Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Malu tapi mau.


__ADS_3

Happy Reading...


Beberapa hari berlalu, orang tua Nevan memutuskan untuk kembali ke rumahnya karena mereka ingin berada di dekat Alisha agar bisa menyambut kelahiran cucu pertama mereka.


Nevan yang tau orang tuanya sudah kembali tentu saja merasa senang meskipun sikap orang tuanya masih datar saat dia mengunjungi mereka tapi setidaknya orang tuanya sudah kembali.


Malam hari...


Saat sedang berlayar ke alam mimpinya Nevan mendengar ponselnya berbunyi hingga membuat kesadaran tertarik ke alam nyata dan akhirnya dia pun terbangun untuk mengambil ponselnya dan mengangkat telponnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.


"Ya halo," kata Nevan mengangkat telponnya dengan mata yang masih terpejam.


"Halo," kata Nevan lagi karena tidak ada suaranya juga.


"Mas,"


Nevan yang mendengar suara Alisha memanggilnya langsung bangun dan mendudukkan dirinya dengan mata yang sudah terbuka sempurna.


Nevan melihat nomor di ponselnya dan benar saja nomor Alisha yang menelponnya dia tidak sedang bermimpi saat ini.


"Lis ada apa? apa kamu baik-baik saja?" tanya Nevan khawatir karena tidak biasanya Alisha mau menelponnya.


"Alish lapar," kata Alisha singkat dan ragu-ragu.


Nevan mengerutkan keningnya kemudian melihat jam di nakas samping tempat tidurnya sudah tengah malam.


"Mau makan apa? mau aku masakin?" tanya Nevan dengan lembut.


"Mau makan sup daging," jawab Alisha.


"Baiklah aku ke sana sekarang sabar ya, aku masak di sana saja," kata Nevan.


"Iya," jawab Alisha singkat dan langsung mematikan telponnya.


Nevan segera memakai jaket dan mengambil kunci mobilnya untuk pergi menuju rumah Alisha, sebenarnya Nevan belum lama tidur karena dia harus memeriksa berkas-berkas yang akan dia gunakan untuk bekerja sama dengan klien barunya dari Malaysia tapi itu tidak masalah, dia akan melakukan apapun yang Alisha inginkan selama dia bisa melakukannya.


Sementara itu Alisha duduk di meja makan melihat sup daging yang sudah di buatnya bersama dengan Mae.


Alisha memang sudah membuat sup daging saat dia merasa ingin memakannya meskipun dia ingin sup buatan Nevan tapi dia tidak mau memintanya kepada Nevan akhirnya beginilah saat mencoba satu suapan sup buatannya lidahnya tidak menerimanya.


"Aku ganggu Mas Nevan gak ya Bu," kata Alisha melihat Mae.


"Pasti tuan Nevan juga ngerti Non kalau Non itu sedang ngidam malahan Bu Mae yakin tuan Nevan akan senang akan hal itu," kata Mae.


Alisha dengan sabar menunggu di meja makan hingga beberapa saat kemudian Nevan sudah sampai.


Nevan langsung ke dapur dia melihat Alisha sedang duduk di meja makan hanya melihatnya sekilas dan segera mengalihkan perhatiannya.


Nevan hanya tersenyum tipis melihat Alisha malu-malu seperti itu, dia mendekati meja makan dan bertanya kepada Alisha.


"Apa kamu hanya ingin sup saja?" tanya Nevan menatap Alisha sambil berdiri di sampingnya.


"Bukan aku yang mau tapi dia," ralat Alisha dengan mengusap perutnya.


Mendengar hal itu Nevan hanya terkekeh dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah apa anak Papa yang baik ini mau yang lain lagi selain sup?" tanya Nevan menatap Alisha.

__ADS_1


"Tidak ada hanya mau itu saja," jawab Alisha tanpa melihat wajah Nevan.


"Baiklah, sabar ya," kata Nevan kemudian melangkah menuju ke kompor.


"Bahan-bahannya sudah Bu Mae siapkan Tuan," kata Mae.


"Iya makasih Bu," kata Nevan dan memulai acara masaknya.


Alisha sesekali melihat punggung tegap Nevan yang sedang sibuk dengan masakannya tapi Alisha segera mengalihkan perhatiannya saat Nevan memutar kepalanya untuk melihatnya.


Lagi-lagi Nevan hanya tersenyum dan menggeleng melihat kelakuan Alisha yang seperti malu-malu tapi mau itu.


Beberapa saat kemudian supnya sudah matang Nevan menuangkan sup itu ke mangkuk dan membawanya ke meja makan.


"Ini semoga suka," Kata Nevan menyimpan sup itu di depan Alisha.


"Terima kasih," kata Alisha singkat dan mendekatkan mangkuk sup itu.


"Non saya ke kamar dulu ya kalau ada apa-apa panggil saja ya," pamit Mae karena ingin membiarkan Nevan dan Alisha berdua.


"Iya Bu, Bu Mae tidur lagi saja," kata Alisha.


