
Happy Reading...
Setelah makanan mereka datang mereka pun mulai memakan makanannya begitu pun dengan Alisha dia pun memulai makannya. tapi baru saja beberapa suap makanannya itu masuk kedalam mulutnya matanya menangkap dua orang yang sangat di kenalnya memasuki Restoran itu dengan saling merangkul mesra.
Karena posisi Alisha duduk menghadap pintu jadi dia bisa melihat orang yang keluar, masuk dari pintu Restoran itu.
Melihat hal itu nafsu makannya mendadak menguap entah kemana dia hanya mengaduk-aduk makannya dengan pandangan yang fokus ke meja yang hanya terhalang tiga meja didepannya itu.
"Sejak kapan mas Nevan pulang? apa dia sudah lama kembali dan menghabiskan waktu dengan mbak Mesha?" gumam Alisha dalam hatinya sedih.
Fino yang ada didepan Alisha menatap Alisha heran karena Alisha hanya mengaduk-aduk makanannya dengan pandangan yang kosong.
"Al kamu kenapa gak makan?" tanya Fino kepada Alisha.
Angga dan Dilla yang semula makan sambil ngobrol melihat Alisha karena mendengar perkataan Fino.
"Lis," panggil Dilla sambil menepuk bahu Alisha hingga menyadarkan Alisha dari lamunannya.
"Eh iya ada apa?" tanya Alisha melihat teman-temannya itu.
"Kamu kenapa tidak makan apa makanannya gak enak, mau aku pesankan lagi?" tanya Fino.
"Tidak perlu, aku hanya merasa kenyang saja, aku ke toilet dulu ya," pamit Alisha langsung bangun dan berjalan menuju toilet meninggalkan ketiga temannya yang tengah kebingungan dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah itu.
"Alish kenapa, perasaan tadi dia baik-baik saja?" tanya Fino dijawab gelengan kepala oleh Dilla dan Angga.
"Aku susul aja kali ya, siapa tau dia mau cerita kalau sama sesama wanita," kata Dilla dijawab anggukan kepala oleh Angga dan Fino.
Sementara itu Alisha menangis di depan cermin yang ada di toilet itu, dia memegang pinggiran wastafel dengan kuat untuk meredakan rasa sakit yang tengah hatinya rasakan.
"Sampai kapan kamu seperti ini mas? kapan kamu menerima aku sebagai istrimu," kata Alisha lirih.
"Aku istri kamu mas, seharusnya kamu pulang terlebih dahulu dan menemui aku tapi kenapa kamu malah menemui pacar kamu duluan," katanya lagi dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Beruntung di sana tidak ada orang lain sehingga Alisha bisa menumpahkan air matanya untuk mengurangi sesak yang dirasanya itu.
"Apa mas Nevan sudah lama kembali dari luar kota ya tapi dia tidak mau menemui ku sama sekali," kata Alisha lagi.
Hatinya terasa ngilu seolah diremas oleh tangan yang tak kasat mata membayangkan Nevan malah menghabiskan waktu dengan Mesha saat dia kembali dari luar kota.
Saat sedang menangis menumpahkan kesedihannya dan sakit hatinya Alisha mendengar suara langkah kaki berjalan mendekat ke arahnya.
Karena tidak ingin terlihat kacau di depan orang lain, Alisha pun membasuh wajahnya dengan air yang mengalir.
Dilla menuju ke toilet untuk menyusul Alisha saat sampai di toilet Dilla langsung masuk dan dia melihat Alisha sedang membasuh wajahnya di wastafel.
"Lis kamu baik-baik saja 'kan?" tanya Dilla saat sudah berdiri di samping Alisha.
"Memangnya aku kenapa?" Alisha malah balik bertanya kepada Dilla.
__ADS_1
"Kita merasa tadi kamu agak berubah jadi kita khawatir," kata Dilla menatap Alisha serius.
Dilla melihat mata dan hidung Alisha memerah seperti habis menangis.
"Ada apa, Apa ada masalah ?" tanya Dilla pada Alisha.
"Aku baik-baik saja kok Dil, tadi aku hanya kebelet makanya buru-buru ke sini," jawab Alisha tersenyum lebar.
"Oh ya udah kalau gitu kita lanjutkan lagi makannya yuk," ajak Dilla.
Dilla tahu ada yang Alisha sembunyikan tapi dia tidak mungkin memaksa Alisha untuk bicara padanya karena mereka baru kenal beberapa jam.
"Ya ayo," jawab Alisha saat sudah mengelap wajahnya yang basah dengan tisu.
Mereka kembali ke meja dan Alisha kembali memasang senyumnya meski sesekali matanya melirik meja yang Nevan dan Mesha tempati.
"Kamu kenapa Al apa ada masalah?" tanya Fino perhatian kepada Alisha.
"Aku tidak apa-apa tadi hanya ingin ke toilet saja," jawab Alisha tersenyum.
Fino menatap wajah Alisha dengan seksama dia melihat mata Alisha merah seperti habis menangis.
