Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Hal yang tak terduga.


__ADS_3

Happy Reading...


Alisha dan teman-temannya baru saja selesai makan malam dan mereka tidak langsung pulang karena orang tua Fino meminta mereka agar lebih lama di sana, akhirnya mereka pun tidak langsung pulang dan berbincang di ruang keluarga rumah Fino bersama orang tua Fino dan Bara terlebih dahulu.


Seryl kembali menempel di Alisha karena dia mengatakan kalau dia merindukan Alisha. menurut cerita Bara dan Irene, waktu itu Seryl menangis lumayan lama karena saat pulang sekolah ternyata Alisha sudah tidak ada di rumahnya.


"Kak Alish kenapa tidak nginep lagi di rumah Seryl biar kita bisa main lagi," kata Seryl kepada Alisha.


"Kak Alish sibuk sekolah juga Seryl, jadi harus fokus sama sekolah biar bisa cepat-cepat lulus," kata Alisha kepada Seryl.


"Padahal Seryl mau main bareng sama Kak Alish lebih lama," kata Seryl dengan memanyunkan bibirnya.


"Nanti deh kapan-kapan Kak Alish main lagi ke rumah Seryl," bujuk Alisha.


"Janji ya Kak," kata Seryl.


"Insya Allah," jawab Alisha tersenyum.


Seryl pun menganggukkan kepalanya dan kembali memainkan mainannya bersama Alisha. beberapa saat kemudian Irene datang memanggil Seryl untuk pergi tidur.


Seryl pun menurut mengikuti Mamanya untuk pergi ke kamar dan tidur karena mereka akan menginap di rumah itu begitupun dengan Fino karena sudah mulai libur jadi dia akan tinggal bersama orang tuanya.


"Anak itu lengket banget sama kamu Lis," kata Dilla yang dari tadi berada di sana melihat Alisha dan Seryl bermain.


"Itu karena saat almarhum ayah aku masih ada kita sering berkunjung ke rumah Kak Bara dan aku sering bermain dengannya," jawab Alisha.


"Oh gitu ya."


"Ini cemilan ala Tante sudah siap," kata Mama Fino membawa nampan yang berisi cemilan buatannya.


"Ya ampun Tante kita ngerepotin banget ya sudah makan gratis sekarang dibuatin cemilan juga," kata Dilla.


"Iya Tante kedatangan kita jadi ngerepotin nih," kata Alisha merasa tidak enak.


"Tidak repot sama sekali kok, Tante malah senang karena ada kalian rumah ini jadi ramai, jarang-jarang rumah ini ramai karena Bara sibuk jadi jarang membawa istri dan anak-anaknya ke sini, sedangkan Fino anak itu semenjak kuliah memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemen dan jarang banget pulang jadi di rumah selalu sepi, seandainya Tante tidak bekerja Tante pasti akan mati karena kebosanan di rumah hanya bersama om saja, punya dua anak tapi berasa gak punya anak jadinya karena kesibukan mereka," cerita Mama Fino kepada Alisha dan Dilla.


"Ya begitulah Tante kalau sudah dewasa sudah punya kesibukan masing-masing," kata Dilla.


"Iya, ayo cobalah cemilannya."


Alisha dan Dilla pun mencobanya dan ternyata makanan itu enak.


"Ini enak Tante," kata Alisha.


"Syukurlah kalau kalian suka," kata Mama Fino tersenyum senang.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Irene pun datang setelah menidurkan anak-anaknya dan ikut bergabung dengan para perempuan di karpet.


Sedangkan para pria sedang sibuk dengan dunianya, Bara dan Papanya sedang bermain catur sedangkan Fino dan Angga sedang bermain game.


Hingga tidak terasa waktu sudah semakin malam dan Angga mengajak Dilla dan Alisha untuk pulang karena saat berangkat mereka satu mobil.


"Pulang yuk, sudah malam nih," ajak Angga mendekati Dilla dan Alisha yang masih mengobrol dengan Irene dan Mamanya Fino.


"Iya ayo," jawab Dilla sedangkan Alisha hanya menganggukkan kepalanya dan berdiri mengikuti Dilla.


"Apa kalian tidak menginap di sini saja di sini masih banyak kamar yang kosong kok," kata Mama Fino ikut berdiri diikuti Irene.


"Kalian mau pulang sekarang?" tanya Papa Fino yang masih duduk di sofa.


