
Happy Reading...
"Hey kamu jangan sembarangan ya kalau bicara, dasar gak punya sopan santun sama orang yang lebih tua," kata Mesha kesal mendengar perkataan Dilla yang mengatakan dirinya seperti orang susah.
"Maaf Bu, kalau anda tersinggung," ledek Dilla, semakin membuat Mesha meradang.
Karena merasa kesal dengan Dilla Mesha hampir saja melayangkan tangannya untuk menampar Dilla tapi belum sempat tangan Mesha mengenai pipi Dilla Alisha menahan tangan Mesha.
"Mbak, Alish sudah minta maaf apa itu masih kurang, Mbak jangan berlaku kasar kepada teman Alish juga bisa 'kan," kata Alisha melepaskan tangan Mesha.
"Alish heran sama Mbak Mesha kenapa harus memperpanjang masalah sepele seperti ini," kata Alisha menatap Mesha dan di balas tatapan tajam dari Mesha.
Keributan yang terjadi antara mereka mengundang orang-orang yang berada di sana hingga banyak yang menonton mereka.
Nevan yang baru saja keluar dari Restoran heran karena di depan Restoran itu banyak orang yang sedang berkerumun.
Nevan pun mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dan saat dia berhasil masuk ke kerumunan itu Nevan dapat melihat Mesha dan Alisha yang saling tatap.
"Sha ada apa, tadi 'kan aku suruh kamu tunggu di mobil kenapa masih di sini?" tanya Nevan kepada Mesha.
"Wanita ini menabrak aku dan lihat baju aku kotor gara-gara dia," kata Mesha menunjuk Alisha yang berada di depannya.
"Mas Nevan," kata Alisha lirih. sedangkan Nevan sama sekali tidak melihat kearahnya.
"Sudahlah bajunya masih bisa di cuci, sekarang sebaiknya kita pulang malu di lihat banyak orang seperti ini," kata Nevan menarik tangan Mesha keluar dari kerumunan.
Alisha hanya mematung di tempatnya melihat punggung Nevan yang semakin menghilang dari kerumunan itu.
"Al, kenapa kamu diam saja kenapa tidak mengejar suami kamu," kata Fino yang heran karena Alisha hanya diam melihat suaminya malah membawa pergi wanita lain bukan dirinya.
"Tidak perlu," kata Alisha tanpa melihat Fino.
Orang-orang perlahan mulai pergi dari sana hanya tersisa mereka bertiga saja yang ada di sana.
"Kenapa tidak perlu Al, suami kamu selingkuh dan kamu hanya diam saja seperti ini," kata Fino.
Angga keluar dari Restoran dan heran karena melihat kedua temannya dan pacarnya masih berdiri di depan Restoran.
Angga mendekati mereka bertiga dan alisnya mengkerut saat melihat rambut Alisha basah padahal tidak sedang hujan.
"Rambut kamu kenapa Lis?" tanya Angga.
"Rambut Alis di siram oleh kuntilanak jadi-jadian," jawab Dilla dengan nada kesal.
"Kuntilanak?" kata Angga tidak mengerti.
"Bukan kuntilanak sebenarnya Alish di siram oleh selingkuhan suaminya," jelas Fino.
__ADS_1
"Selingkuhan maksud kamu, suami Alish selingkuh, terus kenapa kamu masih diam di sini Lis, kenapa tidak kamu kejar suami kamu itu," kata Angga sedangkan Alisha masih diam.
"Tidak perlu," kata Alisha menatap Fino dan Angga secara bergantian.
"Kenapa tidak perlu Lis, kamu jangan diam saja seperti ini nanti mereka akan keenakan," kata Angga.
"Aku dan suami aku akan bercerai jadi dia mau melakukan apapun terserah dia," jawab Alisha membuat Fino dan Angga membelalakkan matanya dan saling melihat satu sama lain.
"Tunggu, bukankah semalam kamu dan suami kamu dinner bagaimana bisa sekarang, kamu bilang kamu dan suami kamu akan bercerai," kata Fino heran.
"Semalam adalah dinner pertama dan terakhir aku dan suami aku, dinner itu adalah sebagai hadiah perpisahan kami," kata Alisha dengan mata yang mulai berembun.
"Kamu serius Al, apa karena wanita itu kamu bercerai dengan suami kamu?" tanya Fino.
"Tidak, aku bercerai dengan suami aku karena sudah seharusnya seperti itu, aku hadir diantara mereka dan menjadi penghalang untuk mereka berdua," jelas Alisha.
"Kalian bisa nanti saja gak tanya tanyanya, Alish pasti gak nyaman karena rambutnya lengket seperti ini," kata Dilla pada Angga dan Fino.
