Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Suasana haru.


__ADS_3

Happy Reading...


Waktu terus berjalan dari sejak masuknya Bara dan Dokter yang menangani Alisha ke ruang operasi. ruangan itu masih tertutup rapat dan belum ada tanda-tanda operasinya selesai.


Nevan dan kedua orang tuanya masih menunggu dengan harap-harap cemas. Ratih tidur sambil duduk dengan bersandar kepada Herry karena semalaman dia sama sekali belum merasa memejamkan matanya.


Sementara Nevan tidak bisa memejamkan matanya untuk tertidur begitupun dengan Herry mereka masih menunggu di depan ruangan itu.


Pintu terbuka dan Desi keluar diikuti suster yang mendorong sebuah inkubator yang berisi anak Nevan dan Alisha.


Nevan berdiri dari duduknya dan mendekati Desi dan suster untuk melihat anaknya lebih dekat.


"Selamat ya Tuan putra Anda lahir dengan selamat dan mudah-mudahan tidak ada masalah apapun terhadap kesehatan putra Anda ini," kata suster itu tersenyum.


Nevan tersenyum haru melihat anaknya yang masih begitu mungil itu, mata anaknya terpejam erat.


Harry yang melihat cucunya baik-baik saja pun tidak kalah senangnya dari Nevan begitupun dengan Ratih dia langsung terbangun saat Herry mengatakan cucu mereka sudah terlahir.


"Dia sangat tampan, dia perpaduan antara kamu dan Alish," kata Ratih mengusap kaca inkubator cucunya.


Nevan menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Mamanya itu, anaknya memang benar-benar perpaduan antara dia dan Alisha.


"Kamu bisa mengadzani putramu di ruang NICU. karena putramu harus mendapatkan perawatan intensif terlebih dahulu sampai kondisinya benar-benar baik-baik saja," kata Desi.


Nevan menganggukkan kepalanya dia mengikuti langkah suster dan Desi menuju ke ruang NICU.


"Apa istri saya baik-baik saja Dok?" tanya Nevan sambil mengikuti langkah Dokter Desi dan suster.


"Doakan saja agar semuanya baik-baik saja, Alish sedang di tangani oleh dokter spesialis ginjal yang di panggil oleh Bara. tadi saya sempat mendengar mereka akan melakukan transplantasi ginjal karena ada ginjal yang cocok untuk Alish semoga semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada komplikasi yang terjadi lagi terhadap tubuh Alish nantinya," jelas Dokter Desi membuat Nevan sedikit bernapas lega dan berterima kasih kepada Allah karena telah memberikan penolongan di saat yang sangat tepat.


Setelah sampai di ruang NICU, Desi mengeluarkan anak Nevan dari inkubator dengan sangat hati-hati.


Meski merasa kaku tapi Nevan menerima anaknya dari tangan Desi dengan sangat hati-hati dan penuh kelembutan.


Nevan mengadzani anaknya dengan menitikan air mata harunya, dia bahagia bisa merasakan menggendong anaknya seperti sekarang, dia berharap Alisha akan segera baik-baik saja agar bisa merasakan bahagia seperti yang dirasakannya saat ini.


Ratih yang melihat Nevan menitikan air mata saat mengadzani anaknya mengusap punggungnya dan tersenyum.


Nevan mencium kening putranya itu dengan lumayan lama hingga anaknya menggeliat.


"AARIC DAYYAN GAJENDRA," kata Nevan memberikan nama untuk anaknya.


"Nama yang bagus," kata Harry menepuk pundak Nevan.


Nevan menatap Harry dan tersenyum, "Artinya pria penguasa dan pelindung yang tangguh dan kuat."


Harry dan Ratih menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Nevan tentang arti nama cucu mereka.

__ADS_1


Desi meminta Nevan untuk menidurkan kembali anaknya di inkubator karena anaknya itu masih belum bisa berlama-lama di luar inkubator.


"Berapa lama dia akan di dalam sana Dok?" tanya Nevan melihat anaknya menggeliat dan berusaha membuka matanya.


"Tergantung bagaimana kondisi pisiknya nanti, doakan saja dia tidak perlu lama berada di sana," jawab Desi.


"Baiklah kalau begitu saya harus kembali ke ruang operasi lagi untuk menunggu kabar Alish," pamit Nevan kepada Desi.


"Iya saya juga akan kembali lagi ke sana," jawab Desi.


Setelah itu Nevan, orang tuanya dan Desi pun kembali ke ruang operasi untuk menunggu kabar tentang Alisha lagi.


Saat sampai di depan ruang operasi di sana sudah ramai, ada teman-teman Alisha, Mae dan seorang perempuan yang Nevan tidak tahu siapa. yang tidak lain adalah Irene.


"Kamu ke sini juga Ren?" tanya Desi saat berada di depan Irene.


"Iya Ma, Irene gak tenang semalaman saat Mas Bara memberikan kabar tentang Alish, tadinya mau ke sini dari semalam tapi Mas Bara melarang karena sudah malam dan gak bisa ninggalin anak-anak juga," jelas Irene sambil menyalami Desi.


