Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Pikiran buruk Alisha.


__ADS_3

Happy Reading...


Setelah berbicara dengan Dokter Nevan segera memasuki ruangan tempat anak Mesha dirawat, Nevan berjalan ke arah ranjang di mana Mesha sedang merebahkan tubuhnya dengan memeluk Faris yang sedang terlelap.


"Apa Bima sudah tahu semua ini Sha?" tanya tanya Nevan saat sudah berada didekat ranjang.


Mesha mendudukkan dirinya dan turun dari ranjang dengan perlahan karena takut mengganggu anaknya yang baru saja memejamkan matanya.


Mesha duduk di sofa diikuti oleh Nevan yang duduk di sofa tunggal yang jaraknya berdekatan dengan Mesha.


"Belum," jawab Mesha singkat dengan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? seharusnya kamu memberitahu semua itu padanya dia berhak tau tentang semua ini," kata Nevan menatap Mesha dengan serius.


"Kapan aku bisa mengatakannya, aku mengetahui penyakitku ini, baru beberapa bulan lalu di saat hubunganku dan Bima sudah tidak baik-baik saja," jawab Mesha membalas perkataan Nevan.


"Kamu bisa mengatakannya sekarang bukankah sekarang sama saja, jangan sampai dia tau dari orang lain karena itu pasti akan membuatnya sedih," kata Nevan.


"Telat," kata Mesha menatap kosong ke depannya.


"Apa maksudmu telat, justru sekarang lebih baik daripada kamu menyembunyikan tentang penyakitmu, padanya dan dia tau tentang penyakitmu saat semuanya sudah terlambat, setidaknya jika tau sekarang mungkin dia akan kembali ke dirinya yang dulu," kata Nevan.


"Bima sudah pergi, dia meninggalkan aku dan Fariz sendiri di sini?" kata Mesha dengan tatapan kosongnya.


"Maksudnya? Bima pergi ke mana?" tanya Nevan bingung.


"Dia pergi entah ke mana, semalam orang yang bekerja di rumah kami mengabarkan jika tidak lama setelah aku pergi. Bima juga pergi dengan terburu-buru dan tak lama setelah dia pergi polisi mendatangi rumah kami menanyakan keberadaan Bima," jelas Mesha dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipinya.


"Kenapa polisi mencarinya," tanya Nevan.


"Di terlibat dalam penggelapan uang beberapa perusahaan kliennya dan penyalahgunaan obat terlarang," kata Mesha membuat Nevan kaget dan tidak percaya.


"Mungkin karena itu kenapa Bima menjadi berubah," kata Mesha menatap Nevan.


"Bisa jadi," kata Nevan.


Setelah itu mereka sama-sama diam tidak mengeluarkan suaranya lagi mereka sibuk dengan pemikiran mereka sendiri.


"Kamu ngapain ke sini pagi-pagi seperti ini?" tanya Mesha kepada Nevan.


"Tadi aku di telpon oleh suster katanya kamu pingsan jadi aku segera ke sini," jawab Nevan.


"Alisha pasti berpikiran yang tidak-tidak dengan kedatanganmu ke sini, sebaiknya kamu pulang lagi saja aku gak mau karena aku kalian jadi ribut," kata Mesha mengusir Nevan.


"Apa kamu gak pa-pa aku tinggal?" tanya Nevan.


"Tidak apa-apa pergilah," kata Mesha meyakinkan Nevan.


"Baiklah aku akan pulang dulu," kata Nevan.


"Iya bisakah kamu tidak menceritakan tentang apa yang terjadi padaku pada Alisha," kata Mesha.


"Baiklah," jawab Nevan setelah itu dia pergi dari sana.


Nevan pergi dari rumah sakit menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya. saat sampai dia segera mencari anak dan istrinya yang tidak terlihat.

__ADS_1


"Bu Mae kemana Aaric dan Mamanya?" tanya Nevan kepada Bu Mae.


"Lagi di belakang Tuan, Den Aaric sedang memberi makan kelincinya," jawab Mae.


"Oh baiklah aku mau sarapan dulu setelah itu melihat mereka," kata Nevan setelah itu dia menuju ke meja makan untuk sarapan walaupun telat karena sudah siang.


Nevan memakan makanannya dengan tenang karena hari ini adalah hari libur dia rencananya akan membawa anak dan istrinya pergi jalan-jalan.


Setelah selesai makan Nevan pergi ke halaman belakang rumah itu dia melihat Aaric sedang memberi makan kelinci-kelinci kesayangannya.


"Sepertinya si bitbit dan keluarganya akan cepat gendut kalau kamu terus memberikannya makan seperti itu," kata Nevan berjalan menuju anak dan istrinya.


"Papa," panggil Aaric.


"Mas kamu sudah pulang?" tanya Alisha.


"Iya," jawab Nevan.


Alisha hanya tersenyum setelah itu dia tidak berbicara lagi dia juga tidak menanyakan bagaimana keadaan Mesha dan anaknya karena hatinya merasa kesal karena suaminya semalam telat pulang sampai anaknya menunggunya hingga ketiduran dan tadi Nevan pergi lagi untuk menemui Mesha di rumah sakit.


