Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Baby Boy.


__ADS_3

Happy Reading...


Nevan sedang duduk manis di sofa yang ada di ruang keluarga rumah Alisha untuk menunggu Alisha, hari ini rencananya mereka akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Alisha.


"Kamu ngapain di sini?" tanya seseorang yang baru datang yang tidak lain adalah Ratih.


"Mama, Mama ngapain di sini?" kata Nevan yang malah balik bertanya kepada Mamanya.


"Ditanya malah balik bertanya," kata Ratih datar.


"Nevan mau mengantar Alish ke rumah sakit," kata Nevan berdiri dari sofa.


"Tidak perlu kamu kembali saja ke kantor kamu biar Mama saja yang nganter Alish ke rumah sakit," kata Ratih mengusir Nevan.


"Tapi Ma, Nevan juga ingin ikut nganter Alish," kata Nevan kepada Ratih dengan tatapan memohon.


"Tidak perlu kamu kembali saja sana, ke kantormu," kata Ratih kukuh.


"Tidak mau Nevan mau ikut lihat anak Nevan juga," jawab Nevan dengan kukuh juga.


Akhirnya adu mulut antara Ibu dan anak itu pun terjadi mereka sama-sama tidak mau mengalah sama-sama kukuh dengan pendiriannya.


Alisha yang sedang menuruni tangga mengerutkan keningnya karena mendengar keributan dan saat melihat apa yang terjadi di ruang keluarga Alisha menggelengkan kepalanya, melihat Nevan dan Mamanya sedang ribut.


"Ma, sudah datang?" tanya Alisha berjalan mendekati Ratih.


Ratih pun mengalihkan perhatiannya kepada Alisha dan tersenyum saat melihat Alisha sudah siap untuk berangkat.


"Iya yuk kita langsung berangkat," ajak Ratih langsung menarik tangan Alisha untuk pergi dari sana.


"Eh tapi itu Mas Nevan gimana Ma," kata Alisha sambil mengikuti langkah mertuanya.


Ratih pun melihat ke arah Nevan sekilas setelah itu dia berjalan lagi membawa Alisha.


"Kalau mau ikut cepatlah jangan lelet," kata Ratih sambil terus berjalan tanpa melihat Nevan lagi.


Mendengar itu Nevan pun senang dia pun bergegas mengikuti langkah Alisha dan Mamanya yang sudah keluar dari rumah itu.


Nevan berjalan mendahului Alisha dan Ratih saat mereka sudah berada di dekat mobil Nevan langsung membukakan pintu mobil di depan yang niatnya untuk Alisha.


"Alisha duduk sama Mama di belakang kamu nyetir saja yang benar," kata Ratih menarik Alisha untuk duduk di kursi belakang.


Alisha pun mengikuti Ratih dengan duduk di kursi belakang bersama dengan Ratih di kursi belakang.


Nevan yang melihat itu hanya menghela napas panjang sepertinya kendalanya untuk mendekati Alisha kini bertambah lagi yaitu Mamanya sendiri.


"Cepat jalan, nungguin apa lagi," kata Ratih dengan nada yang memerintah kepada Nevan.


"Iya Ma," jawab Nevan pasrah dia pun masuk ke dalam mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya ke rumah sakit.


Saat sampai di rumah sakit Alisha langsung menuju ke ruangan Desi karena dia sudah membuat janji terhadap Dokter Desi.

__ADS_1


"Selamat siang Tante," kata Alisha saat memasuki ruangan Desi diikuti oleh Nevan dan Ratih.


"Kamu sudah datang Lis," kata Dokter Desi sambil berdiri.


"Iya Tan, kenalkan ini mertua Alish," Alisha memperkenalkan Ratih kepada Desi.


"Selamat siang Dokter, saya mertuanya Alish," sapa Ratih mengulurkan tangannya kepada Desi.


"Selamat siang Bu," jawab Desi tersenyum kepada Ratih dan membalas uluran tangan Ratih.


"Apa mau langsung periksa sekarang?" tanya Desi kepada Alisha.


"Sekarang saja Tan," jawab Alisha.


Desi pun menganggukkan kepalanya dan meminta Alisha untuk mengikutinya ke ranjang dan merebahkan tubuhnya di ranjang untuk memulai pemeriksaannya.


Desi langsung memulai memeriksa kandungan Alisha melalui USG untuk melihat kondisi anak Alisha dalam kandungannya.


