Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Ingin Rujuk.


__ADS_3

Happy Reading...


Nevan terbangun saat mendengar suara ribut di sekitarnya saat dia mendudukkan dirinya dia melihat para suster sudah berdatangan dan hilir mudik ke sana kemari mengerjakan pekerjaannya pertanda sudah siang.


Nevan berdiri dan melihat Alisha dari kaca kecil di pintu tempat Alisha dirawat, Alisha sedang disuapi oleh temannya yang diketahuinya bernama Fino.


Melihat hal itu Nevan mencebikkan bibirnya kesal karena menganggap Fino pasti mencari kesempatan untuk bisa berdekatan dengan Alisha terus.


"Kenapa harus dia sih yang selalu berada di dekat Alish, kemana perginya Bu Mae kenapa meninggalkan Alish dengan anak itu," kata Nevan kesal.


Nevan terus menggerutu sampai tidak sadar kalau sudah ada orang lain di belakangnya, saat mendengar dekheman di belakangnya Nevan membalikkan tubuhnya dan melihat Bara sedang berdiri di depannya.


"Sedang apa kamu di sini, ini sudah siang sudah waktunya untuk pergi bekerja bukan mengintip sambil berbicara tidak jelas," kata Bara dengan suara datar.


"Aku hanya ingin memastikan kalau Alish sudah baik-baik saja," kata Nevan santai.


"Sekarang sudah lihat 'kan kalau Alish baik-baik saja," kata Bara.


"Ya," jawab Nevan singkat.


"jadi mau tunggu apalagi pergilah," usir Bara terang-terangan kepada Nevan.


Karena males berdebat Nevan pun menghela napas terlebih dahulu dan memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan pergi bekerja.


Sebelum pergi Nevan melihat lagi dari kaca ke dalam ruangan Alisha setelah itu pergi meninggalkan Bara begitu saja tanpa berpamitan kepada Bara.


Bara menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Nevan itu dia kemudian masuk ke dalam ruangan Alisha.


"Gimana keadaan kamu sekarang Lis?" tanya Bara kepada Alisha yang baru saja selesai makan.


"Alish sudah baik-baik saja Kak, bolehkah Alish pulang hari ini Kak?" tanya Alisha kepada Bara.


"Iya kamu bisa pulang nanti siang karena kamu sudah baik-baik saja sekarang," jawab Bara.


"Terima kasih Kak," kata Alisha senang.


"Iya tapi ingat selalu pesan Kakak," peringat Bara.


"Iya Kak?," jawab Alisha menganggukkan kepalanya.


Setelah memeriksa Alisha Bara pun pergi dari ruangan itu kini tinggal Alisha dan Fino yang berada di ruangan itu.


"Semalam mantan suami kamu itu tidak pulang," kata Fino.


"Entahlah," jawab Alisha singkat mengangkat bahunya.


"Tadi aku melihatnya masih tidur di luar," kata Fino.


"Sepertinya dia memang tidak pulang," kata Alisha sedikit khawatir.


"Kamu istirahat lagi lah sambil nunggu waktunya pulang tiba," kata Fino berdiri dari kursinya.


"Iya, kamu mau berangkat ke kampus," kata Alisha.


"Iya, kata mama aku, dia akan segera ke sini kalau dia sudah selesai," kata Fino.

__ADS_1


"Iya makasih ya udah nyuapin aku," kata Alisha.


"Sama-sama, aku pergi ya," pamit Fino kepada Alisha.


"Iya," jawab Alisha menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Fino pergi dari sana tak lama setelah Fino pergi datanglah Mae yang baru saja sarapan dari kantin.


"Non mau mandi sekarang?" tanya Mae kepada Alisha.


"Iya Bu dari kemaren Alish belum mandi jadi gak nyaman," kata Alisha.


"Baiklah ayo Ibu bantu," kata Mae dia menyiapkan baju ganti untuk Alisha terlebih dahulu, setelah itu Mae mambantu Alisha berjalan menuju ke rumah sakit.


"Nanti kalau sudah selesai panggil lagi saja Ibu ya Non," kata Mae saat Alisha sudah di kamar mandi.


"Iya Bu makasih ya," kata Alisha.


Mae pun menganggukkan kepalanya dan keluar dari kamar mandi meninggalkan Alisha yang mau mandi.


Alisha mandi menggunakan air hangat dari shower yang tersedia di kamar mandi ruangannya itu.


Beberapa saat kemudian Alisha sudah selesai mandi dia memanggil Mae untuk membantunya ke ranjang karena badannya masih sedikit lemas.


Alisha mengistirahatkan dirinya sambil menunggu waktunya untuk pulang tiba dia tertidur untuk beberapa saat.


Sementara itu Mae mulai membereskan barang-barang Alisha agar nanti ketika waktunya pulang tidak dia tinggal pergi saja.


