
Happy Reading...
Alisha sedang berbelanja di sebuah supermarket dengan ditemani Mae, Alisha biasanya menyerahkan masalah belanja kebutuhan bulanannya kepada Mae karena dia tidak diijinkan untuk pergi terlalu lama oleh Bara dan Desi Mamanya Bara.
Mengingat kesehatannya yang tidak baik jadi dia tidak boleh kelelahan karena akan berakibat buruk pada kesehatannya atau janinnya.
"Bu kita ke bagian daging dulu yuk," ajak Alisha kepada Mae sambil berjalan lebih dulu.
Mae pun mengikuti kemana langkah Alisha dengan mendorong troli yang baru terisi sedikit belanjaan.
"Non saya 'kan sudah bilang Non Alish tidak perlu repot-repot belanja biar saya saja yang belanja, Non 'kan gak boleh terlalu banyak jalan dan gak boleh capek saya tidak mau nanti kena omel Dokter Bara dan Dokter Desi lagi karena sudah membiarkan Non Alish jalan-jalan seperti ini," Mae terus berbicara sambil mengikuti Alisha memilih daging, sayuran dan buah-buahan.
Mae bicara seperti itu karena dia pernah kena omel Bara dan Desi karena membiarkan Alisha pergi jalan-jalan hingga membuat Alisha pingsan di taman dan harus dirawat sehari semalam di rumah sakit.
"Bu Alish bosen kalau diem di rumah terus bibi tenang saja ya kalau nanti Alish kecapean Alish akan segera istirahat," kata Alisha membalikkan badannya melihat Mae dan tersenyum.
"Ya udah deh tapi Non jangan maksain ya kalau udah capek," kata Mae pasrah.
Alisha memang bosan karena dia jarang banget pergi seperti ini, dia paling pergi untuk makan diluar sama teman-temannya atau ke Restoran ayahnya.
Itu pun tidak boleh lama dan tidak boleh terlalu jauh.
"Bu masih ada yang kurang gak sih?" tanya Alisha melihat troli yang sudah penuh.
"Gak ada kayaknya Non," kata Mae.
"Baiklah kalau gitu Ibu bayar duluan saja gih aku lupa belum beli susu," kata Alisha menyerahkan karti Debit kepada Mae.
"Nanti saja barengan Non bayarnya, sekarang saya ikut Non saja takutnya Non kenapa-napa," kata Mae.
"Tapi Bu kalau Ibu ikut Alish, nanti antrinya lama saat di kasir jadi Ibu duluan saja ya sebelum antriannya panjang, Alish gak lama kok cuma ngambil susu aja," kata Alisha mengambil keranjang untuk belanjaan.
"Ya sudah hati-hati Non Ibu tunggu di sana ya," kata Mae, dijawab anggukkan oleh Alisha yang sudah mulai melangkah meninggalkan Mae.
Alisha berjalan ke rak tempat penyimpanan susu dia mau membeli susu untuk ibu hamil karena stok susu di rumahnya tinggal sedikit.
Saat sampai di rak yang penyimpanan susu untuk ibu hamil Alisha mencari susu yang biasa diminum olehnya susu yang di rekomendasikan oleh Desi sebagai dokter kandungannya.
"Gak nyampe, tinggi banget tempatnya," gumam Alisha mendongakkan kepalanya ke atas karena susu yang mau diambilnya ada di rak paling atas.
Alisha celingukan mencari pekerja pria di sana untuk dimintai tolong agar mengambilkan susu itu.
__ADS_1
Tapi tidak ada yang bisa membantunya yang ada hanya beberapa orang yang sedang melihat-lihat, Alisha mendongakkan kepalanya lagi, dia kemudian berjinjit dan berusaha mengambil susu itu tapi tidak berhasil juga hingga tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang mengambil susu itu.
Alisha pun menengok ke sampingnya untuk melihat orang yang mengambil susu yang akan diambil olehnya itu.
Alisha merasa jantungnya berdetak dengan cepat saat matanya dapat melihat kembali mata itu, mata yang dulu selalu menatapnya dingin.
Untuk beberapa saat, waktu seakan berhenti saat Alisha dan Nevan yang saling bertatapan dengan jarak yang dekat, hingga akhirnya Alisha mengalihkan pandangan matanya melihat kearah lain.
