
Happy Reading...
"Ayolah cepat masuk jangan hanya mematung di sana," kata Nevan sambil menarik tangan Alisha karena Alisha hanya mematung di ambang pintu.
"Ini bagus banget Mas, terima kasih ya sudah nyiapin semua ini untuk makan malam kita," kata Alisha tersenyum dia melihat tangan Nevan yang masih menarik tangannya dengan lembut.
Alisha sangat senang akan hal itu meskipun dia tahu kalau Nevan melakukan semua itu karena ingin dia segera pergi dari kehidupannya tapi itu sudah membuat Alisha sangat senang karena bisa merasakan makan malam romantis seperti ini bersama suaminya.
"Anggap saja ini sebagai hadiah untukmu karena mau menyerah dan pergi dari hidupku," kata Nevan tangannya menggeser kursi untuk Alisha duduki.
"Ini adalah hadiah terindah yang tidak akan pernah Alish lupakan Mas," jawab Alisha dengan tersenyum dan duduk di kursi.
Nevan pun duduk di kursinya beberapa saat kemudian datang para pelayan Restoran itu membawa beberapa menu makan malam.
Suara musik yang lembut menambahkan kesan romantis di acara makan malam itu, Alisha dan Nevan memulai makan malamnya dengan tenang, Alisha sesekali melihat Nevan yang sedang serius dengan makanannya.
Saat selesai makan malamnya Alisha meminta Nevan untuk berdansa.
"Mas kita dansa yuk," kata Alisha menatap Nevan dengan tatapan memohonnya.
Nevan hanya diam dia sebenarnya tidak mau berdansa tapi melihat tatapan Alisha yang menatapnya dengan tatapan memohon membuat Nevan tidak bisa menolak permintaan Alisha.
"Baiklah," jawab Nevan singkat membuat senyum di wajah Alisha semakin merekah.
Nevan berdiri disusul oleh Alisha, Nevan mengulurkan tangannya dan disambut dengan senang hati oleh Alisha.
Nevan menyimpan kedua tangannya di pinggang Alisha sedangkan Alisha menyimpan kedua tangannya di dada Nevan.
Alisha menatap mata Nevan dengan bibir yang terus mengulum senyuman, Nevan juga menatap dalam mata Alisha dengan pandangan yang sulit diartikan.
Mereka bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan musik dengan pandangan yang saling terkunci sama sekali tidak mengalihkan tatapan mereka.
Beberapa saat kemudian musik telah berhenti Alisha dan Nevan pun menghentikan dansa mereka dan menjauhkan tubuh mereka.
"Kita langsung pulang sudah malam," kata Nevan di jawab anggukan oleh Alisha.
Alisha berjalan di samping Nevan menyeimbangkan langkahnya dengan Nevan hingga mereka sampai di parkiran dan masuk kedalam mobil Nevan.
Alisha merasa jantungnya semakin berdetak kencang karena malam ini dia akan menyerahkan sesuatu yang berharga baginya kepada suaminya untuk pertama kalinya dan terakhir kalinya.
__ADS_1
Mungkin orang lain akan berpikiran bahwa Alisha wanita bodoh karena menyerahkan hal yang paling berharga dalam dirinya kepada pria yang sama sekali tidak pernah menganggapnya tapi kembali ke masalah hati dan cinta dua hal yang sangat untuk di kendalikan begitupun dengan Alisha.
Cinta Alisha yang begitu besar dan tulus sehingga dia rela memberikan apa yang ada dalam dirinya untuk Nevan pria pertama yang menempati setiap relung hati Alisha dari saat dia belum tahu siapa Nevan itu.
"Turunlah kita sudah sampai," kata Nevan sambil membuka pintu mobilnya membuyarkan lamunan Alisha.
"Iya Mas," jawab Alisha dan ikut turun mobil.
Alisha mengikuti langkah Nevan dengan debaran di dadanya yang semakin tidak terkendali saat semakin lama semakin mendekati apartemennya.
Saat sampai di dalam apartemennya Nevan melihat Alisha dengan serius.
