Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Keegoisan Nevan.


__ADS_3

Happy Reading...


Pov Nevan


Aku mulai membuka kedua mataku dan melihat sekeliling ku, saat sudah berhasil mengumpulkan seluruh kesadaran ku, aku baru sadar kalau aku ternyata tidur di kamar Alisha.


Aku duduk di ranjang dan melihat ke sekeliling lagi sepi itulah yang aku rasakan saat ini, aku melihat pakaian ku sudah tertata di samping ku, aku yakin pasti Alisha yang menyimpannya di sana.


Aku turun dari ranjang dan memakai celana ku yang semalam aku pakai, dengan bertelanjang dada aku keluar dari kamar itu dan ke dapur karena biasanya pagi-pagi seperti ini Alisha selalu berada di dapur menyiapkan makanan untukku sarapan.


Tapi saat di dapur aku tidak melihat siapapun, kemana Alisha tumben pagi-pagi seperti ini dia sudah tidak ada.


Aku kemudian kembali lagi ke kamar dan melihat kopernya yang semalam ada di sudut kamar itu sudah tidak ada.


"Apa dia sudah pergi?" tanyaku pada diriku sendiri.


Aku kemudian melihat kearah nakas dan melihat cincin yang tersimpan di atas sebuah kertas, aku mendekati nakas itu dan mengambil kertas dan cincin itu kemudian membaca tulisan di selembar kertas itu.


"Jadi dia benar-benar menepati janjinya, baguslah aku jadi tidak perlu repot-repot lagi menyuruhnya pergi," gumam ku menyimpan cincin dan surat itu ke dalam nakas.


Aku kemudian berbalik badan akan keluar dari kamar itu tapi ekor mataku melihat ke arah seprai di ranjang ada bercak darah yang sudah mengering di seprai berwarna putih tulang itu.


"Dia menyerahkan kesuciannya kepada ku," gumam ku tanpa sadar sebuah senyuman hadir di bibirku.


Entah kenapa ada rasa sedikit senang saat tau aku yang pertama untuknya mungkin aku merasa sedikit senang karena saat pertama kali aku melakukan hubungan itu dengan Mesha beberapa tahun yang lalu Mesha dalam keadaan sudah tidak perawan tapi aku tidak mempermasalahkan itu semua karena aku mencintainya dan menerima dia apa adanya.


Aku mengambil seprai itu dan memasukkannya ke mesin cuci agar nanti bisa di cuci oleh Bu Lastri, aku kemudian pergi menuju kamar ku untuk membersihkan diriku.


Saat selesai membersihkan diriku aku memakai pakaian ku dan saat melihat ponsel ku aku menepuk kening ku karena semalam aku ketiduran jadi lupa menghubungi Mesha dan ponsel sengaja aku matikan.


Aku menghidupkan ponsel ku sambil memakai sepatu, ternyata sudah siang dan dia hampir terlambat untuk pergi ke kantor, entah kenapa tidurku tadi sangat nyenyak hingga aku bisa terlambat bangun.


Ponsel ku yang baru aku hidupkan langsung berbunyi dan saat aku melihatnya ternyata Mesha yang menelpon ku, aku segera mengangkatnya dan terdengar suara Mesha yang kesal disebrang sana.


"Maaf semalam saat pulang kerja aku ketiduran dan ponsel ku mati kehabisan daya," jelasku dengan berbohong aku tidak mungkin menceritakan semuanya karena dia pasti akan murka kalau tahu aku makan malam dan melakukan hal itu dengan Alisha.


"Kamu tau gak aku khawatir karena kamu tidak bisa di hubungi semalaman aku bahkan tidak bisa tidur karena memikirkan kamu," katanya yang aku yakini saat ini dia bicara sambil cemberut.

__ADS_1


"Iya maaf ya kemarin banyak pekerjaan di kantor jadi aku kelelahan dan langsung tidur," jelas ku sambil berjalan keluar dari kamar dan keluar dari apartemen.


Aku masuk ke lift sambil bicara terus dengan Mesha, aku berusaha membujuknya agar berhenti merajuk.


"Pokoknya sekarang juga kamu harus ke sini," katanya dengan nada yang kesal.


"Sekarang aku gak bisa karena hari ini akan ada orang dari perusahaan yang mau bekerja sama dengan ku dan aku harus datang tepat waktu ke kantor, gimana kalau nanti malam saja ya sekalian kita dinner, kita sudah lama tidak dinner 'kan," aku masih membujuk Mesha yang terus merajuk.


"Baiklah awas kalau bohong lagi," kata Mesha kemudian setelah beberapa saat.