"Iya Om, sudah terlalu malam saya juga harus nganterin dulu mereka berdua takut terlalu malam sampai ke rumahnya," jawab Angga.


"Baiklah kalian hati-hati di jalannya, jangan kebut-kebutan," kata Papa Fino.


Saat Angga dan Dilla sedang berpamitan tiba-tiba saja tubuh Alisha limbung ke belakang untung saja posisinya sedang berada di antara Irene dan Mamanya Fino sehingga tubuhnya tidak sampai jatuh ke lantai.


"ALISH!" teriak Irene dan Mamanya Fino secara bersamaan sambil menangkap tubuh Alisha.


Angga dan Dilla yang sedang berpamitan dengan Papanya Fino dan Bara langsung melihat kearah Irene dan Mamanya Fino saat mendengar teriakan mereka berdua.


"Lis," kata Bara menepuk pipi Alisha tapi Alisha tidak bereaksi sedikitpun.


"Ayo bawa dulu ke kamar tamu biar bisa di periksa," kata Papa Fino.


Bara dan Fino pun mengangkat tubuh Alisha dan membawanya ke kamar tamu untuk di periksa terlebih dahulu.


Mereka semua merasa khawatir dengan Alisha apalagi Bara dan Irene mereka jauh lebih khawatir karena dia tahu Alisha tidak baik-baik saja.


Saat tubuh Alisha sudah direbahkan di ranjang, Mamanya Fino dan Bara menawarkan diri untuk memeriksa Alisha terlebih dahulu dan meminta semua orang untuk keluar dari kamar itu.


Semua orang pun menganggukkan kepalanya dan keluar dari kamar itu, Mamanya Bara pun mengambil peralatan dokternya dan mulai memeriksa Alisha.


Orang tua Bara adalah dokter juga sama seperti Bara, hanya Fino saja yang tidak tertarik dengan Profesi itu Fino lebih tertarik dengan bisnis.


Semua orang menunggu dengan harap-harap cemas di depan pintu kamar itu menunggu Mama Bara selesai memeriksa Alisha.


Hingga beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka Mama Bara meminta semua orang untuk duduk terlebih dahulu sebelum memulai bicara.


"Apa Alish sudah menikah?" tanya Mama Bara menatap anak-anaknya dan teman-temannya dengan serius.


Mereka semua menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Mama Bara.

__ADS_1


"Oh syukurlah Mama kira Alish hamil diluar nikah."


"APA HAMIL!" kata Bara, Irene, Fino, Angga dan Dilla secara bersamaan dengan nada yang kaget hingga membuat Mama dan Papa Bara heran.


"Iya, Mama yakin saat ini Alish sedang hamil, kalian kenapa seperti kaget seperti itu bukankah sudah biasa seorang wanita yang sudah menikah itu hamil," kata Mama Bara.


Dilla, Angga dan Fino saling tatap mereka kaget karena Alisha sedang dalam proses perceraian, sedangkan Bara dan Irene saling tatap karena seorang yang mempunyai riwayat penyakit ginjal kecil kemungkinan bisa hamil.


"Masalahnya Alish saat ini sedang dalam proses perceraian dengan suaminya Ma," kata Fino membuat Mamanya kaget.


"Kalau gitu dia harus segera memberitahukan masalah kehamilannya itu kepada suaminya, agar perceraiannya dibatalkan," kata Mama Bara.


"Bukan cuma itu Ma, Alisha saat ini sedang menjalani pengobatan dengan ginjalnya dan itu akan bahaya untuknya dan janinnya," kata Bara tidak hanya membuat Mamanya kaget tapi juga Fino dan teman-temannya.


Karena selama ini mereka melihat Alisha seperti baik-baik saja meskipun mereka memang merasa badan Alisha saja yang menjadi lebih kurus.


"Apa Kakak serius?" tanya Fino menatap Kakaknya.


"Iya bahkan Kakak yang menangani pengobatannya," kata Bara.


"Seberapa parah penyakitnya, apa masih ada harapan meskipun dia saat ini hamil?" tanya Mama Bara.


"Bara tidak yakin, meskipun Allah lah yang mengatur hidup mati seseorang tapi kasus Alish ini benar-benar sulit," jelas Bara dengan helaan nafas beratnya.


Mendengar perkataan Bara membuat mereka hanya terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Please✌ jangan dibully ya akunya kalau ada salah-salah kata mohon di maafkan da baik kalian mah😁🙏

__ADS_1


__ADS_2