlebih dahulu dan lelaki itu mengekor di belakang Alisha sambil melihat Alisha yang sedang berjalan di depannya.


"Apa kamu tidak ingat aku?" tanya pria itu secara tiba-tiba dan berjalan di samping Alisha.


"Maksudnya? apa kita pernah bertemu?" tanya Alisha melihat lelaki itu heran.


"Kemarin kamu menabrak ku saat di lobby apartemen," kata lelaki itu membuat Alisha ingat kalau dia pernah menabrak seorang pria.


"Oh iya Mas yang kemarin aku tabrak ya maaf ya Mas kemarin saya benar-benar sedang buru-buru sehingga tidak berjalan dengan benar," kata Alisha.


"Iya tidak apa-apa bukankah sekarang sudah impas karena tadi aku juga menabrak mu, oh iya makasih ya sudah bantuin bawa bukunya," kata pria itu tersenyum kepada Alisha dan di balas senyuman juga oleh Alisha.


Saat sampai di perpustakaan mereka menyimpan semua buku itu ke rak buku yang ada di sana.


"Aku Fino" kata pria itu memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya pada Alisha.


"Alisha, kamu bisa memanggilku Alish," kata Alisha tersenyum tanpa membalasnya uluran tangan Fino.


"Nama yang cantik seperti orangnya," kata Fino tersenyum dan menarik kembali tangannya, sedangkan Alisha hanya memutar matanya karena menganggap Fino tukang gombal.


"Kalau gitu aku duluan ya, mau ke kantin," kata Alisha langsung pergi begitu saja.


"Eh tunggu," kata Fino mengejar Alisha dan mensejajarkan dirinya dengan Alisha.


"Aku juga mau ke kantin kita barengan saja ya," kata Fino berjalan di samping Alisha.


"Terserah," jawab Alisha singkat sambil terus berjalan.


Saat sampai di kantin Alisha duduk di salah satu meja yang kosong kemudian dia memanggil pelayan dan memesan makanannya diikuti oleh Fino.


"Hai Lis," sapa Angga yang langsung duduk di samping Fino dan berhadapan dengan Alisha.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Alisha kepada Angga.


"Ya makan lah Lis, ini 'kan kantin tempat makan masa ke sini mau main bola sih," kata Angga santai kemudian melihat ke arah Fino.

__ADS_1


"Ngapain kamu disini Fin?" tanya Angga kepada Fino.


"Ya mau makan lah emang mau ngapain lagi," jawab Fino mengikuti perkataan Angga.


"Maksudku kamu ngapain sama Alisha?" tanya Angga.


"Kalian saling kenal?" tanya Alisha heran karena melihat Angga yang sepertinya sudah akrab dengan Fino.


"Kenal lah dia satu sekolah dengan ku dulu saat SMP," jawab Angga.


"Oh pantesan kalian akrab," jawab Alisha setelah itu dia mulai memakan makanannya karena makanannya sudah datang.


"Kalian sudah lama kenal?" tanya Fino kepada Alisha dan Angga.


"Kita teman saat di SMA dan karena kita disini tidak ada teman yang kita kenal dan akhirnya kita jadi akrab deh ya gak Lis," kata Angga.


Alisha hanya menganggukkan kepalanya dan memakan makanannya, Fino dan Angga pun tidak berbicara lagi mereka juga ikut makan.


Saat makanan mereka habis mereka pun pergi dari kantin untuk kembali ke kelas mereka masing-masing karena mereka masih ada kelas.


"Alisha cantik ya dan orangnya kayaknya baik," kata Fino sambil melihat Alisha yang berjalan ke kelasnya.


"Ya dia memang cantik dan baik, tapi kalau kamu berniat mendekatinya sebaiknya kamu urungkan niat itu," kata Angga santai dan berjalan meninggalkan Fino yang tidak mengerti dengan maksud perkataan Angga.


"Kenapa Ga, apa kamu juga mempunyai perasaan terhadap Alisha?" tanya Fino mengikuti langkah Angga.


"Tidak, aku hanya menganggapnya real teman dan dia pun seperti itu," kata Angga.


"Terus kenapa kamu melarang ku mendekatinya?" tanya Fino heran.


"Apa kamu mau jadi pebinor hah," kata Angga yang semakin membuat Fino tidak mengerti


"Alisha sudah menikah dan kamu tidak mau 'kan di cap perebut bini orang," perkataan Angga membuat Fino menganga tak percaya kalau Alisha sudah menikah padahal ceritanya dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Alisha tapi ternyata dia sudah sakit hati duluan karena Alisha sudah milik orang lain.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2