"Terus sekarang Bryan dimana?" tanya Desi karena tidak melihat keberadaan cucunya.


"Lagi main di taman sama pengasuhnya, gimana kabar Alish dan anaknya Ma?" tanya Irene.


"Anaknya baik-baik saja hanya saja saat ini dia harus mendapatkan perawatan di ruang NICU terlebih dahulu. kalau Alish sedang menjalani operasi keduanya," jawab Desi.


"Syukurlah kalau anaknya baik-baik saja, semoga saja operasi Alish berjalan dengan baik dan Alish kembali baik-baik saja," kata Irene.


"Mama mau masuk dulu ke dalam," kata Desi.


"Iya Ma, Irene boleh 'kan lihat anak Alish Ma?"


"Boleh tapi hanya dari luar," jawab Desi.


"Dilla juga ikut Kak," kata Dilla berdiri dari kursinya.


"Ayolah."


Setelah itu Irene dan Dilla berjalan menuju ke ruang NICU untuk melihat anak Alisha dan Desi melanjutkan langkahnya memasuki ruang operasi itu.


Sedangkan Fino dan Angga hanya duduk di sana menunggu Alish, sebenarnya mereka mengantuk dan mereka hanya tidur beberapa saat saja dan kembali lagi ke sana karena merasa khawatir dengan keadaan Alisha.


Fino dan Angga merasa lega saat mendengar bahwa anak Alisha selamat dan ada pendonor ginjal yang cocok untuk Alisha sehingga Alisha bisa menjalani operasi transplantasi ginjal dan memiliki kesempatan untuk hidup lagi.


"Nevan kamu bersih-bersih dulu gih, ini Bu Mae sudah membawakan baju ganti untukmu," kata Ratih menyerahkan baju Nevan yang Mae bawa.


"Iya Ma," kata Nevan dia pergi ke kamar mandi yang tidak jauh dari sana untuk membersihkan dirinya karena dia semalaman tidak mengganti bajunya setelah perjalanan dari Malaysia.


Beberapa saat kemudian Nevan sudah kembali berkumpul dengan yang lainnya di depan ruang operasi dengan wajah yang sudah lebih seger dan pakaian yang sudah rapi tidak berantakan seperti tadi.

__ADS_1


Setelah Nevan kini giliran Harry yang membersihkan dirinya dan setelah itu baru Ratih hingga mereka sama-sama sudah terlihat rapi.


Beberapa saat kemudian lampu di atas pintu ruangan itu telah padam itu artinya operasinya telah selesai.


Nevan merasa deg-degan dengan hasil dari operasinya apa semuanya berjalan dengan lancar atau tidak waktu berlalu terasa begitu lama dia tidak sabar menunggu seseorang keluar dari ruangan itu.


Pintu ruangan itu terbuka terlihat beberapa Dokter keluar dari ruangan itu termasuk Dokter Desi.


"Dokter apa istri saya baik-baik saja apa operasinya berjalan dengan lancar?" tanya Nevan kepada Desi.


"Biar Dokter Bara saja yang menjelaskannya sekarang kami harus pergi dulu," jawab Desi yang semakin membuat Nevan ingin mati rasanya karena penasaran.


Desi dan dokter lainnya segera pergi dari sana karena mereka harus mengerjakan sesuatu lagi.


"Semua pasti baik-baik saja," kata Ratih menenangkan Nevan yang penasaran.


Beberapa saat kemudian keluar lagi suster Nevan segera menanyakan lagi tentang Alisha kepada suster itu.


"Operasinya berjalan sukses Tuan. tapi Nyonya Alisha masih harus di pantau beberapa saat untuk mengetahui apakah ada komplikasi lainnya dan apakah ginjal barunya bisa di terima oleh tubuhnya atau tidak, untuk yang lebih jelasnya biar nanti Dokter Bara saja yang menjelaskannya," jelas suster itu dengan tersenyum ramah.


Mendengar hal itu Nevan langsung memeluk Harry yang berada di sampingnya karena saking senangnya.


"Alish selamat Pa, Nevan tidak kehilangan Alish," kata Nevan dengan tangis harunya di pelukan Papanya.


"Iya dia tidak akan mungkin bisa meninggalkan mu," jawab Harry yang menangis haru juga dan mengusap punggung Nevan.


Nevan melepaskan pelukannya dari Papanya dan beralih memeluk Mamanya. Ratih mengusap punggung Nevan yang sedang menangis haru itu.


Ratih juga ikut menangis mendengar kabar ini dia bersyukur karena operasi Alisha berhasil dan berharap tidak ada masalah lainnya lagi.


"Alish tidak meninggalkan Nevan dan anak kami Ma," kata Nevan di pelukan wanita yang telah melahirkannya dan membesarkannya.


Dilla dan Irene yang baru datang dan mendengar kabar itupun merasa senang dan bersyukur karena Alisha selamat, begitu pun Fino dan Angga mereka menghela napas lega saat mendengar kabar itu.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2