Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Pertemuan tidak terduga.


__ADS_3

Happy Reading...


Nevan saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke apartemen Mesha karena dia berencana makan malam bersama dengan Mesha dan memberitahukan kabar perpisahannya dengan Alisha.


Saat sampai, Nevan turun dari mobilnya dan menuju unit Mesha dengan menggunakan lift.


Saat lift sampai di lantai unit Mesha Nevan keluar dari lift dia berjalan dengan langkah santainya begitu sampai di depan pintu Nevan menekan bel pintu.


Setelah beberapa kali mencoba menekan bel, pintu pun terbuka dan terlihat Mesha dengan wajah cemberutnya.


"Masih marah ya, ya udah deh aku pulang lagi aja tadinya aku mau mengatakan sesuatu yang sangat penting tapi melihat wajahmu seperti ini, sepertinya aku tidak diterima di sini," kata Nevan dengan bercanda dan berbalik badan.


"Ishh bukannya di bujuk malah mau pergi gitu aja, pacar apaan kayak gitu," kata Mesha menahan tangan Nevan.


Nevan pun berbalik badan dan tersenyum, "jangan ngambek terus nanti cantiknya hilang," gombal Nevan kepada Mesha.


"Lagian kamu kenapa bisa, tidak hubungi aku kemarin," kata Mesha berbalik badan berjalan ke sofa yang ada di ruang tengah apartemennya.


Mesha duduk di sofa diikuti oleh Nevan.


"Aku 'kan tadi sudah bilang kalau aku ketiduran dan lupa hidupin lagi ponselnya," kata Nevan memasang wajah serius.


Mesha menatap Nevan dengan serius dan menyipitkan matanya seolah tidak percaya dengan perkataan Nevan.


"Apa kamu tidak percaya padaku?" tanya Nevan.


"Kamu tidak bohongin aku 'kan."


"Tidak, memangnya kapan aku bohongin kamu."


"Hanya sekali ini saja aku bohong," kata Nevan lagi dalam hatinya.


"Baiklah aku percaya, maaf tadi aku hanya khawatir saja kamu kenapa-napa karena tidak biasanya kamu tidak bisa dihubungi."


"Aku baik-baik saja kamu tidak perlu khawatir."


Mesha pun menganggukkan kepalanya dan bertanya tentang yang ingin Nevan bicarakan padanya.


"Terus tadi kamu bilang mau berbicara sesuatu yang penting, ada apa?"


"Aku mau membicarakan masalah aku dan Alisha," kata Nevan dengan tersenyum.


"Apa?" tanya Mesha dengan alis mengkerut.


"Alisha sudah setuju untuk berpisah denganku, bahkan sekarang dia sudah pergi dari apartemen," kata Nevan dengan nada yang terdengar senang.


"Serius, kamu gak bohong 'kan?" tanya Mesha antara percaya dan tidak.


"Serius lah, sangat serius malahan," Nevan menganggukkan kepalanya.


"Akhirnya dia menyerah juga dan pergi dari kehidupan kita," kata Mesha memeluk Nevan dan beberapa kali mendaratkan ciuman di pipi Nevan karena merasa senang.


"Iya, kita hanya tinggal menunggu keputusan dari pengadilan saja yang menyatakan aku dan Alisha telah resmi berpisah," kata Nevan dengan mengusap kepala belakang Mesha yang berada di dadanya.


"Apa setelah mendapatkan keputusan dari pengadilan kita akan langsung meresmikan hubungan kita?" tanya Mesha menatap Nevan dengan serius.

__ADS_1


"Tentu saja di hari aku mendapatkan keputusan dari pengadilan, di hari itu juga aku akan meresmikan hubungan kita di depan orang tuamu dan orang tuaku bahkan di hadapan seluruh dunia ini," jawab Nevan dengan yakin.


Mendengar perkataan Nevan Mesha pun tersenyum senang akhirnya dia bisa memiliki Nevan seutuhnya tinggal beberapa langkah lagi.


"Baiklah sekarang kita makan malam dulu, kamu mau makan malam dimana atau mau makan di sini saja dan aku akan memasak," kata Nevan membuat Mesha menjauhkan diri darinya.


"Makan di luar yuk," ajak Mesha.


"Baiklah ayo," kata Nevan bangun dari duduknya.


"Aku mau siap-siap dulu," kata Mesha.


"Cepatlah," kata Nevan


Mesha pun pergi ke kamarnya dan beberapa menit kemudian Mesha keluar lagi dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi.


"Ayo," Mesha melingkarkan tangannya di lengan Nevan setelah itu mereka pergi ke sebuah Restoran untuk makan malam.


...****************...


Sementara itu di tempat lain Alisha juga sedang menuju ke sebuah Restoran karena Dilla menelponnya meminta dia untuk makan malam bersama.


Saat sudah sampai di Restoran itu Alisha masuk ke Restoran itu dan mencari keberadaan teman-temannya.


