Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Sadar.


__ADS_3

Happy Reading...


Nevan yang tengah tertidur di sofa kamar tempat Alisha di rawat seperti mendengar suara seseorang batuk antara sadar dan tidak Nevan mendengar suara itu berkali-kali.


Hingga untuk kesekian kalinya Nevan semakin jelas mendengar suara orang batuk itu dan itu adalah suara batuk seorang perempuan.


Karena merasa lelah dan ngantuk Nevan pun mengabaikannya hingga sebuah suara yang sangat dikenalnya dan dirindukannya benar-benar menarik kesadarannya sepenuhnya.


"Haus."


Nevan secara reflek mendudukkan dirinya dan melihat ke arah ranjang dimana Alisha biasanya tertidur dan matanya berbinar saat melihat mata itu sudah terbuka dan seperti sedang mencari sesuatu.


"Lis, kamu sudah bangun, alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga," kata Nevan berjalan ke ranjang dan langsung memeluk Alisha dengan erat hingga Alisha terdengar meringis karena perutnya yang belum sembuh sepenuhnya paska operasi tertekan oleh Nevan.


"Maaf, maaf sakit ya aku terlalu senang karena akhirnya kamu bangun jadi lupa jika kondisi kamu belum sehat sepenuhnya," ucap Nevan melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar terlihat bahwa Nevan benar-benar bahagia.


"Haus," kata Alisha dengan suara serak dan lemahnya.


"Ini minumlah?" Nevan mengambil air minum yang ada di nakas samping ranjang menggunakan gelas tidak lupa juga dengan sedotan agar Alisha lebih mudah meminum airnya.


Nevan dengan hati-hati membantu mengangkat kepala Alisha agar Alisha bisa meminum airnya.


Setelah selesai Nevan mengembalikan gelas itu ketempat semula dan memencet tombol yang ada di dekat kepala ranjang untuk memanggil suster yang berjaga agar memeriksa keadaan Alisha.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya seorang suster saat memasuki kamar itu.


"Tolong periksa istriku," perintah Nevan.


Suster mengalihkan perhatiannya ke ranjang Alisha dan dia tersenyum saat menyadari Alisha sudah sadar.


"Akhirnya Anda sudah sadar Nyonya Alisha," kata Suster tersenyum dan mulai memeriksa kondisi Alisha.


Alisha hanya tersenyum samar dia mengalihkan perhatiannya ke perutnya yang telah rata dia kemudian melihat Nevan dengan pandangan takut, takut anaknya tidak baik-baik saja.


Nevan yang mengerti dengan kegelisahan Alisha menggenggam tangan Alisha dan tersenyum.


"Apa semua baik-baik saja sus?" tanya Nevan saat suster sudah selesai memeriksa Alisha.


"Semuanya baik-baik saja Tuan, hanya saja Nyonya Alisha jangan terlalu banyak bergerak dulu ya karena bekas kedua operasinya belum sepenuhnya kering," jawab Suster itu membuat Nevan tersenyum dan bernapas lega.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Tuan, Nyonya nanti setelah pagi Dokter Bara akan memeriksa keadaan Nyonya Alisha lagi," pamit Suster itu.


"Baiklah terima kasih Sus," kata Nevan.


Setelah itu suster pun pergi dari ruangan itu meninggalkan Alisha dan Nevan berdua, Alisha menatap Nevan, meminta penjelasan tentang kondisi anaknya.


"Anak kita baik-baik saja sekarang dia masih di ruangan NICU untuk memantau kondisinya terlebih dahulu," jelas Nevan.

__ADS_1


Mendengar hal itu Alisha tersenyum dan bernapas lega dia bahagia anaknya selamat dia jadi ingin segera melihat anaknya itu.


"Alish mau melihatnya Mas," pinta Alisha dengan suara yang masih lemah.


"Ini masih subuh dan kamu juga baru sadar, nanti pagi kita minta suster untuk bawa dia ke sini ya siapa tau bisa," kata Nevan lembut.


Nevan duduk di pinggir ranjang dengan menghadap kepada Alisha dia tidak melepaskan genggaman tangannya di tangan Alisha.


Sekarang kamu istirahat saja ini masih subuh, nanti setelah kamu bangun kamu bisa bertemu dengannya.


"Alish tidak ngantuk Mas," jawab Alisha.


"Baiklah nanti kalau kamu merasa mengantuk lagi tinggal tidur lagi ya," kata Nevan mencium punggung tangan Alisha.


Alisha hanya menganggukkan kepalanya meskipun dia tidak mengantuk tapi badannya serasa tidak bertenaga dan terasa kaku. wajar saja Alisha merasakan seperti itu karena dia sudah dua minggu lebih tidak sadarkan diri.