"Kamu butuh ini?" tanya Nevan dengan suara yang lembut.
"Iya," jawab Alisha singkat tanpa melihat Nevan.
Nevan melihat dus yang dipegangnya dia kemudian mengerutkan keningnya saat melihat dus itu ternyata susu untuk wanita hamil.
"Susu untuk wanita hamil, kenapa kamu membeli ini?" tanya Nevan heran.
Mendapat pertanyaan itu Alisha langsung melihat Nevan dia bingung mau mencari alasan apa, dia belum siap kalau Nevan tau semuanya.
"I-itu titipan tetangga aku," jawab Alisha gelagapan.
"Oh, berapa dus yang kamu butuhkan?" tanya Nevan dia langsung percaya begitu saja perkataan Alisha.
Nevan pun menganggukkan kepalanya dan mengambil lagi dus susu itu sebanyak tiga dus sesuai perkataan Alisha.
"Ini, apa kamu masih membutuhkan yang lainnya lagi?" tanya Nevan sambil menyimpan dus susu itu ke keranjang yang Alisha bawa.
"Tidak perlu, terima kasih," kata Alisha masih tidak melihat Nevan dan berniat segera pergi dari sana.
"Tunggu Lis," kata Nevan membuat Alisha menghentikan langkahnya.
"Apa?" tanya Alisha tanpa melihat Nevan.
"Maaf untuk semua yang sudah terjadi dan untuk semua perlakuan aku selama ini terhadapmu," kata Nevan dengan suara menyesal.
Mendengar perkataan Nevan, Alisha pun memberanikan diri melihat Nevan, dia menatap Nevan yang sedang menatapnya juga.
"Itu hanya masa lalu Mas, lupakan saja," kata Alisha setelah itu dia langsung pergi begitu saja meninggalkan Nevan yang masih menatapnya yang semakin menjauh.
"Aku tidak mungkin melupakannya Lis, apa kamu bisa memaafkan aku atas kesalahan-kesalahan aku itu."
"Seandainya aku bisa aku ingin mengatakan aku merindukanmu Lis, aku ingin meminta kamu untuk memberikan aku kesempatan untuk memulai semuanya dari awal lagi," gumam Nevan yang sudah tidak melihat Alisha lagi.
__ADS_1
Tadi Nevan tidak sengaja melihat Alisha yang sedang celingukan seperti mencari sesuatu, saat dia melewati jejeran rak di sana, awalnya dia berniat untuk melihat Alisha dari jauh saja tapi saat melihat Alisha kesusahan mengambil sesuatu dia pun memberanikan diri mendekati Alisha dan mengambil apa yang akan Alisha ambil.
Nevan pergi dari sana dan melanjutkan langkahnya untuk mencari barang yang akan dibelinya di tempat itu.
Sedangkan Alisha segera ke kasir menghampiri Mae yang sedang di depan kasir akan membayar belanjaan.
"Untung Mas Nevan percaya gitu aja saat aku bilang susu ini titipan," gumam Alisha pelan.
"Bu sekalian bayar yang ini juga ya, Alish tunggu di mobil ya Bu," kata Alisha menyerahkan susu di keranjangnya kepada Mae dan pergi dari sana dia takut akan bertemu lagi dengan Nevan kalau dia masih berada di sana.
Alisha berjalan keluar dari Supermarket dan menuju ke parkiran dimana mobilnya berada.
Alisha masuk ke dalam mobilnya, mobil yang disopiri oleh Security-nya, security-nya itu ternyata bisa menjadi apa saja.
"Pak bantu Bu Mae bawa barang belanjaannya ya, soalnya belanjaannya banyak," kata Alisha saat memasuki mobilnya.
"Iya Non," Security sekaligus supir itu pun turun dari mobil dan menuju lobby supermarket itu membantu Mae membawa barang belanjaan dan memasukannya ke bagasi mobil.
Setelah selesai memasukkan barang-barangnya Mae dan supir pun masuk ke dalam mobil dan si supir mulai menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran Supermarket itu.
"Aku rindu kamu Mas, apa kamu dan Mbak Mesha sudah bahagia sekarang? Alish harap kamu selalu bahagia Mas," kata Alisha dalam hatinya
Alisha memejamkan matanya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi mobil sampai mobilnya sampai ke rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1