Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Kepergian Nevan.


__ADS_3

Happy Reading...


Hari ini adalah hari keberangkatan Nevan ke Malaysia Nevan sama seperti hari-hari sebelumnya dia bangun sangat pagi karena dia ingin melihat Alisha yang masih terlelap lebih lama.


Nevan tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Alisha yang nampak polos dan natural, Nevan beberapa kali mendaratkan kecupan di kening Alisha dengan sangat pelan agar tidak mengganggu tidur Alisha.


"Aku berat banget mau meninggalkanmu Lis," kata Nevan pelan.


Nevan melihat barang-barangnya yang sudah di kemas di koper dia hanya berharap Alisha akan baik-baik saja saat dia pergi.


Karena melihat waktu semakin siang Nevan pun bangun karena dia ingin membuat makanan terlebih dahulu untuk sarapannya dan Alisha.


Nevan turun dari ranjang dia kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa saat kemudian Nevan keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya dan handuk yang melingkar di pinggangnya, Nevan segera memakai pakaiannya setelah itu dia melakukan kewajibannya sebagai umat muslim yaitu melaksanakan shalat.


Setelah beberapa saat kemudian Nevan keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan.


Nevan memulai rutinitas memasaknya dengan santai dan telaten.


Di kamar...


Alisha mengerjapkan matanya beberapa kali untuk bangun dia melihat di sampingnya sudah kosong itu artinya ini sudah pagi.


Alisha membangunkan dirinya secara perlahan dan hati-hati dia kemudian turun dari ranjang untuk ke kamar mandi.


Alisha berdiri tapi pinggangnya terasa sangat sakit dan kepalanya terasa pusing Alisha kembali mendudukkan dirinya di pinggir ranjang lagi dengan beberapa kali menghela napas untuk menenangkan dirinya agar sakitnya hilang.


"Tinggal sebentar lagi sayang, tinggal sebentar lagi perjuangan kita, kita harus kuat oke," kata Alisha mengusap perutnya dan tersenyum.


Alisha juga mengurut pelan pinggangnya untuk mengurangi sakitnya, setelah merasa sakitnya berkurang dia kembali bangun dengan pelan dan mulai melangkahkan kakinya dengan hati-hati ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Alisha keluar dari kamar mandi dan melaksanakan kewajibannya setelah itu dia membereskan tempat tidurnya setelah selesai dia keluar dari kamarnya untuk ke dapur karena dia yakin Nevan sudah berada di dapur.


"Kamu sudah bangun Lis?" tanya Nevan yang mendengar suara langkah kaki Alisha dan melihat Alisha sekilas kemudian kembali fokus pada masakannya.


"Sudah Mas, butuh bantuan Alish gak Mas?" tanya Rara mendekati kompor dimana Nevan berdiri.


"Butuh banget?" jawab Nevan dengan terkekeh.


"Apa? biar Alish bantu."


"Ini, berikan ciuman selamat pagi di sini," kata Nevan mendekatkan pipinya kepada Alisha.


"Ih Mas, nanti kalau ada Bu Mae gimana 'kan malu," kata Alisha tersipu.


"Tidak akan, Bu Mae sedang membereskan lantai atas, ayolah katanya mau membantu," paksa Nevan masih mendekatkan pipinya kepada Alisha dengan tangan yang masih fokus ke wajan.

__ADS_1


Dengan malu-malu Alisha sedikit menjinjitkan kakinya untuk mencium pipi Nevan dan Alisha mencium pipi Nevan singkat.


"Gak kerasa. yang sebelahnya lagi dong," kata Nevan membalikkan wajahnya.


"Udah ah Mas," kata Alisha malu-malu.


"Gak adil dong nanti dia iri."


Alisha pun menurut dia kembali mendekatkan bibirnya ke pipinya Nevan tapi saat bibirnya hampir sampai di pipinya Nevan membalikkan lagi wajahnya hingga bibir Alisha malah menempel di bibirnya bukan di pipinya Nevan.


"Terima kasih," kata Nevan mengedipkan sebelah matanya.


Alisha hanya menundukkan wajahnya malu dengan kelakuan Nevan itu, meskipun itu sudah lumayan sering terjadi antara mereka tapi tetap saja Alisha selalu merasa malu.


"Sekarang duduklah yang manis di meja makan, sarapannya sebentar lagi selesai kok," kata Nevan kepada Alisha.