"Apa tidak ada masalah dengan kesehatan anak kita Mas?" tanya Alisha dengan suara pelan.


"Tidak ada, kesehatannya baik-baik saja. hanya saja dia harus tetap di NICU agar dia bisa di awasi dengan baik, agar tidak ada yang tidak inginkan nantinya," jawab Nevan.


"Syukurlah kalau dia baik-baik saja," kata Alisha lega.


"Aku sudah memberikannya nama," kata Nevan.


"Siapa namanya Mas?" tanya Alisha terlihat antusias.


"Namanya AARIC DAYYAN GAJENDRA, arti dari namanya adalah penguasa dan pelindung yang tangguh dan kuat," kata Nevan.


"Iya panggilannya adalah Aaric," jawab Nevan menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Setelah itu mereka melanjutkan pembicaraan mereka tentang anaknya itu dan itu membuat Alisha semakin tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya.


Karena asik mengobrol sampai tidak terasa waktu sudah pagi dan sudah waktunya Nevan untuk membersihkan tubuh Alisha seperti sebelumnya.


"Sekarang waktunya aku mengelap tubuhmu dan menggantikan bajumu," kata Nevan turun dari ranjangnya.


"Bisakah meminta suster saja yang melakukannya," kata Alisha canggung.


"Kenapa?" tanya Nevan dengan heran.


Alisha tidak menjawabnya dia hanya menundukkan kepalanya karena malu.


"Apa kamu malu? kamu tidak perlu malu karena selama ini aku juga yang membersihkan dirimu dan mengganti bajumu," kata Nevan santai.


"Bisakah aku membersihkan dirinya di kamar mandi saja Mas biar lebih nyaman," kata Alisha.


"Apa kamu gak pa-pa kalau membersihkan dirinya di kamar mandi?" tanya Nevan.

__ADS_1


"Tidak pa-pa Mas, kayaknya di sini kurang nyaman," jawab Alisha.


"Baiklah ayo kita ke kamar mandi," kata Nevan langsung menggendong tubuh Alisha di depan.


Alisha melingkarkan sebelah tangannya di leher Nevan agar tidak jatuh dan satu tangannya mengangkat tabung infus.


Nevan mendudukkan Alisha di kloset dengan hati-hati, Nevan mengulurkan tangannya akan membuka baju Alisha tapi Alisha menahannya.


"Biar Alish saja Mas," kata Alisha dengan malu.


"Biar aku saja lagian aku sudah melihat semuanya dan menyentuh semuanya jadi tidak perlu malu lagi," kata Nevan santai dan mulai membuka semua pakaian yang menempel di tubuh Alisha, sedangkan Alisha hanya mendudukkan kepalanya malu.


Alisha hanya bisa menahan napas saat Nevan mulai mengusap secara lembut semua anggota tubuhnya dengan kain.


Alisha merasa malu karena hanya malam itulah malam dimana dia pergi dari Apartemen Nevan, dia tidak mengenakan pakaian di depan Nevan.


Nevan melarang Alisha untuk bergerak dan hanya bergerak saat di perintahkan olehnya saja.


Setelah selesai Nevan mengelap tubuh Alisha dengan handuk kering agar tubuh Alisha kering dan memakaikan kembali pakaian Alisha dengan pakaian yang bersih.


"Alish mau berusaha jalan aja Mas," kata Alisha saat Nevan mau menggendongnya lagi.


"Tidak boleh kamu mau luka-lukanya terbuka lagi karena kamu banyak bergerak," kata Nevan agak tegas.


Alisha pun langsung diam dan menurut tidak membantah lagi saat Nevan mulai menggendongnya lagi ke ranjang.


"Permisi Tuan ini sarapan untuk Nyonya Alisha, Dokter Bara saat ini masih di jalan dan dia sebentar lagi akan sampai. jadi sambil menunggu kedatangannya sebaiknya Nyonya Alish makan terlebih dahulu agar cepat pulih," kata suster memasuki kamar itu.


"Iya terima kasih suster biar saya saja yang menyuapi istri saya," kata Nevan mengambil makanan untuk sarapan Alisha dari Suster.


"Iya sama-sama Tuan, kalau begitu saya permisi Tuan, Nyonya," pamit Suster dan langsung pergi dari sana.


"Sekarang sarapan dulu ya, biar kamu bisa cepat pulih," kata Nevan meniup sendok yang berisi bubur terlebih dahulu setelah itu menyuapkannya kepada Alisha.


Alisha menerima suapan demi suapan dari Nevan dengan lahap karena perutnya memang terasa lapar.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2