"Nanti kita jalan-jalan yuk, mau gak?" ajak Nevan dengan menatap Alisha.


"Aaric mau Pa," kata Aaric dengan antusias.


"Oke nanti siang kita jalan-jalan," kata Nevan kepada anaknya dan dijawab anggukan dengan antusias oleh Aaric.


"Kamu marah?" tanya Nevan karena menyadari Alisha tidak seperti biasanya.


"Tidak Mas, hanya sedikit kesal saja," jawab Alisha jujur.


"Maaf ya," kata Nevan menatap Alisha.


Nevan duduk di samping Alisha dan merangkul pundak Alisha melihat Aaric yang masih asik dengan kelinci-kelincinya yang sudah menjadi enam dari yang asalnya dua.


Setelah siang mereka siap-siap untuk pergi jalan-jalan Alisha mempersiapkan Aaric terlebih dahulu setelah itu barulah dia bersiap-siap.


Nevan menunggu Alisha selesai bersiap-siap di ruang keluarga bersama Aaric.


"Pa, Aaric mau ke taman bermain ya Aaric mau menaiki semua wahana permainannya," kata Aaric dengan antusias dia bahkan menyebutkan semua permainan yang mau di taikinya nanti.


"Baiklah kamu bisa menaiki semuanya," kata Nevan mengusap kepala Aaric.


"Mama mana sih lama banget," kata Aaric yang sudah tidak sabar untuk pergi.


"Sabar Mama kamu lagi siap-siap dulu," kata Nevan.


Ponsel Nevan berbunyi dan dia melihat yang menelponnya adalah nomor rumah sakit yang tadi pagi menghubunginya.


Nevan pun mengangkat telponnya dan berbicara beberapa saat setelah itu dia mengakhiri telponnya.


Nevan melihat Alisha sudah keluar dari kamarnya dengan sudah rapi dengan ragu Nevan berjalan mendekati Alisha.


"Bisakah kita batalkan pergi jalan-jalannya," kata Nevan dengan ragu.


"Kenapa dibatalin, Mas tidak lihat Aaric sudah senang begitu karena mau jalan-jalan," kata Alisha mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Kita bisa bisa pergi lain kali saja ya," kata Nevan.


"Emangnya kenapa Mas mau pergi ke mana sampai harus batalin rencana jalan-jalan kita," kata Alisha dengan nada sedikit kesal.


"Mas harus ke rumah sakit lagi," jawab Nevan.


"Ke rumah sakit lagi," kata Alisha dengan menatap Nevan kecewa.


"Iya barusan suster nelpon lagi memberi tahu kalau Mesha harus pergi dari rumah sakit karena ada suatu urusan jadi anaknya sendiri di sana," jelas Nevan.


"Bukankah di sana banyak Suster, Mbak Mesha juga punya suami punya keluarga 'kan kenapa harus Mas Nevan yang menemani anaknya," kata Alisha menatap Nevan kesal.


"Mas gak bisa jelasin itu sekarang Mas pergi dulu ya," Nevan mencium kening Alisha setelah itu berjalan menuju ke anaknya.


"Aaric jalan-jalannya nanti saja ya hari ini Papa ada urusan dulu," kata Nevan berbicara dengan anaknya.


"Tidak mau Aaric mau jalan-jalan sekarang," rengek Aaric.


"Nanti kita jalan-jalan lagi ya sekarang Papa harus pergi dulu," kata Nevan.


Alisha mendekati Aaric dan menggendongnya untuk menenangkan Aaric yang sedih.


"Kita pergi berdua saja ya, Papanya ada urusan dulu sebentar," kata Alisha pada Aaric.


Aaric menganggukkan kepalanya dengan wajah yang masih terlihat sedih.


"Maaf," kata Nevan.


"Pergilah Mas, lain kali jangan berjanji dan memberi harapan jika kira-kira tidak bisa menepatinya," kata Alisha tanpa melihat Nevan.


Nevan mengucapkan lagi kata maaf dan mencium kepala Aaric setelah itu pergi dari sana meninggalkan Alisha dan Aaric yang kecewa.


Melihat Nevan seolah lebih mengkhawatirkan anak Mesha dibanding Aaric membuat Alisha berpikiran buruk tentang anak itu.


'Apa anak itu anak Mas Nevan kenapa Mas Nevan seolah sangat menghawatirkan anak itu,' gumam Alisha dalam hatinya.


"Tidak itu tidak mungkin. aku hanya berpikiran terlalu jauh," gumam Alisha den suara pelan.


"Ma kita jadi 'kan berangkatnya jalan-jalannya?" tanya Aaric menatap Alisha.


"Jadilah, gimana kalau kita hubungi tante Dilla siapa tau dia gak lagi sibuk kita ajak dia jalan-jalan," kata Alisha di jawab anggukan oleh Aaric.


"Baiklah kita telpon dulu tante Dilla nya oke," kata Alisha dia pun menelpon Dilla agar bisa jalan-jalan bersama.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf jika ada yang typo biarpun udah dibaca berkali-kali sebelum di publish, tetap selalu ada yang kelewat🤭


__ADS_2