Dan saat melihat Dilla melambaikan tangannya Alisha pun berjalan menuju meja tempat dimana Dilla berada yang ternyata ada Fino juga di sana.


"Dadakan benget sih Dil nyuruh ke sini nya, untung tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah aku," Kata Alisha sambil duduk di samping Dilla dan berhadapan dengan Fino, sedangkan Dilla berhadapan dengan Angga.


Dilla tersenyum menampilkan sederet giginya, "Habisnya si Fino nih ngintilin Angga terus kita mau pacaran juga," kata Dilla.


"Bilang aja kamu kesepian 'kan karena gak punya pacar jadi pengennya ngintilin aku terus dasar jopuk," cibir Angga


Alisha hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan mendengar ocehan teman-temannya itu.


"Oh iya Lis suami kamu gak marah kamu pergi keluar makan malam bareng kita seperti ini?" pertanyaan yang keluar dari mulut Angga membuat Alisha hanya menjawabnya dengan gelengan kepala saja.


"Baguslah kalau suami kamu gak marah," kata Angga.


Alisha menganggukkan kepalanya dan mulai memakan makanan yang sudah di pesankan oleh teman-temannya.


"Oh iya bulan depan aku ulang tahun, kebenaran juga libur semester, gimana kalau kita pergi liburan yuk, kemana gitu," ajak Fino.


"Aku gak tau bisa ikut atau tidak kalian saja yang pergi ya," kata Alisha.


"Oh iya kamu 'kan udah punya suami ya," kata Fino.


"Jangan liburan lah kita ngadain pesta kecil-kecilan saja gimana Fin, biar Alish bisa ikutan juga," saran Angga di setujui oleh Dilla.


"Iya lagian kalau kalian pergi liburan tanpa Alish aku gak bakalan ikut," kata Dilla.


"Baiklah kita BBQ'an saja tapi harus di rumah orang tua ku biar lebih nyaman, setuju gak," kata Fino menatap teman-temannya satu persatu.


"Oke," jawab Angga dan Dilla, sedangkan Alisha hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Sekarang kita pulang yuk, sudah malam nih," ajak Alisha.

__ADS_1


"Iya yuk, makanannya biar aku aja yang bayar," kata Angga bangun dari kursinya menuju ke kasir.


"Kita tunggu dia di parkiran saja," ajak Fino dan bangun dari kursinya di ikuti oleh Alisha dan Dilla.


Alisha dan Dilla berjalan mengikuti Fino sambil berbicara, saking asiknya bercerita dengan Dilla Alisha sampai tidak melihat jalan di depannya hingga dia pun tanpa sengaja menabrak seorang wanita yang sedang berdiri di depan pintu Restoran.


"Maaf Mbak, saya tidak sengaja," kata Alisha kepada orang yang tidak sengaja ditabrak nya.


"Apa kamu tidak punya mata hah, gak liat apa di sini ada orang!" bentak wanita yang Alisha tabrak.


Saat wanita itu membalikkan badannya dia langsung menatap Alisha tajam.


"Mbak Mesha," kata Alisha menatap Mesha.


"Mbak, Alish minta maaf Alish gak sengaja."


"Lihat bajuku jadi kotor kena tumpahan minuman ku gara-gara kamu!" kata Mesha dengan nada kesal.


Mesha mengelap bajunya yang basah sambil menggerutu dia kemudian melihat Alisha lagi dan tiba-tiba saja menyiramkan sisa minuman di tangannya ke kepala Alisha hingga membuat Fino dan Dilla kaget campur kesal karena hal itu.


Dilla mengambil tisu di tasnya dan mengelap rambut dan wajah Alisha yang basah karena ulah tidak terpuji Mesha itu.


"Mbak teman saya 'kan sudah minta maaf kenapa harus di perpanjang sih," kata Fino.


"Iya Mbak, lagian bajunya cuma terkena sedikit tumpahan saja, dicuci juga bersih lagi, lebay benget sih," kata Dilla.


"Kalian jangan ikut campur ya, ini urusan aku dengan dia," kata Mesha kepada Dilla dan Fino.


"Gimana kita gak ikut campur, Mbak nya nyolot gitu ke teman kita, lagian 'kan di sini Mbak juga salah kenapa berdiri di sini, ini 'kan tempat orang lewat Mbak," kata Dilla kesal.


"Dianya aja punya mata gak dipakai," kata Mesha Menunjuk Alisha.


"Alish minta maaf kalau Alish salah Mbak apa Mbak mau saya menggantinya dengan uang," kata Alisha berusaha sabar menghadapi Mesha karena itu di tempat umum.


"Tidak perlu aku masih bisa membeli lagi seratus baju seperti ini," jawab Mesha sombong.


"Kalau bisa beli lagi kenapa ribut sih Mbak kayak orang susah saja," cibir Dilla.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mana dukungannya kakak-kakak yang baik😁

__ADS_1


__ADS_2