Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Teman baru.


__ADS_3

Happy Reading...


"Al," panggil seseorang kepada Alisha yang akan menaiki mobilnya hingga membuatnya mengurungkan niatnya untuk masuk ke mobilnya dan melihat orang yang memanggilnya itu.


Dari cara dia memanggilnya pun Alisha sudah tahu bahwa yang memanggilnya adalah Fino.


"Apa?" tanya Alisha melihat ke mobil Fino dengan mengerutkan keningnya.


"Kamu mau langsung pulang?" tanya Fino dari dalam mobilnya, di dalam mobil Fino ada Angga juga yang duduk di kursi samping kemudi.


"Iya, emangnya kenapa?" tanya Alisha.


"Kita makan di luar yuk, aku 'kan belum pernah makan bareng kamu," ajak Fino.


"Bukannya hampir tiap hari kita makan bareng di kantin," kata Alisha memang benar mereka selalu makan bersama di kantin bahkan Angga dan Fino selalu mengikutinya kemanapun dia pergi saat mereka tidak ada kelas mereka tidak ada bedanya seperti bodyguard Alisha saat di kampus.


"Itu beda Al, ayolah kita makan di luar, kamu ijin dulu aja sama suami kamu kalau kamu takut suami kamu marah," ajak Fino setengah memaksa.


"Suamiku lagi di luar kota," jawab Alisha.


"Nah 'kan kamu juga pasti bosen di apartemen sendiri, kamu tenang saja kalau nanti suami kamu marah kamu tinggal bilang ke kita biar kita yang jelaskan iya gak Ga?" tanya Fino mengalihkan perhatiannya ke Angga.


"Ogah aku harus berurusan dengan masalah rumah tangga orang, kamu aja yang jelasin," kata Angga santai sambil memainkan ponselnya.


"Dasar tidak setia kawan," cibir Fino kepada Angga kemudian dia mengalihkan perhatiannya lagi pada Alisha.


"Ayolah Al," kata Fino masih memaksa.


"Kalian pergi saja berdua, aku gak enak jalan sama laki-laki diluar kampus apalagi kita hanya bertiga nanti akan timbul fitnah lagi," kata Alisha akan masuk ke mobilnya tapi Angga berbicara kalau ada yang akan ikut dengan mereka lagi.


"Kalau kamu gak mau karena cuma kamu sendiri wanitanya kamu tidak perlu khawatir karena aku sudah mengajak seseorang untuk ikut kita," kata Angga kepada Alisha.


"Siapa?" tanya Alisha dan Fino secara bersamaan.


"Pacar aku dong," kata Angga singkat dan sontak hal itu membuat Fino dan Alisha kaget karena setahu mereka Angga tidak terlihat mendekati wanita.


"Serius Ga kamu punya pacar?" tanya Fino tidak percaya.


"Serius lah dia kuliah di kampus kita juga bentar lagi dia juga pasti ke sini," kata Angga santai.


Alisha dan Fino saling melihat satu sama lain dengan memasang wajah bingungnya.


Setelah beberapa saat menunggu Angga keluar dari mobilnya dan dia melambaikan tangannya kepada seorang wanita yang sedang berjalan kearah mobil mereka.


"Kenalkan ini Dilla pacar aku," kata Angga memperkenalkan pacarnya yang bernama Dilla itu.


"Alisha," kata Alisha tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Aku Dilla," Dilla membalas uluran tangan Alisha.


"Dia Fino kamu jangan salaman sama dia bukan muhrim," kata Angga memperkenalkan Fino pada Dilla.


"Heh curut kamu sama dia juga bukan muhrim ngapain itu nempel-nempel kayak gitu hah!" kata Fino ketus.


"Aku 'kan pacarnya," jawab Angga datar.

__ADS_1


"Baru pacaran aja sudah bangga," ketus Fino memutar matanya.


"Bilang aja sirik karena kamu belum punya pacar malah suka sama bini orang," sindir Angga membuat Fino melotot pada Angga karena bicara seperti itu di depan Alisha.


"Serius Fino suka sama istri orang?" tanya Alisha polos dia tidak tau kalau yang Angga bicarakan adalah dirinya.


"Omongan si curut dipercaya, kamu jadi ikut 'kan sekarang sudah ada teman wanitanya," kata Fino mengalihkan pembicaraan.


"Ikut saja Lis kasian tuh jopuk nanti pasti kesepian liat aku sama pacar aku," kata Angga dengan memberikan julukan untuk Fino.


"Jopuk itu apa Ga?" tanya Alisha, Dilla dan Fino secara bersamaan.


"Kompak bener kalian," kata Angga melihat mereka bertiga satu-persatu.


"Jopuk itu apa Ga?" tanya Alisha lagi karena penasaran.


"Jopuk itu si Fino alias jomblo lapuk," kata Angga sambil tertawa.


Mendengar penjelasan Angga Fino mengumpat karena Angga seenaknya saja memberikan julukan itu untuknya.