"Iya Non, Tuan, permisi," pamit Mae dan pergi dari sana meninggalkan Alisha dan Nevan berdua.


"Apa ini masakanmu?" tanya Nevan saat melihat sup di mangkuk.


"Iya tadi aku membuatnya," jawab Alisha menganggukkan kepalanya sambil meniup sendok yang berisi sup.


"Bolehkah aku memakannya?" tanya Nevan.


"Tapi sepertinya sudah dingin," jawab Alisha menganggukkan kepalanya.


Nevan sesekali melihat Alisha yang memakan supnya dengan lahap sepertinya dia benar-benar menyukai sup itu, Nevan pun tersenyum senang akan hal itu.


"Apa Mama sering ke sini?" tanya Nevan membuka percakapan setelah beberapa saat hanya diam.


"Hampir setiap hari," jawab Alisha melihat Nevan sekilas kemudian fokus lagi memakan supnya.


"Mama dan Papa masih marah padaku aku memang pantas mendapatkannya karena aku sudah mengecewakan mereka," cerita Nevan.


Alisha tidak menjawabnya dia hanya diam memakan makanannya dengan serius sup buatan Nevan terasa benar-benar enak menurutnya.


"Pelan-pelan Lis, nanti tersedak," kata Nevan yang melihat cara makan Alisha yang agak terburu-buru.


Alisha hanya menganggukkan kepalanya tanpa melihat Nevan.


"Lain kali kalau mau apa-apa lagi jangan sungkan untuk menghubungiku lagi ya, aku akan berusaha melakukan keinginanmu itu selama aku bisa," kata Nevan dengan pandangan lurus kepada Alisha yang duduk di depannya Nevan sudah selesai memakan supnya hingga habis.


"Iya," jawab Alisha jawab Alisha dengan mengangguk.


Nevan terus menatap Alisha dengan intens hingga membuat Alisha menjadi canggung dan hanya menundukkan kepalanya.


"Apa ada keluhan dengan kehamilannya Lis?" tanya Nevan.


"Tidak ada semuanya baik-baik saja," jawab Alisha yang sudah selesai memakan supnya hingga habis.


Alisha akan berdiri untuk menyimpan mangkuk kotor bekasnya dan Nevan ke dapur tapi Nevan menahannya.

__ADS_1


"Biar aku saja yang menyimpannya," kata Nevan bangun dari kursinya dan mengambil mangkuk kotor itu.


"Terima kasih," kata Alisha.


Nevan hanya menganggukkan kepalanya dan melangkah menuju ke wastafel untuk menyimpan mangkuk kotor itu.


Setelah itu dia mendekati Alisha lagi.


"Apa kamu masih menginginkan sesuatu?" tanya Nevan dengan menatap Alisha.


"Tidak," jawab Alisha menggelengkan kepalanya.


"Kalau gitu pergilah tidur lagi, aku juga akan kembali lagi ke apartemen," kata Nevan.


"Iya Terima kasih untuk supnya dan maaf sudah mengganggu waktu istirahatnya," kata Alisha berdiri dari duduknya.


"Iya sama-sama jangan sungkan untuk menghubungiku saat kamu menginginkan sesuatu," kata Nevan.


Mereka berdua sedang berjalan menuju ke pintu utama untuk berpisah lagi.


"Iya," jawab Alisha.


"Selamat istirahat ya," kata Nevan saat sudah sampai di depan pintu hanya dibalas anggukkan oleh Alisha.


Nevan berdiri di depan Alisha ingin rasanya dia mencium kening Alisha juga mengusap dan mencium perut Alisha tapi Nevan tidak mau Alisha marah lagi padanya.


"Aku pulang dulu ya," pamit Nevan kepada Alisha dan hanya di balas anggukkan kepala saja oleh Alisha.


Nevan pun tersenyum dan pergi dari sana sedangkan Alisha masih berdiri melihat Nevan yang semakin menjauh.


"Hati-hati Mas," gumam Alisha pelan.


Sebenarnya Alisha ingin sekali memeluk Nevan saat Nevan berdiri di depannya tapi dia tidak berani untuk itu.


"Kenapa semuanya semakin menyiksaku seperti ini Mas, kenapa semakin aku berusaha menjauhkan diriku darimu semakin kuat juga keinginan hatiku untuk berada di dekatmu apa yang harus aku lakukan ya Allah," gumam Alisha menatap kosong ke arah Nevan pergi.


Saat ini Alisha dilanda kebingungan mendapat perhatian dari Nevan membuatnya ingin selalu berada di dekat Nevan tapi dia takut, takut saat dia dan Nevan kembali bersama takdir malah memisahkan mereka untuk selamanya dan itu pasti akan membuat Nevan bersedih.


Alisha kembali masuk ke dalam rumahnya dia menaiki tangga menuju kamarnya.


Alisha merebahkan tubuhnya di ranjang dan mengusap perutnya dengan lembut.


"Selamat istirahat Mas," kata Alisha pelan dia memakai selimutnya dan memejamkan matanya


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2