
Happy Reading...
Hari ini adalah hari minggu hari libur untuk orang yang sekolah dan bekerja begitupun dengan Nevan dia memanfaatkan waktu liburnya itu untuk bersama anak dan istrinya. bahkan Nevan tidak mengaktifkan ponselnya karena tidak mau waktu bersama anak dan istrinya terganggu oleh masalah kerjaan dan sebagainya.
Saat hari masih sangat pagi Nevan sudah bangun dan sudah bermain dengan anaknya yang baru bisa tengkurap itu. dia bangun pagi karena mendengar anaknya sudah berceloteh ria.
"Mau mandi sekarang jagoan," kata Nevan kepada anaknya saat melihat jam sudah jam enam lebih.
Seolah mengerti dengan apa yang Nevan katakan anaknya tertawa dengan tangan dan kaki yang bergerak aktif.
"Baiklah ayo kita mandi setelah itu kita berjemur di halaman oke," kata Nevan dia kemudian pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk mandi anaknya terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian Nevan keluar dari kamar mandi dia berjalan melewati ranjang dengan pelan agar tidak berisik karena tidak mau mengganggu Alisha yang masih nyaman dengan tidurnya.
"Ayo kita mandi," kata Nevan membawa anaknya ke kamar mandi dan mulai melepaskan semua baju anaknya setelah itu memandikan anaknya dengan sangat hati-hati dan dengan sentuhan lembut karena takut melukai anaknya.
Alisha mengerjapkan matanya saat cahaya menusuk matanya yang masih terpejam, dia melihat ke sebelahnya sudah kosong.
"Kemana Mas Nevan," gumam Alisha dengan suara seraknya khas bangun tidur.
Alisha melihat jam dan ternyata sudah siang itu artinya dia bangun kesiangan.
Alisha mendengar suara Nevan yang sedang berbicara di kamar mandi, dia turun dari ranjang dan berjalan menuju ke kamar mandi terlihat Nevan sedang memandikan anaknya dengan telaten dan mengajak ngobrol anaknya.
Melihat hal itu membuat senyum terbit di wajah Alisha suaminya itu benar-benar terlihat sangat menyayangi anak mereka.
Alisha merasa bersyukur karena Nevan selalu membantunya dalam mengurus anak mereka disaat dia sedang berada di rumah, apalagi jika malam hari saat Alisha sedang terlelap dan anaknya bangun Nevan selalu bangun untuk memberikan susu, menggantikan popok anak mereka dan menemani Aaric hingga Aaric kembali tertidur.
Mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja Alisha sangat senang bahkan mungkin setiap wanita juga akan merasa senang dengan hal itu, wanita akan merasa senang saat suaminya mau membantunya dalam mengurus anak mengurus keluarga dan rumah. Tapi memang sulit menemukan pria yang seperti itu kebanyakan pria selalu berpikiran yang penting dia sudah bekerja memberikan uang kepada istrinya cukup seperti itu saja.
"Mas kenapa gak bangunin Alish?" tanya Alisha yang berdiri di belakang Nevan.
"Kamu pasti capek, semalam 'kan Mas gak bisa bantuin kamu jagain Aaric karena Mas banyak kerjaan di kantor jadi sedikit lelah maaf ya," jawab Nevan tersenyum kepada Alisha.
"Alish gak pa-pa kok Mas, mau Alish bantuin gak mandiin Aaric-nya?" tanya Alisha.
"Gak perlu sudah selesai kok nih," kata Nevan mengangkat Aaric yang sudah selesai di mandikan.
Alisha mengambil handuk dan menerima Aaric dari Nevan, dia membungkus tubuh Aaric dengan handuk agar Aaric tidak kedinginan.
"Kamu pakaikan dia baju ya, Mas mau mandi dulu setelah selesai mandi Mas mau bawa dia berjemur di halaman," kata Nevan.
"Iya Mas," Alisha menganggukkan kepalanya dan membawa Aaric keluar dari kamar mandi.
Alisha menidurkan Aaric yang masih terbungkus handuk di ranjang miliknya, sementara dia menyiapkan baju Aaric.
__ADS_1
"Senang ya, mandi sama papa hemm," kata Alisha berbicara dengan anaknya sambil memakaikan baju kepada anaknya.
Aaric tersenyum dan menggerakkan kaki dan tangannya dengan aktif.
Beberapa saat kemudian Nevan keluar dari kamar mandi dan Alisha sudah selesai memakaikan baju kepada Aaric.
"Sudah selesai?" tanya Nevan.
"Sudah Mas, Mas cepatlah pakai baju," kata Alisha yang sedang menyusui anaknya karena melihat Nevan hanya memakai handuk saja.
"Kenapa?" tanya Nevan.
"Katanya mau bawa Aaric berjemur," jawab Alisha.