Nevan terus melihat dengan serius apa yang dokter lakukan saat alat itu sudah di perut Alisha Nevan dapat mendengar suara detak jantung anaknya dan itu membuatnya terharu anaknya yang tidak dia sangka-sangka kehadirannya kini sedang tumbuh di dalam sana.


"Lihatlah dia berkembang dengan sangat baik," kata Desi menatap Alisha.


"Iya Tan," jawab Alisha tersenyum.


Ratih dan Nevan juga ikut senang dengan perkataan Desi yang mengatakan bayinya berkembang dengan sangat baik.


"Apa kita bisa melihat jenis kelaminnya sekarang Tan?" tanya Alisha.


"Dia adalah seorang jagoan sepertinya," kata Desi menunjukkan layar USG itu.


"Benarkah Dok?" tanya Nevan antusias.


"Iya dia sepertinya laki-laki," jawab Desi menganggukkan kepalanya.


"Apa semuanya baik-baik saja Dok?" tanya Nevan.


"Bayinya baik-baik saja tapi...."


Perkataan Desi terhenti karena melihat tatapan memohon dan gelengan pelan dari Alisha, padahal sebenarnya Desi ingin memberitahukan semuanya kepada Ratih dan Nevan.


"Tapi apa Dok?" tanya Nevan heran karena Desi tidak melanjutkan perkataannya.


"Tapi Alish harus lebih menjaga kandungannya lagi," jawab Desi menatap Alisha dengan serius.


Sedangkan Alisha hanya tersenyum kepada Desi sebagai ucapan terima kasih.


"Alish pasti akan lebih menjaga kandungannya dan calon anak Alish ini Tan," jawab Alisha tersenyum lebar.


"Bisakah aku membantumu menjaganya dengan berada di dekatmu," kata Nevan secara tiba-tiba dengan menatap Alisha serius.


Alisha membalas tatapan Nevan dengan seksama tapi Alisha tidak memberikan respon apapun kepada Nevan.

__ADS_1


"Itu juga lebih baik karena di usia kehamilannya yang sekarang peran seorang ayah juga sangat penting untuk calon anak kalian," kata Desi menatap pasangan itu.


Mendengar perkataan Desi Nevan tersenyum lebar dan melihat Alisha dengan tatapan memohon.


"Bisakah kita membahas masalah ini nanti saja ini 'kan masalah pribadi kita," kata Alisha kepada Nevan.


"Baiklah nanti kita bahas lagi setelah di rumah," kata Nevan senang dia berharap Alisha mau menerimanya sekarang.


"Sekarang bangunlah pemeriksaannya sudah selesai," kata Desi menyimpan alat USG itu ke tempatnya.


Sedangkan suster yang dari tadi ada di sana membersihkan jel yang ada di perut Alisha.


Nevan membantu Alisha untuk bangun dan turun dari ranjang kemudian mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Desi.


"Kamu selalu melakukan apa yang Tante katakan?" tanya Desi kepada Alisha.


"Iya Tante," jawab Alisha apa adanya.


"Baiklah kamu pasti sudah tau apa saja yang harus kamu lakukan agar kandunganmu selalu baik-baik saja," kata Desi.


"Iya Tante Alish tau," jawab Alisha menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Alisha dan Desi membahas tentang tumbuh kembang anaknya dan semua yang berhubungan dengan anaknya saja. Desi tidak membahas tentang kondisi Alisha saat itu karena di sana ada Nevan dan Mamanya.


Setelah beberapa saat kemudian pembicaraan antara Alisha dan Desi pun selesai mereka segera pamit dari sana untuk kembali pulang.


Selama di perjalanan Alisha memikirkan perkataan Nevan saat di rumah sakit tadi apa benar dia harus bersama dengan Nevan lagi?


Meski hatinya menginginkan hal itu tapi dia masih bingung dengan jalan yang harus di ambilnya.


Ratih yang mengerti kegelisahan Alisha memegang tangan Alisha hingga Alisha melihatnya, Ratih menganggukkan kepalanya dan berkata dengan sangat pelan di dekat telinga Alisha.


"Lakukan apa yang hati kamu inginkan," kata Ratih tersenyum kepada Alisha.


Alisha ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya mertuamu benar dia harus mengikuti apa yang hatinya inginkan, bisakah dia merasakan kebahagiaan dengan menerima Nevan lagi meskipun itu tidak lama.


Dia ingin merasakan kebahagiaan terlebih dahulu sebelum dia benar-benar pergi untuk selamanya, dia ingin menciptakan kenangan yang indah yang akan menjadi kenangan untuknya dan Nevan selamanya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2