...****************...


Siang harinya pun tiba, tiba saatnya untuk Alisha pulang ke rumahnya, dia pulang setelah diperiksa lagi oleh Desi dan Bara.


"Iya sama-sama tapi mulai sekarang kamu hati-hati ya ingat pesan Tante dan Bara," kata Desi saat ini mereka sedang berjalan menuju ke lobby.


Bara tidak ikut mengantarkan Alisha karena dia ada pasien yang lainnya sehingga tadi hanya memastikan lagi bahwa Alisha baik-baik saja setelah itu dia pergi lagi.


"Iya Tante Alish akan nurut," jawab Alisha tersenyum.


Desi pun menganggukkan kepalanya, setelah itu Alisha masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya.


Desi membalas lambaian tangan Alisha saat mobil Alisha mulai pergi dar pelataran rumah sakit.


Baru saja mobil Alisha pergi datang lagi mobil Nevan dia segera turun dari mobil menghampiri Desi yang masih di lobby.


"Selamat siang Dokter," sapa Nevan dengan tersenyum kepada Desi.


"Selamat siang, mau ketemu Alish ya," kata Desi.


"Iya Dok," jawab Nevan dengan menganggukkan kepalanya.


"Alish baru saja pulang," kata Desi.


"Oh gitu ya, ya udah kalau gitu saya pergi dulu Dok," pamit Nevan di jawab anggukkan oleh Desi.


Setelah itu Nevan kembali ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah Alisha.

__ADS_1


Saat sampai di rumah Alisha, Nevan melihat Alisha juga baru turun dari mobilnya bersama dengan Mae yang membantunya berjalan.


Nevan menghentikan mobilnya di depan gerbang dan turun dari mobilnya.


"Lis," panggil Nevan pada Alisha yang akan memasuki rumahnya.


"Mas Nevan mau apa ke sini?" kata Alisha memasang wajah datarnya.


"Aku ingin melihat keadaan kamu sekarang," kata Nevan berbicara di gerbang.


"Alish baik-baik saja sekarang Mas Nevan pergilah," kata Alisha akan masuk ke rumahnya.


"Lis ijinkan aku menemanimu nanti ya," kata Nevan memohon.


"Tidak perlu Mas! apa kamu lupa kita sudah tidak ada hubungan apapun sekarang," kata Alisha.


"Siapa bilang Lis, aku masih suami kamu karena perceraian antara kita tidak pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi," kata Nevan menatap Alisha serius.


Mendengar perkataan Nevan, Alisha hanya diam dan berpikir pantas saja dia belum mendapatkan kabar apapun dari pengadilan ternyata Nevan tidak melanjutkan proses perceraiannya.


"Tapi tetap saja Mas, meskipun kamu tidak melanjutkannya ke pengadilan kita sudah resmi bercerai, menurut agama kita kamu sudah menjatuhkan talak padaku saat kamu meminta Alish pergi dari hidupmu Mas," jawab Alisha.


"Kalau begitu aku masih bisa memintamu rujuk sekarang juga," kata Nevan serius.


"Terserah Mas saja, Bu anterin Alish ke kamar Alish capek," kata Alisha berjalan memasuki rumahnya.


"Dengar Lis, sekarang aku masih suami kamu karena aku sudah membatalkan rencana gugatan perceraian kita ke pengadilan jadi kita hanya bercerai menurut agama saja dan aku juga hanya memberikanmu talak satu jadi kita masih bisa rujuk bahkan sekarang juga!" teriak Nevan dari gerbang.


Sementara Alisha masuk ke kamarnya dia bisa mendengar perkataan Nevan dengan sangat jelas.


"Seandainya Alish masih mempunyai banyak waktu Alish akan sangat bahagia mendengar hal itu Mas," kata Alisha lirih sambil duduk di ranjang.


Mae dan Rudi hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Nevan itu teriak-teriak di depan gerbang.


"Tuan pulanglah dulu saat ini Non Alish masih butuh waktu," kata Mae menghampiri Nevan yang terlihat frustasi.


"Iya Bu tolong catat nomor Nevan ya Bu biar kalau terjadi sesuatu kepada Alish atau dia sedang ingin sesuatu Ibu bisa langsung hubungi Nevan," kata Nevan memberikan nomornya kepada Mae.


"Baik Tuan," kata Mae menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu Nevan pergi dulu ya Bu, Pak, tolong jaga Alish ya," kata Nevan kepada Mae dan Rudi.


"Iya Tuan kita pasti akan menjaga Non Alish," kata Mae dan Rudi.


Setelah itu Nevan pergi dari sana sambil menghela napas panjang. Nevan masuk mobilnya dan kembali ke kantornya karena masih siang.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2