Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Extra part.


__ADS_3

Happy Reading....


Waktu terus berlalu keluarga Nevan menjalani hari-harinya dengan kebahagiaan dan suka cita. Saat ini Aaric sudah memiliki pacar dan tidak akan lama lagi mereka akan melangsungkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


Pacar Aaric bernama Azkia dia adalah seorang koki di Restoran Aaric, Restoran peninggalan almarhum kakeknya yaitu ayahnya Alisha.


Pertemuan mereka berawal dari Aaric yang mengunjungi Restoran itu dan dipertemukan dengan koki di sana yang langsung membuat dia merasakan getaran-getaran cinta saat pertama kali melihatnya.


Sementara Alisha saat ini sudah menjadi seorang Dokter sesuai cita-citanya dulu, dia melanjutkan kembali pendidikannya karena dukungan dari keluarganya hingga sekarang dia menjadi Dokter spesialis penyakit dalam. Sedangkan Fariz dia masih tetap seperti sebelumnya dia masih nyaman dengan dirinya yang tak pernah bersuara hingga suatu ketika, untuk pertama kalinya dia bisa mengeluarkan suaranya.


Fariz yang saat itu sedang menunggu Alisha yang sedang berbelanja di sebuah minimarket berdiam diri di mobilnya. Karena merasa bosan dia pun keluar dari mobilnya dan bersandar di kap mobilnya.


Saat sedang melihat-lihat suasana di sekitarnya Fariz melihat seorang gadis yang memakai tongkat sedang berjalan di pinggir jalan sendirian.


Fariz mengalihkan pandangannya ke arah lain, sedangkan gadis yang berjalan dengan tongkatnya itu terus melangkahkan kakinya dan berhenti beberapa saat, pandangan gadis itu lurus ke depan tidak melihat ke kanan atau kiri.


Fariz mengira jika gadis itu buta, dalam hatinya berkata bukankah bahaya jika dia pergi ke tempat ramai seperti ini sendirian. Gadis itu menyebrang begitu saja padahal mobil, motor sedang melaju di jalan itu.


Fariz melihat ke sekitar tidak ada orang lain di sana hanya ada dirinya, jadi bisa dipastikan tidak ada orang yang akan menolong gadis itu.


Fariz berjalan cepat saat melihat dari kejauhan ada mobil besar yang melaju dengan cepat dan nahasnya gadis itu masih berjalan santai di tengah jalan, bisa dipastikan mobil itu tidak menyadari adanya gadis itu karena mobil itu terus melaju dengan kencang.


Fariz menarik tangan gadis itu saat mobil itu sudah mulai mendekat dan membunyikan klaksonnya.


"Apa kamu gila hah! kamu gak dengar suara klakson mobil itu apa selain tidak bisa melihat kamu juga tidak bisa mendengar, seharusnya kamu sadar akan kekuranganmu itu dan tidak perlu keluar rumah agar tidak merugikan orang lain dan membahayakan dirimu sendiri," kata Fariz yang belum menyadari jika saat ini dia sudah mengeluarkan suaranya yang selama ini tersimpan dan disaat dia mengeluarkan suaranya dia malah memarahi gadis yang saat ini sedang menatap ke sembarang arah.


"Apa orang yang memiliki kekurangan sepertiku tidak bisa hidup normal, apa orang sepertiku tidak boleh merasakan rasanya hidup seperti orang normal lainnya, apa orang sepertiku hanya bisa terkurung di tempat yang disebut rumah itu, apa orang sepertiku tidak bisa mencoba melakukan apa yang ingin kita lakukan," pertanyaan-pertanyaan gadis itu dengan tatapan lurus ke depannya.


"Kamu mungkin merasa beruntung karena kamu hidup dengan kesempurnaan, kamu tidak perlu bantuan orang lain bahkan hanya untuk menyebrang jalan. tapi, kamu juga tidak berhak melarang orang sepertiku untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan," katanya lagi.


Fariz menatap wanita di depannya itu tanpa suara, hingga seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.


"Non Ami, bibi cariin dari tadi juga, bibi 'kan sudah bilang jangan pergi sendiri, bahaya Non, kalau ada orang jahat gimana," kata wanita paruh baya itu.


"Maaf Bi, Ami tadi hanya ingin jalan-jalan," jawab gadis itu datar.


"Ya udah kalau gitu kita pulang sekarang ya," kata wanita paruh baya itu.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu, Fariz masih menatap kepergian mereka yang semakin menghilang dari pandangannya.


"Ada apa Riz?" tanya Alisha yang sudah berada di belakang Faris.


"Ada gadis buta yang hampir tertabrak mobil untung Fariz menolongnya tadi," jawab Fariz yang masih belum sadar jika dia berbicara lagi.

