Ingin Cinta SUAMIKU

Ingin Cinta SUAMIKU
Kesedihan Nevan part 2


__ADS_3

Happy Reading...


Hari ini adalah hari yang sudah ditentukan oleh Nevan dan Mesha untuk mengadakan pernikahan yang hanya dihadiri oleh orang-orang penting saja dari pihak mempelai pria dan wanita.


Nevan sudah rapi dengan setelan jas berwarna hitam dan kemeja putih, dia melihat bayangan dirinya di cermin tidak ada senyuman di bibirnya, tidak ada binar bahagia yang terpancar diwajahnya yang ada hanyalah wajah yang terlihat sedih tatapan mata tajam menyimpan sebuah kekecewaan yang mendalam.


Setelah merasa cukup dengan penampilannya Nevan keluar dari kamarnya menuju ke tempat akan diadakannya acara pernikahan itu.


Acara yang awalnya adalah pertunangannya dan Mesha kini menjadi acara pernikahan, acara itu diadakan di sebuah Ballroom Hotel berbintang di kota itu.


Saat sampai di tempat itu Nevan beberapa kali menarik napas dan mengeluarkannya secara perlahan untuk menenangkan hatinya setelah merasa cukup tenang dia pun turun dari mobil tanpa membawa apapun dan tanpa didampingi siapapun.


Saat memasuki ruangan itu semua orang menatap Nevan yang berjalan dengan santai dan duduk di kursi yang tersedia di sana.


Sementara itu di salah satu kamar di hotel itu Mesha sudah selesai didandani oleh pihak MUA Mesha terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih, Mesha terus tersenyum melihat bayangan dirinya di cermin.


"Nanti kita keluarnya setelah pengantin pria selesai mengucapkan ijab qabul Nona," kata ketua pihak MUA itu sambil merapihkan lagi pakaian Mesha.


"Iya, apa aku sudah terlihat sangat cantik?" tanya Mesha tersenyum kepada MUA itu.


"Anda sangat cantik Nona, saya yakin suami Anda nanti tidak akan berkedip saat melihat Anda," kata MUA itu tersenyum.


Setelah menunggu beberapa saat, seseorang pun mengetuk pintu kamar itu dan memberitahukan bahwa mereka sudah bisa ke tempat acara itu.


Mesha menuju Ballroom dengan diiringi MUA selama diperjalanan menuju ke tempat acara itu diadakan Mesha tidak berhenti tersenyum.


Mesha bejalan dengan anggun menuju ke sebuah pintu yang menjadi tempat acara pernikahannya, pernikahan yang sudah di nanti-nantinya.


"Siap Nona, suami Nona sudah menunggu di dalam sana," kata MUA.


"Siap," jawab Mesha dengan yakin dan tersenyum.


Tapi saat baru beberapa langkah memasuki Ballroom langkah Mesha langsung terhenti begitupun dengan senyuman yang sedari terbit di bibirnya langsung menghilang.


Mesha mematung didepan pintu Ballroom dengan tatapan kosong karena pria yang duduk didepan penghulu dan Papanya bukanlah Nevan


Mesha melihat ke barisan kursi tamu undangan Nevan duduk di deretan kursi paling depan menatapnya dengan tatapan dingin.

__ADS_1


Mesha berjalan, tapi bukan ke arah pria yang sedang menunggunya di depan penghulu tapi ke arah Nevan dia berdiri didepan Nevan.


"Apa ini Nevan, kamu mempermainkan aku hah!" bentak Mesha dengan mata yang memerah.


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan," kata Nevan santai tidak ada lagi tatapan hangat dimatanya untuk Mesha yang ada hanya tatapan dingin dan kecewa.


"Kenapa kamu melakukan ini padaku Nevan, kalau kamu tidak mau menikahi ku seharusnya kamu mengatakannya saja padaku jangan mempermalukan aku seperti ini," kata Mesha mulai menangis.


"Ini bukan keinginan ku tapi kamu yang memaksaku untuk melakukan hal ini Sha, kamu mengkhianati semua kepercayaan ku, kamu mempermainkan perasaanku, kamu menghancurkan hatiku yang selalu mencintaimu Sha," kata Nevan berdiri dari kursi.


"Maafkan aku Nevan aku salah, aku khilaf aku mohon jangan lakukan ini Nevan," kata Mesha memegang tangan Nevan sambil menangis.


Nevan melepaskan tangannya dari Mesha dia menatap Mesha dengan serius.


"Kesalahan yang dilakukan berulang kali bukanlah khilaf Sha, sekarang antara kita tidak ada hubungan apapun kamu sudah menjadi istri dari pria yang duduk didepan penghulu dan Papa kamu, mulai sekarang kamu dan aku hanya masa lalu," kata Nevan akan pergi dari sana tapi lengannya di tahan oleh Mesha.


"Tidak Nevan kamu tidak boleh pergi dariku kamu bilang kamu mencintaiku!" jerit Mesha menahan Nevan.


