
Happy Reading...
Nevan pulang ke rumahnya saat sudah larut dia masuk ke rumahnya sudah sepi dan lampu di rumahnya sudah di matikan.
Nevan berjalan ke kamar anaknya terlebih dahulu dia melihat anaknya sudah terlelap dengan tenang sambil memeluk gulingnya.
Nevan duduk di pinggir ranjang anaknya dia membenarkan selimut anaknya yang sama sekali tidak terganggu dengan kehadirannya. diciumnya kening anaknya dengan hati-hati agar tak mengganggu tidur Aaric.
"Maafkan Papa ya Nak," kata Nevan setelah mencium kening anaknya setelah itu dia berdiri dan berjalan keluar dari kamar anaknya.
Setelah itu Nevan berjalan menuju ke kamarnya dengan Alisha dia menutup pintu kamar dengan hati-hati dan langsung ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Nevan keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya dengan lengkap setelah itu dia merebahkan tubuhnya di belakang Alisha dia memeluk tubuh Alisha dan menyusupkan wajahnya di punggung Alisha.
"Maafkan aku," kata Nevan dengan berbisik.
Setelah beberapa saat kemudian terdengar suara dengkuran halus dari Nevan dan Alisha membuka matanya dia melihat jam yang ada di samping nakas tempat tidurnya.
Jam sudah menunjukkan waktu sebelas malam itu artinya seharian itu Nevan bersama dengan Mesha dan anaknya, Alisha lagi-lagi hanya bisa menghela napas panjang.
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan dengan Mbak Mesha dan anaknya sampai kamu pulang malam seperti ini?" gumam Alisha.
Tidak mau terlalu banyak berpikiran buruk Alisha memejamkan kembali matanya dia kembali tertidur.
...****************...
Alisha membuka matanya dan melihat tangan Nevan masih melingkar di perutnya dia melepaskan tangan Nevan secara perlahan dengan sangat hati-hati setelah tangan Nevan terlepas dia pun pergi ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Alisha keluar dari kamarnya dia langsung menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan bersama Mae.
Alisha meminta Mae untuk mengerjakan pekerjaan yang lainnya saja dan dia yang akan membuatkan sarapan untuk semua orang yang ada di sana.
Saat sarapannya hampir selesai Alisha mendengar suara anaknya yang menangis dengan kencang di kamarnya.
"Bu bisa tolong selesaikan ini dulu gak, Alish mau lihat Aaric dulu," kata Alisha kepada Mae yang baru kembali ke dapur setelah mengepel rumah.
"Iya Nyonya itu biar Bu Mae saja yang beresinnya," kata Mae.
"Terima kasih Bu," kata Alisha setelah itu menaiki tangga menuju ke kamar anaknya.
"Mama." Terdengar suara Aaric yang memanggilnya sambil menangis.
"Iya, kenapa nangis sih, udah gede masih aja nangis malu ih," kata Alisha menggendong Aaric.
"Kita mandi dulu ya setelah itu kita sarapan," kata Alisha mengelap pipi Aaric yang basah oleh air mata, sedangkan Aaric hanya menganggukkan kepalanya.
Alisha dan Aaric ke kamar mandi untuk memandikan Aaric setelah Aaric selesai mandi dan berpakaian dia pun menggandeng Aaric untuk ke meja makan.
"Papa." Aaric memanggil Nevan yang sudah duduk manis di meja makan.
"Hey jagoan Papa, udah mandi?" tanya Nevan mengusap kepala Aaric saat Aaric sudah berada di sampingnya.
__ADS_1
"Sudah Pa," jawab Aaric menganggukkan kepalanya.
Nevan mengangkat tubuh Aaric dan mendudukkannya di kursi yang ada di sampingnya.
Alisha tidak mengeluarkan suaranya dia hanya memasang wajah datarnya dan menuangkan makanan untuk sarapan Nevan dan Aaric tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali.
"Terima kasih," kata Nevan saat Alisha menyimpan piring yang sudah terisi makanan di depan Nevan setelah itu dia menyimpan makanan di depan Aaric.
"Aaric cepatlah sarapannya, nanti kita telat ke rumah kak Bryan-nya," kata Alisha tanpa melihat Nevan setelah itu dia duduk dan memulai sarapannya.
"Kalian mau ke rumah Kak Bara?" tanya Nevan menatap Alisha.
"Iya Pa, hari ini kak Bryan ulang tahun Aaric sama Mama akan ke sana." Aaric menjawab pertanyaan Nevan terhadap Alisha.
"Oh ya, apa Aaric sudah membeli hadiah untuk kak Bryan?" tanya Nevan tersenyum kepada Aaric.
"Sudah kemarin saat jalan-jalan Aaric membeli hadiah untuk kak Bryan," jawab Aaric sambil memakan sarapannya.
"Syukurlah, bagaimana jalan-jalannya kemarin apa menyenangkan?" tanya Nevan.
"Menyenangkan Pa, kita main ke tempat permainan dan Aaric memainkan semua mainan yang ada di sana," jawab Aaric dengan antusias.