__ADS_1


Alisha sampai menjatuhkan kantong belanjaannya karena kaget mendengar Fariz mengeluarkan suaranya untuk pertama kalinya.


"Riz, kamu bersuara Nak," kata Alisha menangkup kedua pipi Fariz dan melihatnya dengan haru.


Fariz mengedipkan matanya beberapa kali karena dia juga baru sadar jika dia mengeluarkan suaranya.


"Ayo kita pulang Aaric dan Papa kamu pasti senang jika mereka tau kamu sudah berbicara," kata Alisha memungut kantong belanjaannya dan menarik Fariz untuk masuk ke mobilnya.


Fariz pun menurut dia memasuki mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya untuk pulang.


Dia masih memikirkan tentang dirinya barusan, benarkah itu suaranya, suara yang selama ini dia simpan suara yang selama ini tidak ia keluarkan meski untuk dirinya sendiri.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah, Alisha turun dengan antusias dia yakin suami dan anaknya juga pasti akan senang dengan hal ini.


Karena sudah sore jadi Nevan dan Aaric pasti sudah berada di rumah.


"Ayo, Mama gak sabar lihat reaksi mereka saat tau kamu sudah mau bicara," kata Alisha lagi-lagi menarik tangan Fariz dan Fariz hanya mengikutinya.


"Pa, Aaric, Mama ada kabar gembira!" teriak Alisha saat memasuki rumahnya.


"Ada apa sih Ma, Kok teriak-teriak gitu," kata Nevan berjalan menuruni tangga diikuti Aaric mereka masih memakai setelan kerjanya dan belum sempat mengganti pakaian.


"Ayolah Fariz, tunjukkan pada mereka sebut nama mereka," kata Alisha menatap Fariz dengan tatapan memohon.


"Papa, Aaric," panggil Fariz.


Tidak jauh berbeda dengan reaksi Alisha, Nevan dan Aaric pun menatap Fariz tak percaya.


"Kamu udah mau bicara," kata Aaric tak percaya.


"Iya, aku juga tidak sadar jika tadi aku bicara," jawab Fariz apa adanya.


"Syukurlah kalau kamu sudah bicara," kata Nevan mengusap punggung Fariz dan tersenyum.


Malam itu pun menjadi malam yang bersejarah untuk mereka karena untuk pertama kalinya mereka mengobrol dengan suara Fariz yang juga terdengar di sana.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Udah selesai ya, Fariznya udah aku buat bicara tuh.


Bagi yang belum mampir ke karyaku yang lainnya, mampir juga ke karya yang lainnya yuk kakak-kakak semuanya.


masih baru, masih anget🤣



Seorang pria menggeliatkan badannya dengan mata yang masih terpejam, kepalanya terasa sangat berat hingga dia malas untuk membuka matanya itu. Dia masih asyik berada di ranjang itu.


Semakin lama dia merasa hawa dingin semakin menusuk kedalam tulangnya, entah kenapa itu bisa terjadi? dia menaikkan selimut yang dipakainya hingga sampai ke leher.


'Tunggu dulu, kenapa aku merasa kalau aku gak pakai baju saat ini. Apa semalam aku melepaskan bajuku sebelum tidur?' tanya-nya dalam hati.


Pria itu mulai membuka matanya dan langsung terbelalak kaget saat melihat kamar itu, ternyata bukanlah kamarnya.


"Dimana ini?" tanya pria itu bergumam pada dirinya sendiri.


"Ternyata kamu bangun juga aku kira kamu akan tidur terus sampai nanti malam." Sebuah suara yang membuatnya kembali tersentak kaget.


Pria itu membalikkan badan dan matanya langsung melotot saat melihat seorang wanita yang sedang duduk manis di sofa yang tidak jauh dari ranjang tempatnya tidur. Wanita itu menyilangkan kakinya dengan tangan disimpan dada.


"Hey siapa kamu! Ngapain kamu ada disini?" tanya pria itu dengan nada membentak.


"Setelah menghabiskan malam yang panas denganku kamu menanyakan aku siapa? Apa itu tidak keterlaluan Tuan," ucap wanita itu dengan sebuah seringaian di bibirnya.


"Apa maksudmu?" tanya pria itu masih belum memahami situasinya.


"Lihatlah bagaimana penampilanmu sekarang," sahut wanita itu santai. Dia kemudian memainkan ponselnya.


Sementara pria itu mulai mengalihkan pandangan ke tubuhnya untuk melihat kondisinya dan matanya semakin melotot seolah bola mata akan keluar dari tempatnya karena ternyata dia tidak memakai baju sama sekali, pantas saja tadi dia merasa kedinginan.


"Apa yang sudah kamu lakukan padaku hah!" bentak pria itu menatap nyalang wanita yang masih duduk santai di sofa.


...-------------------------------...


Langsung intip aja yuk🤗 siapa tau suka😉

__ADS_1


__ADS_2