"Apa kamu yakin akan melakukan hal itu, bukankah kamu bisa pergi tanpa merusak dirimu terlebih dahulu," kata Nevan kepada Alisha dia ingin Alisha memikirkan keputusannya terlebih dahulu.
"Alish sangat yakin Mas, Alish ingin pergi dari hidup Mas Nevan dengan tenang karena Alish sudah menjadi seorang istri sepenuhnya untuk Mas Nevan," jawab Alisha dengan yakin.
Nevan tidak bicara lagi dia jadi bingung entah kenapa dia merasa ragu sekarang apa dia harus menghancurkan kehidupan wanita di depannya sampai sedalam itu.
"Apa Mas berubah pikiran? kalau mas berubah pikiran berarti Alish juga akan berubah pikiran dengan penceraian kita," kata Alisha menatap Nevan.
Nevan menatap Alisha dalam dia memang ingin Alisha pergi tapi apa harus dengan cara seperti ini? tiba-tiba saja wajah Mesha hadir di pikirannya hingga membuat dia menghapus keraguannya ini semua demi hubungannya dan Mesha, begitu pikirnya.
Saat sampai di dalam kamar Alisha dia melihat dua koper yang Alisha bawa saat mereka pindah ke apartemennya sudah tersimpan di pojok kamar itu.
"Apa dia benar-benar sudah siap untuk pergi," kata Nevan dalam hatinya.
"Mas," panggil Alisha membuat Nevan mengalihkan perhatiannya ke arahnya.
Nevan berjalan mendekati Alisha yang sedang berdiri di samping ranjangnya.
Saat mereka sudah berhadapan mereka saling menatap satu sama lain, secara naluriah Nevan mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha dan mencium bibir tipis Alisha dengan sangat lembut.
Alisha mulai memejamkan matanya dan melingkarkan tangannya di leher Nevan dia hanya bisa mengikuti permainan Nevan karena ini yang pertama untuknya.
Nevan menarik pinggang Alisha merapatkan tubuh mereka untuk sekarang tidak ada hal lain yang ada dipikirannya tidak ada lagi Mesha tidak ada lagi pikiran ingin cepat-cepat mengakhiri semuanya, dia benci mengakuinya tapi dia benar-benar menikmati hal itu.
Dia menikmati apa yang sedang dilakukannya dengan Alisha itu dia merasakan perasaan yang asing saat dia mencium bibir Alisha.
Nevan menuntun Alisha dengan lembut ke ranjangnya dan merebahkan tubuh Alisha di bawahnya tanpa melepaskan ciumannya.
__ADS_1
Skip.
Alisha masih memeluk erat tubuh Nevan yang belum mengenakan pakaian sama seperti dirinya, tubuh mereka sama-sama masih polos dan hanya tertutup oleh selimut.
Alisha menenggelamkan kepalanya di dada Nevan mendengarkan detak jantung Nevan yang teratur.
Nevan langsung terlelap setelah mereka selesai melakukan hubungan itu dengan memeluk Alisha entah sadar atau tidak Nevan memeluk erat tubuh Alisha sebelum benar-benar terlelap.
"Akhirnya Alish bisa merasakan hangatnya pelukanmu Mas, pelukan Mas Nevan sama seperti pelukan Ayah hangat dan menenangkan," kata Alisha memejamkan matanya dia memanfaatkan Nevan yang masih terlelap dengan berlama-lama memeluk Nevan untuk pertama dan terakhir kalinya.
Setelah merasa puas memeluk Nevan yang masih tenang dengan mimpinya Alisha mendudukkan dirinya di ranjang.
Dia mengambil kemeja Nevan yang paling dekat ranjang dan memakainya menutupi tubuh polosnya.
"Selamat tinggal Mas," kata Alisha menatap wajah tenang Nevan.
Alisha turun dari ranjangnya dia mengambil pakaian yang berserakan di lantai dia memisahkan bajunya dan baju Nevan, dia memasukkan baju kotornya itu ke dalam kopernya dan menyimpan baju-baju Nevan di dipinggir ranjang.
"Aku harus mandi dulu," gumamnya dan masuk ke kamar mandi.
Alisha membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum pergi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1