Fino kembali memakan makanannya dengan mata yang sesekali mencuri pandang melihat Alisha di depannya yang sedang makan.
Alisha terlihat sesekali melihat kearah belakangnya hingga membuat Fino penasaran dia pun mencoba mencari tahu apa yang Alisha lihat dengan melihat kearah belakangnya.
Dan si pria yang membelakanginya terlihat beberapa kali mengusap pipi wanita yang menghadap ke meja mereka.
"Kenapa Al terus melihat kearah sana apa dia mengenal kedua orang itu, mereka terlihat mesra sepertinya sepasang kekasih," kata Fino dalam hatinya.
Fino mengalihkan wajahnya melihat Alisha yang masih melihat dua orang itu dengan tatapan sendunya.
"Apa itu suami Al yang selingkuh?" tiba-tiba saja sebuah pertanyaan itu muncul di hati Fino.
Angga dan Dilla tidak tahu apa yang Alisha dan Fino lakukan mereka hanya fokus pada makanannya dan sesekali bercanda.
Setelah makanan mereka habis mereka pun memutuskan untuk pulang.
Saat berjalan melewati meja tempat Nevan dan Mesha, Alisha melirik Nevan yang ternyata sedang melirik nya juga tapi Nevan langsung mengalihkan lagi tatapannya kepada Mesha yang berada di depannya.
Alisha berjalan dengan kepala yang menunduk hingga dia sampai di samping mobilnya.
Mereka berpamitan dan Dilla ikut ke mobil Fino dengan Angga karena tidak mau merepotkan Alisha kalau dia harus mengantarkan Dilla ke rumahnya terlebih dahulu.
Alisha telah sampai di apartemennya dia langsung menuju ke unitnya setelah sampai di unitnya dia langsung ke kamar dan mandi terlebih dahulu.
Setelah selesai mandi Alisha duduk merenung sambil melihat bayangan dirinya dari cermin wajahnya semakin lama semakin pucat dan dia harus menutupinya wajah pucat nya itu dengan sedikit make-up.
"Makin lama makin pucat bagaimana mas Nevan bisa mencintaiku kalau wajahku saja seperti ini," gumam Alisha mengusap pipinya yang semakin tirus.
__ADS_1
Alisha mengambil buku Diary nya dia kemudian mulai menuliskan keluh kesahnya di buku itu.
"Ya Allah hanya engkau yang tau bagaimana rasa sakit ini selalu aku rasakan, aku ingin pergi tapi ternyata hatiku tidak sanggup untuk pergi, hatiku lagi-lagi meminta aku untuk terus bertahan di sini dengan ribuan luka yang menyebabkan rasa sakit yang teramat.
Ya Allah jika engkau pun menginginkan aku untuk tetap bertahan di sini dan mempertahankan perasaan cinta yang aku miliki untuk suamiku ini aku mohon kuatkan lagi hatiku, jangan biarkan aku lemah lagi ya Allah.
Rasa sakit yang aku rasakan ternyata tidak sebesar rasa cinta dan sayang aku untuknya meskipun pikiran ku berkata ingin menyerah tapi hatiku meminta aku untuk bertahan di sini dan berdiri dengan kuat, meskipun rasa sakit selalu datang menerpa tapi itu ternyata tidak cukup untuk membuat aku bergeser dari tempatku sekarang,"
Setelah selesai menuliskan apa yang ada di hatinya Alisha menyimpan kembali buku itu ke dalam nakas dia merebahkan tubuhnya di kasur karena sudah malam sudah waktunya untuk tidur.
Saat Alisha baru akan terlelap dia mendengar suara pintu terbuka dan tertutup dia yakin bahwa itu adalah Nevan.
Alisha bergegas turun dari ranjangnya dan keluar dari kamarnya untuk menemui Nevan terlebih dahulu.
Saat keluar dari kamarnya dia melihat Nevan berjalan dengan membawa koper kecil yang di bawanya saat berangkat.
"Mas sudah pulang?" tanya Alisha tersenyum kepada Nevan.
"Iya," jawab Nevan singkat tapi ada sedikit kemajuan setidaknya Nevan tidak hanya menjawab Alisha dengan deheman saja.
"Mas pulang sudah berapa hari?" tanya Alisha dengan suara yang pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Dua hari yang lalu kenapa?" tanya Nevan menghentikan langkahnya yang akan menaiki tangga.
"Tidak apa-apa mas Alish hanya bertanya saja," jawab Alisha mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Nevan dan tersenyum.
Setelah itu Nevan tidak bicara lagi dia melanjutkan langkahnya menaiki tangga dan memasuki kamarnya.
"Jadi kamu beberapa hari menghabiskan waktumu dengan Mbak Mesha, Mas," gumam Alisha sambil berjalan kembali ke kamarnya
Dia menekan dadanya yang terasa sesak karena tahu Nevan sudah beberapa hari pulang dan dia langsung menghabiskan waktunya dengan Mesha.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1