"Baiklah kalau gitu ayo kita pulang ini juga sudah larut, apa kamu bisa pulang sendiri Lis, apa mau aku anterin,"
"Sudah kamu juga ayo pulang jangan cari-cari kesempatan, biar Dilla saja yang nemenin Alish, gak pa-pa 'kan Ay kamu temenin Alish besok biar aku yang ambilkan keperluan kamu buat ke kampus," kata Angga kepada Dilla dengan menarik Fino.
"Iya aku akan nginep aja di rumah Alish malam ini bolehkan Lis?" tanya Dilla kepada Alisha dan di jawab anggukkan oleh Alisha.
"Aku cuma mau bantuin curut, siapa yang mau cari-cari kesempatan," kata Fino menatap Angga kesal.
"Alah alasan saja," kata Angga.
Dilla pun menganggukkan kepalanya dan meminta kunci mobil milik Alisha agar dia yang membawa mobilnya.
Mereka berempat pun berpisah untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Selama di perjalanan Alisha hanya diam melihat ke samping mobilnya tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun.
"Kalau mau nangis, nangis saja Lis jangan di tahan-tahan," kata Dilla sambil fokus ke setir mobil.
"Aku rasanya sudah capek nangis terus Dil," jawab Alisha tanpa melihat Dilla.
"Oke kalau gitu mulai sekarang jangan nangis terus Lis, buktikan kalau kamu masih bisa hidup tanpa yang namanya siapa itu, nama mantan suami kamu?" tanya Dilla.
"Nevan," jawab Alisha.
"Iya, kamu harus buktikan kalau kamu jauh lebih baik tanpa si Nevan itu, biarkan saja dia bersama dengan 'tuh kuntilanak jadi-jadian paling ujung-ujungnya juga nyesel," kata Dilla kesal.
"Dil, kamu sembarangan saja ganti nama orang," kata Alisha tersenyum karena julukan yang Dilla berikan untuk Mesha.
"Biarin, itu nama yang pas untuk wanita itu, lagian aku heran sama mantan suami kamu itu kenapa bisa dia seperti tergila-gila sama wanita yang hanya cantik karena kebanyakan dempul itu," cerocos Dilla membuat Alisha merasa terhibur.
__ADS_1
Hingga tanpa terasa mobilnya pun sampai di depan gerbangnya, Dilla membunyikan klakson mobilnya agar security di rumah Alisha membukakan gerbang.
Saat gerbang terbuka Dilla menjalankan kembali mobilnya memasuki gerbang dan memarkirkan mobilnya ke garasi setelah itu mereka berdua turun dari mobil.
Alisha dan Dilla memasuki rumah dan terlihat Mae sedang menonton sinetron di televisi, saat melihat majikannya Mae pun mendekati Alisha dan Dilla.
"Non kenapa rambutnya lepek gitu, Non Alish kehujanan?" tanya Mae heran.
"Gak pa-pa Bu tadi hanya terjadi kesalahpahaman saja saat di Restoran, Alish mau bersih-bersih dulu ya Bu," pamit Alisha kepada Mae.
"Iya silakan Non," jawab Mae.
"Yuk kita langsung istirahat saja," ajak Alisha kepada Dilla.
Dilla menganggukkan kepalanya dan mengikuti Alisha menuju ke kamarnya, Alisha langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan kepalanya yang terasa sangat lengket.
Sedangkan Dilla menunggu Alisha dengan duduk di ranjang milik Alisha sambil melihat ke sekeliling kamar itu.
"Kamu mau mandi dulu gak Dil, apa mau ganti baju saja," kata Alisha saat keluar dari kamar mandi.
"Aku ganti baju aja deh males mandi," jawab Dilla terkekeh.
"Oh ya udah, nih bajunya, kayaknya baju kita seukuran deh," kata Alisha menyerahkan satu setel baju tidur pada Dilla.
Dilla mengambil baju itu dan masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya dengan baju Alisha setelah selesai dia menyusul Alisha merebahkan tubuhnya di samping Alisha.
"Kamu gak hubungi orang tua kamu Dil, kalau kamu nginep di sini," kata Alisha.
"Orang tua aku lagi gak ada mereka pergi keluar kota, mereka orang yang sibuk mana ada waktu buat ngurusin aku," kata Dilla santai sambil memejamkan matanya.
"Orang tua kamu kerja dua-duanya?" tanya Alisha.
Dilla hanya menjawab dengan deheman dan anggukan kepala saja dengan mata yang sudah terpejam seperti sudah mengantuk.
Alisha pun tidak bertanya lagi dia ikut memejamkan matanya hingga akhirnya mereka berdua pun tertidur.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...