"Oh kirain kamu takut tergoda karena liat aku tidak memakai baju seperti ini," goda Nevan.
"Cepatlah Mas, Alish juga mau mandi," kata Alisha tidak menanggapi perkataan Nevan.
"Baiklah Nyonya," jawab Nevan langsung memakai bajunya.
Setelah selesai memakai bajunya Nevan mengambil Aaric dari gendongan Alisha dan membawanya keluar rumah untuk menikmati kehangatan matahari yang baru saja terbit.
"Ayo kita berjemur jagoan Papa," kata Nevan sambil berjalan.
Sementara itu Alisha masuk ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu sebelum keluar untuk sarapan bersama dengan suaminya.
"Mas," panggil Alisha sambil berjalan keluar dari rumahnya.
Nevan menyimpan jari telunjuknya di bibirnya meminta Alisha agar tidak berisik. Alisha menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekati Nevan.
"Sudah lama tidurnya?" tanya Alisha.
"Belum, baru saja dia tertidur," jawab Nevan dengan suara pelan takut mengganggu tidur anaknya.
"Biar Alish tidurkan dia ke kamar kita harus sarapan," kata Alisha.
"Sebentar lagi saja ditidurkan-nya dia belum terlalu nyenyak tidurnya nanti pasti bangun lagi," kata Nevan.
Alisha hanya menganggukkan kepalanya memang benar kalau belum benar-benar nyenyak tidurnya pasti anaknya akan bangun lagi dan akan rewel.
Saat Alisha dan Nevan sedang memperhatikan anaknya yang mulai tidur dengan tenang terdengar suara Ratih memanggil Aaric dengan suara yang keras sehingga membuat Nevan mencebikkan bibirnya kesal dengan kelakuan mamanya.
"Aaric cucu Nenek yang tampan," kata Ratih berjalan mendekati Nevan dan Alisha.
Karena suara Ratih yang keras itu Aaric sampai kaget dalam tidurnya dan hampir menangis untung Nevan segera menepuk pelan bagian belakangnya, Nevan menatap mamanya dengan kesal dan hanya di balas senyuman tanpa dosa dari mamanya itu.
__ADS_1
"Kirain Mama Aaric gak lagi tidur," kata Ratih enteng.
"Dia baru saja tidur," kata Nevan masih kesal.
"Iya maaf, Mama 'kan gak tau, keadaan kamu gimana Lis, sudah baik-baik saja 'kan," Ratih mengalihkan pembicaraannya kepada Alisha.
"Alhamdulillah sudah semakin baik Ma," jawab Alisha sambil menyalami mertuanya itu.
"Syukurlah kalau Aaric gimana apa semuanya baik-baik saja?" tanya Ratih karena dia harus pergi ke luar kota dengan Harry setelah Alisha dan Aaric pulang dari rumah sakit jadi dia tidak tahu pasti perkembangan cucunya itu.
"Aaric juga baik-baik saja Ma, dua hari yang lalu saat cek-up semuanya baik-baik saja dan Dokter bilang Aaric tidak perlu cek-up lagi jika tidak terjadi sesuatu yang serius," jelas Alisha.
"Syukurlah, jika semua baik-baik saja," kata Ratih.
"Kita masuk yuk Ma, Mas, kasian Papa nungguin di depan pintu seperti itu," ajak Alisha.
"Iya Mas juga mau nidurin Aaric ke kamar," jawab Nevan.
Mereka pun berjalan menuju ke rumah, Alisha menyalami Harry dan mengajakmu masuk karena mertuanya ternyata belum sarapan juga karena Ratih udah gak sabar mau berkunjung ke sana akhirnya mereka pun sarapan bersama.
"Semua baik-baik saja?" tanya Harry kepada Alisha dan Nevan di sela-sela sarapannya.
"Alhamdulillah baik Pa," jawab Nevan.
"Syukurlah," jawab Harry lalu melanjutkan sarapannya.
Ratih melihat Nevan dan Alisha dengan penuh rasa syukur karena Alisha sudah baik-baik saja begitupun dengan cucunya hingga anaknya bisa merasakan kebahagiaan.
Dia juga bersyukur melihat Nevan begitu menyayangi anaknya seperti itu, Ratih tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Nevan kehilangan salah satu antara anaknya atau Alisha pasti hidupnya akan hancur.
Dia tahu anaknya itu jika sudah mencintai seseorang dia akan mencintainya dengan sepenuh hatinya seperti yang terjadi kepada Mesha meskipun dulu dia dan suaminya menentang hubungan mereka tapi Nevan tetap mempertahankan hubungannya itu.
Setelah selesai sarapannya mereka memutuskan untuk mengobrol di ruang keluarga sambil menunggu Aaric terbangun.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....