"Iya aku tidak akan bohong, aku juga punya sesuatu yang mau aku bicarakan padamu,"


"Apa?" tanyanya penasaran.


"Nanti saja aku kasih tau nya saat kita bertemu," jawabku dengan tersenyum aku juga sudah tidak sabar memberitahukannya kepada Mesha bahwa aku dan Alisha akan berpisah.


"Baiklah sampai ketemu nanti malam, jangan lupa sarapan dan makan siangnya ya," kata Mesha.


"Iya kamu juga jangan lupa sarapan dan makan siang," kataku, setelah itu aku menutup sambungan teleponnya dan turun dari mobilku karena sudah sampai di kantor ku yang hanya berlantai tiga karena aku baru satu tahun membuka perusahaan ini jadi perusahaan ku ini masih sangat kecil dan hanya memiliki beberapa karyawan saja.


Aku masuk keruangan ku dan memulai pekerjaanku dan bertemu dengan orang yang menjadi perwakilan dari suatu perusahaan yang sudah besar untuk membahas kerja sama.


"Apa Papa ke sini hanya untuk makan siang bersama saja?" tanyaku heran karena tidak biasanya Papaku mau repot-repot mengantarkan makanan untukku.


"Papa hanya ingin melihat anak Papa yang sekarang sudah dewasa," jawab papaku santai sambil memakan makanannya.


"Tumben," kataku heran.


"Mama kamu merasa dia tidak punya anak sekarang karena anaknya jauh darinya," kata Papaku lagi jujur aku benar-benar tidak mengerti maksud perkataan Papaku itu.


"Nevan masih di kota yang sama Pa, tidak terlalu jauh dari kalian, kalian bisa melihat Nevan kapanpun kalian mau," kataku dengan menyuapkan makanan ke mulutku.


Papaku tidak berbicara lagi dia hanya menatap ku dengan pandangan yang sulit untuk di artikan dan itu malah semakin membuat aku bingung.


"Apa ada masalah Pa?" tanyaku kepada Papaku.


Terdengar helaan napas Papaku saat aku bertanya seperti itu dan semakin membuatku semakin bingung dengan Papaku itu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak berpikiran untuk bertahan dengan Alisha dan berusaha mencintai Alisha dan memutuskan hubunganmu dengan pacarmu itu, Alisha adalah wanita yang baik dan dia juga sudah mulai mencintaimu," kata Papa menatap ku serius.


"Bukankah dari dulu Nevan sudah katakan kalau Nevan mencintai Mesha dan tidak mungkin Nevan menerima Alisha dan mengakhiri hubungan Nevan dengan Mesha Pa, kenapa Papa tidak pernah mengerti juga perasaan Nevan!" kataku kesal.


"Tapi cinta mu itu membuat kamu buta Nevan! kamu sudah salah mencintai orang!" kata Papa ku yang juga terlihat kesal.


Kejadian seperti ini pernah terjadi juga beberapa bulan yang lalu dimana saat aku baru saja pulang dari luar negeri Papa memaksaku untuk menikahi Alisha.


"Cinta Nevan bukan cinta yang buta Pa, Nevan tau bagaimana Mesha dan cinta Nevan tidak salah," kataku dengan tegas.


"Kalau Papa datang ke sini hanya untuk menjelekkan Mesha lagi sebaiknya Papa pergi saja dari sini," kataku mengusir Papaku.


"Baiklah sekarang Papa dan Mama angkat tangan, Papa dan Mama tidak akan ikut campur lagi dengan kehidupanmu," kata Papa bangun dari duduknya.


Aku bisa melihat sebuah kekecewaan yang ada di mata Papa ku itu dan aku yakin Mama ku juga pasti kecewa dengan perpisahan antara aku dan Alisha tapi aku sangat mencintai Mesha apa aku salah kalau aku ingin memperjuangkan cintaku.


Papa mulai berjalan menuju pintu untuk keluar aku menatap punggung Papa ku itu dengan sedih karena Papa dan Mamaku tidak pernah mau mengerti perasaanku yang sebenarnya.


"Papa akan segera mengurus perceraian kalian setelah itu kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau tapi ingat jika suatu saat nanti kamu menyesali perbuatan mu sekarang jangan pernah datang pada Mama atau Papa untuk membantu mu," kata Papa tanpa melihat ke arahku lagi dan langsung keluar dari ruangan ku.


"Nevan tidak akan menyesal Pa, karena ini yang Nevan inginkan sejak lama Nevan hanya ingin bisa bersama dengan wanita yang Nevan cintai apa itu salah Pa?" gumam ku sambil fokus melihat pintu dimana bayangan Papa sudah menghilang.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2