"Maaf ya Papa tidak jadi ikut," kata Nevan kepada Aaric tapi matanya melihat ke arah Alisha yang berada di depannya dengan wajah datarnya.
"Gak pa-pa Pa, Papa pasti sibuk 'kan Aaric kemarin main sama om Angga, tante Dilla dan om Fino juga jadi ramai," kata Aaric setelah itu dia kembali melanjutkan sarapannya.
"Apa kamu jalan-jalan sama temen-temen kamu juga Lis?" tanya Nevan kepada Alisha.
Setelah itu Nevan hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan sarapannya. sebenarnya ada yang ingin dia sampaikan kepada Alisha tapi melihat Alisha yang mendiamkannya seperti itu dia takut Alisha semakin marah padanya.
Nevan menghela napas dalam mungkin dia harus menunggu hati Alisha tenang dulu baru dia akan bercerita kepada Alisha.
Di meja makan hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling bertemu hingga mereka selesai sarapan.
Nevan berdiri dari kursi sedangkan Alisha masih duduk di kursinya meskipun sarapannya sudah selesai dia tidak ikut bangun seperti biasanya dan mengantarkan Nevan sampai ke depan pintu.
"Mas berangkat dulu ya," kata Nevan hanya di jawab dehaman kecil oleh Alisha.
Nevan mencium kening Alisha setelah itu dia mendekati Aaric dan mencium kepala Aaric yang baru selesai dengan sarapannya.
"Papa kerja dulu ya," pamit Nevan kepada Aaric.
"Iya Pa," jawab Aaric mencium tangan Nevan.
Nevan pergi dari sana dia sempat melihat Alisha yang sedang membereskan piring bekas mereka sarapan kemudian melangkahkan kakinya keluar dari rumah.
Alisha menyimpan piring-piring kotor ke wastafel dia diam di sana beberapa saat dengan menghela napas dalam-dalam.
"Bahkan kamu tidak menceritakan apa saja yang kamu lakukan kemarin Mas, apa aku salah jika ada pikiran buruk yang singgah di hati dan pikiranku ini Mas."
"Kamu dan Mbak Mesha bukan orang asing yang baru bertemu sebentar kalian sudah bersama dari semenjak aku belum hadir di kehidupanmu apa salah jika terbesit pikiran jika kamu akan kembali merasakan perasaan yang dulu ada dalam hatimu."
__ADS_1
Alisha berbicara dengan suara pelan bayangan-bayangan saat Nevan dan Mesha bersama dulu saat dia masih tinggal di apartemen dulu.
Alisha ingin menghilangkan perasaan itu tapi pikiran-pikiran itu semakin berkeliaran di kepalanya apalagi Nevan sama sekali tidak bercerita tentang apa yang terjadi antara dirinya kemarin saat dia bersama dengan Mesha dan anaknya.
"Ma, ayo kita berangkat nanti kita telat!" teriak Aaric dari meja makan.
"Iya ayo," jawab Alisha tersenyum kepada Aaric dan berjalan mendekati Aaric.
"Mama mau ngambil hadiah sama tas Mama dulu ya," kata Alisha kepada Aaric.
"Cepatlah Ma, nanti kita telat," kata Aaric tidak sabar.
"Iya-iya kamu tunggu dulu saja di mobil ya," kata Alisha berjalan ke kamarnya untuk mengambil tas dan hadiah untuk anak Bara.
Setelah mengambil hadiah untuk anaknya Bara dan tasnya Alisha keluar dari rumahnya dan masuk ke mobilnya yang sudah Rudi siapkan.
Alisha menyetir mobilnya sendiri karena dia bisa lebih leluasa dan santai jika dia membawa mobilnya sendiri.
Alisha mulai menjalankan mobilnya dengan santai sedangkan Aaric duduk manis di sampingnya dengan pandangan fokus ke depan tidak mengganggu Mamanya yang sedang menyetir.
Beberapa saat kemudian Alisha sampai di rumah Bara dan dia di sambut oleh Irene, Bara dan orang tuanya.
"Aaric salim dulu pada Om, Tante dan semuanya," kata Alisha kepada Aaric.
Aaric pun menganggukkan kepalanya dan menyalami semua orang setelah itu pergi main bersama anak-anak Bara.
"Sepertinya perkembangannya sangat baik," kata Desi kepada Alisha.
"Alhamdulillah Tan, semuanya baik-baik saja," kata Alisha tersenyum kepada Desi.
Setelah itu mereka melakukan acara ulang tahun sederhana itu hingga selesai dan setelah para tamu yang tak lain adalah teman-teman Bryan dan orang tuanya pulang Alisha masih di sana bercerita dengan orang tua Irene dan Bara sedangkan Aaric bermain dan ikut membuka kado yang Bryan dapatkan.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Maaf kalau ceritanya tidak menarik atau membosankan saat ini aku masih dalam tahap belajar jadi belum bisa membuat cerita yang sangat menarik🙏😁
Maaf juga karena beberapa hari gak up kemarin aku ada masalah jadi gak bisa nulis dulu.
__ADS_1
Buat yang sudah baca dan masih baca sampai sekarang aku ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, sayang kalian sebanyak-banyaknya😚