Alisha hanya menganggukkan kepalanya den membalikkan badannya untuk pergi dar sana.


Setelah beberapa saat kemudian masakan Nevan sudah selesai dia menatanya di meja makan tidak lupa juga dia membuatkan segelas susu untuk Alisha.


Alisha dan Nevan pun langsung memulai sarapannya dengan tenang.


Beberapa saat kemudian...


Alisha dan Nevan sedang berpelukan di depan pintu rumahnya karena Nevan akan segera berangkat Nevan enggan untuk melepaskan pelukannya dia terus memeluk Alisha dengan sangat lama.


"Aku gak mau pergi," kata Nevan seperti anak kecil yang tidak mau di tinggal ibunya.


"Mas 'kan tidak akan lama di sana jadi tidak perlu khawatir Mas," Alisha masih berusaha membuat suaminya tenang.


"Seandainya kamu bisa ikut, aku ingin kamu juga ikut," kata Nevan masih memeluk Alisha.


"Kalau Alish ikut kasian dong dia akan kecapean," kata Alisha mengusap perutnya.


Nevan bersimpuh di depan Alisha mensejajarkan wajahnya dengan perut buncit Alisha.


"Anak Papa baik-baik ya di dalam sini ingat pesan Papa jangan menyusahkan Mama kamu ya jangan nakal, Papa tidak akan lama kok," Nevan berbicara dengan calon anaknya dia mendarat beberapa kali ciuman di perut Alisha.


"Oke Pa, aku tidak akan nakal aku 'kan anak baik," kata Alisha dengan suara anak kecil.


Nevan berdiri lagi dan lagi-lagi dia kembali memeluk tubuh Alisha dengan erat dan mencium pucuk kepala Alisha.


Nevan melepaskan pelukannya dia kemudian menangkup kedua pipi Alisha dengan kedua tangannya dan menciumi seluruh wajah Alisha.


"Sudah Mas, ini sudah siang sebaiknya Mas berangkat ya, klien Mas pasti sudah menunggu kehadiran Mas,," kata Alisha kepada Nevan


Nevan pun menghela napas panjang dan menganggukkan kepalanya dengan berat hati.

__ADS_1


"Kamu hati-hati ya jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku," Nevan mulai menjauhkan dirinya dari Alisha.


"Iya Mas, Mas juga hati-hati ya jangan lupa makan yang teratur dan jangan banyak bergadang selama di sana," kata Alisha.


"Iya Mas pergi ya, ingat jangan melakukan hal yang membuatmu kelelahan juga jangan pergi kemanapun," kata Nevan.


Alisha hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan Nevan dia tersenyum dan melambaikan tangannya saat Nevan mulai memasuki mobilnya di antar oleh Rudi.


Setelah mobil Nevan sudah tidak terlihat lagi Alisha kembali masuk ke dalam rumahnya untuk bersantai seperti sebelumnya.


Selama lima hari tanpa kehadiran Nevan pasti akan terasa sangat sepi menurutnya apalagi saat malam hari karena sudah jadi kebiasaan kalau mereka akan mengobrol sebelum tidur.


"Hanya lima hari Nak, Papa mu pergi kita tidak akan terlalu lama menunggu," kata Alisha mengusap perutnya sambil berjalan.


Sementara itu di mobilnya Nevan berbicara dengan Rudi agar dia mengabarinya tentang apapun yang terjadi pada Alisha selama dia pergi.


"Baik Tuan saya akan mengabari Anda tentang apa yang terjadi kepada Non Alish," jawab Rudi dengan fokus ke setirnya.


"Tolong jaga dia ya Pak saat aku pergi," kata Nevan lagi.


"Pasti Tuan," jawab Rudi lagi.


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan antara Nevan dan Rudi selama perjalanan hingga mobilnya sampai di Bandara.


Rudi membukakan pintu untuk Nevan setelah itu dia membuka bagasi mobilnya mengeluarkan koper Nevan.


"Terima kasih Pak," kata Nevan mengambil koper dari tangan Rudi.


"Iya sama-sama Tuan semoga selamat sampai tujuan dan semoga Tuan sehat terus," kata Rudi di jawab anggukkan kepala oleh Nevan.


Nevan pun pergi meski dengan hati yang terasa sangat berat Nevan sudah meminta orang tuanya agar tinggal di rumah Alisha untuk beberapa hari selama dia pergi dan orang tuanya pun menyetujui permintaannya itu.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2