"Oh aku kira apaan," kata Alisha.


"Jadikan kamu ikut," kata Angga masih menunggu jawaban Alisha.


"Baiklah aku ikut," jawab Alisha menganggukkan kepalanya.


"Ya udah kalau gitu Dilla ikut di mobil kamu ya," kata Angga kepada Alisha dan Dilla.


Alisha dan Dilla pun menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam mobil begitupun dengan Angga dia masuk ke mobil Fino, hari ini dia memang tidak membawa mobilnya karena mobilnya tiba-tiba saja ngadat jadi dia numpang di mobil Fino.


Alisha juga menanyakan tentang awal mula hubungan Angga dan Dilla karena dia penasaran tentang hal itu.


"Awalnya kita saling kenalan di medsos sih, kita sama-sama tidak tau kalau kita ternyata satu kampus," jawab Dilla.


Alisha pun menganggukkan kepalanya dan fokus pada setirnya.


"Kalau kamu sendiri sejak kapan berteman dengan mereka?" tanya Dilla.


"Aku sama Angga berteman saat sudah di kampus tapi kalau kenal saat di SMA karena kita satu sekolah tapi kalau sama Fino baru beberapa bulan ini," jawab Alisha.


"Kalian terlihat sangat akrab seperti sudah lama berteman," kata Dilla.


"Itu mungkin karena kita sering bertemu dan mereka juga selalu ngintilin aku kemana pun aku pergi saat di kampus, makanya aku heran saat Angga bilang kalau dia punya pacar karena dia tidak terlihat mendekati wanita," kata Alisha terkekeh di akhir kalimatnya.


"Apa kamu tidak marah pada Angga saat istirahat dia malah nemuin aku bukannya kamu?" tanya Alisha karena takut Dilla akan salah paham nantinya.


"Gak lah kenapa harus marah yang penting aku tau cinta Angga hanya untukku dia mau lakuin apapun terserah dia tapi kayaknya kedepannya aku juga bakal selalu ngintilin kamu deh jujur ya, aku gak punya teman di kampus karena aku orang yang susah bergaul," kata Dilla terus terang.


"Baguslah itu artinya aku tidak akan merasa canggung lagi saat di kampus diikuti oleh mereka berdua karena aku adalah wanita yang sudah menikah jadi aku merasa canggung kalau selalu bersama mereka terus," jelas Alisha membuat Dilla tidak percaya kalau Alisha sudah menikah.


"Kamu serius udah nikah?" tanya Dilla.


"Iya aku sudah menikah selama enam bulan," jawab Alisha.


"Nikah muda gimana rasanya?" tanya Dilla penasaran.

__ADS_1


"Rasanya apa?" tanya Alisha tidak mengerti.


"Ya perasaan kamu gimana ngerasa terbebani gak sih?" tanya Dilla.


"Tidak sama sekali," jawab Alisha singkat.


"Berapa lama kamu dan suami kamu pacaran?" tanya Dilla.


"Kami nikah karena di jodohkan dan aku tidak pernah mengenal yang namanya pacaran," jawab Alisha tersenyum kepada Dilla lalu memberhentikan mobilnya karena mereka sudah sampai di restoran tempat mereka akan makan.


"Di jodohkan," kata Dilla dan Alisha pun menganggukkan kepalanya.


"Lain kali aku ceritain lagi sekarang kita turun dulu mereka sudah nungguin kita," kata Alisha membuka pintu mobilnya dan turun diikuti oleh Dilla.


Mereka berempat pun masuk ke Restoran itu dan mencari tempat yang pas untuk mereka duduki.


Mereka memilih tempat duduk dengan dua sofa yang cukup untuk dua orang dan saling berhadapan agar lebih santai di bandingkan dengan kursi biasa.


Mereka juga memilih duduk di dekat jendela agar bisa melihat keluar, melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya.


"Kalian mau pesan apa?" tanya Fino kepada mereka bertiga.


Alisha dan Dilla duduk di sofa yang sama dan Fino duduk berhadapan dengan Alisha sedangkan Angga berhadapan dengan Dilla.


"Kita ditraktir 'kan ya," kata Alisha kepada Fino.


"Iya Al kamu tenang saja aku yang bayar takut banget rugi kayaknya," kata Fino memutar matanya malas.


"Aku lagi hemat nih," jawab Alisha terkekeh.


"Kamu pesan apa?" tanya Fino lagi dia memanggil pelayan Restoran itu untuk mencatat pesanan mereka.


Alisha dan yang lainnya pun melihat-lihat menu makanan yang ada di daftar buku menu Restoran itu.


Mereka menyebutkan makanan yang akan mereka makan kepada pelayan yang sedang mencatat pesanan mereka.


Setelah pelayan pergi mereka menunggu makanan mereka datang sambil mengobrol dan bercanda seperti biasa yang selalu mereka lakukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2