"Sekarang tidak lagi Sha, cinta yang aku miliki untukmu sudah lenyap saat tau kamu sudah mengkhianatiku dan menghancurkan hatiku," kata Nevan menghempaskan tangan Mesha dari lengannya dan berjalan pergi dari sana.


"Tapi aku mencintaimu Nevan bahkan aku rela melakukan apapun untukmu!" teriak Mesha lagi saat Nevan mulai menjauh.


"Kalau kamu mencintaiku kamu tidak akan menemuinya lagi dan lagi sampai kamu mengandung anaknya, kamu tidak pernah mencintaiku Sha, kamu hanya merasa nyaman berada di dekatku dan kamu ingin kita segera menikah agar anakmu lahir dengan status yang jelas, itu 'kan niatmu Sha, dari dulu kamu hanya memanfaatkan aku, karena aku ada disaat kamu merasa sedih karena pria itu tidak memberikanmu perhatian seperti yang aku berikan padamu, selamat tinggal Sha aku harap kita tidak pernah bertemu lagi," setelah mengatakan itu Nevan pergi dari sana.


Dia tidak memperdulikan lagi teriakan Mesha yang memanggil dan memintanya untuk kembali ke sana.


Nevan masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata untuk melupakan emosi yang memenuhi setiap rongga dadanya.


"ARRRGGGHHH!" teriak Nevan memukul setir mobilnya.


"Kenapa kamu melakukan ini Sha, bertahun-tahun aku menjalani hidup hanya sebagai pelampiasan mu saja, loe bodoh Nevan, bodoh, loe menganggap Mesha mencintai loe dengan tulus seperti loe mencintainya dengan tulus tapi lihat, selama ini dia hanya manfaatin loe Nevan, ARRRGGGHHH!" Nevan terus meluapkan emosi yang sudah ditahannya.


Nevan mengetahui semua kebenaran tentang Mesha tadi malam, dia berniat untuk melihat keadaan Mesha karena kemarin dia kerja sampai malam dan tidak sempat menghubungi Mesha karena rencananya hari ini dia akan libur bekerja jadi kemarin dia menyelesaikan semua pekerjaannya.


Saat pulang kerja dia langsung menuju ke tempat Mesha, saat sampai di apartemen Mesha dia heran karena malam-malam seperti itu pintu apartemen Mesha terbuka.


Dia berniat untuk langsung masuk kedalam Apartemen Mesha tapi saat mendengar Mesha sedang berbicara dengan seseorang, Nevan mengurungkan niatnya dan mendengarkan pembicaraan Mesha dengan orang itu didepan pintu apartemen Mesha yang sedikit terbuka.

__ADS_1


"Mau apa lagi kamu ke sini, kamu pergilah besok adalah hari pernikahanku dengan Nevan jangan pernah menghubungiku lagi," kata Mesha dengan suara terdengar marah.


"Aku tidak akan pergi Sha, aku mohon batalkan pernikahan kamu dengannya dan menikahlah denganku," kata seorang pria yang membuat Nevan mematung.


"Aku tidak mau, aku mau menikah dengan Nevan karena aku mencintainya," kata Mesha.


"Tapi anak yang kamu kandung itu bukanlah anak Nevan tapi anakku."


Mendengar perkataan pria yang berbicara dengan Mesha, Nevan merasa hancur itu artinya apa yang mamanya katakan tentang Mesha benar adanya.


"Tidak, anak ini adalah anak Nevan," sanggah Mesha.


"Kamu bisa lihat hasil tes DNA anak itu 90% cocok denganku berarti itu adalah anakku," kata pria itu.


"Bagaimana kamu bisa melakukan tes DNA sedangkan kandunganku baru tiga bulan aku yakin ini hanya akal-akalan mu saja 'kan," kata Mesha.


"Di jaman canggih seperti sekarang apapun bisa dilakukan, aku sengaja meminta dokter kandungan yang menanganimu untuk melakukan tes DNA saat usia janin sudah 10 minggu dan hasilnya keluar tadi siang, sekarang kamu tidak akan bisa mengelak lagi, aku akan memberikan bukti ini kepada Nevan agar dia meninggalkanmu," kata pria itu bangun dari kursinya akan pergi dari sana.


"Kalau kamu melakukan itu maka aku akan melenyapkan diriku dan anak ini sekarang juga," ancam Mesha yang sudah mengarahkan pisau ke perutnya.


"Jangan gila Mesha itu bahaya lepaskan pisau itu sekarang!" bentak pria itu dengan mata terbelalak.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


**Penjelasan Singkat.


Untuk penentuan profil DNA dalam kandungan itu bisa diambil dari cairan amnion atau dari villi chorialis pada saat usia kandungan 10-12 minggu. jadi kita tidak harus menunggu anak itu lahir jika mau tes DNA ya**.


__ADS_2